Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Hulya hamil


__ADS_3

pagi yang melelahkan dapat di pastikan dengan baik farhan belum juga terbangun dari tidur nya, hulya yang lebih dahulu bangun pun sudah wangi dengan balutan mantel mandi berwarna putih rambut nya yang basah dia keringkan dengan handuk, sesekali hulya memandangi suami nya yang terlelap dalam kantuk.


mungkin memang tidak ada alasan untuk tidak mencintai farhan, dia pria yang baik sebenarnya hanya saja hulya harus bersabar dengan takdir yang ia lalui sekarang.


hulya mendekat dan mendudukkan bokong nya di tepi ranjang bersprei putih itu, hulya berjalan menggunakan telapak tangan dan dan kedua lututnya perlahan dia mendekati farhan dan lagi-lagi memandangi nya dari kedekatan. kini kedua tangan hulya tengah menumpu wajah nya dengan posisi tubuh tengkurap hembusan nafas farhan terasa di pipi hulya.


"udah puas belum lihat kegantengan Kaka?" ucap farhan dengan mata terpejam yang sontak membuat hulya membelalak kan kedua matanya


"Kaka udah bangun?" jawab hulya kemudian duduk bersimpuh dan menundukkan kan kepala karna malu


"udah, dari tadi" celetuk farhan yang kemudian menyender kan punggung nya di dipan.


"ya udah ayo sholat" ucap hulya mengalihkan perhatian, hulya tengah beranjak pergi namun kemudian tangan besar Farhan menarik hulya dan langsung jatuh ke pelukan nya


"kak, udah lah.. sholat dulu yuk" sambil mencoba melepaskan diri dari cengkraman harimau yang yang telah terbangun dari tidurnya


"iyaa, tapiiii cium dulu" pinta Farhan sambil memonyong kan bibir dan menutup kedua matanya


"hihh apaan sih" ucap hulya yang hendak beranjak pergi lagi namun dengan secepat kilat farhan menarik hulya bukan lagi terjatuh di dada bidang nya, namun terjatuh di kasur yang tepat berada di bawah kukungan Farhan


hulya membelalak kan kedua matanya dengan sempurna


"kak, plis deh.." pinta hulya dengan memasang jeratan muka memelas


"cium dulu" ucap farhan dengan santai


cup..


"heh, bukan di pipi.. di sini nih" ucap farhan sambil menunjuk ke arah bibir yang telah di monyong kan nya


hulya menghempas kan nafas dengan kasar kemudian dengan cepat dia mengecup b***r Farhan


cup


"nah, udah kan? lepasin" ucap hulya sambil meronta menghempaskan tangan Farhan yang menghadap tubuh nya


Farhan hanya tersenyum miring dan tak lama kemudian menciumi tengkuk hulya dengan suara yang begitu jelas bila di dengar, tiba-tiba hulya merasakan hal aneh saat farhan menciumi nya, seperti mual dan ingin memuntah kan sesuatu dari dalam perut nya.


"euukmmm" hulya menutup mulut nya dengan tangan , Farhan yang melihat reaksi hulya yang tak seperti biasa nya pun dengan reflek melepaskan kukungan nya dengan cepat hulya melarikan diri ke kamar mandi dan memuntahkan isi dalam perut nya.


"hah? apa aku sebauk itu?" ucap farhan seorang diri


"uweekkkk uweekkkkkk" Farhan menghampiri hulya dan membantu memijat leher belakang nya


"kamu sakit sayang?" tanya farhan yang belum sempat di jawab


"enn uweeekkk uuuweekkk"

__ADS_1


"astaghfirullah, kita periksa ya nanti"


"Kak.. Kaka pergi deh jangan deket-deket aku tambah mual kalo Kaka deket aku"


"hah? masa sih? aku bau mulut ya? atau bau badan ?"


"udah kak... sana pergi" ucap hulya sambil mendorong tubuh suami nya


"uweekkk"


"perasaan ga bau-bau banget deh" ucap farhan sambil menciumi area badan nya


setelah lebih baikan hulya memakai mukena nya untuk bersiap sholat subuh berjamaah bersama suami, Farhan pun sudah siap dengan baju putih kok dan sarung hitam serta peci hitam di kepala nya


"assalamualaikum warahmatullahi wabararokatuh"


"assalamualaikum warahmatullahi wabararokatuh"


dua rakaat subuh pun telah usai di tunai kan oleh kedua pasangan suami istri tersebut


hulya mengulurkan tangan kepada suami untuk bersalaman,


Farhan pun menyambut dengan senyuman dan tak lupa kecupan kecil di kelapa hulya.


