Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
mulai dari awal


__ADS_3

"Yaa! karna aku ingin menjaga kalian berdua!"


"Kaka bisa menjaga kami.. tapi Kaka tidak bisa menjaga hati kami! hikss hiksss" ujar hulya dengan nada tinggi dan juga isakan tangis nya


"ya allah.. rasa nya aku ingin pergi sekarang juga" ujar hulya dalam hati


hulya pun beranjak pergi dari hadapan farhan, dia berlari menuju ke kamar nya namun dengan cepat farhan mengejar nya.


"pergi! aku ingin sendiri kak! pergi!" gertak hulya sambil menunjuk ke arah pintu


"hulyaa, jangan seperti ini.. kita bicara ini baik-baik yaa" ujar arsen ketakutan, dia takut bila hulya benar akan meninggalkan nya.


"pergi kak! aku ingin sendiri!"


"baiklah, tapi jangan pergi dari ku.. ku mohon"


kemudian farhan pun keluar dari kamar hulya dengan cepat hulya mengunci nya dari dalam.


hulya menagis di balik pintu hingga merosot ke lantai memegangi kedua lutut nya, arsen pun melakukan hal yang sama dia juga menangis dari balik pintu.


tiba-tiba handphone Farhan pun berdering, termapang jelas nama Nadira disitu.


"hallo assalamualaikum mas" ujar nadira


"wa'alaikum salam"


"mas bisa pulang sekarang? ini penting sekali"


"ga bisaa, hari ini untuk hulya dir.. kamu lupa?"


"tidakk, bukan begitu maksud ku.. tapi aku hanya ingin mengat"


"sudah lah dir, tidak usah banyak membual"


"aku tidak membual mas" ujar dira


"katakan saja disini"


"tidak bisa mas, ini harus aku katakan secara langsung"


"aahh! ya sudah tunggu sebentar"


hulya yang mendengar percakapan antara Farhan dan nadira pun semakin tenggelam dalam tangisan nya.


"hulya? hulyaa aku pulang ke rumah dira sebentar yaa..mung"


"pergilah!" ujar hulya dengan nada tinggi


"assalamualaikum "


"wa'alaikum salam" jawab hulya pelan

__ADS_1


"ya allah.. aku semakin tidak kuat menjalani semua ini, apakah aku harus menyerah hikss hiksss?"ujar hulya seorang diri


sesampai di rumah Farhan melihat keadaan rumah dira yang nampak biasa saja, dia masuk ke dalam kamar menemui Nadira.


ceklek...


Nadira tampak berbaring dengan selimut yang tebal, Farhan menghampiri nya


"ada apa? apa kamu merasa kan sakit lagi?" tanya farhan sambil membelai pucuk rambut dira


"aku tidak akan merasa kan sakit lagi mas.. aku akan bahagia, jadi mas harus bahagia juga" ujar nadira sambil tersenyum kepada farhan


"apa maksud mu?"


"makasih ya mas, udah udah jaga dira dengan baik,mas juga udah membuka hati mas untuk diraa,mas adalah pria yang baik,tidak ada wanita yang tidak tertarik kepada mas"


"kamu bicara apa sih diraa, jangan membuat ku khawatir"


"mas, tidak perlu khawatir lagi sekarang.. oh ya mass, dira juga minta tolong sampai kan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada mbk hulya, maaf sekali hikss hikss mungkin selama ini dira telah menghancurkan kebahagiaan nya.. mass dira udah bisa pergi dengan tenang, mas tolong jangan buat mbak hulya bersedih lagi ya? dia adalah wanita yang cantik nya luar dalam.."


"dira diraaa, apa yang kamu katakan, kamu bilang kamu akan sembuh dan kita akan bahagia bersama"


"mas, aku tidak akan membawa kebahagiaan di dalam rumah tangga ini.. aku hanya orang ketiga di antara kalian, tapi aku sangat bersyukur dapat mengenal kalian"


"kamu tidak boleh seperti ini nadiraa, kamu tau kan? aku juga mencintaimu.. aku tidak ingin kamu pergi, sembuh diraa kamu pasti sembuh aku akan membawa ke rum"


"tidak mas, semua kebahagiaan yang dira peroleh di dunia ini sudah cukup.. dira ingin istirahat di sana dengan tenang, oh ya sampaikan terimakasih kepada Abah dan ibu,mereka adalah orang tua terbaik yang pernah ku miliki.. sampai kan terimakasih ku juga kepada umi dan ayahh, mereka juga sudah ku Anggo seperti orng tuaku sendiri " ucap nadira tersenyum kepada farhan


"Anna uhibuka fillah mas.." ujar dira sambil tersenyum memandangi wajah farhan


"nadiraa, aku akan membawa mu ke rumah sakit sekarang yaa"


"tidak mass, tidakkah.. tolong tuntun aaa kkuu"


"hikss hikssss laa Illa haa"


"laa Illa haa"


"Illa Allah.."


