Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Kuntilanak jadi-jadian


__ADS_3

Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


pagi itu rummi sedang melakukan rutinitas sehari-hari sebagai seorang istri, dia masih sibuk berkutat dengan peralatan dapur yang ia pegang.


berbeda sekali saat rummi sedang sibuk mengurus keperluan rumah tangga nya Alexander tengah bersiap untuk berangkat menuju hutan, dia ingin berburu binatang buas.


"damian!" teriak alex yang sontak membuat damian berlarian mendekati alex


"iya, tuan"


"sudah kau siap kan semua keperluan ku?" tanya alex sambil tersenyum miring


"sudah, tuan"


"baik lah, laksanakan perintah selanjutnya!"


"siap, tuan!"


"permisi, nona muda" ujar damian sambil membungkuk kan badan nya


"ehh, iya ada apa dam?" tanya rummi sambil membalik kan badan nya


"Anda harus bersiap sekarang, karna tuan muda ingin mengajak anda berburu ke hutan"


"apa!? berburu? bintang buas?" tanya rummi memastikan


"iya, nona.."


"maaf, aku tidak ingin ikut.. berburu itu sama saja membuat hewan-hewan yang hampir punah.. jadi maaf kali ini aku tidak ingin ikut"


"tapi, tuan tidak mungkin menerima penolakan anda nona"


"aku tidak mau, coba kau katakan pada nya"


"bagaimana kalau nona sendiri yang mengatakan nya"


"hemm, baik lah" ujar rummi yang kan mengikuti langkah damian


"Lex, maaf untuk kali ini aku tidak mau ikut" ujar rummi tiba-tiba saat Alex sedang menyesap wine


buuufffftttt


Alex menyembur kan wine itu tepat di wajah rummi, dengan cepat rummi mengelap minuman keras yang berbau menyengat itu dari wajah nya.


"berani nya kau menolak ku, hah?!" bentak Alex sambil berdiri mendekati rummi


"tapi aku ga mau, itu bukan perbuatan terpuji.. aku tidak mungkin mengikuti suami ku yang salah jalan" ujar rummi sambil menunduk kan kepala nya


prook Prokk.. Prokk...


"ohhh jadi kamu merasa paling benar ya?" ujar Alex sambil memegang dagu rummi dengan kasar


"awww, sakit"


"ikut dengan ku! atau akan ku bunuh kau sekarang juga!" teriak alex sambil menghempaskan wajah rummi dengan kasar

__ADS_1


"aku tidak takut!" teriak rummi dengan kedua mata nya yang sudah berkaca-kaca


"hahahh, kau bilang tidak takut kan? kenapa kau ingin menangis hah?!"


"aku hanya merasa buruk karna bertemu dan menikah dengan orang seperti mu!" teriak rummi sambil berlari meninggalkan Alex


"damian! kejar dia! bawa wanita bodoh itu ke hadapan ku sekarang juga!"


"baik tuan"


dengan cepat damian menangkap rummi, pria dewasa berwajah tampan itu menggendong rummi layak nya karung beras.


"aaaaa lepas!!" teriak rummi sambil memukuli punggung damian, pria itu sebenarnya iba melihat rummi yang terus di sakiti oleh tuan nya, namun dia bisa apa? dia hanya lah seorang bawahan yang tidak mungkin bisa melawan Alexander.


"bawa dia masuk kedalam mobil sekarang juga!" teriak alex yang sudah berada di kursi belakang, damian memasukan rumi dalam mobil itu tepat nya di dekat Alexander


"aku ga mau ikut kamu lex!" teriak rummi sambil menatap kedua mata Alex yang juga sedang menatap nya, Alex tidak menjawab dan memilih diam


"lex! aku ingin keluar.."


"coba lah kalau kau bisa" ujar Alex sambil tersenyum miring, kesal memberontak akhirnya rummi tertidur bukan tanpa alasan.


Alex memang sebelum nya sudah menaruh obat tidur di minuman nya.


sesampainya di hutan Alex membawa rummi ke sebuah villa yang ternyata milik nya yang sudah lama sekali tidak ia kunjungi, dia merebahkan tubuh rummi di kasur empuk king size.


"menyusahkan! kau tau? aku suka memaksa mu.. aku harap kau akan semakin membenci ku dan melepaskan aku dengan sendirinya" ujar Alex sambil tersenyum miring


setelah beberapa jam kemudian rummi terbangun dari tidur nya yang lumayan panjang, dia mengerjakap kan kedua mata nya dan menyapu pandangan nya ke seluruh ruangan yang asing menurut nya.


