Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Bukti


__ADS_3

Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


hari santri pun tiba


semua santri di wajibkan mengikuti upacara di lapangan terbuka, ribuan santri sudah berbaris rapih. pengibaran bendera pun di lakukan di dengan Khidmah, altar dan kawan-kawan menjadi peran penting di dalam nya sedangkan anna mendapatkan tugas untuk menjadi model dengan pakaian dayak yang di kolaborasi dengan batik menujukan keragam budayaan Indonesia.


"wajah kamu yang sok bule itu ga cocok kalo pake baju adat Indonesia" cicit tasya yang saat itu juga sedang memakai pakaian adat nya


"biarpun muka gue bule, jiwa gue Indonesia banget.. dan gue bangga jadi anak Indonesia" Ujar Anna sambil mengibas-ngibas rok berlapis batik itu


"heh! sok banget.. awas lo sampek berani-berani godain Alex lagi" ancam Tasya sambil mengacungkan jari telunjuk nya


Anna yang malas menanggapi pun memilih pergi meninggalkan tasya begitu saja


sedangkan teman-teman Anna dessy dan rumi sudah menunggu Anna di luar, mereka berdua tak kalah cantik.


Dessy menggunakan baju adat dari Lampung sedangkan rummi menggunakan baju adat bugis, ketiga wanita cantik itu berkumpul dengan para santriwati yang memang bertugas menjadi model tradisi Indonesia lain nya.


"hemm, sayang nya udah ga ada fitri,diah sama siti" ujar rummi dengan muka sedih nya, ketiga sahabat itu pun saling memberikan pelukan.


Siti dan diah memang pindah pondok sejak satu bulan yang lalu, mereka berdua masih sodara sepupu dan kebetulan kedua orang tua nya ingin mereka pindah ke pondok lain entah apa alasan nya mereka juga tidak tau.


sedangkan altar,azmi,dan Abidzar sedang sibuk menyiapkan acara pawai yang akan di laksanakan beberapa menit lagi, seluruh santri sudah berkumpul sesuai regu dan tugas nya masing-masing.


jangan di tanya dimana Alex berada, pria licik itu akhir-akhir ini banyak diam bukan berarti


berhenti melawan, dia sedang merancang rencana licik bersama kedua teman nya, Ali dan juga adnan kedua sekutu itu memang di kenal sebagai santri pembuat onar jauh dari sebelum kedatangan Alexander.


"beres bro!" ujar Adnan sambil tersenyum miring


"good, mari kita berpencar" ujar Alexander sambil tersenyum licik.


"Anna, hari ini aku pasti kan kamu tak akan menolak ku lagi" Ujar Alexander sambil berjalan memisahkan diri dari mereka berdua.


acara pawai berjalan meriah seperti yang altar dan kawan-kawan rencana kan, bahkan para warga ikut berpartisipasi di dalam nya.


setelah usai acara itu Anna berharap bisa bertemu altar, awal nya di berfikir mungkin dengan acara besar ini mereka bisa bertemu setidak nya saling menatap untuk melepas rindu, tapi harapan nya harus musnah seketika


"kok kusut gitu muka nya" ujar rummi yang kini berdiri di dekat anna


"altar ilang kemana sih, heran deh.. kenapa bisa ga keliatan sama sekali"


"apa dia ga ada niatan buat nemuin aku gitu" ujar Anna lagi dengan muka bersungut-sungut


"hemm, sabar yaa.. ustadz altar kan ketua pengurus, beliau pasti sibuk banget dong" ujar rummi menengang kan sahabat nya yang tengah galau gulanda


"sudah ku duga, jatuh cinta itu ga enak! lemah.. bucin akut itu menyiksa" ujar anna sambil menatap diri nya di depan cermin


"Anna, aku boleh pinjem baju kamu ga? hehee aku pengen foto pake baju kamu, kaya nya bagus deh.. mumpung ada fotografer gratis di luar" ujar rummi sambil menatap ustadzah nabila yang tengah asyik memotret para santriwati di luar sana


"terus aku pake apa?" tanya anna


"kamu pake punya ku ajaa" ujar rummi sambil memegangi baju nya


mereka pun menukar baju yang mereka pakai, sedangkan di sisi lain Ali sedang memberitahu kan keberadaan anna yang masih ada di dalam ruang ganti.


"bagus! awasi terus" ujar altar dari chip yang dia pakai

__ADS_1


"okee" ujar Ali sambil tersenyum dari kejauhan


sesaat kemudian rummi keluar, dia sudah menggunakan pakaian yang tadi di pakai oleh Anna, dia berjalan mendekati teman-teman lain nya untuk berpose ria.


"sasaran sudah keluar dari sangkar nya" ujar Ali dari chip yang ia gunakan, pria itu memang mengamati dari kejauhan dan sudah bisa di pastikan yang ia lihat itu bukan Anna melainkan rummi.


setelah selesai berpose rummi berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Ali mengikuti nya dari belakang.


pria itu berjalan di atas pagar tinggi dan rummi masih tidak sadar akan hal itu, dia berjalan melewati lorong menuju kamar mandi yang terlihat sepi karena semua santri masih asyik menikmati keramaian di luar sana.


brukkk


Ali menjatuhkan diri nya hingga kini berada di belakang tubuh rummi, sebelum rummi berhasil membalikkan badan nya Ali sudah menutup kepala rummi dengan kain yang sudah di berikan bius, kain itu menutupi wajah rummi sehingga ali masih tidak sadar bahwa yang ia bawa bukan lah Anna.


hari itu dia berhasil menangkap sasaran yang menurut nya benar, dia membawa rummi menuju ruang yang Alexander siap kan.


ruang itu adalah ruangan kosong yang di jadikan gudang di sekolah.


