
Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
sementara di sisi lain Alexander sedang merokok di halaman belakang kampus, di pesantren memang lengkap ada pendidikan umum dari tingkat paud hingga perguruan tinggi, Alexander yang memang belum selesai dengan study nya pun kembali mengulangi lagi dari awal, karena jurusan yang ia ambil berbeda dari sebelumnya.
hari itu dia tidak masuk kelas, dan memilih merokok di halaman belakang kampus.
"hari ini aku ingin mengunjungi angel ku" ujar Alex seorang diri sambil menyesap rokok nya.
"my girl.. i'm coming soon!" ujar Alex sambil tersenyum miring.
dia melompati pagar dinding itu, dan masuk ke area sekolah siswi yang memang lumayan jauh, dia memanjat pagar halaman belakang sekolah Anna.
brukkk
Alexander menjatuhkan diri nya, kemudian menggesek kan kedua tangan nya yang terkena tanah.
dia berjalan ke mengendap-endap kemudian mengintip setiap jendela kelas, hingga akhirnya dia mendapati anna yang tengah fokus mendengar guru, Alex tersenyum licik.
"i miss you girl.."
Alexander menunggu bel istirahat berbunyi, hingga saat bel itu berbunyi dia baru berani menampakkan diri nya, dia berjalan di depan kelas yang sontak membuat seluruh siswi terpukau, bukan hanya terpukau tapi juga heran berani sekali pria itu mendatangi area siswi, Alex masuk ke kelas Anna, yang sintal membuat tasya membulat kan kedua matanya dengan sempurna.
"aahhh malaikat ku... i miss you...!" teriak tasya sambil menggigit ujung jari nya, kedua wanita itu pun berjingkrak-jingkrak.
namun siapa sangka, pria itu justru mendekati Anna yang tengah menatap nya dengan tajam
"i'm really miss you girl... i wanna hug you" ujar Alex sambil melebar kan kedua tangan nya ingin segera menyambut pelukan dari anna.
"jangan mimpi Lo" ujar anna sambil melipat kedua tangan nya di dada
"i'm here for you sweetie" ujar Alex sambil tersenyum menggoda
"i don't care.. and go from here!" ujar Anna sambil menunjuk jari telunjuk nya ke arah pintu
"dia kenal anna?" tanya riri sambil berbisik di telinga tasya, tanpa menjawab tasya pun memilih memastikan nya sendiri, dia menghampiri anna dan alex yang sedang berhadapan itu.
"kamu kenal dia?" tanya tasya yang kini telah berada di samping Anna.
"of course, she is my mine" ujar Alexander sambil tersenyum miring menatap tasya yang masih bersungut-sungut
"pria mana lagi yang mau Lo embat!? Lo ga capek apa rusuhin hidup gue!? pertama, Lo.. ngerebut altar dari gue! dan sekarang...Lo ngerebut dia dari gue!" ujar Tasya sambil berkacak pinggang mendekati anna, Anna pun memutar bola mata nya dengan malas
"siapa juga yang mau sama iblis kaya dia? ambil! gue ga peduli!" jawab Anna dengan nada lantang nya
"calm down baby.." ujar Alex yang kemudian mendekati Anna namun Anna menendang Alex tepat di bagian sensitif nya, pria itu mundur dan meringis kesakitan.
__ADS_1
"dasar cwek gila ya Lo!" teriak tasya yang kemudian menjambak kerudung Anna, Anna menarik tangan tasya dan kemudian memutar tangan tasya hingga berbunyi
krakkk...
"aaawww" teriak tasya, Alex pun tersenyum dengan kemenangan karena mampu membuat kericuhan di situ, dia pun berlari keluar agar tidak semakin jauh terlibat dalam masalah ini.
"mampus Lo!" teriak dessy sambil tersenyum miring
"ehh mau kemana dia?" ujar rummi sambil menunjuk Alex yang tengah lari dari kelas
"dasar pengecut!"
"Anna! Lo ga ada puas-puas nya apa!? Lo harus tanggung jawab!" teriak tasya
"Lo yang bodoh! Lo ga tau apa-apa dan Lo udah nuduh gue sembarangan"
"Lo emang perempuan penggoda.. dasar si troble maker!"
