
Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
jangan lupa komentar nya☺️ biar othor bisa introspeksi hehee 😁
Setelah menunaikan sholat isya dan sholat hajat dua rakaat, hulya mengecup tangan arsen pria itu membalas nya dengan mecium kening hulya tak hanya itu, arsen menciumi wajah hulya tanpa sisa, dia pun ******* bibir hulya yang sudah menjadi candu untuk nya.
"mmmmpphhh" hulya melepaskan pangutan mereka, dia mengambil nafas karna arsen tidak memberi nya ruang untuk bernafas.
"sorry" ujar arsen kembali menciumi hulya.
"arsen...udah dulu" ujar hulya yang mulai kewalahan karena arsen menghujami nya dengan ciuman bertubi-tubi.
"hehee, abis gemesin" ujar arsen sambil mencubit pelan hidung mancung milik hulya.
hulya kembali melepaskan mukena dan menggantung nya di tempat biasa, dia masih memakai mantel mandi berwarna putih yang sontak membuat singa garang itu bangun, arsen menghampiri hulya dan menggendong hulya ala bridal style
"ya ampun... aku kagett" ujar hulya yang kemudian mengalungkan kedua tangan nya di leher arsen
"maka nya jangan godain" ujar arsen sambil menciumi hulya, dia pun merebahkan tubuh hulya di kasur dengan perlahan.
"padahal belum di apa-apain.." ujar hulya sambil memutar bola matanya dengan malas, arsen mengukung tubuh hulya kedua tangan nya ia gunakan untuk memegangi tangan hulya
"kamu kaya mau lecehin aku aja sih sen.." ujar hulya sambil terkekeh, kedua mata arsen sudah berkabut dengan gairah tanpa permisi arsen menciumi pipi hulya, turun hingga ke leher dan tengkuk hulya
"aaahhh aarr seeeennn euuummm" suara indah hulya membuat arsen semakin gencar melancarkan aksinya, dengan cepat arsen melepaskan tali pengikat mantel baju yang hulya gunakan, arsen memandangi dua gunung kembar milik hulya yang begitu menggoda
"baca do'a dulu.." arsen mengangguk kan kepala dan membaca do'a nya dalam hati.
dia mengulum dada hulya bagaikan bayi.
tubuh hulya semakin menegang akibat sentuhan yang arsen berikan
"cu kuup sen.. ayoo lakukan..." rintihan hulya yang sudah tak bisa menahan hasrat nya lagi.
123.... detik
"Kenapa diam saja?" ujar hulya menatap arsen yang tengah menatap bagian sensitif nya
"kamu sedang... ahhhh hulyaaa" ujar arsen sambil mengacak rambut nya dengan kasar.
pria yang tengah berhasrat tinggi itu pun memilih menjauhi hulya, hulya yang keheranan Karna di tinggal arsen pun langsung duduk dan mengecek apa yang terjadi
"astaghfirullah, naggung banget ya Allah.. huh" ujar hulya seorang diri, dia menutup kembali mantel mandi nya dia mengecek kasur itu apakah noda merah di mantel mandi nya tertinggal di situ atau tidak, ternyata tidak
__ADS_1
dengan cepat hulya kembali membersihkan diri nya di kamar mandi, namun dia lupa bahwa dia tidak menyiapkan pembalut, dia pun memutuskan untuk keluar mencari suami nya yang tengah berdiri menatap awan tepat nya di balkon.
"sen.." celetuk hulya yang sontak membuat si pemilik nama membalik kan badan nya
"ada apa? ehh jangan memakai handuk seperti itu, kau bisa membangun kan nya lagi nanti" ujar arsen sambil membuang pandangan nya ke arah lain
"maaf, aku tidak bermaksud untuk menggoda mu.. aku hanya minta tolong balikan pembalut untuk ku" ujar hulya dengan muka memelas
"baiklah, aku akan telpon david untuk membelikan pembalut untuk mu.."
"apa tidak kau saja"
"dia bisa di andalkan.."
"baik lah, aku tunggu di kamar mandi" pria dingin itu mengangguk kan kepala nya menatap kepergian hulya.
