
Happy reading πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
jangan lupa kasih πΉatauβ nya ya guys π terimakasih atas dukungan nya selama ini ππ€
Altar mengejar anna yang masuk ke dalam kamar yang memang di sediakan di jet pribadi milik nya, Anna memutar bola dengan malas.
"sayang.. jangan gitu dong, tega banget ngomong kaya tadi" ujar altar dengan mata berkaca-kaca, melihat ekspresi wajah Altar seperti ingin menangis Anna pun terkekeh.
"kok ketawa sih?" tanya altar kebingungan, pasal nya kini dia tengah mencoba mendapatkan belas kasihan dari seorang Anna, namun kenapa dia malah tertawa
"kamu mau nangis?" tanya anna sambil tersenyum mengejek
"engga, tapi aku pasti menderita kalo ga dapet jatah selama nya" ujar altar sambil cemberut
"atau kamu ingin aku.." menghentikan pembicaraan nya sekejap sambil berpikir
"beli wanita di luaran sana?" tanya altar yang sontak membuat Anna menggeleng kan kepala nya dengan cepat, Anna pun tersenyum kecut memandangi suami nya yang sedang menatang maut.
"kamu ingin junior kuku buat impoten selama nya!?" bentak anna dengan kedua mata tajam nya
"ga lah, kok gitu sih.." Anna melepaskan hijab nya, dia membuka baju itu satu-persatu sedangkan altar di buat menganga melihat pemandangan indah di depan nya, Anna berjalan memutar tubuh altar tanpa sehelai baju, dia masuk ke kamar mandi dan mengambil air wudhu, sedangkan altar masih di buat terpaku melihat anna yang begitu menggoda iman nya, sesuatu di bawah sana pun sudah tidak bisa terkondisi kan semesti nya, selesai berwudhu Anna naik lagi ke ranjang dan merebahkan tubuh nya tepat miring ke arah altar yang masih terpaku.
"hei! apa kamu cuma mau natapin terus?" tanya anna yang sontak membuat altar tersadar dari lamunan nya.
dengan langkah secepat kilat altar masuk ke kamar mandi dan mengambil air wudhu, dia masuk kembali ke kamar itu dan dengan cepat mendekati Anna yang kini menutup seluruh badan nya dengan selimut.
"altar melepaskan seluruh pakaian nya ke sembarang tempat, hasrat yang kian menggebu membuat nya ingin segera menerkam anna.
perlahan altar menaiki ranjang dan memeluk Anna dari belakang, kedua nya polos tanpa penghalang, Anna dapat merasakan sesuatu yang yang mengganjal di bawah sana itu membuat nya semakin risih.
jujur saja Anna sebenarnya takut melakukan hubungan suami istri yang belum pernah ia pikir kan sebelum nya. altar menciumi punggung Anna yang mulus memberikan kecupan dan kecapan manis, meninggalkan bekas berwarna merah di sana, hal itu sontak membuat tubuh ana meremang kedua tangan aman mencengkram sprey dengan kuat menahan suara ******* yang ingin keluar dari mulut nya, bagaimana juga dia malu.
"altar pliss.. aku ga ku..at, St ooo phh"ujar Anna sambil mengerat kan pelukan nya
"siap sayang?" tanya altar sambil menatap intens kedua mata Anna, Anna pun hanya mengangguk kan kepala nya.
sebelum nya altar membaca do'a agar hubungan suami istri nya tidak di ganggu oleh setan.
.......
__ADS_1
"ahhhh sakittt"
"tahan Anna.. sedikit lagi"
"punya kamu kepanjangan" ujar Anna yang masih meringis
"sorry.. oke berhenti dulu yaa" Anna mengatur kembali nafas nya, dan sesaat kemudian altar melanjutkan aksi nya
........
kedua nya pun terhanyut dalam kenikmatan surga dunia, udara malam di angkasa itu menjadi saksi betapa bahagia nya kedua pasangan yang tengah merenggut kenikmatan untuk yang pertama kali nya itu.
Anna terlihat sudah berkali-kali mencapai ******* namun altar masih saja menggempur nya tanpa ampun, Anna hanya bisa pasrah karena diri nya juga tak bisa menolak kenikmatan yang altar berikan, walupun nanti Anna harus kesusahan saat berjalan.
seorang pramugari cantik mengetuk pintu kamar kedua pasangan muda yang tengah olahraga malam itu
tokk tokk tokk
namun sesaat kemudian pramugari itu menundur kan langkah nya dan menutup kedua telinga nya, David menghampiri pramugari itu.
