
Happy reading πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
follow akun author ya guys π
Ig:@secret_writer85
tiktok:@secretwriter22
hari itu hulya enggan beranjak dari ranjang, dia terus memeluk guling hidup nya, tubuh arsen seakan menjadi candu bagi hulya.
"sayang..boleh aku bertanya sesuatu?" tanya arsen sambil menatap kedua mata hulya
"boleh dong.."
"apa kamu marah kalau aku pergi sekarang?"
"maksud mu?" tanya hulya sambil mengerutkan kening nya
"emm ada pekerjaan yang harus aku tangani secara langsung" ujar arsen sambil menggigit bibir bawah nya
"ya udah pergi aja" ujar hulya sambil melepaskan pelukan nya
"kamu ga marah kan?" tanya arsen sambil meraih dagu hulya
"engga, aku mau lihat naya dulu.. siapa tau udah bangun" ujar hulya sambil berlalu pergi meninggalkan arsen sendiri
"waduhh kalau seperti ini sudah pasti dia marah" ujar arsen sambil menggaruk kepala nya dengan kasar
arsen berinisiatif untuk menyusul hulya di kamar naya, pria berwajah garang itu takut bila istri nya marah.
"ehh, cantik nya momy udah bangun... sini sayang.." ujar hulya, di kecil nayya pun berjalan menghampiri hulya dan memeluk wanita yang sudah melahirkan nya itu
ceklek..
ggerpp...
"emm, jadi dady ga di peluk juga nih?" ujar arsen yang kini berdiri di belakang hulya
"dady, cini.." ujar naya sembari melambaikan tangan nya
.
greppp
"kata nya mau pergi kan? kok belum siap-siap" ujar hulya yang masih membelakangi arsen
"aku ga jadi berangkat"
"kenapa?"
"mau nemenin anak dan istri ku ajaa" ujar arsen kembali mengeratkan pelukan nya
"ya udah kalo gitu, kamu jagain nayya ya? aku mau masak buat kalian" ujar hulya sambil menoleh ke arsen dan mencium pipi arsen dari samping, arsen pun mengangguk dan beralih menggendong nayya.
"mau masak apa buk?" tanya ratih dengan sopan
"emm apa ya?" ujar hulya sambil mengetuk-ngetukan tangan nya di meja.
"aku lagi pengen yang pedas-pedas nih, masak udah aja lah enak kaya nya.
"baik, buk.. saya ambil dulu udang nya"
"eittss ratih"
__ADS_1
"iya, buk.. ada yang ibuk perlu kan lagi?" tanya ratih sambil membalikkan badan nya
"engga" ratih kembali berjalan mendekati kulkas
"kamu istirahat aja yaa? aku pengen masak sendiri hari ini" ujar hulya sambil menahan tangan ratih yang hendak membuka pintu kulkas
"emm, tapi buk.."
"udah ga papa"
"ya sudah, terimakasih buk.. permisi" ujar ratih sambil membungkuk kan badan nya
hulya mulai memainkan kedua tangan nya untuk mempersiapkan bahan dan juga bumbu -bumbu yang ia perlu kan dia terlihat sexy karna jika sedang di rumah arsen memperkenankan nya untuk tidak memakai baju rumahan dan sudah pasti tanpa kerudung, sedangkan kini arsen sudah berada di belakang tubuh hulya, pria itu melingkar kan kedua tangan nya dan menciumi leher hulya
"sshhh, sayang.. jangan ganggu aku lagi masak" ujar hulya sambil menyiku arsen
"aku cuma mau peluk istri ku, masa ga boleh?"
"tadi kata nya pengen di peluk.." ujar arsen sambil terkekeh
"tapi kan, aku lagi masak" ujar hulya dengan kesal, rupa nya arsen tak mengindahkan peringatan hulya dia justru menyanggah kan dagu nya di bahu hulya.
"emmm aroma nya menggoda" ujar arsen sambil mengendus
"iya, dong.. siapa dulu yang masak? hulyaaaa" ujar hulya dengan sombong
"emm, rasa nya ingin ku makan sekarang" ujar arsen sambil tersenyum miring
"nanti, belum matang"
"aawww,. sakit seenn!" ujar hulya sambil memegangi pundak nya yang telah tergigit oleh arsen, pria itu hanya meringis menatap kedua mata hulya yang kini menatap tajam ke arah nya
"hehee, jangan marah sayang.. aku selalu lapar kalo deket kamu terus" ujar arsen kembali mengeratkan pelukan nya
"benar ya? nanti aku boleh makan sampek kenyang ya?" ujar arsen sambil tersenyum Kemenangan
"iyaa, tapi setelah makanan nya mateng" ujar hulya yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraan nya
"bukan makanan itu yang aku mau" ujar arsen bersungut-sungut
"iya deh, iyaaa... tapi sekarang lepasin dulu yaa?" ujar hulya dengan lembut, arsen pun melepas kan pelukan nya sambil tersenyum senang. jangan tanya nayya dimana? sudah pasti si kecil aman ya bundπ€
flashback on
"ehhh kok malah tidur lagii nayy" Ujar arsen sambil meraih tablet yang sedang menge-play Vidio kartun dari tangan nayya
"heheem ***** banget, kaya momy kamu" ujar arsen terkekeh, dia mengangkat tubuh kecil nayya dan mengembalikan nya di kasur.
