
Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Kau licik sekali arsen! setelah kau merebut hulya dari ku, kau masih saja merasa sok suci!" ujar Farhan sambil tersenyum miring
"hah?! merebut? apa aku tidak salah dengar?" ujar arsen sambil terkekeh
"kau yang membuang berlian demi kotoran sapi!" ujar
"kau, lebih memilih kotoran sapi itu kan??" ujar arsen sambil terkekeh lagi
"diam kau!"ujar Farhan sambil mencekik leher arsen dengan kedua tangan nya
"dasar tidak punya malu" ujar arsen sambil terkekeh, Farhan semakin mempererat cengkraman tangan nya,dengan cepat arsen memutar tangan dan ia taruh ke belakang tubuh nya, posisi tubuh arsen tepat di belakang Farhan dengan mencekal kedua tangan farhan.
"dengar... terimakasih telah membuang hulyaa" ujar arsen sambil menatap wajah Farhan yang menoleh kesamping, Farhan meronta-ronta ingin di lepas kan.
kemudian arsen mendorong tubuh farhan hingga hampir terjungkal.
"kau!" teriak Farhan sambil mendekati arsen, dia melayang kan bogeman di perut arsen, tidak langsung membalas arsen justru tersenyum miring menatap farhan yang tengah berapi-api.
bug! bug! bug!
Farhan memukuli arsen, arsen hanya tersenyum santai memandangi rival nya, sesaat kemudian arsen menendang perut Farhan hingga terpental ke lantai
dug!
"aaahh"
"astaghfirullah... ada apa di luar? bagaimana ini? aku ga mungkin keluar dengan memakai handuk saja" ujar hulya kebingungan, dia pun menggigit ujung jari nya dan berbolak-balik seperti setrika
sedangkan arsen tengah sibuk memukuli Farhan dengan kepalan tangan nya
bug! bug! bug! bug!
wajah Farhan sudah lembab dan berdarah, hingga dia terkulai lemah di lantai.
"pergilah! atau aku akan membunuh mu!" teriak arsen dengan lantang, Farhan pun berdiri perlahan langkah nya pun lunglai tak bertenaga, untung saja hotel itu adalah kepemilikan arsen tidak akan yang berani melapor kejadian itu ke pihak yang berwajib.
arsen menduduk kan diri nya di tepi ranjang, dia mengelap darah farhan yang menempel pada tangan nya, karna terlalu lama di dalam hulya pun memutuskan untuk berteriak, dia tak bisa mendengar apapun yang terjadi di luar karna kamar mandi itu kedap suara.
__ADS_1
ceklek..
hulya membuka pintu kamar mandi itu sedikit, dia mengintip apa yang terjadi di luar sana,namun seperti nya sudah sepi dan tidak ada apa-apa, dia pun keluar dan mendapati arsen yang tengah duduk di tepi ranjang.
hulya menghampiri arsen dan duduk di sebelah nya.
"astaghfirullah.. tangan kamu kenapa berdarah? apa Farhan menyakiti mu?" tanya hulya dengan khawatir, dia memegang tangan arsen yang masih berlumur darah segar.
"tidak" jawab arsen dengan singkat, hulya mengambil kan tissue dan mengelap nya perlahan, namun dia tak menemukan luka pada tangan arsen hulya mengerut kan dahi nya dan beralih menatap arsen yang juga masih menatap nya
"kamu pukul dia?" yang hulya dengan mimik wajah tak suka, arsen mengangguk kan kepala nya
"astaghfirullah.. kenapa harus pakai kekerasan sih, sen?" tanya hulya dengan kedua mata nya yang mulai membulat
"maaf, tapi dia dulu yang mulai.." ujar arsen sambil menarik tangan nya dari pangkuan hulya
"terus ada yang sakit ga?" tanya hulya penasaran dia memegangi beberapa area tubuh arsen
"adaa"
"mana? cepetan bilang.. biar aku obatin" ujar hulya dengan khawatir
"obat nya ini" ujar arsen sambil memeluk tubuh hulya dengan erat
"aku ga akan pernah ninggalin kamu sen, kecuali.."
"kecuali apa?" tanya arsen memotong perkataan hulya
"kalo kamu mendua, apalagi membagi cinta mu" ujar hulya yang sontak berubah muka menjadi sedih
"no, aku ga akan pernah ngelakuin itu ke kamu.. karna memiliki mu adalah rasa syukur yang membuat ku berhenti untuk meminta nya lagi" ujar arsen sambil tersenyum
"kok kamu jadi pinter gombal gini sih?" ujar hulya sambil mencubit lengan arsen
"hahaa iya, aku juga bingung.. mungkin karna udah bucin banget kali ya?" ujar arsen sambil terkekeh
sedangkan sisi lain arsen tengah pulang menuju ke rumah umi dan ayah nya, dia menangis meringis kesakitan di dalam mobil itu, bukan karna sakit yang ia rasakan di sekujur tubuh nya melainkan rasa sakit dan kecewa karna telah menyia-nyiakan hulya begitu saja.
sesampainya di rumah dengan langkah cepat Farhan memasuki rumah yang terbuka lebar itu, ummi sedang mengobrol dengan ustadzah Laila teman majlis ummi.
