Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Karma sepasang suami istri


__ADS_3

Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


follow akun author ya guys 😍


Ig:@secret_writer85


tiktok:@secretwriter22


Setiba di ibu kota arsen langsung menuju ke rumah bunda dimana sudah ada hulya dan naya.


"assalamualaikum" ujar arsen memasuki rumah yang tak tertutup pintu nya itu


"wa'alaikum salam" ujar hulya sambil berlari mendekati suami nya


"kamu ga papa kan, sayang?" tanya hulya sambil memegang kedua lengan arsen yang tepat sekali dengan luka tembakan yang mengenai diri nya, pria itu hanya tersenyum miring sedikit menahan rasa sakit nya.


"aku mengkhawatirkan mu.."ujar hulya sambil memeluk tubuh kekar arsen, arsen pun membalas pelukan hulya sambil mengusap kerudung hulya mencium kening hulya berkali-kali


"aku hampir saja terbunuh" ujar arsen sambil melepaskan pelukan nya


"apa?! astaghfirullah haladzim.. terus mana yang sakit? biar aku obatin" ujar hulya sambil menggerayangi tubuh arsen


"jangan seperti itu, sayang.. sudah tau sakit malah di sentuh" ujar arsen sambil cemberut


"maaf, aku tidak tau.." ujar hulya dengan muka bersalah


"coba buka baju mu, aku akan menyembuhkan luka mu" ujar hulya sambil menarik tangan arsen, pria itu pun mengikuti langkah kaki hulya hingga menuju ke kamar hulya.


hulya hendak melepaskan tuxedo yang arsen gunakan, namun tangan arsen menahan nya secara tiba-tiba


"dimana, naya?" tanya arsen


"dia tidur sayang.. masih bersama bunda di kamar bunda"


"Alhamdulillah, aku benar-benar tenang melihat naya sudah berada di sisi kita lagi" ujar arsen sambil tersenyum bahagia


"justru aku yang harus nya bersyukur dan berterima kasih, kamu telah menyelamatkan naya.. kamu benar-benar tak menganggap naya anak sam"


"stop.." ujar arsen sambil menutup mulut hulya dengan jari telunjuk nya


"dia adalah anak ku, aku menyayangi nya.. seperti aku menyayangi anna, mereka sama penting nya seperti kamu" ujar arsen sambil tersenyum tulus


greepp


hulya kembali memeluk tubuh arsen dia menangis tersedu-sedu dalam pelukan hangat suami nya


"hei.. jangan menangis, sayang" ujar arsen sambil mendongakkan kepala hulya dengan perlahan arsen menghapus air mata hulya dengan lembut


"aku bukan menangis karna sedih, aku menangis karna bersyukur memiliki kamu" ujar hulya yang kembali menumpah kan air mata nya


"aku lebih bersyukur karna kamu adalah anugerah terindah yang Allah berikan selama aku hidup di dunia ini"


"berhenti lah menggoda, arsen" ujar hulya sambil mencubit lengan kekar arsen


"aww, sakit sayang.. sebagai ganti nya kamu harus di hukum"


"wait! aku tau apa hukuman mu" ujar hulya sambil memutar bola mata nya dengan malas


"hahaa bagus kalo sudah tau" ujar arsen sambil menyeringai licik

__ADS_1


"oh yaa sebelum itu, boleh kah aku bertanya sesuatu?" tanya hulya dengan keraguan


"katakan "


"tapi kamu ga boleh marah" ujar hulya mewanti-wanti


"kalo aku marah kamu sudah tau kan apa penawaran nya?" ujar arsen dengan seringai jahat nya


"dasar mesum!" ujar hulya sambil memukul dada bidang arsen


"hahaha"


"cepat katakan, sayang..aku ingin cepat-cepat marah"


"heii, apa-apaan kamu ini" ujar hulya sambil terkekeh


"cepat, sayang.. katakan "


"emm, bagaimana keadaan kak farhan? emm aku menanyakan ini hanya sekedar ingin tau saja kok"


"dia sudah tiada, sayang" ujar arsen dengan muka serius


"apa!? kau membunuh nya?" ujar hulya dengan khawatir


"kalo aku membunuh nya apa kamu akan marah pada ku?" tanya arsen kembali, hal itu sontak membuat hulya mengangguk namun dengan cepat dia menggeleng kan kepala nya


"loh, yang bener yang mana? marah atau tidak?" tanya arsen kebingungan


"aku tidak marah karna dia sudah menjadi anak ku sebagai umpan nya.."


