Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Si cantik troble maker


__ADS_3

"Astaghfirullah.. minta di ruqyah nih anak" ujar rumi sambil menepuk dahi nya sendiri


"yang perlu di ruqyah itu kamu, masa iya di pondok ada dewa"


"sebutan doang naa, mereka memang di juluki dewa Ketampanan di pesantren ini"


"ohh gitu"


"astaghfirullah..hah iya deh"


ujar rumi yang mulai kelelahan meladeni Anna.


"oh ya, balik ke asrama yuk" ajak rumi


"ga deh, males.. rame di sana aku mau disini ajaa" ujar anna sambil memainkan ujung kerudung nya.


"ya udahh, ambil kitab dulu yaa nanti kesini lagi kok"


"hemm"


Anna masih terduduk di bangku tepat di bawah pohon itu, tak lama kemudian altar,azmi,dan abi keluar dari dalem abah yai


Anna terlihat begitu bosan dengan suasana di pondok dia jengkel, kenapa dia harus di sana? akhirnya dia pun memutar otak nya untuk mencari cara agar bisa keluar dari situ, tak lama kemudian dia tersenyum licik sambil menatap ke arah pagar yang begitu tinggi dia pun mengendap-endap menuju ke dekat pagar itu, kejadian itu di lihat oleh azmi dari kejauhan.


"astaghfirullah.. ada santriwati yang mau kabur"


"mana?" tanya abi


"ituu.." jawab Azmi sambil menunjuk ke arah yang di maksud.


kemudian dengan cepat altar mendekati santriwati yang tengah berusaha memanjat itu.


"ehh, Altar pergi gitu aja tuh.. susulin yuk" ujar abi sambil mengikuti langkah altar di susul pula oleh azmi.


namun langkah mereka bertiga terhenti saat Aisyah sudah mulai mendekat ke arah yang sama.


"Anna! turun annaa, kamu mau kabur ya?" tanya Aisyah yang sontak membuat anna turun lagi dengan melompat,


"iyaa, kamu pikir aku betah disini hah? disini itu membosankan,ga boleh kemana-mana macam tahanan" ujar anna sambil melipat kedua tangan di dada


"Anna, dady kamu berpesan agar kami jaga kamu di sini.. nanti kalo kamu keluar sembarangan dan terjadi apa-apa bagaimana?" tanya aisyah dengan lembut


"aku bukan perempuan lemah! jadi jangan halangi aku pergi" ujar anna sambil mencoba memanjat lagi, di situ Azmi yang melihat penampakan itu telah di buat geram sendiri dia ingin melanjutkan langkah nya namun dengan cepat altar menahan dengan tangan nya.

__ADS_1


"tar, jangan cuma diam.. lihat tu" ujar azmi geram


"terus kamu mau ngapain? mau kamu gendong paksa?" tanya altar yang sontak membuat azmi terdiam


"Anna plis anna jangan seperti ini.." ujar Aisyah sambil memegang kaki Anna, dengan kasar Anna menghempaskan tangan itu dari kaki Anna dan sontak membuat Aisyah terjatuh, kemudian Anna melanjutkan aksi nya, melihat kejadian yang sudah tidak bisa di kendalikan itu pun altar menatap kepada Azmi, dengan cepat Azmi kembali melanjutkan langkah nya.


"hei! mau kemana kamu?!" tanya Azmi sambil menatap Anna dengan tatapan dingin nya


"ohh, dasar pengganggu! kenapa lagi sih hah?!" ujar anna sambil menghentikan aksi memanjat nya


"turun sekarang, atau aku paksa kamu untuk turun!" ujar azmi dengan suara tinggi


"silakan! Lo pikir gua takut hah? no!" ujar anna dan kemudian melanjutkan aksi memanjat nya dengan sangat terpaksa Azmi melempari Anna dengan kerikil dan tepat mengenai bokong Anna, Anna pun di buat geram dan kemudian turun dengan melompat lagi.


plak!


dengan tiba-tiba tamparan itu anna berikan kepada Azmi yang tengah berada di depan nya


"bisa sopan sedikit ga!?" ujar anna dengan suara nya yang juga meninggi


Azmi mengelus pipi nya dengan lembut kemudian menatap anna dengan lekat dan tajam, Anna juga menatap Azmi dengan tatapan yang sama mengerikan nya.