"Illa Allah..."


"Muhammad dur rasulullah"


"muhamm ad ur ra su lu llah"


"innailaihi wa innailaihi roji'un.. hikss hiksss nadiraaa, semoga kamu mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah aamiin" ujar farhan sambil menangis memeluk dira


kabar duka nadira terdengar oleh hulya,kedua orang tua Nadira juga telah sampai di sana.


"innailaihi, aku ga nyangka semua ini akan terjadi.. hikss hiksss aku belum sempat meminta maaf kepada dira ya Allah" ujar hulya seorang diri, dia tengah mengendarai mobil menuju rumah duka

__ADS_1


kedua orang dira ingin memakam kan Nadira di dekat makam kake nya, karna itu setelah memandikan dan mengkafani jenazah nadira Abah dan ibu membawa dira kembali ke surabaya.


"Farhan, terimakasih karna kamu telah mengabulkan permintaan terakhir nadira.. terimakasih nak.." ujar Abah sambil mengelus bahu Farhan


Farhan menatap Nadira yang masih di baca kan Yasin, semua sanak keluarga bahkan beberapa santri datang untuk mendo'akan Nadira.


hulya berjalan perlahan menuju keramaian orang yang yang tengah duduk bersimpuh di dekat jenazah, kemudian hulya menyalami ibu mertua dan ibu nya dira yang kebetulan duduk berdekatan, hulya kini bersimpuh di dekat jenazah dira.


"maaf kan semua kesalahan ku diraa, maaf jika selama ini aku berbuat kesalahan yang baik ku sengaja maupun tidak, semoga kamu Khusnul khatimah aamiin" umi memeluk hulya, mencoba menenangkan hulya.


"hulyaa, terimakasih ya nak.. kamu sudah memberikan kebaikan yang berlimpah untuk putri kamii.." ujar ibu dira kepada hulya


"sama-sama ibu, hulya minta maaf bila selama ini hulya berlaku tidak sesuai dengan apa yang seharus nya" ujar hulya sambil memeluk ibu nya dira.


"kamu tidak memiliki kesalahan apapun, dan kamii mengucapkan terima kasih banyak kepada mu nak" ujar ibu sembari tersenyum


setelah usai pembacaan surat yasin, pihak keluarga nadira membawa nya pulang.


kali ini Farhan mendekati hulya mengajak nya ikut bersama ke makam dira, hulya pun tak menolak.


di sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam masih sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"kak" akhirnya hulya mulai membuka suara nya


"maaf karna aku telah berkata-kata seperti tadi, maaf bila selama ini hulya tidak memahami kaka.. hiksss hikss"


"hulyaa, Kaka juga minta maaf karna telah berbicara yang tidak-tidak.. seharusnya Kaka bisa bersikap sewajarnya" ujar farhan menyesali.


"kak.. aku memang lelah dengan pernikahan ini, tapi bukan kepergian dira lah yang aku ingin kan sungguh"


"aku percaya.. kamu adalah wanita yang baik hulya, aku benar-benar bersyukur memiliki istri seperti mu"


hulya hanya tersenyum


"kita anggap saja kepergian dira ini sebagai takdir yang telah Allah tentukan, kita mulai dari awal lagi rumah tangga kita yang sempat ingin goyah" ujar farhan lagi


"iya kak... bismillah"


to be continued


..


kok udah mau happy aja Thor?!


ehh tunggu-tunggu masih ada kok satu troble maker yang bakal muncul di eps² kedepan nya..😁 jadii di tunggu aja yaa kejutan nya🤩


jngn lupa ritual wajib nya ya 😍🎁💌


sebenernya author kuat-kuatin buat up nih guys🙏😌 do'a in author sehat terus yaa🤩 supaya ga ngegantung kalian😁


maaf juga kalo banyak typo 😌 nanti di usahain review ulang kok☺️

__ADS_1


__ADS_2