Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Jebakan


__ADS_3

Sementara di sisi lain farhan tengah bersiap-siap untuk menuju ke kampus, hulya sedang sibuk mengancing kan kemeja Farhan, setelah selesai dia pun menepuk-nepuk dada bidang farhan,


farhan tersenyum dan menciumi pipi hulya.


"Kaka berangkat dulu ya? jangan capek-capek sekarang kan ada ratih.."


"kak? aku boleh keluar belanja bareng Atika kan?" tanya hulya


"boleh dong sayang.. nanti kamu pake kartu kredit yang udah kaka kasih ke kamu yaa" ujar Farhan sambil tersenyum lembut


"makasih kak" jawab hulya sambil mencubit pipi farhan


"Ya udah berangkat dulu yaa, assalamualaikum" ujar Farhan sambil menerima uluran tangan hulya


"wa'alaikum salam" ujar hulya sambil itu mengantar kan Farhan ke depan teras.


tak lama kemudian Atika pun datang dengan menggunakan mobil nya


"assalamualaikum hulyaaa" ujar Atika sambil berpelukan dan cipaka-cipikoooyy


"wa'alaikum salam tikk, ihh kangen banget deh" ujar hulya sambil melepaskan pelukan nya


"waktu nya me time nih, kita ke spa yukk.. abis itu ke mall borong belanjaan dan siap-siap abis tuh uang nya Farhan" ujar Atika sambil tertawa


"hahah, kamu ini.. "


"ya kan kamu juga udah lama banget ga manjain diri kamu hul.. kamu tuh keseringan di rumah,ngurusin anak sama suami terus, lihat tuhh wajah kamu kusam ga kerawat gitu, kamu juga kurang happy kaya nya" ujar Tika


"engga lah, ehh bentar ya aku siap-siap dulu"


"okeee"


setelah bersiap hulya pun menuju ke spa, melakukan pijatan sekaligus perawatan badan lain nya, dia juga melakukan beberapa perawatan rambut nya agar terlihat lebih segar lagi, setelah itu mereka ke mall membeli beberapa baju, saat hulya sedang asyik memilih baju tak sengaja atika melihat arsen yang berdiri tak jauh dari mereka berdua bersama pria yang menyebalkan menurut nya, yaa siapa lagi kalo buka david.


"hulyaa, itu kan arsen" ujar Atika sambil menunjuk ke arah yang di maksud


"arsen!" teriak atika dan sontak membuat sang pemilik nama menatap ke arah sumber suara, kemudian arsen menatap hulya dan hulya juga menatap nya keduanya sama-sama saling melempar senyuman.


arsen memutus kan untuk mendekat ke arah hulya


"assalamualaikum hul" ujar arsen yang belum memudar kan senyuman nya


"wa'alaikum salam.. kamu kenapa disini?" tanya hulya


"ini, kebetulan ada beberapa urusan.. aku lagi beliin barang-barang keperluan untuk Anna"


"ohh iyaa bagaimana keadaan Anna?" tanah hulya


"yaa begitu lah, kemarin dia berusaha melarikan diri" ujar arsen hulya pun terkejut


"astaghfirullah.. terus gimana?" tanya hulya


"untung ada beberapa pengurus yang tahu, jadi nya gagal"


"emm kamu mau kesana sekarang?" tanya hulya

__ADS_1


"iya"


"emm boleh aku ikut?" tanya hulya


"tentu saja boleh" ujar arsen dengan tersenyum


hulya pun menelpon farhan untuk meminta izin terlebih dahulu


"assalamualaikum sayang ku ada apa?" sahut farhan


"wa'alaikum salam kak.. boleh ga aku nengokin anna di pondok pesantren" ujar hulya dengan penuh ke khawatiran


"sama siapa?" tanya farhan


"sama akuuu" ujar Atika sambil berteriak


"ohh ya udah ga papa"


"makasih kak" ujar hulya


"ya udah hati-hati ya sayang" ujar farhan dengan lembut


"iya kak"


mereka berempat pun berjalan menuju ke pondok pesantren dengan menggunakan dua mobil, hulya memang bersama Atika, dan Farhan selalu bersama david.


sementara farhan sedang sibuk dengan lapton di depan nya, tak lama kemudian datang lah marteen yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan farhan


