
"arsen, sejak kapan kamu punya tempat ini?"
tanya hulya sambil meminum teh
"udah dari 5 tahun yang lalu" ucap arsen yang berdiri di samping hulya
mereka tengah menikmati pemandangan di atas balkon
"hulya, boleh aku bertanya?"
"iyaa"
"kamu udah bisa ngelupain masa lalu kamu?"
tanya arsen yang sontak membuat wajah hulya menjadi murung
"emm ga usah di Jawab kalo ga mau jawab" ucap arsen lagi
"udah kok"
"yakin?"
"iyaa"
"sejak kapan?"
"aku ga sadar sejak kapan, tapi intinya setelah aku menikah aku bisa melupakan masa lalu ku"
***flashback on
5 tahun yang lalu***
"foto ini asli sen?"
"ikut aku sekarang kalo kamu belum percaya"
arsen membawa hulya di sebuh rumah yang tengah ramai orang, janur kuning menjadi tanda bahwa ada nya pernikahan di dalam rumah itu.
hulya berlari mendahului arsen, dia masuk di tengah-tengah orang yang tengah meng amin kan do'a sang penghulu
"astaghfirullah" dada hulya bergemuruh, mata nya meneteskan buliran air bening
arsen yang entah sejak kapan di samping nya membawa hulya pergi dari tempat itu.
"kamu yang sabar ya hul, Ilham bukan jodoh kamu"
"hikss hiksss.. dia jahat sen dia jahat! dia bilang bilang mau nikahin aku! dia udah lamar aku, tapi apa ini? apaa?"
arsen mencoba menenangkan hulya yang tengah kalang kabut
"si brengsek itu tidak pantas untuk mu! jangan menangis untuk nya ku mohon"
"astaghfirullah, kenapa bisa begini"
"hulyaa tenang yaa aku disini, aku selalu ada untuk kamu" ucap arsen menenangkan
flashback off
"hulyaa?" panggil arsen
hulya masih terdiam dalam lamunan nya
"hulyaa!" seru arsen lagi
"eh iyaa? apa?"
"mikirin apa lagi?"
"engga, kadang aku mikir dulu Ilham ninggalin aku tiba-tiba dan nikah sama perempuan lain tanpa sepengetahuan ku sekarang suami ku menikah terang-terangan di hadapan ku tapi kedua rasa sakit itu sama"
"hulyaa sebenarnya kamu belum sembuh, tapi sudah terluka lagi apa kamu yakin dengan pernikahan mu?"
"in syaa Allah, aku mau jalanin ini dulu sen.. kalo emang ini takdir ku aku ikhlas"
"hulyaa ku mohon jangan menyakiti diri mu sendiri "
"iyaa, aku tau ini memang menyakitkan tapi bukan berarti aku menyerah! mungkin ini ujian pernikahan ku "
"ahh ya sudahlah "
"arsen!" seru hulya yang sontak membuat arsen menoleh ke sumber suara
__ADS_1
"apa?"
"makasih yaa, kamu udah baik sama aku"
"iyaa, aku bahagia kalo kamu bahagia aku juga akan lebih terluka kalo kamu terluka"
"heemm kamu memang sahabat paling the best" ucap hulya sambil melempar senyuman
"Anda kamu tahu perasaan mu yang sesungguhnya hulyaa" batin arsen sambil memandangi hulya dengan lekat.
"hei! aku tau aku cantik, tapi jangan terlalu di pandangin kaya gitu.. inget aku itu istri orang! hahah"
"hahah iya iyaa"
Farhan sudah mencari hulya ke berbagai tempat yang bisa nya dia kunjungi seperti mall,granmedia,taman ,caffe. namun hulya benar-benar menghilang bak di telan bumi
akhirnya dia memutuskan menelpon atika sahabat hulya
Atika
"hallo assalamualaikum"
"wa'alaikum salam, siapa ya?"
"farhan, atikaa kamu tau kan hulya dimana?"
"loh loh loh kok nanya aku sih, emang hulya ngilang apa?"
"jadi kamu ga tau?"
"ga, kamu apaan sahabat ku?" ucap tika sewot
"huh! ya udah kalo gitu assalamualaikum "
tutt tuttt..
"hulyaaa, dimana kamu?"
"maafin kakaa, Kaka udah keterlaluan sama kamu maaf.. tapi pliss jangan ngilang seperti ini"
malam pun tiba hulya dan arsen sedang menikmati jagung bakar yang masih hangat.