"sebenarnya siapa yang harus sopan disini?" tanya Azmi dalam hati


"temen-temen bantu aku membawa Anna" teriak Aisyah dan tak lama kemudian lima orang pengurus putri pun datang dan membawa paksa Anna, Anna pun menghempaskan tangan mereka dengan kasar dan mereka pun terjungkal, altar pun diam namun menahan geram dari tadi, kemudian dia pun maju mendekati Anna,


mereka hanya menatap kedua orang yang semakin lama semakin menjauh itu.


"tadi dia seperti melarang ku untuk menggendong, tapi apa ini?" batin azmi lagi sambil menggelengkan kepalanya


altar dengan terpaksa melakukan itu, dia bukan tipe pria yang suka memegang wanita, namun dalam keadaan darurat seperti ini dia harus melakukan itu demi kebaikan bersama, altar masih membopong Anna hingga masuk ke kantor pengurus putri.


"lepas! hey! are you crazy!? kamu udah ga ada sopan sama sekali! teriak Anna sambil memukul punggung altar, altar masih terdiam dan kemudian menduduk kan Anna di kursi persidangan, yang biasa di gunakan untuk menghakimi santriwati yang melakukan kesalahan.


"are you devil!? hah!?" ujar anna sambil berteriak


altar masih terdiam dan tak lama kemudian para pengurus putri pun datang.


"terimakasih tar" ujar Aisyah


"ya" kemudian altar keluar lagi


"Anna.. kita mohon kamu tenang dulu yaa, ini dady mu menelpon" ujar Aisyah dengan lembut

__ADS_1


kemudian anna merebut handphone itu dari tangan aisyah


"hallo dad! take me dad! take me!.. dady pasti ga akan tega ngebiarin anna disini terus.. disini mandi bareng-bareng dan begitu ahhh,belom lagi disini sangat berisik.. dad plis dad!" ujar anna dengan nada memelas


"Anna, can you hear me? okay.. listen to me baby, kamu harus bertahan disitu.. dady mohon.. jangan berusaha kabur lagi ya? kamu mau lihat dady bersedih?" tanya arsen dengan nada bersedih


"oh my god dad..." ujar anna pasrah


"Anna, karna kamu telah melanggar peraturan yang ada di pesantren kamu harus mendapatkan hukuman" ujar ustadzah nabila selaku pengurus keamanan putri


"whatever" ujar anna tak mau pusing lagi


kemudian Anna mendapatkan hukuman menyapu seluruh halaman di area santriwati.


sementara di sisi lain altar masih saja diam mendengarkan kedua teman nya yang mendebat kan kejadian tadi.


"perempuan tadi seperti bukan perempuan biasa" ujar azmi


"kamu benar, dia memang sangaaattt cantik" jawab abi


"astaghfirullah abii, kamu ini malah jelalatan" ujar azmi kesal


"yaa memang seperti itu, dia sangat cantik mi"


"cantik sih iyaa, tapi kelakuan nya astaghfirullah" ujar Azmi sambil menghembuskan nafas dengan kasar


"aku siap kok jadi imam dan mengajar kan hal yang lebih baik untuk nya hehee" ujar Abi


"kamu ini.. kita lagi ngomongin troble maker kamu malah sibuk mau nikahin si troble maker" ujar Azmi kesal


"tar, kenapa diam saja?" ujar Azmi


"sudah lah, jangan terlalu di ambil pusing.. kita serah kan saja kepada Aisyah dan teman-teman nya" ujar altar dengan santai dan beranjak pergi dari mereka berdua


"ahh selalu saja seperti itu " ujar Azmi dengan kasar


"teman mu kan?" ujar Abi sambil menatap ke arah Azmi


"teman mu jugaa" ujar Azmi dan kemudian pergi meninggalkan Abi sendiri


"ahhh kalian memang teman-teman ku yang sangat menyebalkan" ujar abi dengan mengacak-acak rambut nya yang tertutup oleh peci.


"tapii santri baru tadi benar-benar menggemaskan yaa? si cantik troble maker hahah" ujar Abi seorang diri

__ADS_1


to be continued


hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa😍 dukungan kalian sungguh berati 🤗


__ADS_2