Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Mimpi


__ADS_3

Sementara di sisi lain farhan tengah berada di kediaman siska, dia ingin membicarakan tentang pernikahan nya.


"kamu mau ngomong apa sih sayang? ohh atau kamu mau ngomong.. kalo kamu pengen punya banyak anak sama aku ya?" ujar siska sambil membenahi anak rambut nya


"heh! jangan bermimpi siska.. setelah aku pikir-pikir aku ingin menceraikan mu! aku yakin hulya akan menerima ku lagi, Karna kita sudah punya anak.."


"apa kamu bilang?! cerai? ga! aku ga akan pernah mau kamu ceraikan.. kamu ga mikir apa, gimana kalo aku ngandung anak kamu.. hah!? gimana?" ujar siska sambil berkacak pinggang


"Siska! kamu ga mungkin hamil, kita hanya sekali saja melakukan itu"


"bagaimana kalau ternyata aku hamil?! kamu harus tanggung jawab Farhan! atau aku bunuh anak ini! supaya kamu juga ikutan berdosa karna ga mau tanggung jawab "


"aku tanggung jawab jika kamu hamil, aku akan tetap mengurus nya.. memberikan dia kasih sayang, tapi aku tidak ingin kau tetap menjadi istri ku!"


"egois kamu farhan! kamu pikir dengan begitu aku akan terima hah?! ga! lebih baik aku bunuh anak ini jika kamu tetap ingin meninggalkan aku!" ujar siska dengan kedua mata nya yang sudah memerah


"astaghfirullah.. di mana hati kamu Siska?! kamu itu wanita, dimana hati nurani mu?"


"aku hanya ingin kamu bertanggung jawab atas semua perasaan ku Farhan.. kalau kamu cuma ingin mengurus anak ini.. lalu bagaimana dengan ku?"


"sudah lah siska, lagian belum tentu kamu hamil.."


"aku yakin aku hamil Farhan, karna ini sudah masa nya aku datang bulan.. tapi belum keluar juga, itu artinya aku sedang mengandung anak mu.. hasil cinta kita malam itu" ujar siska sambil mengelus lengan kekar farhan, farhan pun menghempaskan tangan siska dengan kasar


"ingat Siska! malam itu kamu yang menjebak ku! kamu yang membuat ku melakukan hal bejat itu"


"tapi kamu menikmati nya sayang" ujar siska yang kini melingkar kan tangan nya di perut Farhan


"lepas Siska!" ujar Farhan sambil merontak


dia pun melepas kan Siska dan mendorong nya hingga Siska jatuh ke lantai.


"awww sakitt" ujar siska sambil memegangi perut nya, Farhan pun terkejut dengan cepat dia menolong untuk berdiri


"gendong, aku tidak kuat berjalan" ujar siska meringis kesakitan , akhirnya farhan pun menggendong siska, dia membawa Siska ke rumah sakit karna dia bilang perut nya sakit, Farhan hanya berharap semoga ini hanya sakit perut biasa, bukan karna Siska mengandung anak nya.


sesampai di rumah sakit Farhan pun membopong tubuh Siska, beberapa perawatan pun segera memberikan pertolongan, Siska di bawa dengan ranjang darurat itu.


"maaf pak, bapak tunggu disini saja ya? saya akan menangani nya" ujar seorang pria paruh baya yang merupakan dokter


"baik dok"

__ADS_1


Farhan pun menunggu Siska di luar, hati nya berdebar begitu kencang ada perasaan bersalah karena dia telah berbuat kasar kepada wanita.


tak lama kemudian dokter pun mempersilahkan farhan masuk ke dalam


"apa masih sakit?" tanya farhan kepada Siska


"tidak terlalu"


"ada apa dengan istri saya dok?" tanya farhan dengan penuh kecemasan


"istri anda hamil pak, jangan sampai membuat nya jatuh atau melakukan kegiatan yang berat-berat dulu ya? Karna usia kandungan nya masih sangat muda" ujar dokter itu dengan lembut


"apa? hamil dok?" ujar Farhan, dia pun mengusap wajah nya dengan kasar


"ada apa pak?" tanya dokter keheranan, Karna biasa nya setiap pasangan muda seperti Farhan dan Siska akan terlihat bahagia bila mendengar kabar bahagia seperti ini


"ohh, tidak tidak.. saya hanya sedang merasa tidak enak badan"


"baik pak, tolong di jaga kesehatan anda juga .. saya pamit undur diri permisi"


"iya dok.."