__ADS_1
"assalamualaikum" ujar Farhan masuk begitu saja
"wa'alaikum salam" ujar kedua wanita parubaya itu, ummi pun sontak terkejut melihat wajah putra satu-satunya babak belur seperti itu.
"astaghfirullah...farhaann kamu kenapa nak?" tanya ummi dengan khawatir, ummi pun mendekati putra nya, namun Farhan bersujud di kaki ummi dia menangis sesenggukan di situ
"maaf ummi, maaf.. Farhan benar-benar bodoh hikks hikkss" ujar farhan sambil memukuli kepala nya sendiri
"astaghfirullah, naakkk.. istighfar" ujar ummi merangkul tubuh Farhan dan di bawa nya duduk di sofa
"ummi, farhan menyesal...farhan menyesal karna telah menyakiti hulya, farhan menyesal melepas hulya begitu sajaa... hiikss hiksss" ujar farhan yang kini menyandar kan kepala nya di bahu ummi, ummi pun prihatin melihat kondisi putra nya yang begitu terpuruk itu, namun mau bagaimana lagi? ini semua memang salah farhan, ummi tak bisa membela nya lagi.
"istighfar farhan.. jangan seperti ini..karna Allah pernah berjanji dalam surat Al Baqarah ayat 286 yang arti nya“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”ujar ustadzah Laila dengan bijaksana
"tapi saya benar-benar menyesal.. saya menyesal, Apa Yanga harus saya lakukan?" ujar farhan dengan bingung pikiran nya sudah tak berarah lagi, ummi menagis melihat keadaan putra nya yang seperti ini, wanita paruh baya itu pun memeluk putra nya dengan erat.
"sabar, naakkk... ambil pelajaran dari semua kejadian ini, bertobat lah..."ujar ummi sambil mengelus pundak farhan
"ummi.. mau kah ummi mengantar ku ke rumah kedua orang tua nya hulya?" tanya farhan dengan muka berharap
"baiklah, tapi umii harus tau apa tujuan mu kesana?" tanya ummi dengan nada lembut, Farhan menatap kedua mata ummi dengan berbinar
"hikkss aku ingin meminta maaf ummi, aku juga masih berharap semoga mereka mengizinkan ku untuk rujuk dengan hulya" ujar Farhan sambil menatap ummi nya dengan mata yang berkaca-kaca
"ummi tidak akan melarang mu untuk meminta maaf, tapi untuk meminta persetujuan kedua orang tua hulya untuk rujuk kembali, ummi tidak ingin.. Karna ummi sudah malu sekali farhan, kita sudah banyak menyakiti hati mereka..jadi tolong, berhenti lah mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi milik ku lagi "
"tapi ummi, Farhan tidak pernah ingin melepaskan hulya.. saat itu ada kejadian aneh yang pada intinya ada dorongan untuk farhan mentalak hulya ummi.. Farhan yakin,ini adalah lah ulah siska.. wanita itu mungkin telah menggunakan pelet ummi"
"astaghfirullah.. kenapa kamu jadi su'udzon seperti ini? sudah lah farhan.. ummi tidak ingin kamu semakin berharap pada sesuatu yang tidak mungkin, berhenti lah mengejar hulyaa... jadikan semua ini pembelajaran berharga untuk mu"
"tidak ummi! jika umi tidak ingin menemani ku pergi kesana, tidak apaa.. aku bisa pergi sendiri " ujar farhan meninggalkan ummi dan ustadzah Laila begitu saja.
"astaghfirullah haladzim..." ujar ummi sambil memegangi dada nya yang sesak
"istighfar bukk, banyakin istighfar.. yang sabar yang buk, jangan lupa do'a kan yang terbaik untuk farhan " ujar ustadzah Laila sambil merangkul ummi
"saya takut dia akan berulah, ustadzah .."
"berdo'a lah buk.." ummi pun mengangguk kan kepala nya
__ADS_1
to be continued
hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 🙏😍 terimakasih 🤩, ada kabar gembira nihhhh.... buat readers setia othor, 😍 jadii untuk seminggu kedepan othor akan crazy up! yuhuuuuu🤗😍 Jangan lupa dukungan nya yaa☺️jangan kasih kendor Poko nya 😁