
Setiba di surabaya farhan langsung menuju ke rumah sakit yang merawat inap istri kedua nya, dia melangkah dengan cepat dada nya bergemuruh begitu kencang, matanya memancarkan ke khawatiran.
dia berjalan menuju ke resepsionis dan dengn cepat bertanya
"maaf sus, ada pasien atas nama Nadira Annisa dimana yaa?"
"sebentar pak saya cek dulu.." jawab suster itu dengan sopan
"ohh, bapak silahkan jalan menuju lorong ini terus belok kanan nah istri bapak sedang di tangan dokter di ruang UGD itu pak"
"baik, terimakasih sus"
"sama-sama pak"
Farhan berjalan dengan cepat menghampiri kedua mertua nya yang tengah terduduk lemas di kursi tunggu
"assalamualaikum Abah ibuu" ucap farhan sambil menyalami kedua pasangan parubaya tersebut
"wa'alaikum salam" jawab kedua nya dengan serempak
"bagaimana keadaan dira bah?"
"masih di tangani dokter, jangan khawatir banyakin berdo'a saja" ucap Abah menasehati
"iya bah" Farhan tampak menghela nafas kasar kemudian duduk di samping Abah mertua nya
"umii, bagaimana awal kejadian dira bisa seperti ini?" tanya farhan pada wanita parubaya yang saat ini sedang sibuk memutar tasbih nya
"awalnya dia baik-baik saja.. tidak mengeluhkan apapun, bahkan dia juga sempat mengganti kan umi mengajar santri.. tapi saat umi bangun di sepertiga malam umi lihat kamar Nadira terbuka dan dia sudah terkulai lemas dengan mimisan di hidung nya"
"innalilahi.. semoga saja dia baik-baik saja "
"aamiin.. kami semua berharap begitu" ucap Abah menimbali
"bagaimana dengan istri pertama mu? ku dengar dari Nadira istri mu tengah mengandung" tanya umi dengan penasaran
"Alhamdulillah umii, kabar itu memang benar.. hulya tengah hamil muda "
"Alhamdulillah " ucap ke dua mertua nya
"tapi jujur saja umi, Farhan merasa bersalah karna meninggalkan dira disini sendirian.. harus nya farhan ikut menemani nya sejak awal" ucap farhan dengan wajah yang begitu sedih
"tidak apaa, ini bukan salah mu.. lagipula dia tidak sendirian ada umi dan Abah yang selalu menjaga dia disini"
"tetap saja farhan tidak enak umii, disana farhan tengah bersuka cita.. sedangkan disini Nadira menahan sakitnya sendirian"
"hidup memang seperti itu, ada saat bahagia.. ada saatnya berduka" ucap Abah sambil menatap menantu nya dengan tatapan hangat
"iya abah, saya faham"
"banyak-banyak lah beristigfar.. tanggung jawab mu begitu besar sekarang, ada 2 istri yang sama-sama membutuhkan mu.. yang satu sakit, yang satu tengah mengandung.. jadi kamu harus lebih bisa membagi waktu nya untuk mereka berdua" ucap Abah lagi
"baik Abah.."
__ADS_1
jauh dari dalam lubuk hati nya, dia begitu senang dengan kabar kehamilan hulya.
namun ada sedikit keraguan pada dirinya, apakan bisa dirinya bersikap adil kepada kedua istri nya yang juga sama-sama membutuhkan mereka.
mendengar nadira yang tiba-tiba masuk rumah sakit sudah membuat nya begitu bersalah, namun dia malah begitu menikmati masa bahagia nya bersama hulya.
malam itu farhan tengah merutuki dirinya sendiri, padahal kalau difikir-fikir tak ada salah nya bila dia juga memberikan sedikit waktu untuk hulya yang baru saja mendapatkan kebahagiaan, toh juga itu adalah anugerah yang diberikan kepada Allah mana bisa dia menolak?
saat pagi hulya melakukan rutinitas sehari-hari nya seperti sholat, dia tak lupa mengajak anna untuk sholat berjamaah.
setelah usai sholat berjamaah keduanya tengah asyik memasak sarapan pagi,hulya tampak menikmati kebersamaan mereka.. kehadiran Anna memang membawa pengaruh baik bagi dirinya.
"Anna, coba sini momy ikat rambut nya.. supaya tidak mengenai makanan"
sejak tadi memang Anna kesulitan beraktivitas karna lagi-lagi dia harus membenahi anak rambut nya
"Iya momy"
kemudian hulya dengan cekatan membuat rambut itu rapih bak kucir kuda
"terimakasih momy.." ucap anna lagi
"sama-sama sayang"
"oh iyaa momy bilang hari ini ada tasyakuran ya?"
"iyaa, kenapa memang nya?"
"kok masak nya cuma sedikit?" ucap gadis kecil itu lagi
"mertua momy, sudah siapkan semua nya sayang.. jadi kita cuma perlu masak untuk sarapan lagi saja"
"acara nya kapan mom?"
