Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Hukuman arsen


__ADS_3

Hulya kembali dengan kehidupan nya sebagai istri farhan, menyiapkan berbagai makan malam. sejujurnya hati hulya masih untuk farhan hanya saja kini hidup nya tak bisa tenang seperti biasanya, waktu farhan tetap harus di bagi untuk siska.


walupun dia sering menolak namun hulya selalu mengingat kan kewajiban nya sebagai suami yang mempunyai dua istri


"kak.. ini malam mu bersama siska, pergilah" ujar hulya menyiku dada farhan dengan pelan


"aku masih ingin disini hul" ujar farhan menyangga dagu nya di bahu hulya


"kak.. aku tidak perlu menjelaskan kewajiban Kaka sebagai seorang suami yang berpoligami ya? Kaka udah tau kan?"


Farhan mengangkat dagu nya dan menatap hulya dari kaca


"aku tau, tapi jujur saja ini bukan keinginan ku.."


"yaa, tapi tetap saja dia juga istri sah mu kak.. ingat dia masih hamil muda" ujar hulya yang justru membuat Farhan memeluk pinggang nya dengan erat.


"kak.." ujar hulya sambil mencoba melepaskan pelukan farhan


ceklek....


hulya menengok ke arah pintu yang terbuka, Siska masuk begitu saja dan sontak membuat farhan melepaskan pelukan nya.


"kamu? ngapain kamu disini?" tanya farhan dengan mata tajam nya


"aku? aku ingin menjemput suami ku, seperti nya dia lupa kalo hari ini adalah hari nya bersama ku"ujar siska yang terus melangkah mendekati farhan


"aku tidak lupa, keluar lah.. ini adalah kamar kami kamu tidak sopan kalo masuk begitu saja" ujar Farhan menahan amarah nya


"memang nya aku salah ya mbk kalo masuk ke kamar suami ku?" tanya siska sambil melempar kan pandangan nya ke arah hulya


"maaf yaa, ini kamar ku dan kak farhan.. jadi alangkah lebih baik nya kamu sopan sedikit" ujar hulya sambil tersenyum


"ohh begitu... baiklah maaf kan aku, tapi aku hanya ingin memastikan sendiri apakah kamu memakai cara licik untuk menahan suami ku disini" ujar siska menatap hulya dari ujung kaki sampai ujung rambut nya


"hahah hulya itu bukan penggoda seperti kamu Siska.." ujar Farhan menimpali


"apa? aku wanita penggoda? jadi kau tergoda dengan ku sayang?" tanya siska sambil mengalung kan kedua tangan nya ke leher Farhan, hulya yang melihat kejadian itu sontak mengalihkan pandangan nya secepat mungkin


"lepas!" ujar Farhan sambil melepas kan tangan siska, Siska melepaskan tangan nya dan dengan cepat mengecup bibir Farhan.


hanya sekilas karna farhan mendorong tubuh Siska hingga siska terpental untung saja tidak begitu keras.


"awww!" rintihan siska sambil memegangi perutnya


"kak! apa yang kamu lakukan? kamu kasar banget sih" ujar hulya dengan kesal, dengan cepat hulya mengulurkan tangannya untuk membantu siska berdiri, namun bukan nya berterima kasih siska menghempaskan tangan hulya dengn keras dan dia berdiri sendiri.


hulya hanya menatap siska dengan keheranan.


"sayang.. tolongin dong" ujar siska


"CK" Farhan berdecak kesal namun kemudian menolong siska untuk kembali berdiri


"kak.. kalian bisa pergi sekarang juga" ujar hulya sambil menatap farhan dan beralih menatap siska


"wahh kita di usir sayang.. ya udah lah ngapain juga lama-lama disini kan? mending kita berdua di rumah kita sekarang"


Farhan tidak menjawab perkataan Siska dia memilih membawa pergi siska agar tidak terus menyakiti hulya.


setelah kepergian kedua pasangan yang membuat hati nya berkecamuk kencang itu, hulya pun duduk di pinggiran ranjang.

__ADS_1


ada sepintas keinginan untuk pergi dari Farhan, namun kalau dipikir-pikir lagi dia tidak tega bila harus membuat naya kehilangan sosok keluarga yang utuh.


tak lama kemudian handphone ya pun berdering, panggilan dari arsen yang entah mengapa membuat hati nya berdesir.


dia tak langsung mengangkat, dia menatap layar profil yang tertera di handphone nya.


gambar arsen yang dengan pose gagah nya namun tidak tersenyum.