"Alex... hiks hiks.. Alex, kamu di mana? aku takut Lex.. hikss hiksss" tempat itu remang-remang tidak ada pencahayaan karna hari mulai petang, sejenak rummi berfikir bahwa dia sedang di buang oleh alex, namun dia mencoba berpikir positif mungkin Alex sedang berburu di hutan.


rummi berjalan keluar dia menatap pepohonan yang rindang nan menakutkan, dia memeluk tubuh nya sendiri sambil berjalan keluar, menurut nya walaupun di luar beresiko dia lebih memilih keluar dari pada berada dalam villa yang mengerikan itu.


"Alex..." lex Lex.. Lex.. Lex....


Suara nya memantul keseluruhan hutan itu


"astaghfirullah, aku takut.. dimana Alex ya Allah..." ujar rummi sambil berjalan ke halaman dia menatap seluruh penjuru hutan yang tertutup lebat nya pepohonan


"kenapa aku jadi ragu ya? kalo ada binatang buas gimana?" ujar rummi bermonolog


"aku tunggu Alex di dalam aja lah" ujar rummi sambil kembali masuk ke dalam villa.


dia merebahkan tubuh nya dia sofa ruang tamu, dia menatap lampu dia atas meja yang berada di sudut ruangan, dia menghidupkan lampu itu


cetek..


"Alhamdulillah, kalo gini kan lumayan.." ujar rummi sambil tersenyum


namun dia buat kalang kabut ketika Lampung itu malah hidup dan mati berkali-kali seperti lampu di bar.


"astaghfirullah haladzim, lampu nya kenapa? ya Allah..."


angin bertiup semilir di leher rummi yang tertutup oleh hijab berwarna pink

__ADS_1


"kok aku merinding yaa" ujar rummi sambil menggosok-gosok lengan nya


"ya allah, Alex kemana sih?"


pet.


lampu yang tadi nya berkedip-kedip itu akhirnya mati juga, kini suasana nya berbeda lebih gelap Karna hari lebih petang.


rummi memutuskan untuk keluar lagi, tiba-tiba saja pintu utama itu tertutup sendiri dengan keras


deerrr


"a'udubillahi Minnas syaito nirrojim..." ujar rummi sambil mengelus dada nya


duar duar duarr....


beberapa jendela itu terbuka dan menutup kembali dengan kencang, hal itu semakin membuat rummi bergidik ngeri.


pasal nya tidak ada angin yang meniup kan pepohonan yang di rindang itu, mana mungkin pintu dan jendela itu bisa bergerak sendiri kan?


dia berlari keluar dan kemudian tersandung kaki nya sakit dan dia menarik tubuh nya dengan duduk seperti suster ngesot


"ya, allah.. Alex kemana yaa?"


"ya Allah.. aku takut hikks hikks"


ihhh ihhh ihhh ihhh ihh ihhhhhh....


suara seorang wanita yang entah asal nya dari mana, rummi benar-benar di buat bergetar seluruh tubuh nya.


pikiran nya semakin kalang kabut, beberapa menit kemudian dia pun pingsan karena melihat sosok wanita berbaju putih dengan rambut panjang yang acak-acakan dia menampakkan diri nya di jendela yang tiba-tiba terbuka, hal itu bisa rummi lihat walaupun dari kejauhan.


karna takut dan tidak tau lagi terus bagaimana akhir nya rummi pingsan.


"gawat tuan! nona muda sampai pingsan kaya gitu" ujar damian yang tak lain seorang wanita yang rummi kira adalah kuntilanak jadi-jadian itu.


"bawa dia masuk ke dalam" ujar Alex yang sebenarnya takut bila rummi sampai kenapa-napa, bagaimana pun juga rummi belum di nyatakan sembuh oleh johan sang psiketer nya.


damian menggendong tubuh rummi dan meletakkan nya ke kasur, Alex menyuruh damian pergi.


"hah! cepat lah bangun, dasar penakut.. baru di gituin aja takut" ujar Alex sambil tersenyum miring


"heh! bangun lah! jangan tidur terlalu lama, bisa-bisa Anna mencekik ku hingga patah kepala ku!" teriak alex yang sebenarnya takut dengan segala ancaman yang anna berikan.


yaa benar, semua itu hanya tipu muslihat yang Alex rencana kan.


dia berfikir setelah ini rummi akan ketakutan dan ingin segera berpisah dengan nya.


to be continued


gimana nih cerita horor nya?🤭 biasa aja ya wkwkwk🤣 iyaa author emng ga terlalu ahli dalam menulis horor.. ehh ini novel malah pernah salah daftar, author malah daftarin nih novel ke lomba menulis horor hahahahah🤣 ada yang mau ngetawain ga?🤣🤣 ga papa kok sueerr✌️


oh ya jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍 terimakasih 🙏


jangan lupa juga buat mampir ke karya aku yang baru ini tak spill judul nya

__ADS_1



__ADS_2