
Naya terlihat menikmati kebersamaan nya dengan arsen dan hulya, saat-saat seperti ini memang jarang sekali Farhan berikan.
dia selalu sibuk dengan kerjaan nya, bahkan mereka jarang sekali menikmati weekend di luar rumah, namun hulya tak pernah memprotes apapun yang Farhan lakukan.
"Naya mau ikut uncle ke mall ga ?" ujar arsen yang tengah menggendong Naya di leher nya
"mauuu.. umi itut uga yaa?" tanya Naya dengan nada menggemaskan
"mau ngapain sen?" tanya hulya kebingungan
"mau ajak jalan-jalan kok"
"mending kita camping aja yuk?" tawar hulya
"oke deh, nanti uncle bawain Naya banyak mainan gimana mau ga?" tanya arsen yang sontak membuat naya bersorak ria
"yeeaayyyyyy Aya mau"
"oke, gimana kalo kita camping nya di villa ku hul?" tanya arsen
"emm villa yang buat nyulik aku dulu?"
"hahah iyaa"
"emm, tapi boleh ga kalo ngajakin bunda sama ayah juga?"
"boleh dong"
"wahhh ayah mau di ajak kemana nih?" tanya ayah yang tiba-tiba datang bersama bunda
"heemm ayah sama bunda nguping yaa?" tebak hulya
"enggak.. kita ga sengaja denger aja kok, iya kan bund?" tanya ayah sambil mengedipkan sebelah matanya
"ga hulyaa, tadi kita emang nguping.. tuhh disana" ujar bunda dengan polos nya sambil menunjuk pada arah yang di maksud
"ahh sudah hulya duga" ujar hulya sambil memutar bola matanya dengan malas
"hahahah" ayah dan bunda pun tak bisa lagi menahan tawa nya.
"jadi ayah sama bunda mau ikutan kita juga ga?" tanya arsen
"kemana sen?" tanya bunda penasaran
"ke villa nya arsen bund.."
"emm boleh-boleh, iya kan ayah?" tanya bunda menatap suami nya dengan penuh harap
__ADS_1
"kalo sebenernya ayah sih pengen bund.. tapi masalah nyaa"
"apa sih yah?" tanya bunda dengan raut wajah kecewa
"ayah lebih ga suka kalo kita nolak tawaran arsen hahahha"
"ihhh ayaaahhh" ujar bunda sambil mencubit lengan suami nya
kemesraan kedua orang tua hulya memang begitu mencolok, keharmonisan yang bisa di jaga walupun mereka sudah mempunyai anak dan juga cucu, hulya iri melihat kedua orang tua nya.
kenapa dia tidak memiliki suami seperti ayah nya? kenapa dia harus mempunyai nasib yang kurang beruntung? hati nya bertanya-tanya.
kesedihan di mata hulya dapat arsen lihat dengan jelas.
"aku akan menunggu mu untuk membiarkan ku masuk ke dalam hidup mu, dan setelah itu tugas ku adalah membuat mu bahagia hulya..aku akan selalu menjaga mu" batin arsen dalam hati
setelah sepakat untuk camping bersama keluarga hulya, arsen pun sudah tentu menyiapkan semua nya dengan baik.
mereka melakukan perjalanan menggunakan jet pribadi milik arsen, segala kenyamanan telah di berikan kepada keluarga hulya.
bahkan naya yang sudah terlihat nyaman bersama arsen pun tak mau lepas dari pangkuan arsen, hulya pun tak keberatan karna arsen memang sangat menyukai anak-anak.
sesampai di tempat tujuan, mereka di suguhkan oleh pemandangan gunung dan danau kecil yang begitu terlihat bersih dan terawat.
Beberapa pengawal dan asisten rumah tangga menyapa kedatangan hulya dan keluarga, sontak membuat ayah dan bunda terkagum-kagum dengan sosok Arsen yang luar biasa.
arsen juga menunjukkan tempat istirahat untuk ayah dan bunda, begitupun dengan hulya dan naya.
setelah istirahat sebentar mereka kembali lagi di suguhkan oleh aneka makanan Indonesia, namun hulya tak ingin memakan makanan itu di meja makan.
dia ingin menikmati jamuan itu di dekat danau, kemudian arsen pun mengikuti kemauan hulya, lagi-lagi perlakuan arsen mendapatkan pujian dari kedua orang tua hulya.