"lain kali ketuk pintu dulu" ujar farhan dengan nada kesal


"maaf pak, tapi ini sangat darurat" ujar marteen


"Siska ada di lantai atas pak.. dia sedang berusaha bunuh diri" ujar marteen dengan keringat yang sudah bercucuran di dahi nya


"kenapa kau tidak menolong nya"


"dia hanya ingin bapak yang menolong nya.. kalo kita berusaha mendekat dia malah mau lompat pak" ujar marteen dengan tangan gemetar


"pakk, saya mohon pak.. tolong lah Siska pak"


Farhan pun hanya mengangguk kan kepala nya.


setelah sampai di atas Farhan berusaha tenang dan pelan-pelan mendekati siska yang sudah berada di ujung lantai teratas itu


"siskaa! turun sis, jangan bersikap seperti ini"


"aku akan turun tapi dengan satu syarat" ujar siska dengan berteriak


"apa?"


"berjanji lah untuk menepati nya pak!"


"aku tidak ingin menikah lagi" ujar Farhan yang mulai tau modus dari Siska


"bukan itu..aku hanya ingin malam ini bapak menemani ku dinner, bapak tau? bapak sangat mirip sekali dengan Abang ku yang sudah tiada.. karna itu aku ingin dekat sama bapak"

__ADS_1


"oke, aku berjanji akan dinner malam ini bersama mu" ujar Farhan yang sontak membuat Siska tersenyum miring


"baiklah, tapi turun sekarang!" teriak Farhan lagi, kemudian Siska turun secara perlahan, dengan cepat ia memeluk tubuh Farhan. Farhan pun menghempaskan tubuh Siska dari nya


"jangan sentuh-sentuh aku! aku ini sudah beristri"


"baik pak maaf"


setelah kepergian Farhan dua pun tersenyum dengan kemenangan nya


"kita lihat saja nanti malam" ujar siska seorang diri


malam pun tiba hulya belum datang karna baru saja dia mengabarkan bahwa dia akan menginap bersama Atika di pondok Anna, dia pun sempat bingung apakah dia harus menepati janji nya? namun dia bukan lah pria yang mudah mengingakri janji yang telah dia buat.


akhirnya dia pun memutuskan untuk pergi ke caffe yang telah din tentu kan oleh Siska.


Siska sudah menunggu lama ternyata, wanita itu memakai dress hitam polos selutut dengan rambut yang di ikat kuda.


"terimakasih karna bapak sudah mau datang" ujar siska sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya


Farhan hanya terdiam dan kemudian duduk di kursi yang tepat di depan Siska


"makanan nya sudah sampai dari tadi pak.. mari kita makan" ujar siska


"iya" jawab farhan


dia pun melahap makanan itu sampai habis tak lupa dia juga meminum jus nya hingga tak tersisa


setelah beberapa saat farhan merasakan ngantuk dan pusing di kepala nya


"ahh pusing sekali" ujar Farhan sambil memegangi kepalanya


"bapak kenapa? saya bantu ya pak?" ujar siska sambil berjalan memapah Farhan yang masih lemas


dia membawa Farhan masuk ke mobil nya dan mendudukkan Farhan di kursi tengah


dia mengendarai mobil itu dan tersenyum licik


"akhirnya kita sampai di titik ini pak, aku akan menjebak mu dan kita akan menikah secepatnya" ujar siska


Farhan pun mulai merasakan gerah dia mengibas-ngibaskan tangannya untuk ke area tubuh nya.


tak lama kemudian dia melepas kan baju nya


Siska yang melihat dari kaca pun tersenyum senang melihat reaksi dari obat perangsang yang telah ia berikan di makanan dan minuman Farhan


"sabar ya pak, sebentar lagi kita sampai" ujar siska yang kemudian melepaskan sabuk pengaman dan turun dari mobil nya, dia memapah badan farhan dengan dada nya yang sudah telanjang, dia membawa Farhan masuk ke dalam kamar nya, Farhan semakin tidak bisa memikirkan hal yang normal.


dia melepaskan semua baju nya, Siska pun terkejut dengan apa yang dilihatnya.


dan...


terjadi lah....


to be continued

__ADS_1


bagian ini memang othor skip yaa🙏 maaf 🤭


jangan lupa untuk like komen dan vote yaa 😍🙏🤗 terimakasih


__ADS_2