"tapi, aku tidak akan suka kalau kau membunuh orang" ujar hulya sambil menunduk kan kepala nya


"astaghfirullah.." ujar hulya sambil menutup mulut nya dengan telapak tangan nya


"tapi sebelum aku melakukan dosa itu, ada seseorang yang telah menggantikan peran ku"


"ha? maksud mu bagaimana?" tanya hulya keheranan


"Farhan mati di tangan istri nya sendiri sayang.. aku juga tidak tau mengapa wanita bodoh itu tega membunuh suami nya sendiri, padahal setahu ku kebodohan cinta nya membuat wanita itu melakukan apapun untuk farhan"


"astaghfirullah haladzim, kenapa bisa seperti itu? apakah kamu tidak melaporkan nya ke polisi? atau setidaknya kamu harus menjadi saksi pembunuhan itu di hadapan orang tua nya"


"mungkin aku akan memberitahu kan berita duka ini kepada orang tua nya, aku juga tidak tau apa yang akan di lakukan wanita itu.. apakah dia akan menutup kasus ini?"


"tapi walaupun farhan adalah seorang yang sangat aku benci, aku tidak akan membiarkan nya meninggal dari tangan orang licik seperti itu" hulya tersenyum bangga


"kenapa tersenyum? apa aku setampan itu? sampai-sampai kau menatap ku hingga membuat mu tersenyum saat aku menceritakan hal menegangkan" ujar arsen dengan percaya diri


"idiiihhh percaya diri bangettt sihh suami akohh" ujar hulya sambil mencubit hidung mancung arsen


"terus kenapa senyum-senyum gitu?" ujar arsen sambil melipat kedua tangan nya di dada


"aku hanya.."


"kau menginginkan nya juga? ayo, kita mulai sekarang.. mumpung naya masih tidur" ujar arsen memotong perkataan hulya, hulya pun menggeleng kan kepala nya


"pikiran kamu tuh mesum terus yaa? ga bosen apa?"


"kata nya mau sembuhin aku" ujar arsen sambil mengerutkan bibir nya

__ADS_1


"ya udah sini aku sembuhin" ujar hulya sambil membuka tuxedo dan kemeja yang arsen gunakan, dada arsen terpampang jelas di mata hulya.


"ya ampuuun lengan kamu berdarah yaa?" yang ingin beranjak pergi untuk mengambil p3k, dengan cepat arsen menarik tangan hulya hingga hulya terjatuh di dada bidang arsen.


"lepas dulu, sayang.. kata nya mau di sembuhin" ujar hulya, tanpa menjawab arsen pun merebahkan tubuh hulya di kasur


"kamu mau ngapain?" tanya hulya sambil membulat kan kedua mata nya, bagaimana tidak terkejut karna saat ini arsen sudah mengukung tubuh nya.


"bagian ini yang sakit sayang" ujar arsen sambil memegang area sensitif nya yang sudah menegang itu


"astaghfirullah haladzim... " ujar hulya sambil memutar bola mata nya dengan malas


"lihat lah, bentuk nya sudah membesar seperti nya dia bengkak dan ingin segera di buat lemas hhaha" ujar arsen dengan seringai jahat nya.


"ya Allah... kenapa suami ku mesum sekali" ujar hulya sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar


"ya allah mengapa istri ku begitu menggoda" ujar arsen sambil terkekeh


"dasar kamu nya aja.. yang gampang tergoda" ujar hulya sambil cemberut


tok tok tok


pintu kamar itu di ketuk


"dady.. momy..." teriak Naya dari balik pintu


"astaghfirullah, kenapa di saat seperti ini"


"bagaimana dengan nasib nya sayang?" tanya arsen sambil mengembalikan barang itu ke dalam tempat nya lagi


"sabar ya, sayang... mungkin ini hukuman untuk suami yang mesum hahah"


hulya pun berlari kecil membuka pintu itu


arsen pun menggaruk kepala nya yang tak gatal Itu


"hai anak momy.." ujar hulya sambil meraih naya dari gendongan bunda nya


"dady.." ujar naya yang sontak membuat arsen mengambil alih naya dari gendongan hulya


"hai anak dady yang paling menggemaskan" ujar arsen sambil menciumi pipi naya


"kenapa dia malah lengket nya sama kamu sih" ujar hulya sambil cemberut


"mungkin itu Karma untuk istri yang suka mengejek suami nya hahahah"


"ihhh nyebelin deh" ujar hulya dengan kesal


"kenapa malah jadi ngomongin karma sih?" tanya bunda kebingungan


"iya bund, judul nya karma sepasang suami istri ahhaha" ujar arsen sambil tertawa


"ada-ada saja" ujar bunda sambil menggelengkan kepala nya


to be continued


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍🙏 terimakasih 🤩


ada yang ketipu sama judul nya ga? ada ga yang mikir di bab ini author jelasin karma untuk Farhan dan Siska..? kalo ada komentar di bawah yaa👇🤭🤣

__ADS_1


__ADS_2