
"Aku akan mengajak mu bermain game.. yang kalah akan dapat hukuman"
"apa hukuman nya?"
"hukuman bagi yang kalah adalah menuruti semua perkataan dari sang pemenang"
"oke deal!" ujar anna menjabat tangan altar dengan kuat
"so, bisa di mulai sekarang?" tanya anna tidak sabar
"iya, tentu" altar pun berjalan ke arah dapur Anna mengikuti nya dari belakang
"kamu mau ngapain?" tanya anna keheranan
"aku mau buat ramyeon terpedas edisi terbaru yang lagi viral itu.. nahh aku lihat kamu suka tantangan kan? aku tantang kamu makan ramyeon pedas ini" ujar altar memperlihatkan ramyeon yang masih terbungkus itu
"oke! aku terima tantangan mu" ujar Anna dengan sombong nya
"tapi sebelum nya aku akan memperingat kan kembali pada mu, ramyeon ini sangat pedas sekali.. kamu yakin?" ujar altar yang sudah memulai memasak ramyeon itu ke dalam panci
"kamu ngeraguin aku ha?"
"hahaa enggak.. aku cuma takut kamu kalah nanti" ujar altar sambil tersenyum mengejek
"hah, kalo cuma ngabisin ramyeon pedas itu mah kecil" altar pun tersenyum miring sambil menggelengkan kepala nya
"are you ready?" ujar altar memegangi sumpit dia sudah siap menyantap ramyeon di mangkuk nya, Anna mengangguk dengan cepat
"sebentar.., jadi di sini ada peraturan main nya"
"apa?" tanya anna tidak sabar untuk mengalahkan altar
"kita hanya akan menang jika dapat menghabiskan ramyeon ini sebelum 5 menit!" ujar altar dengan mantap
"what?! 5 minute!? " tanya anna ketakutan
"yaa! kenapa? kamu mau nyerah?" ujar altar sambil tersenyum mengejek
"no! never!" ujar anna dengan lantang
"oke, are you ready?
"yeah"
"go!" ujar altar sambil menekan stop watch nya
di menit pertama Anna masih unggul, dia nampak tersenyum karna ramyeon nya sudah banyak termakan, sedangkan altar masih makan ramyeon itu dengan santai namun pasti.
"apa boleh minum?" tanya anna yang sontak membuat altar tersenyum miring
"boleh"
"yes!" ujar anna sambil meraih gelas berisi air putih di samping nya
"kalo kamu mau kalah minum aja ya" ujar altar yang sontak membuat Anna mengurun kan niat nya
"kenapa? apa perut mu sakit?" tanya altar dengan khawatir
"engga.. i'm okay" ujar Anna kembali menyantap ramyeon nya namun dengan perlahan
"huuuhhh huhhh haaahh pedas sekali" ujar Anna di menit kedua
"berhentilah" ujar altar memegangi tangan Anna yang sedang menyumpit ramyeon
"never!"
"nanti kalo perut mu sakit bagaimana?"
__ADS_1
"ga akan"
"ckk ya sudah lah terserah padamu saja" ujar altar pasrah
"altarrr.. ini huuhh huuhh pee daass seka li huhh haaaah huuuh" ujar Anna di menit ketiga, keringat nya mulai bercucuran di dahi nya sampai-sampai dia melepaskan nya jilbab nya
"sudah lah menyerah saja" ujar altar
"aku masih kuat, ini tinggal sedikit lagi.. aku pasti bisa mengalahkan mu" altar pun menggeleng kan kepala nya, sesaat kemudian dia pun memakan ramyeon nya dengan cepat hingga habis tak tersisa, anna pun di buat terkejut karna altar nampak biasa saja tidak merasa kan pedas sedikit pun
"sudah ku bilang kamu lebih baik menyerah" ujar altar sambil memberikan segelas air untuk Anna
"ahh pedass" ujar Anna kembali meminum air di gelas itu hingga habis, altar pun kembali berjalan menuju ke dapur dan mengambil air hangat dari dispenser kemudian memberikan kepada Anna
"minum pelan-pelan" ujar altar sambil memberikan air hangat itu kepada Anna, dengan cepat anna meraih dan meminum air itu
byuuurrrr
Anna menyembur kan air itu tepat di muka altar, altar pun memejamkan kedua matanya dan mengelap nya perlahan
"sorry.. ini air panas bodoh" ujar Anna dengan kesal
"kan aku sudah bilang minum nya pelan-pelan aja" ujar altar, anna kembali meminum air itu dengan pelan hingga tersisa setengah gelas
"udah berkurang pedas nya?" tanya altar
"udahh"
"sekarang kamu harus menerima hukuman mu"
"huuuhh baik lah"
"ayo kita sholat dhuhur berjamaah" ujar altar sambil menarik tangan Anna
"ga usah di tarik, aku bisa jalan sendiri " ujar anna sambil cemberut
setelah selesai menunaikan ibadah shalat dhuhur berjamaah, altar memberi kan Alquran kepada Anna
"altar aku malas mengaji "
"sesuai perjanjian, kamu harus menuruti semua perintah ku"
"hu uh!"
altar hanya tersenyum miring melihat Anna yang mengaji dengan muka kesal
"sodakallahul adziim" Anna menutup Qur'an nya dan melepaskan hijab nya
"perintah kedua ku adalah.."