"whatever!" ujar Anna yang kemudian berjalan meninggalkan Anna, dengan cepat riri menarik tangan Anna dan kemudian beralih mencekik Anna, dengan cepat Anna menghadiahi riri dengan bogeman di perut nya.
"aww" riri melepaskan cekikikan nya, dan beralih memegangi perut nya dengan kedua tangan nya
"Riri! ayo kita laporkan kejadian ini kepada ustadzah nabila" ujar tasya sambil merangkul riri
"ga usah takut naa, kita ada di sini kita tau kejadian nya seperti apa" ujar rummi yang kemudian mengusap bahu Anna.
"kamu ga bosen apa duduk di kursi ini?" tanya ustadzah nabila dengan muka kesal
"saya akui selama ini saya memang sering berbuat kesalahan, tapi untuk yang kali ini saya tidak bersal"
"bohong! dia memang pandai bersilat lidah"sahut tasya yang duduk di salah satu kursi itu
"bisa diam?" tanya ustadzah nabila yang sontak membuat tasya diam
"hukuman apa lagi yang harus ku berikan untuk mu?" tanya ustadzah nabila yang memang sudah muak dengan kesalahan yang Anna lakukan
"apa saja.. asal jangan" ujar anna terpotong
"lapor kan saja kepada suami nya" sahut riri yang sontak membuat anna membulat kan kedua mata nya dengan sempurna
"baik, seperti nya itu tidak terlalu buruk.. iya kan anna?" dengan cepat Anna menggeleng kan kepala nya dengan cepat
"jangan ustadzah..."
"baik, saya akan menelpon kan suami mu"
__ADS_1
tak lama kemudian altar datang ke ruangan itu, dia menatap anna yang masih terduduk di kursi itu.
"Anna.." ujar altar mendekati anna, Anna menoleh dan kemudian memeluk tubuh altar
"baik, saya tinggal dulu ustadz.. tolong tangani istri anda dengan baik " ujar ustadzah nabila yang kemudian pergi meninggalkan Anna dan altar di dalam ruangan itu
altar mendongak kan dagu anna yang tengah menunduk itu, dia menatap lekat kedua mata Anna dengan lekat.
"coba ceritakan yang sebenarnya" ujar altar yang kemudian memeluk tubuh Anna dari samping dan membawa nya kembali duduk di kursi, Anna menceritakan semua kejadian itu secara rinci, sedangkan altar mendengar kan nya dengan seksama.
"apa kamu malu?" tanya anna sambil melirik mata altar yang tengah memandangi nya
"kenapa harus malu? justru aku bangga karna istri ku bisa membela diri nya" ujar altar sambil tersenyum, senyum yang jarang ia berikan kepada orang lain
"tapi aku sudah di cap sebagai troble maker.." ujar anna sambil menunduk kan kepala nya lagi, dengan perlahan altar mendongak kan dagu anna lagi kemudian dia mengecup bibir anna dengan lembut.
"im belive with you.." ujar altar sambil tersenyum
"tapii, ustazah nabila ingin kau menghukum ku"
"aku akan menghukum mu.." ujar altar sambil tersenyum miring
"kamu benar-benar akan menghukum ku?" tanya anna dengan mata berkaca-kaca
"iyaa, pasti.. aku harus profesional kan? ga boleh ngasih keistimewaan walaupun kamu istri ku" ujar altar sambil tersenyum licik
"ahh ya sudah lah, setidak nya kamu yang ngehukum aku" ujar anna sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar
"benarkah? kamu senang menerima hukuman dari ku?" Anna menggeleng kan kepala nya dengan cepat
"aku akan menghukum mu dengan cara ku"
"hukuman apa itu?" ujar Anna menatap tajam ke arah altar
"jangan bilang hukuman mesum!?"
"ssttttttt" ujar altar yang kemudian ******* bibir anna dengan lembut,
"mmpphhhhh" Anna melepaskan pangutan itu, dia melihat sekeliling tempat itu.
"untung ga ada orang.." ujar anna yang kemudian mengembuskan napas nya dengan perlahan
"hahahha" altar pun terkekeh dan kemudian mencubit hidung mancung anna
to be continued
__ADS_1
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍 terimakasih 🤩