"uwekk" tiba-tiba hulya berlari lagi ke kamar mandi dan muntah-muntah lagi, entah karena apa Farhan pun bingung di buat nya.


setelah drma di lagi berakhir farhan memaksa hulya untuk periksa ke klinik, awalnya hulya sempat menolak dengan beralasan hanya masuk angin biasa namun farhan tak semudah itu menyerah, dia tetap memaksa hulya untuk menuruti perintah nya.


setelah acara sarapan pagi bersama selesai farhan dan hulya berpamitan kepada ayah dan umi


"memang nya apa yang kamu keluhkan hul?" tanya umi


"mual-mual umii, mungki hanya masuk angin tapi kak farhan kekeh buat ngajakin hulya periksa"


"mual? ehh jangan-jangan kamu hamil hul" celetuk umi lagi yang mungkin memang benar karna hulya sudah telat beberapa Minggu


"oh iya, bisa jadi umi" ucap ayah menimpali


"aamiin ya Allah " ucap farhan sambil mengusap kan kedua telapak tangan nya ke wajah


"emm mungkin hanya masuk angin umii" ucap hulya lagi


"ya sudah dari pada bikin penasaran mending kita berangkat sekarang" ucap farhan sambil meraih tangan hulya


"assalamualaikum umi ayaah" ucap farhan


"wa'alaikum salam jangan ngebut-ngebut yaa farhaan" ucap umi setengah berteriak

__ADS_1


"siap umii" jawab farhan sambil menunjuk jari jempol nya


hulya dan farhan bergegas menuju ke klinik, namun di sepanjang perjalanan hulya hanya terdiam tak bicara sedikit pun


"kamu kenapa sayang?" tanya farhan sambil melirik dari ekor mata nya


hulya hanya menggeleng kan kepala dan masih setia membungkam mulut nya


"masih mual ya?"


lagi-lagi hulya hanya mengangguk kan kepala nya


"ya udah kaka cepet dikit yaa nyetir nya" tanya farhan lagi


hulya kembali mengangguk


saat tiba di klinik hulya dokter langsung memeriksa hulya karna memang masih lagi dan belum ada antrian, aneh nya Farhan membawa hulya ke klinik kehamilan


dokter menyapa kedua pasangan suami istri itu dengan ramah


"mari ibuu, saya periksa dulu"


hulya mulai merebahkan tubuhnya di ranjang


pasien, dokter pun memulai tugas nya dengan memeriksa perut dan juga jantung hulya.


"bagaimana keadaan istri saya dok" tanya farhan yang sudah tak sabar dengan apa Yang akan dokter sampaikan


dokter pun menyuruh kedua nya duduk di kursi terlebih dahulu


"jadi begini pak, Bu hulya tengah mengandung"


"Alhamdulillah yes! Alhamdulillah makasih ya Allah" ucap farhan yang sempat memotong penyampaian dari dokter tersebut, Farhan yang kegirangan kini tengah bersujud syukur dan berkali-kali menghujami hulya dengan ciuman dan pelukan.


"berapa bulan dok?" tanya hulya yang sempat malu karna reaksi farhan yang tak seharusnya berlebihan di hadapan orang lain


"sudah menginjak 2 bu, saya akan berikan vitamin dan tolong perbanyak istirahat ya buu jangan terlalu capek karena hamil muda itu sangat rentan, dan untuk bapak menjaga istri bapak itu sudah wajib.. jangan di buat stress ya pak" ucap dokter cantik bernama sisi tersebut panjang kali lebar


"baik dok, saya berusaha untuk menjaga istri dan anak saya" ucap farhan dengan serius


" semoga kamu ga buat aku stres kak, aku ga mau anak kita kenapa-napa " batin hulya yang penuh dengan keraguan



aura bumil cantik banget ya guys yaaa ๐Ÿ˜


oh ya jangan lupa dukung hulya dengan cara like,komen,dan vote yaa ๐Ÿ™ biar ga stress mikirin kenyataan ๐Ÿ˜Œ pliiiss jangan cuma di baca author lebih suka di komentarin๐Ÿ˜๐Ÿ™ tinggalkan jejak kalian di setiap episode kalo bisaa heheee๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜

__ADS_1


to be continued


__ADS_2