
Saat ini hulya sedang berada di kamar nya, jujur saja hati nya masih sakit,kecewa,dan tidak tau harus bagaimana.
akhirnya dia memutuskan untuk pergi soan ke dalem abah yai hanya di tempat itu hulya akan mendapatkan ketenangan.
dia meminta izin kepada bunda, tak lupa juga ia menitipkan anak naya kepada bunda nya, untuk saja Naya memang bukan tipe anak yang rewel.
"iya sayang, kamu tenang aja yaa.. bunda akan jagain nayaa, kamu tenangin diri kamu dulu ga papa" ujar bunda dengan lembut.
"maaf bunda, hulya jadi merepotkan begini"
"apa kamu bilang? repot? repot dari mana nya? yang ada bunda malah seneng karena cucu bunda disini.." ujar bunda sambil mengelus puncak kerudung hulya
"terimakasih bunda"
"sama-sama sayang.. kamu hati-hati yaa" ujar bunda sambil menerima uluran tangan dari hulya
"assalamualaikum bunda"
"wa'alaikum salam sayang"
siang itu hulya kembali berkunjung ke pondok pesantren nya, dia juga membawa beberapa oleh-oleh untuk Abah dan ibu yai sewaktu di perjalanan, tak lupa juga hulya membawa beberapa makanan untuk anna.
sesampai nya dia pondok pesantren hulya dengan semangat bergegas menuju ke ndalem Abah yai, ternyata beliau sedang tidak ada di rumah, hanya ada ibu nyai saja.
hulya pun di persilahkan masuk oleh ibu nyai.
"Abah mu sedang ada jadwal ceramah di luar kota nduk" ujar ibu sambil memeluk tubuh hulya dari samping
"iya bu, ga papa.. hulya kesini memang karna kangen semua nya.. kangen tempat ini,kangen ibu hehe, kangen semua nya" ujar hulya sambil tersenyum
"duduk dulu nak" ujar ibu nyai
"iya bu"
"tapi kamu sudah izin suami mu kan?" tanya ibu nyai yang sontak membuat hulya kebingungan
"ada apa nduk? kok diam saja? sudah izin kan?" tanya ibu nyai
"belum bu " jawab hulya sambil menunduk kan kepala nya
"astaghfirullah kok belum, dosa nduk.. izin dulu sama suami mu sana" ujar ibu nyai dengan khawatir
"iya bu, saya telpon suami saya dulu ya?"
"iyaa"
hulya pun keluar untuk menelpon Farhan
"astaghfirullah, ada apa dengan anak itu?" ujar bu nyai seorang diri
..
farhan pun seperti mendapatkan angin segar setelah tau siapa yang menelpon nya
"hallo assalamualaikum sayang" ujar Farhan sambil tersenyum sontak membuat Siska yang berada di samping nya pun mulai memanas
"wa'alaikum salam, hulya cuma mau minta izin, yaa walupun telat.. hulya sudah di pondok pesantren sekarang, hulya ingin mencari ketenangan "
"iya hul.. aku mengizinkan mu, cepatlah kembali dan jangan tinggalkan aku" uajr Farhan penuh harap
"in syaa Allah "
__ADS_1
"hati-hati ya sayang"
"iyaa, assalamualaikum"
tutt tutt..
hulya tak ingin banyak bicara, tujuan nya hanya untuk meminta izin saja. tidak lebih
setelah itu ia kembali masuk ke ndalem.
"sudah ndok?" tanya bu nyai
"sudah bu"
"Alhamdulillah.."
"ada apa? kenapa ga izin suami mu?" tanya bu nyai penasaran
"sebenernya hulya sedang ada masalah bu.. hikss hiksss"
"inalillahi.. ada apa nduk? coba cerita" ujar bu nyai yang kini telah duduk di samping hulya
"suami saya poligami lagi bu.. itu pun tanpa sepengetahuan saya.. sampai akhir nya saya tau sendiri"
"astaghfirullah.. bagaimana bisa seperti itu? seperti nya farhan itu pria yang baik"
"dia memang baik bu.., dia hanya di jebak..
salah satu mahasiswi nya menjebak suami saya untuk tidur bersama dan akhirnya hikss hiksss " ujar hulya yang tak kuasa lagi melanjutkan ceritanya
"astaghfirullah.. yang sabar ya ndukk..." ujar bu nyai sambil mengelus pundak hulya dengan lembut
"saya bingung harus bagaimana bu, apakah saya harus bertahan dalam rumah tangga ini atau tidak hikss hiksss "
"jika suami mu tidak bisa bersikap adil dan tegas.. berhenti lah saja nduk, kasihan.. nanti suami mu akan kena murka Allah" ujar bu nyai lagi
"poligami memang tidak di haram kan, tapi apabila suami tidak dapat berbuat adil kepada kedua istrinya maka itu akan di adili oleh Allah"
"saya juga tidak tau apakah suami saya bisa adil atau tidak bu.. dulu sewaktu poligami yang pertama dia memang tidak bisa berbuat adil.. karna madu saya sedang sakit dan membutuhkan kan nya.. saya masih bisa mewajari nya.. tapi untuk kali ini saya juga tidak tau akan seperti apa" ujar hulya sambil mengelap air mata nya
"bagaimana dengan keputusan mu nduk?"