Siska pun menatap Farhan dengan penuh kemenangan


"puas kamu!? hah?"


"lumayan.. lebih puas lagi kalau istri tua mu itu meminta gugatan cerai"


"tutup mulut mu! itu tidak akan pernah terjadi, jangan macam-macam kamu ya?!"


"sayang, kamu tenang aja..aku akan hidup rukun bersama istri tau mu itu kok"


Farhan pun terlihat frustasi, dia takut kehilangan hulya, dia tak bisa membayangkan hidup nya tanpa hulya dan naya.


sedangkan di sisi lain hulya tengah mengganti kan Abah yai mengajar, dia terlihat menikmati saat-saat seperti ini.


beban fikiran nya pun seketika hilang, setelah usai mengajar santri hulya pun kembali terlihat murung.


entah kenapa dia merindukan farhan, tanpa dia sadari air matanya pun keluar begitu saja.


"apa kamu juga sedang merindukan ku kak? apa aku terlihat bodoh.. jika aku ingin tetap bersama mu?" ujar hulya seorang diri sambil mengelap air mata nya.

__ADS_1


setelah puas menangis hulya pun menuju ke masjid khusus santriwati yang memang tak jauh dari kelas itu, dia melakukan sholat istikharah agar hati nya tak lagi bimbingan. dia ingin meminta jawaban dari Allah.


selepas berdoa dan bermunajat hulya pun tak sengaja tertidur masih lengkap menggunakan mukena nya.


dia bermimpi bertemu sosok pria berbaju putih berjalan membelakangi nya, kemudian hulya mengejar nya namun pria itu semakin lama semakin menjauh, entah siapa pria itu.. hulya tak bisa melihat nya dengan jelas, tak berhenti disitu


hulya berjalan lagi hingga bertemu sosok pria berbaju putih lagi namun postur tubuh nya lebih tinggi dan tegap, dia hendak menghampiri pria yang juga berjalan namun membelakangi nya.


hulya menepuk pundak pria itu, pria itu pun membalikkan badan nya, wajah nya tak bisa hulya lihat dengan jelas walaupun dia menghadap kepada nya.


pria itu memberikan sebuah cincin dari permata yang sangat indah kemudian pergi meninggalkan hulya.


lagi-lagi hulya di buat penasaran, dia terus mengejar pria itu hingga pria itu berbalik arah dan justru berlari memberikan pelukan kepada hulya.


"kamu siapa?" tanya hulya penasaran


"aku adalah jodoh mu"


"siapa? siapa nama mu?" tanya hulya penasaran


namun belum sempat pria itu menjawab hulya sudah terbangun dari tidur nya.


dia mengusap-usap kedua mata nya, sambil mengingat-ingat mimpi nya.


dia sempat bingung dengan mimpi nya, mungkin kah itu jawaban dari do'a nya?


tapi dia sedang tidak mempunyai pilihan lain selain Farhan.


dia hanya berdo'a supaya di beri kan petunjuk harus kah dia bertahan dalam pernikahan nya? atau tidak?


hulya pun masih menganggap itu hanya sebuah mimpi tanpa arti, dia memutuskan untuk kembali ke asrama anna untuk istirahat.


to be continued


jadi gimana nih kalo menurut kalian? ada yang bisa menafsirkan mimpi hulya?


yukk komen dibawah yukk👇🤭


hai guys jangan lupa like komen dan vote nya yaa 😍🙏🤗


oh ya guys sekalian othor mau izin nih yaa 🙏🤧 mungkin besok othor ga bisa up banyak-banyak yaa🙏🤧 soalnya othor mau balik ke pondok lagi.. jadi ya mohon di maklumi ya guys 😌 tapi tetep di usahain up kok.. walupun ga banyak 🙏🤧

__ADS_1


udah lah yaa Jan sedih hehe.. mending do'a in othor semoga tetep bisa bagi waktu supaya bisa up terus.. tanpa menggangu aktifitas rutin di pondok.. minta do'a nya ya guys 🙏😌


__ADS_2