"ga nyesel kan aku culik"
"hahah, enggaa dikit doang"
"awww! panas!" celetuk hulya yang menyembur kan butiran-butiran jagung yang masih sangat panas
"astaga hulyaaa, sini aku tiupin dulu" ucoa farhan sambil merebut jagung itu dari tangan hulya
"hehee makasih"
"nih, kamu makan punya ku aja yang udah anget-anget "
"aaa makasih" ucap hulya dengan girang
malam itu farhan belum pulang ke rumah, dira menelpon nya berkali-kali tapi belum dia jawab.
"ya allah, dimana suami ku berada?" ucap dira yang tengah mondar-mandir di kamar nya
"ini sudah larut, kenapa ga ngabarin lagi?"
"semoga aja dia ga kenapa-napa"
karna kelelahan menunggu akhirnya dira tertidur pulas di kasur nya.
Farhan yang masih di perjalanan pun bingung entah kemana lagi dia akan mencari istrinya, akhirnya dia memutuskan untuk kembali pulang ke rumah
tok tok...
ceklek..
"Farhan?, dimana hulya? kenapa belum pulang" tanya umi yang memang dari tadi menunggu anak dan mantu nya
"hulya hilang mi" ucap hulya sambil melangkah lunglai
"astaghfirullah, kok bisaa? dia ga sama kamu?"
"tadi sama farhan"
"terus?" tanya umi penasaran
__ADS_1
"tadi sempat aja percekcokan antara aku dan hulya sewaktu kita di mall ma, setelah itu hulya pergi begitu saja"
"Farhan udah coba cari kemana-mana tapi ga ketemu"
"astaghfirullah, lindungi anak ku ya allah"
" ya sudah sekarang kamu istirahat dulu ya? seperti nya kecapekan, besok di lanjut cari lagi"
"iya umii"
Farhan melangkah lemas menuju kamar hulya, dia merebahkan dirinya di ranjang yang biasa nya ditepati hulya.
Farhan menangis dia menyesali perbuatannya tak seharusnya dia berkata sembarang kepada hulya.
keesokan harinya
"sen, aku mau pulang pliss sen!"
"iyaa, sarapan dulu tapi"
"okee"
setelah hulya selesai makan arsen mengantar nya kembali pulang, namun hulya meminta agar arsen tidak mengantar nya sampai rumah.
"makasih ya sen" ucap hulya di balik jendela mobil arsen
"sama-sama, ohh yaa sampai aku lihat kamu nangis kaya kemarin lagi aku bakalan culik kamu! tapi ga aku pulangin lagi"
"enak aja kamu ahahah"
"ya udah hati-hati ya"
"iyaa kamu jugaa"
"mii, farhan mau cari hulya lagi ya?" ucap Farhan yang baru saja selesai sarapan
"hati-hati ya mas" celetuk dira sambil menyalami suami nya
"iyaa, maaf yaa aku tinggal dulu"
"iyaa ga papa kok"
"maaf mas, mas berantem gara-gara aku kan?" batin dira dalam hati
"assalamualaikum " ucap hulya yang sontak membuat semua orang menoleh ke sumber suara
"wa'alaikum salam" ucap semua serentak bersamaan
"hulya!" seru farhan berlari memeluk hulya, hulya hanya terdiam
"kamu ke mana saja hah?" tanya farhan sambil melepaskan pelukan nya
"maaf kak, hulya capek mau istirahat.. umi ayah diraa dulu yaaa"
ucap hulya tanpa jawaban
Farhan mengikuti hulya sampai ke kamar nya
baru kali ini dia diabaikan hulya seperti ini
hulya merebahkan tubuhnya di kasur farhan duduk di tepi ranjang
"hulyaa, kamu dari mana?"
ucap farhan
"ga usah khawatir kak, yang penting aku udah pulang" jawab hulya sambil membalikkan badan nya membelakangi farhan
"hulya, maafin aku ya? maaf aku udah bicara yang enggak-enggak tentang kamu"
"iya kak, udah ya kak jangan ganggu dulu aku mau tidur"
farhan pun terdiam namun kemudian dia merebahkan tubuhnya di samping hulya dan tepat menghadap hulya.
hulya pura-pura tertidur, Farhan hanya terdiam dan memandangi hulya.
to be continued
guys! maaf ya kalo update nya jarang-jarang karna author lagi sibuk bgt😌🙏
tapi di sela-sela kesibukan masih diusahakan up kok😍
__ADS_1