Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Mencoba mengingat


__ADS_3

Hulya terbangun dari tidur nya, dilihat nya arsen yang tengah meletakan beberapa buah-buahan segar di meja


"arsen.. aku ingin melihat suami ku" ujar hulya yang sontak membuat arsen terkejut karena dia baru sadar kalau sudah bangun


"maaf, tapi kamu tidak di Indonesia sekarang.. aku membawa mu ke negara s agar mendapatkan perawatan medis yang lebih baik.."


"apa maksudmu? bagaimana kalau suami ku mencari ku?! kau gila? kau membawa ku tanpa izin nya arsen! aku ini istri orang ingat ituu"


"maaf kan aku hulya, aku berjanji akan membawa mu pulang setelah kamu pulih nanti"


"lalu apakah kau memberitahu keluarga ku?"


"tidak.. tapi aku berjanji akan memberitahu keluarga mu"


"sekarang.. aku ingin sekarang "


"baiklah.., gunakan handphone ku saja.. karna handphone mu sudah rusak saat kecelakaan"


hulya menekan nomor telepon Farhan namun tak bisa dihubungi


"ahh mungkin handphone nya rusak, aku menelpo bunda saja.. karna hanya bunda saja" ujar hulya sambil menekan tombol nomor di keyboard


"hallo assalamualaikum.. siapa ini?"


"wa'alaikum salam... bundaa ini aku hulya"


"hulya? kenapa nomor mu ganti sayang?"


"hulya sedang di rumah sakit bunda.. tapi bunda tidak perlu khawatir karna hulya baik-baik saja.."


"ohh kamu menjenguk suami mu? maaf bunda belum sempat ke sana.. tolong Sampaikan kepada semua nya ya"


"maaf bunda, hulya tidak sedang di Indonesia.. hulya di negara s dan dirawat disini"


"apa?! bagaimana bisa? kamu kenapa! kenapa baru bilang sama bunda?"


"hulya ikut kecelakaan bersama farhan tapi saat itu teman lama hulya arsen.. bunda masih ingat kan?"


"ahh iya iyaa"


"dia yang membawa hulya kesini, dia juga yang telah menyelamatkan kak farhan"


"inalillahi.. jadi kamu ikut kecelakaan bersama farhan?"


"hari itu kak farhan datang menjemput ku bunda.. aku pun ikut bersama nya dan terjadi kecelakaan itu, dan maaf bunda karna ku tidak bisa menjaga cucu mu hikk hikks"


"hulyaa.. tenang ya sayang.. ini bukan salah kamu.. bunda akan segera ke sana bersama ayah mu"


"baik bundaa, terimakasih"


"iya sayang"


tutt tuttt..


.


"arsen terimakasih atas semuanya.. maaf tadi aku sempat menyalahkan mu, harus nya ku tidak melakukan itu pada mu"


"hulya.. kamu tidak pernah salah di mata kuz jadi berhentilah meminta maaf"


"aahh terimakasih " ujar hulya begitu terharu


"walaupun setelah bangun kau hanya memikirkan pria brengsek itu, aku bersyukur hulyaa.. aku bersyukur akhirnya aku bisa menatap senyum indah mu lagi.." ujar arsen dalam hati


setelah sampai di rumah sakit kedua orang tua hulya langsung di sambut oleh arsen, arsen mengantar ke dua nya menuju ruangan yang digunakan untuk merawat hulya


"terimakasih arsen.. kamu melakukan hal yang baik untuk putri ku" ujar ayah dengan bersyukur


"tidak ayah, ayah jangan berterima kasih arsen melakukan ini karna tidak ingin hulya kenapa-kenapa"


"hulyaaa" ujar bunda sambil memeluk putri nya

__ADS_1


"bundaa, maaf"


"stop! hentikan itu.. jangan meminta maaf lagi.. ini sudah takdir dari Allah" ujar bunda sambil mengelus puncak kerudung hulya


"anak ayah masih cantik aja walaupun lagi sakit.." sahut ayah memecahkan duka cita


"ayahh" ujar hulya sambil merentangkan kedua tangannya ayah pun membalas pelukan anak nya


"anak ayah kuat, anak ayah ga boleh cengeng! oke?"


"iya ayahh "jawab hulya sambil tersenyum senang


"kapan aku di bolehkan pulang sen" tanya hulya sambil memandangi pria yang dari tadi memandangi nya


"ahh, tunggu dokter memberikan izin hulya"


"emmm jangan lama-lama.. aku ingin pulang dan melihat keadaan suami ku"


"iyaa maka nya cepetan sembuh yaa" jawab arsen dengan lembut


"makan ya farhan.. supaya cepat pulih.." ujar umi sambil memberikan sesuap nasi


"sedikit saja umi.."


"iyaa ini."