"ahh kenapa harus di saat seperti ini!" ujar sambil meninju udara
dia mencari ponsel dan menelpon david
"hallo tuan" ujar pria yang tengah merebah kan punggung nya di sofa, malam itu David juga sedang menginap di salah satu kamar di hotel itu
"belikan aku pembalut" ujar arsen tanpa bertele-tele
"pembalut?" tanya david lagi memastikan, nada bicara david pun terdengar sedang menahan tawa nya
"emm baik lah tuan"
"5 menit, tidak boleh lebih! kalau lebih ku potong gaji mu 50%!" ujar arsen yang sontak membuat david berdiri sambil memakai baju nya lagi
"baik tuan.."
tutt tuuttt
"ahh sial! enak saja main potong gaji orang.. hahaha tapi kasihan juga tuan.. dia tidak bisa menikmati istri nya malam ini hahahahah" ujar david terkekeh
sedangkan arsen kemudian kembali mendekati pintu kamar mandi yang tengah tertutup itu, hulya sedang merendam diri nya di dalam bathtub.
arsen memutar handle pintu itu
ceklek...
hulya masih sibuk dengan air mawar yang ia gosok-gosokan ke bagian lengan nya, arsen hanya dapat melihat punggung hulya namun kenapa sesuatu di bawah sana kembali berdiri ingin di tidur kan.
__ADS_1
"hulya.." celetuk arsen sambil mendekati hulya, wanita cantik itu menoleh kebelakang
"ada apa sen? kamu.. emm nanti kamu tergoda" ujar hulya sambil terkekeh
"bukan nanti lagi, lihat lah.. dia sudah berdiri" ujar arsen sambil menunjuk ke arah yang di maksud, hulya pun hanya menggeleng kan kepala nya.
"apa pembalut ku sudah ada? mana?" tanya hulya yang mengira suami nya membawa pembalut untuk nya
"emm belum" ujar arsen yang kini sudah berdiri berada di samping bathtub
"bisa kah kamu membantu ku untuk menidurkan nya?"tanya arsen dengan penuh harap, hulya hanya mengangguk kan kepala nya dan langsung membuka handuk yang melilit tubuh arsen.
tanpa di minta lagi hulya memainkan benda yang tengah tegang itu dengan tangan nya, hulya memompa nya sekuat tenaga membuat sang pemilik merem melek menikmati nya.
"terus sayang..." ujar arsen dengan nafas terengah-engah
tok tok tok...
"tuan, saya sudah membawa kan benda yang anda minta" ujar david yang tiba-tiba menghentikan tangan hulya berhenti
"ahh ****! menganggu saja!" ujar arsen kembali memakai handuk nya lagi, hulya pun terkekeh namun juga kasihan pada suami nya .
David menang sengaja mengetuk pintu kamar mandi itu karna kamar hotel itu kedap suara, dengan terpaksa dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar mandi itu karna ingin menunjukan kepada arsen bahwa dia tak melebihi waktu yang di tentukan, arsen membuka pintu itu dan menutup nya lagi dengan muka menyeram kan, kedua mata arsen melotot sempurna seperti ingin keluar, sedang kan bibir nya tertutup rapat sudah bisa di pastikan bahwa arsen sedang mengerat kan kedua rahang nya, itu pertanda dia sedang murka, David menoleh ke arah jam tangan yang ia pakai.
"say tidak telat tuan, saya tepat waktu" ujar david dengan tersenyum bangga
"bagus!" ujar arsen sambil tersenyum miring namun tatapan nya kian menajam, melihat pertanda buruk dari wajah arsen, David pun di buat kesusahan menelan saliva nya.
"ad ada apa tu tuan?" tanya david dengan tubuh gemetar
"berani sekali kau mengganggu ku, hah?!" bentak arsen yang sontak membuat bulu kudu david merinding
"ma maaf kan sa ya tuan.." ujar david sambil menunduk kan kepala nya
"ku potong gaji mu 60%!" ujar arsen dengan nada tinggi, David pun hanya mengangguk tanpa berani melawan, karna dia tau apa yang akan terjadi bila melawan singa yang tengah gagal menyantap makan malam nya itu.
"saya permisi tuan" ujar david sambil membungkuk kan badan nya
"pergi lah!"
Dengan langkah cepat david keluar dari kandang singa itu
"aahhh sudah jatuh tertimpa tangga!" gerutu David seorang diri
__ADS_1
kasihan ya davidd🥺 ahhahah yukk kasih 🌹sama☕ nya yukk biar ga syedih lagii 😌☺️
jangan lupa like komen dan vote nya yaa 🙏😍