"mungkin saya akan memberikan kesempatan untuk nya, bila memang dia bisa adil sebisa mungkin saya akan bertahan demi anak saya bu.." ujar hulya sambil tersenyum
"Masya Allah.. sungguh mulia sekali hati mu nduk.. semoga saja suami mu bisa menjalankan tugas-tugas sebagai seorang suami yang berpoligami " ujar bu nyai sambil memeluk hulya
"aamiin" ujar hulya yang Kembali menetes kan air mata di pundak bu nyai
"sudah yaa? jangan nangis lagi ya ndukk... sekarang banyak-banyak lah berdoa, minta lah kelapangan hati kepada Allah "
ujar bu nyai sambil mengelap air mata hulya.
"iya bu.." ujar hulya sambil tersenyum
"sekarang ibu minta sama kamu.. kembali kan hulya ibu yang dulu.. hulya yang ceria, hulya yang kuat,dan penuh semangat" ujar bu nyai menyemangati
"baik bu.. ini masih hulya yang sama seperti dahulu " ujar hulya sambil tersenyum kepada Bu nyai
Bu nyai memang begitu mengenal sosok hulya, dia adalah sosok santriwati yang sangat di sayangi oleh bu nyai dan Abah yai.
mereka sudah menganggap hulya sebagai Putri kandung mereka sendiri.
__ADS_1
"kalo kamu sedih atau bosan di rumah dring datang lah kemari nduk.. ibu sedang sama santri yang masih mau soan kesini"
"iya bu.. pasti"
"oh yaa.. nanti malam ganti kan Abah mu mengulang santri ya?"
"siap bu.."
"ya sudah sana istirahat dulu"
"emm hulya mau tidur di asrama santri saja bu.. pengen ngerasain mondok lagi ini hehee"
"hahah, ya sudah Monggo silahkan saja"
"terimakasih bu.. mari "
"iya nduk.."
hulya pun menuju ke asrama dimana Anna berada, namun saat memasuki asrama itu hulya tak mendapati keberadaan Anna
"ca cari si sii siapa bu?" tanya Siti
"saya cari Anna, dimana dia?"
"ohh, an annn ann"
"anna sedang di ta'zir bu.. dia di suruh ngerapiin rumput di lapangan" ujar Rumi yang baru saja datang entah dari mana
"astaghfirullah.. di hukum?" ujar hulya dengan terkejut
"sudah biasa bu hehe.. memang dia sering mendapat hukuman"
"astaghfirullah... arsen banget itu mah"ujar hulya sambil menggelengkan kepala nya
"ya sudah yaa.. saya samperin dia dulu, oh yaa ini Ibu bawa makanan buat kalian..di abisin yaa?" ujar hulya yang sontak mendapat respon baik dari mereka
"terimakasih bu.."
"Sama-sama" ujar hulya sambil tersenyum
"ahh itu dia" ujar hulya sambil berlari mendekati Anna
"Anna!" ujar hulya yang sontak membuat yang pemilik nama menghadap ke arah suara
"momy?! momy.... aa momy, lihat lah.. aku sedang di hukum oleh pria menyebal kan itu" ujar anna sambil menunjuk altar yang berdiri tak jauh dari mereka dia sedang menerima telepon entah dari siapa
"ya ampun, kenapa bisa di hukum hah?" hulya sambil mengelus kedua bahu nya
"lihat nih.. tangan ku Sampek merah-merah" ujar anna sambil memanyunkan bibirnya
"tututuu, kasihan sekali anak momy.. lain kali jangan buat kesalahan ya?"
"iya mom, semua ini gara-gara dia yang dikit-dikit ngehukum Anna" ujar anna sambil menunjuk ke arah altar yang mendekati kedua nya.
"permisi bu.. saya altar, saya sedang menghukum Anna Karna tidak tadi tiba-tiba melepaskan jilbabnya di kelas saat saya mengajar" ujar altar dengan sopan namun membuat hulya tercengang mendengar nya
"lah.. kok bisa? sayang? kok gitu sih?" tanya hulya sambil mengarahkan tatapan ke Anna
to be continued
hayooo?? kira-kira kenapa sih Anna ngelakuin itu semua? masa dia buka-bukaan aurat di depan altar yang bahkan belum resmi menjadi suami nya? komen di bawah yaa?🤗
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote nya yaa guyss 😍 maaf nih author juga ga tau kenapa review update nya lama banget! dari semalem jam sembilan Sampek Jam segini ga sukses² 🙏 maap yaa gara² review nya lama.. jadi Kalian nunggu up nya juga lama..🙏🙏🥵