
Malam itu hulya sudah memasak banyak makanan, dia memasak makanan kesukaan farhan seperti cumi-cumi sambal mercon,SOP iga,ayam bakar,sambel mata,dan tempe goreng.
Farhan masih sibuk berkutat dengan laptop nya, hulya menghampiri farhan yang masih duduk di kursi kerja nya.
cup..
hulya memberikan kecupan manis di pipi farhan, Farhan pun menoleh ke arah hulya dan tersenyum kemudian membalas hulya dengan ciuman singkat di kening nya.
"kak, dinner yuk.. hulya udah siapin makanan kesukaan kaka loh, hulya udah masak banyak banget"
"waahh ada cumi juga ga?" tanya farhan dengan semangat
"ada dong" ujar hulya sambil menampilkan jejeran gigi putih nya
"ya udah ayo, udah laper nih denger cumi" hulya pun terkekeh dengan tingkah suami nya
kedua nya pun dinner berdua saja, karna saat ini naya sedang bermain bersama ratih.
"emmm, masakan kamu enak banget sayang" puji farhan dengan mulut yang kepenuhan makanan di dalam nya, hulya pun terkekeh melihat nya.
"abisin dulu kak, nanti seret lo hahha"
"uhuukk! uhuukk!"
"minum kak, nih minum.. pelan-pelan kak" ujar hulya sambil memijat tengkuk Farhan
"udah sayang ga papa kok" ujar Farhan sambil tersenyum
"oke deh, lanjut lagi.. tapi pelan-pelan aja yaa?"
"iyaa"
tak lama kemudian handphone farhan yang tergeletak di meja tepat di samping nya pun bergetar, seperti biasa nomor asing yang tidak ia save hulya sudah menghafal nomor asing itu.
"kak, coba kaka angkat deh" ujar farhan yang sontak membuat Farhan berhenti mengunyah
"udah lah sayang, biarin aja" Farhan masih tampak acuh
"ya udah, kalo gitu hulya yang angkat yaa? siapa tau dengan gitu dia ga nelponin kaka terus" ujar hulya sambil mencoba meraih handphone itu, dengan cepat farhan mengambil handphone nya sebelum kedahuluan hulya.
"ya udah, biar Kaka aja ya.. bentar" ujar farhan yang sudah beranjak pergi menjauh dari hulya
"kenapa pake ngejauh segala?" batin hulya curiga
"apa sih hah? aku kan udah bilang jangan telpon kalo ku lagi di rumah" ujar Farhan dengan nada sedikit di tekan namun berbisik
"aku kan cuma mau kamu cepetan kesini.. kalo lama-lama aku kesana loh" ancam Siska
"hei, jangan gila kamu.. 15 menit lagi aku sampai, jangan macam-macam kamu" ujar Farhan dengan mengerat kan gigi nya.
"iyaa sayang, ku tunggu kedatangan mu"ujar siska dengan nada manja
Farhan kembali ke meja makan, dia cepat-cepat menghabiskan makanan yang tersisa di piring nya, hulu pun menyerit kan dahi nya.
"kak.. ga usah cepet-cepet nanti malah"
"aku buru-buru sayang" ujar Farhan memotong pembicaraan hulya
"mau kemana? ini kan malam-malam"
"nomor yang tadi menghubungi aku itu adalah dion, dia meminta bantuan ku untuk menjemput nya di jalan z , mobil nya sedang mogok kamu tahu kan di daerah itu sangat rawan begal?"
"inalillahi.. ya udah kak, buruan takut nya dion kenapa-napa
tipu muslihat farhan kali ini dapat membuat hulya percaya.
"sayang, kamu hati-hati di jalan yaa?" ujar hulya yang ikut mengantar hingga ke depan teras rumah nya
"iya sayang, kamu juga hati-hati di rumah yaa? jangan tidur terlalu larut, tidak usah menunggu ku.. takut nya nanti kalo kemaleman" ujar Farhan sambil membuka pintu mobil nya.
__ADS_1
"iya kak.."
hulya pun kembali masuk ke dalam rumah dia menutup dan mengunci pintu utama
"ya allah.. maaf kan aku yang sudah su'udzon sama suami ku sendiri" ujar hulya menyesali
.
.
sementara di sisi lain anna tengah mengikuti kegiatan mengaji seperti biasa, dia memang cerdas dalam hitungan hari dia sudah dapat menulis pegon(memaknai bacaan kitab dengan tulisan Arab dan di terjemahkan dalam bahasaIndonesia)
dia terlihat tambah irit sekali bicara setelah di panggil Abah yai, Rumi khawatir dengan keadaan anna, dia takut bila anna ternyata masih belum merasa betah tinggal disitu
walaupun sebenarnya ke khawatiran rumi memang benar kenyataan.