"tidur yang yang nyenyak ya sayang, dady mau gangguin momy kamu hehe" ujar arsen sambil tersenyum miring
flashback off
hulya melanjutkan kegiatan memasak nya yang dari tadi gak kunjung selesai karna di ganggu oleh arsen, arsen duduk di kursi dapur yang tidak jauh dari hulya dia tak bosan-bosannya memandang hulya yang tengah sibuk memasak, menurut arsen tubuh hulya kini semakin berisi dan sexy.
hanya karna melihat nya saja sudah dapat membuat rudal kebanggaan arsen siap tampur saat itu juga.
"sayang.. masih lama ya?" hulya hanya mengangguk kan kepala nya
"aku sangat lapar"
"iya sabaar"ujar hulya dengan kesal, pasal nya sendari tadi arsen sudah berkali-kali bertanya seperti itu.
"aahh akhirnya matang jugaa" hulya menoleh ke arah arsen, pantas saja pria itu tak banyak bicara lagi seperti tadi ternyata suamj mesum nya itu sudah tertidur dengan posisi tidur dan menyadarkan kepala nya di meja
__ADS_1
hulya menatap arsen sambil tersenyum, wajah arsen lebih terlihat tampan dan cool ketika dia sedang tertidur pulas.
hulya kembali merapikan bekas tempat masak nya dan menyiapkan semua hidangan yang ia masak di atas meja tepat nya di dekat arsen.
SOP buntut
sambal udang rica-rica
bakso mercon level iblisπ€£π€
hulya pikir setelah meletakkan makanan itu di meja arsen akan segera bangun ternyata pria mesum itu memang sudah benar-benar terlelap padahal makanan yang berada di sekitar nya itu melambai-lambai ingin di makan, hulya pun mendekati arsen dia membungkuk kan badan nya dan menatap lekat wajah tampan arsen dari dekat
cup...
"mmpphhhhh" hulya mendorong tubuh arsen
"hah..hah...hahh.. aku hampir kehabisan nafas tau" ujar hulya sambil cemberut
"maaf sayang.. aku dapat mencium aroma badan mu yang sangat menggoda ini" ujar arsen sambil terkekeh
"dasar mesum, padahal di depan kamu ini ada makanan yang bau nya lebih menyengat.."
"aroma badan mu lebih nikmat dari semua makanan ini sayang.." ujar arsen sambil memeluk tubuh hulya dari belakang, hulya memutar bola mata dengan malas.
"dasar suami mesum!" ujar hulya sambil menggerak kan tubuh nya ke kanan dan kiri, di ingin terlepas dari pelukan arsen.
"jangan terlalu banyak bergerak sayang... dari tadi dia sudah siap tempur, apa kau ingin ku ajak perang sekarang?" tanya arsen sambil menaik turun kan kedua alis nya, hulya pun menghentikan gerakan tubuh nya
"makan duuluuu...." ujar hulya dengan manja
"makanan ku kamu " ujar arsen sambil terkekeh
"makanan itu looh" Ujar hulya sambil menunjuk masakan nya yang berada di atas meja
"setidaknya berikan aku hidangan pembuka lah sayang " Ujar arsen penuh harap
"huh, baik lah" arsen pun tersenyum senang mendengar persetujuan hulya.
to be continued
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa ππ terimakasih
jangan lupa mampir ke novel author yang terbaru yaa ππ minta dukungan nya jugaa..
Pernikah paksa di usia dini adalah mimpi terburuk yang menjadi kenyataan dalam hidup ku! aku adalah seorang gadis korban broken home, aku hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidup ku.
namun apa yang terjadi? nasib buruk menimpa ku, aku Alea Maharani gadis yang baru berusia 14 tahun dipaksa menikah dengan pria yang tidak sama sekali aku cintai, bahkan lebih tepat nya aku benci.
Zidan Firmansyah, dia adalah ketua gengster dari the young guns yang di kenal sebagai pria dingin, angkuh,dan kejam! dia adalah suami ku, suami yang tak pernah aku ingin kan.
pertemuan pertama ku membuat zidan merasa kan debaran yang berbeda, hanya aku lah wanita yang pertama yang mampu menolak pesona nya.
penolakan ku membuat nya semakin penasaran hingga akhirnya dia benar-benar mencintai ku
namun aku bukan lah wanita yang mudah dalam hal mencintai, aku telah melabuhkan cinta ku kepada sahabat ku sendiri, Eza faldiano sudah lama sekali aku menyimpan perasaan ku ini.
mampukah zidan meluluhkan hatiku?
__ADS_1