"ada apa?" tanya dari dari belakang, pramugari itu menoleh ke sumber suara
"aaahh, ya sudah lah kita tinggal kan saja dulu" ujar pria tampan itu sambil pergi berlalu di ikuti oleh pramugari cantik tadi.
"tar.. udah yukk, kamu gaa cap aahhh"
"altar!" teriak anna dengan keras karena dari tadi altar yang melepaskan nya.
"sebentar lagi sayang.." Anna memutar bola mata nya dengan malas
"dari tadi sebentar lagi" ujar Anna sambil cemberut, melihat ekspresi Anna seperti itu membuat altar semakin gencar melancarkan aksinya
"ohh my god... ahhhhh"
kedua nya telah mencapai ******* secara bersamaan, altar menumbangkan tubuh nya di sisi anna.
Anna kembali mengatur nafas nya, dan dia melihat ke arah jendela.
"what!? kita sudah sampai?!" teriak Anna sambil menutup mulut nya dengan sebelah tangan nya, altar pun mendudukkan diri nya menyamai Anna, pria itu memeluk tubuh anna dari samping dan menyandar kan kepala nya di bahu Anna yang banyak sekali bekas gigitan nya.
__ADS_1
"ini gara-gara kamu! kenapa Aiden ga bilang sih.. kalo sudah sampai" gerutu Anna sambil cemberut, hal itu membuat altar gemas dan kembali ******* bibir anna.
"mmmpphhh" Anna menjauh kan tubuh altar
"kamu ga ada bosen-bosen nya apa?!" altar hanya tersenyum mesum dan dengan cepat menggeleng kan kepala nya.
"i want you more" ujar altar sambil menaik turun kan kedua alis tebal nya.
"no altar! kamu lupa tujuan kita apa? kita harus segera sampai ke rumah ibuk.."
"ahh iya lupa, kalau begitu setelah sampai di rumah ibu, aku boleh meminta tambahan lagi kan?" ujar altar dengan nada mesum nya.
"ya" jawab Anna dengan singkat, jujur saja walaupun dia kesal karna di buat kelelahan Anna juga begitu menikmati nya.
altar membawa Anna untuk membersihkan diri, istri kecil altar itu tidak membiarkan pria mesum seperti altar mandi bersama diri nya, karna Anna bisa menebak apa yang akan terjadi kalau hal itu ia turuti.
setelah kedua nya selesai membersihkan diri mereka masing-masing, dengan inisiatif menggendong Anna yang kesusahan berjalan, pria tampan yang biasa nya tidak pekaan itu seperti nya mulai memahami apa yang seharusnya ia lakukan, Anna sebenarnya malu di lihat seluruh bodyguard apalagi sopir mobil Anna.
Aidan membuka kan pintu mobil untuk kedua nya, di sepanjang perjalanan altar hanya diam dia menyandarkan kepala nya di bahu Anna.
"kamu manja banget sih?" tanya anna keheranan
"beda banget kaya dulu.. ngelihatin orang aja jarang, apalagi buat senyum idihh boro-boro" ujar Anna salam hati, pria itu hanya diam dia mengambil tangan Anna dan meletakkan nya di dahi nya, Anna mengerti maksud altar dengan lembut Anna mengelus dahi altar hingga pria itu tertidur.
"enak banget, puas bergulat dia tidur..dasar mesum" ujar Anna dengan kesal, Aiden pun di buat terkekeh melihat nya, hal itu sontak membuat Anna berpikir bahwa tadi sudah jelas Aiden mengetahui apa yang mereka lakukan di dalam kamar sana.
"Aiden.. kenapa kau tak memberitahu kami kalau sudah sampai?" tanya anna yang sebenarnya hanya memastikan
"maaf nona muda, saya takut mengganggu pasangan yang tengah .."
"oke.. jangan di lanjut kan" ujar Anna dengan muka yang sudah memerah bak kepiting rebus
"ahhh seharusnya aku tidak bertanya..."ujar Anna dalam hati
"kalo gini kan jadi malu yang tidak tau malu"batin anna lagi
to be continued
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss πππ€ terimakasih atas dukungan yang kalian berikan...π€©
__ADS_1