"ahh kenapa jadi ngelamun" ujar hulya seorang diri


kemudian dia pun mengangkat telpon itu


"hallo assalamualaikum" ujar arsen dari sebrang sana


"wa'alaikum salam..ada apa sen?"


"aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja"


"aku baik, udah kan?"


"Kenapa? apa aku mengganggu mu?" ujar arsen


"tidak.."


"memang nya kamu tidak ada kerjaan apa?" tanya hulya penasaran


"ada.. tapi udah kelar, lusa aku mau ke pondok buat nengokin anna.. kemarin Abah yai nelpon, kata nya Anna berulah lagi"


"haaa? kenapa lagi dia?" tanya hulya penasaran


"jadi dia.."


"kamu mau ga sih bantuin aku? kalo engga ya udah, ga papa.. tapi jangan halangin aku buat kabur" ujar Anna kepada rumi


"tapi takut kalo kamu ketauan kabur, nanti aku yang di salahin" ujar Rumi gemetaran


"udah kamu pergi aja sana" ujar anna melanjutkan panjatan nya .


dia sedang memanjat pagar setinggi 10 meter,akhirnya rumi memutuskan untuk pergi dari situ.


tak senagaja lewatlah tasya dan riri mereka pun melihat kejadian itu


"hei! cewek bedugal?! kamu mau kabur ya?"


"hah.. dasar curut" gerutu Anna yang kemudian turun untuk membungkam mulut kedua pengacau itu.


"ayoo terusin aja kalo mau kabur, kenapa? Lo takut ya?" ujar Tasya mengejek


"iya syaa kamu bener.. dia kan pengecut, pecundang,dasar Cemen!"


"curut bisa diem ga?!" bentak anna


"wihh bisa emosi juga ternyata, kek nya dia kaya gitu turunan dari dady nya itu deh.. dady nya muka nya nyeremin! kaya pembunuh" ujar siska yang kemudian tertawa terbahak-bahak bersama riri.


tak perlu berlama-lama anna yang sudah baik pitam pun langsung memberikan bogeman kepada tasya.


***buukk..


buk.. bukk

__ADS_1


buk***...


"Aw sakit tolong.. tolong! tolong ada penganiayaan disini!" teriak riri


tak lama kemudian ustadzah Aisyah pun datang, dia bersam kedua teman nya mencoba melerai Anna yang sedang memuncak emosi nya.


Anna pun di bawa ke ruang sidang pengurus putri.


"kamu sudah keterlaluan Anna.. kamu bisa saja di laporkan polisi" ujar ustadzah Aisyah


"aku tidak takut! aku masih di bawah umur.. tidak mungkin polisi memenjarakan ku"


"kalo begitu..aku lapor kan kamu ke orang tua mu"


"jangan! jangan lakukan itu" ujar anna yang sontak takut, Tasya sedang di obati dan Riri sedang ikut di persidangan untuk menjadi saksi.


ustadzah Aisyah pun menelpon arsen, dan mengatakan semua nya.


"berikan handphone ini kepada anna" ujar arsen menahan amarah nya


"baik pak.." ujar ustadzah Aisyah dengan sopan


"nih" ujar ustadzah Aisyah sambil mengulurkan handphone itu


"dad" ujar anna gemetaran


"what do you do dear" ujar arsen penuh penekanan


"im i'm so sorry.." jawab Anna


"oke, dady akan kesana segera" ujar arsen langsung memutuskan kan telpon nya sepihak.


"yes! pasti dady akan membela ku!" ujar anna sambil tersenyum.


flashback off


"ya ampun jadi begitu.. terus dia di hukum apa lagi?" tanya hulya dengan khawatir


"dia tidak di hukum lagi, tapi pengurus putri menyerahkan hukuman itu kepada ku"


"kamu mau ngapain? jangan kasar-kasar yaa" ujar hulya ketakutan


"kamu tenang aja.. aku cuma mau nikahin dia secepat nya" ujar arsen dengan santai


"apa!? dengan siapa? kenapa buru-buru?"


"dengan ustadz altar itu, aku sudah menelusuri latar belakang keluarga nya dia adalah imam yang baik untuk Anna..ku rasa anna hanya akan bisa menurut pada nya"


"kamu yakin?"


"yakin, aku juga sudah meminta solusi dari abah yai, dan beliau mengizinkan"


"ohh begitu.. ya sudah semoga saja Anna bisa menjadi lebih baik lagi"


"aamiin"


to be continued


hai guys 🤩 jangan lupa like komen dan vote nya yaa 😍🙏 terimakasih 🤩

__ADS_1


__ADS_2