Ali merebahkan tubuh anna yang masih pingsan akibat obat bius yang ia berikan.


"good! tugas kalian selesai, sekarang tinggal kan kami berdua" ujar Alex sambil tersenyum sinis, kedua sekutu itu pun menuruti perintah Alex.


"hi darling, bersiap lah untuk menerima ku seutuh nya.. Karna setelah ini kau tidak akan bisa menolak nya " saking semangat nya Alex melupakan rencana penting yang telah ia susun, dia lupa merekam adegan tak senonoh nya itu.


ya! Alexander sudah melucuti baju wanita cantik yang ia kira Anna itu, bagian bawah nya pun sudah menegang lama saat pertama kali melihat badan itu telanjang.


tanpa ba bi bu ba Alex menghujam tubuh rummi yang terkulai lemah tak berdaya itu.


"ohh ****! rupanya kami masih virgin, girl.." ujar Alexander sambil tersenyum miring, dia merasa senang dengan kenyataan itu, itu adalah pertanda kebahagiaan yang Anna perlihatkan itu adalah kebohongan.


"ahh ****! kenapa aku sampai lupa untuk merekam nya" ujar Alex yang kemudian melepaskan batangan nya


dia pun mulai merekam aksi nya, kemudian dia juga membuka kain penutup yang dari tadi menutupi wajah rummi yang ia kira Anna.


"ahh ****! apa-apaan ini! kenapa wanita ini!?" dengan cepat Alex melepaskan benda itu lagi, dia menghentikan rekaman itu dan membanting nya hp nya ke lantai.


dia juga meninggalkan rummi sendirian di tempat itu, setelah acara selesai Anna dan dessy kebingungan mencari keberadaan sahabat nya yang tiba-tiba menghilangkan bak di telan bumi itu.


"kemana sih dia.. ga biasa nya dia ngilang kaya gini" ujar Anna sambil terus berjalan bersama dessy


"ngilang kan hobby kamu dulu ya ann, mungkin menular ke rummi" ujar dessy sambil terkekeh


"itu masa lalu"


"hei kalian.. kenapa masih di sini?" tanya Abidzar yang memang masih berada di lapangan terbuka itu


"cari altar ya?" tanya nya lagi


"engga" jawab Keduanya febagj kompak


"terus nyari siapa?"


"rummi hilang" ujar Anna dengan spontan


"loh! kok bisa?"


"ustadz ga usah banyak tanya deh, mending bantin nyari" ujar dessy dengan ketus

__ADS_1


"emm, oke dalam waktu 5 menit kalian akan tau keberadaan teman kalian" ujar abidzar sambil pergi meninggalkan kedua wanita itu


abidzar melihat rekaman cctv dari monitor,dia melihat seluruh tempat terutama kawasan asrama putri


"nah ini dia" ujar abidzar sambil tersenyum


"ehh, ini Ali kan?" tanya nya seorang diri


"Abi, ngapain disini?" tanya altar yang baru saja masuk


"lihat bro! sini bro!"


kedua pria tampan itu pun terkejut, lebih terkejut lagi ketika melihat rummi di bawa masuk ke dalam gudang dan kemudian Alex masuk ke dalam nya


"ku rasa dia salah sasaran" ujar altar sambil tersenyum miring


"ohh iya yaa, aku paham" sahut Abi


"ayo kita beritahu kan ini kepada Aisyah" ujar Abi lagi


dengan langkah cepat Aisyah dan nabila pun masuk ke dalam gudang tersebut


"astaghfirullah!" ujar Aisyah sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan nya, Nadia yang lebih terlihat kuat pun mendekati rummi yang tengah dalam keadaan mengenaskan itu


"pakai kan baju nya lagi" ujar Aisyah yang sontak di beri anggukan oleh nabila


"hp siapa ini?" ujar Aisyah sambil memunguti handphone yang telah remuk terbanting di lantai itu


"itu bisa di jadikan bukti" ujar Nabila


"kau benar, nabila" sahut Aisyah


hai haii readers kesayangan othor 🤩 kangen suara kalian nihh.. yukk komen dibawah 👇


menurut kalian perbuat Alexander akan di adili atau tidak yaa?? apa mungkin dia akan menutup kasus itu dengan uang dan kekuasaan nya? yuuukkk tebakk yukk 😁🤭


to be continued


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍 terimakasih 🤩🙏


jangan lupa mampir ke karya aku yang baru ya guys 😍


Pernikah paksa di usia dini adalah mimpi terburuk yang menjadi kenyataan dalam hidup ku! aku adalah seorang gadis korban broken home, aku hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidup ku.


namun apa yang terjadi? nasib buruk menimpa ku, aku Alea Maharani gadis yang baru berusia 14 tahun dipaksa menikah dengan pria yang tidak sama sekali aku cintai, bahkan lebih tepat nya aku benci.


Zidan Firmansyah, dia adalah ketua gengster dari the young guns yang di kenal sebagai pria dingin, angkuh,dan kejam! dia adalah suami ku, suami yang tak pernah aku ingin kan.


pertemuan pertama ku membuat zidan merasa kan debaran yang berbeda, hanya aku lah wanita yang pertama yang mampu menolak pesona nya.


penolakan ku membuat nya semakin penasaran hingga akhirnya dia benar-benar mencintai ku


namun aku bukan lah wanita yang mudah dalam hal mencintai, aku telah melabuhkan cinta ku kepada sahabat ku sendiri, Eza faldiano sudah lama sekali aku menyimpan perasaan ku ini.


mampukah zidan meluluhkan hatiku?


__ADS_1


__ADS_2