"nahh disini kan seruu" ujar hulya sambil tersenyum memandangi danau, Naya masih berada di pangkuan arsen yang duduk di sebelah hulya.
"ya udah makan yukk" ujar arsen yang sontak membuat mereka pun menurut karna memang sudah tergoda dengan aneka makanan yang ada di depan mereka.
arsen makan sambil menyuapi naya dengan telaten, hulya benar-benar tersentuh dengan perlakuan arsen kepada anak nya
"andaii aja kak farhan yang kaya gitu" ujar hulya dalam hati dengan senyuman getir nya.
"kenapa hul? kamu ga suka ya sama makanan nya? atau kamu mau apa? biar akuu siap kan sekarang" ujar arsen yang sadar akan kesedihan hulya
"ehh engga engga.. aku suka kok" ujar hulya sambil tersenyum kepada arsen
"makasih ya sen, kamu udah baik banget sama aku dan keluarga aku" ujar hulya penuh haru
"heii.. kamu ga perlu ngucapin terima kasih lagi ya hul, aku seneng kok bisa kaya gini sama kalian" ujar arsen sambil tersenyum kepada hulya
__ADS_1
yang sontak membuat ayah dan bunda saling melempar pandangan.
setelah selesai menikmati pemandangan di dekat danau ayah mengajak bunda naik perahu mengelilingi danau itu. hulya,arsen,dan naya memutuskan untuk keliling sekitar pegunungan berumput hijau itu menggunakan Jeep.
Anna yang tadi nya keasyikan akhirnya pun tertidur di pangkuan hulya.
"ahh tidur juga dia" ujar hulya tersenyum melihat Naya
"hulyaa, kalo kamu capek.. kita bawa naya pulang aja"
"engga kok, nanti kita malah cuma berdua aku ga enak sen.. gimana pun juga aku masih sah jadi istri orang"
"kamu bahagia hul?" tanya arsen yang tengah menatap kedua mata hulya dengan lekat.
"yaa begitu lah, yang nama nya rumah tangga itu pasti ada susah ada senang nya"
"hulyaa, kamu tau? kenapa aku ga nikah-nikah" ujar arsen yang kemudian mendapat tatapan balik dari hulya
"kenapa?"
"karnaa, aku mau mastiin kalo orang yang aku cintai itu bahagia dulu.. kalo udah bahagia sama kehidupan nya yang sekarang aku sih bakal rela walaupun bukan sama aku.."
"beruntung banget ya orang itu sen, kenapa dia ga milih kamu aja" ucapan hulya sontak membuat arsen tersenyum getir
"yaa karna dia ga cinta sama aku.. mungkin kalo dia mau buka hati dia sedikit aja buat aku.. aku pasti akan bahagiain dia"
"kamu kurang usaha kalii"
"aku memang tidak banyak usaha, karna sampai sekarang dia belum tau kalo aku saaanggaat mencintai dia"
"astaghfirullah arsen! kamu Cemen banget sih" ujar hulya terkekeh
"hhahha emang iya sih, aku takut kalo aku ngungkapin perasaan ku ke dia, dia malah nolak dan jauhin aku"
"kenapa gitu? kenapa ga kamu coba dulu.. siapa tau ternyata dia juga suka sama kamu"
"hahah.. kapan-kapan aja deh, ga pas waktu nya"
"ya iya lahh.. masa mau sekarang.. kan kamu lagi sama aku hahahh"
"hahahh iya" ujar arsen yang terus menatap kedua mata hulya dengan dalam
"her is you hulya!" ujar arsen dalam hati
.
to be continued
__ADS_1
hai guys π maaf ya kalo up nya ngirit bangetππ othor kan udah pernah bilang kalo othor di pondok emang harus bagi waktu, jadi ya ga cuma buat nulis.. tapi tetep di usahain up kokπ€ oh ya jangan lupa like komen dan vote nya yaa ππ terimakasih π€©