"naa, kamu kenapa sih? jangan diem terus.. aku ngerasa kamu lagi banyak fikiran gitu"
"ehh, Abah yai kok belum dateng ya?" tanya anna mengalihkan perhatian Rumi
"iyaa, mungkin sebentar lagi"
"naaa, aku nanyal Lo.. cepetan di jawab" ujar Rumi lagi
"aku ga papa kok, cuma bingung aja"
"bingung gimana?" tanya rumi penasaran dia menghadap kan diri nya menatap lekat kedua mata Anna
"kamu janji yaa? jangan bilang siapa-siapa"
"iya janji"
"aku di jodohin sama ustadz altar" ujar anna sedikit memelankan suara nya
"hah!? apa na!" teriak rumi histeris sontak membuat semua santriwati menatap ke arahnya
"ehh maaf maaf.. ga bermaksud rame kok" ujar rumi sambil menempelkan kedua telapak tangan nya
"aku ga salah denger kan na?" tanya rumi
"engga"
"Masya Allah naa... nikmat tuhanmu manakah ya kau dusta kan na?? subhanallah ana... kamu beruntung sekali hiks hikss" ujar rumi sambil mengelap air mata nya
"kamu ngapain nangis? kamu suka altar? ambil aja aku ga suka" ujar anna dan kembali acuh
"iyaa suka lah, cuma orang ga waras yang ga mau sama ustadz altar yang hampir mendekati sempurna itu"
"ga usah berlebihan.. di atas langit masih ada langit"
"dia langit tertinggi naa"
"dia itu cuma manusia biasa rumm.. ga ada istimewa nya, inget!"
"iya sih, tapi dia baik naa.. jangan di tolak"
"loh, kata nya kamu suka"
"ga na.. aku ga mungkin sama dia, hahah cuma halu ajaa"
"ga ada yang ga mugkin"
"ga lah, dia udah mau jadi milik kamu.. mending sama ustadz Azmi aja sekarang" ujar rumi sambil tersenyum dan mengedip-ngedip kan kedua matanya
"dasar" ujar anna tersenyum miring
"terus kamu terima kan? jangan bilang engga.. astaghfirullah bodoh banget temen ku ini ya Allah" ujar rumi sambil menepuk jidat nya sendiri
"aku terima"
__ADS_1
"Alhamdulillah.. akhirnya kamu sadar jugaa kalo dia itu"
"aku nerima dia karna salah ngomong aja sama Abah yai"
"aaaa ustadz altar dateng" ujar salah santriwati yang kemudian membenahi cara duduk nya.
"dia lagi!" gerutu Anna, altar pun berjalan menuju meja nya, sontak membuat para santriwati menunduk dan sedikit curi-curi pandang, Anna masih terlihat kesal dia memandangi altar dengan tajam
"assalamualaikum.. hari ini saya mengganti kan Abah yai" ujar altar sambil duduk di kursi nya
"wa'alaikum salam ustadz.." Jawab seluruh santriwati sambil tersenyum dan sedikit berbincang dengan teman bangku mereka.
altar nampak cuek, walupun dia sadar dari tadi Anna memandangi nya dengan tatapan mematikan.
dia fokus mengkaji isi kitab hingga usai, seluruh santriwati pun tidak ada yang mengantuk namun kitab mereka juga banyak yang bolong, karna bukan nya memaknai kitab malah sibuk curi-curi pandang sungguh benar-benar astaghfirullah hahah.
Anna melangkah lebih dulu, dia ingin mengatakan sesuatu pada altar.
"ustadz!" celetuk anna yang sontak membuat yang pemilik nama mengarah ke sumber suara
"ada apa?" tanya altar dengan muka dingin nya
"ada yang ingin aku katakan, berdua saja.. bisa kan?"
"bawa satu teman mu"
"CK.. baiklah"
"ku tunggu di sana" ujar Altar menunjuk sebuh bangku di sudut ruang kelas
Anna pun menarik tangan rumi
"mau kemana na?"
"udah ngikut aja"
...
"ehh ustadz.." ujar Rumi kebingungan karna Anna mengajak nya bertatap muka dengan altar
"kalian semua pergilah.. ada yang ingin saya bicarakan kepada dua santriwati ini" ujar altar yang sontak membuat para santriwati yang melihat aneh pun pergi
"ahh paling juga mau di hukum lagi" ujar salah satu dari mereka
"tadz.. gue ga mau jadi istri Lo!" ujar anna dengan nada kasar nya yang mulai keluar
"jaga bicara mu di depan calon suami mu.." ujar altar dengan santai
sontak membuat rumi melebar kedua matanya
"siapa juga yang mau nikah sama lo" ujar anna sambil melipat kedua tangannya di dada
"saya rasa tidak ada yang penting untuk di perdebatkan.. permisi" ujar altar pergi meninggalkan Anna
"tunggu!" ujar anna meraih tangan altar
adegan itu sontak membuat rumi menggigit jari nya.
"lepas!" ujar altar menghempaskan tangan Anna
"kita akan menikah suatu saat nanti, dan kamu jangan memegang ku dulu sebelum kita sah menjadi suami istri.." ujar altar kembali pergi meninggalkan Anna.
"brengsek! dasar pria gila! siapa juga yang mau nikah sama orang tua kaya Lo!" teriak Anna
"dia belum tua naa, baru usia 22" ujar rumi sambil mendekati Anna
"dia 22 sedangkan aku baru mau 14 tahun.. itu perbedaan yang jauh"
"pokoknya aku ga mau nikah sama orang tua! dasar orang tua nyebelin!" teriak Anna lagi
__ADS_1
to be continued
Jangan lupa like komen dan vote nya yaa 😍 terimakasih 🙏