"umi, siapa wanita yang umi katakan kemarin?"


"siapa hul.. hulya?" tebak Farhan


"arsen.. umi akan memberitahu tapi rong jangan terlalu di fikir kan ya?"


"iyaa"


"kamu sudah menikahi wanita pilihan umi bernama hulya, kalian sudah menikah 6 bulan yang lalu.. namun bukan cuma hulyaa, kamu juga menikahi wanita lain bernama nadira.. dia adalah ning yang kamu kenal sejak di pondok dulu"


"apa?! maksud umii aku menikahi dua istri?"


"lalu apakah istri pertama ku setuju?"


"iyaa, dia setuju"


"apa aku menyakiti kedua nya?"


"sudah jangan terlalu di fikir kan.. dokter bilang ingatan mu akan kembali dengan perlahan.."


"lalu dimana mereka?"


"nadira sedang sakit.. dan di rawat di rumah sakit ini, sedang kan hulya masih di rumah kalian.. umi belum berani mengatakan nya karna dia tengah hamil muda sedang kan Nadira dirawat di rumah sakit ini juga"


"dia hamil?"


"iyaa.. kamu akan segera menjadi ayah"


"umi.. aku benar-benar tidak mengingat apapun.. bagaimana kalau aku melukai mereka?"


"umi akan bantu jelas kan"


tak lama kemudian nadira datang bersama perawat yang mendorong nya dengan kursi roda


"assalamualaikum " ujar dira sambil tersenyum manis


"Ning diraa?" ujar farhan yang masih memanggil dira sama seperti di awal pertemuan


"mas, aku istri mu.. panggil dira saja" ujar dira sambil memegangi tangan Farhan


"maaf, tapi aku lupa dan"


"aku tauu, sudah tidak usah terlalu berusaha mengingat nya.. kamu pasti akan sembuh dengan perlahan" ujar dira dengan lembut


Farhan masih terlihat kaku

__ADS_1


pagi itu hulya di ajak jalan-jalan mengelilingi taman di rumah sakit oleh bunda nya


dia terlihat lebih segar dari sebelumnya


"umi, kapan kita pulang.. aku ingin mememui suami ku"


"sabar ya sayang, hari ini kita sudah mempersiapkan kepulangan mu"


"benarkah?"


"iyaa.."


"Alhamdulillah"


akhirnya dokter mengizinkan hulya pulang ke tanah air, karna keadaan nya memang sudah membaik. mereka pulang dengan menggunakan jet pribadi milik arsen, pria itu ingin memberikan kenyamanan untuk pujaan hati nya, sesuai dengan janji arsen dia membawa hulya menuju rumah sakit dimana ada suami nya di rawat.


"terimakasih sen.. kamu memang sangat baik"


"berhentilah berterima kasih hulyaa aku bosan mendengar nya"


"hahaa baik lah.."


tak hanya dari bandara, arsen mengantar hulya dan kedua orang tua nya sampai di depan pintu dimana Farhan dirawat


ceklek...


dira tengah menyuapkan nasi ke mulut Farhan, dan pemandangan itu jelas di lihat oleh hulya


"assalamualaikum" ujar hulya


"wa'alaikum salam.. mbk hulya? mbaj hulya tau dari mana kalau mas Farhan disini" tanya dira keheranan


"bagaimana keadaan mu kak?" ujar hulya sambil mendekatkan diri di sisi Farhan yang lain


"kamu? hulya?" tanya farhan penasaran


"hah? apa maksudmu mu.. iya lah ini aku kak, hulya" jelas hulya sambil tersenyum


"maaf mbk.. tapi kak farhan hilang ingatan dan melupakan ingatan beberapa bulan yang lalu" jelas dira


"jadi kamu lupa siapa aku kak?" tanya hulya


"maaf tapi aku benar-benar lupa kalian.." ujar farhan dengan kebingungan


Farhan mmasih terdiam dan mencoba mengingat nya namun belum juga bisa, dia hanya meringis karena kepala nya mulai merasa nyeri


kedua wanita itu pun saling melempar pandangan, mereka sibuk dengan pikiran nya masing-masing.


"mbak.. kata dokter ini hanya sementara, mas Farhan akan mengingat kita seiring berjalannya waktu"


"iyaa.. semoga saja dia segera mengingat nya"


"aamiin"


"kak.. itu ayah dan bunda.. mereka mertua Kaka.."


"assalamualaikum" ujar bunda


kedua orang tua hulya mendekat ke arah farhan


"jangan terlalu di paksakan.." ucap ayah


"baik ayahh.. maaf bila"


"iya tidak apa-apa" sahut bunda


to be continued


jangan lupa ritual nya yaa 🎁💌❤️


🤩🤧 in syaa Allah nanti malem up lagi

__ADS_1


__ADS_2