"jangan aneh-aneh" ujar Anna memotong perkataan altar
"mulai sekarang kita harus tidur di ranjang yang sama, kecuali saat di pondok nanti"
"apa?! ga yaa! aku ga mau.. lagian itu hanya hukuman sehari bukan selama nya" protes Anna
"tetap saja kamu harus menuruti perintah ku sebelum aku mencabut perintah ku.."ujar altar dengan senyum licik nya
"dasar modus! awas yaa kalo kamu ngapa-ngapain aku" acam Anna
"aku tau batasan, seperti yang dady bilang"
"aduuhh perut ku mual.. ini semua gara-gara challenge dari kamu!" ujar anna sambil berlari ke kamar mandi, altar pun terlihat gusar.
dia mengambil kotak obat yang selalu dia bawa, dia mengeluarkan obat untuk diare.
setelah usai p*p anna pun kembali menduduk kan diri nya di tepi kasur, altar mendekati nya dan memberikan obat serta minum untuk nya
__ADS_1
"minum ini"
"obat apa ini? kamu mau ngeracunin aku ya?" ujar anna dengan tatapan dingin
"hahah ya enggak lah, ini obat diare"
dengan cepat anna meminum obat itu
"aduhh sakit nya perut kuu" ujar Anna sambil memegangi perut nya
"tidur lah" ujar altar sambil menepuk-nepuk kasur dan memberikan ruang untuk Anna tepat di samping nya
"kemarilah" ujar altar lagi
"perut ku sakit bodoh" ujar anna dengan kesal
dengan cepat altar menarik tangan anna hingga masuk ke dalam pelukan nya, altar menyibak kan baju ana hingga perut nya terlihat
"kamu mau ngapain!?" tanya anna ketakutan
"udah diem aja" ujar altar sambil mengelus elus-elus perut anna dengan lembut.
"kamu lagi baca mantra ya?" tanya anna kebingungan karna melihat mulut altar komat-kamit
"aku bacakan sholawat dan do'a supaya sakit nya berkurang" ujar altar dengan lembut membuat Anna terbuai mendengar nya
"sadar anna saadaaarrr" ujar anna dalam hati
"gimana? udah mendingan?" tanya altar yang sontak mendapat anggukan kepala dari Anna
"ya udah sekarang kamu tidur" perintah altar
"tangan kamu ga capek apa?" ujar anna keheranan Karna tangan altar sudah lama mengelus perut nya
"nanti kalo capek aku berhenti... sekarang kamu tidur, baca doa dulu"
Anna pun menuruti perintah altar Karna memang dia sudah mengantuk
saat anna sudah benar-benar tertidur pulas altar menghentikan kegiatan tangan nya, tangan nya di gunakan untuk memeluk perut anna, dia ikut memejamkan mata nya.
namun beberapa saat kemudian tangan Anna reflek menarik tangan altar ke arah perut nya lagi, altar merasa anna nyaman bila tidur nya di elus oleh tangan nya.
akhirnya dia pun kembali mengelus perut anna dengan lembut, namun tanpa anna sadari tangan nya membawa tangan altar keatas, altar membuka kedua matanya dengan cepat.
dia terkejut karna anna membawa tangan nya masuk ke dalam bra
"astaghfirullah.. tahan altarr tahannn" uajr altar sambil memejamkan mata nya
dengan perlahan altar mengeluarkan tangan nya dari tempat ternyaman itu.
"aduhh keluar aja lah dari pada kelepasan" ujar altar sambil meluruskan badan nya, dengan susah payah altar mencoba memejamkan mata nya namun selalu gagal, akhirnya dia memutuskan untuk pergi mengambil air wudhu, dan menjauhi Anna sebisa mungkin.
"ya allah.. aku takut khilaf" ujar altar seorang diri
to be continued
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍 terimakasih 🤩🙏
hai guys jangan lupa juga buat mampir ke novel aku, pokonya di jamin ga kalah seru, judul nya "The owner of my last love" menceritakan tentang seorang pria dingin yang menganggap semua wanita itu sama, namun keyakinan nya berubah saat dia bertemu alea maharani, wanita biasa yang pertama kali menolak pesona seorang zidan firmansyah.
karna merasa alea adalah wanita yang berbeda zidan pun tertarik dan mencoba untuk mendekatinya.
namun semua tak semudah yang dia kira, Alea dengan tegas menolak zidan karna cinta nya telah terpaut Kepada Eza faldiano yang merupakan sahabat masa kecil nya.
akankah Zidan dapat membuat hati Alea luluh?
jangan lupa mampir ya guyss thank you
__ADS_1