"nanti abis dhuhur"
"yess! berati dady bisa pulang dong.. dady boleh kesini kan mom?"
hulya sempat terdiam dan berfikir
"mmm.. boleh, tapi memang nya dady mu sudah menyelesaikan kan pekerjaan nya?"
"sudah mom, dady bilang hanya semalam saja.. dan besok nya sudah pulang.."
"ohh begitu, baiklah"
kedua nya melanjutkan kegiatan memasak nya, setelah itu mereka sarapan bersama, nonton kartun bersama. hulya benar-benar tidak merasa keberatan menonton serial anak itu.
di sisi lain, pria berwajah dingin itu tengah memantau hulya dengan seksama di layar monitor nya.
dia yang diduga pergi keluar untuk berkerja nyatanya tengah duduk di kursi dan menopang dagunya, keberadaan Anna disitu membuat nya semakin mudah memantau hulya, karna Anna meletakkan beberapa kamera di sudut rumah hulya yang tak terlihat sedikit pun oleh mata.
arsen benar-benar ingin memantau keseharian wanita pujaan nya itu lebih dalam lagi, dia ingin memastikan bahwa bila pernikahan hulya sudah tidak dapat dipertahankan lagi dia berjanji pada dirinya sendiri untuk membawa pergi hulya dari kehidupan neraka yang Farhan ciptakan.
__ADS_1
"aku akan memberi mu beberapa kesempatan lagi untuk membuat hulya bahagia, tapii sampai kau buat hulya menderita dan ingin mengakhiri semua nya! jangan sampai kau bermimpi lagi untuk bisa mendapatkan nya dariku!" ucap arsen dengan mengeratkan kedua rahang dan tatapan mematikan nya.
Siang pun tiba mentari mulai menyambut hari baik itu dengan berdiri setinggi mungkin di angkasa, hulya berserta seluruh keluarga dan kerabat tak lupa Atika sahabatnya pun telah mempersiapkan semua acara dengan sebaik mungkin.
tamu undangan dan ustadz mulai berdatangan namun beberapa orang ada yang bertanya dimana Farhan berada, hulya langsung memberikan klarifikasi bahwasanya suami nya sedang ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda.
bagaimana pun keadaan nya hulya tetap akan terlihat bahwa rumah tangga nya itu baik-baik saja, apalagi di depan banyak orang.
Anna senang sekali karna dady nya membelikan baju gamis yang sama persis dengan hulya kenakan, arsen memang beberapa jam sebelum mengirim kan baju couple tersebut kepada kedua perempuan berharga nya.
keduanya tampak seperti pasang Anak dan ibu sungguhan, warna mint yang dipandu kan dengan hijab pasmina yang senada membuat hulya tampak lebih cantik dan terlihat segar.
bahkan seluruh tamu undangan menyanjung kecantikan bumil itu, bahkan sempat ada yang bertanya bahwa Anna adalah anak pertama dari pernikahan nya. hulya sama sekali tak memprotes komentar orang-orang tersebut.
"harus nya mereka bilang kalo aku ini anak momy hulya dan dady arsen! huh dasar!" celetuk anna dalam hatinya
acara demi acara telah di lewati dengan khidmah, hulya sempat menyembunyikan tangisan nya dalam kamar mandi.
saat acara selesai seluruh tamu mulai berpamitan dengan hulya, dari situ anna sempat kesal karena dady nya tak kunjung datang.
umi dan ayah pun kemudian berpamitan pulang, disusul oleh kedua orang tua nya sendiri, sebelumnya Atika hendak menginap di rumah hulya namun karena ada pekerjaan mendadak akhir dengan berat hati ia mengurunkan niat nya.
setelah rumah itu kembali sepi, Anna kembali berulah dengan berbagai tingkah yang begitu menggemaskan.
"mom... dady ku kemana yaaa?"
"mmm, sebentar lagi mungkin" ucap hulya memenangkan
sebenarnya bukan karena ingin buru-buru pulang melainkan ingin segera dady nya datang untuk hulya.
setelah beberapa saat kedua nya istirahat di ruang keluarga akhirnya bel pintu berbunyi, sontak membuat hulya beranjak dari sofa.
Anna yang sebenarnya sudah terbangun pun masih pura-pura tertidur nyenyak di sofa
"assalamualaikum" ucap arsen setelah pintu itu terbuka
"wa'alaikum salam, kamu lama sekali.. putrimu menunggu mu sejak tadi" celetuk hulya bak istri yang tengah mengomeli suaminya
"maaf hul, tadi macet"
"ohh, ya sudah cepat masuklah.. dia sedang tertidur di sofa"
"acara nya sudah berakhir" tanya arsen yang berjalan di belakang hulya
"sudah! kamu telat!" jawab hulya dengan sewot
"maaf"
sebenernya bukan karna macet di jalan namun arsen memang sengaja datang di akhir acara agar hanya bisa melihat nya tanpa gangguan banyak orang
Dasar pria modus!
to be continued
__ADS_1
guys 🤩 jangan lupa ritual like, ohh ya ditunggu komentar nya 😌 vote nya juga jangan ketinggalan 😁🙏