
"ayah sama bunda sehat kan hul?" tanya farhan sambil menyetir mobil nya
"Alhamdulillah"
"kamu mau makan siang di luar ga?"
"ga lah kak, capek soalnya"
"ya udah"
"oh iyaa, besok si sekolah ada acara perkemahan boleh ga hulya ikut?"
"emang harus ikut ya gurunya?"
"iya dong kak, nanti siapa yang ngedampingin anak-anak"
"ohh"
"boleh ga?"
"ya udah boleh, tapi jaga diri yaa?"
"iyaa"
"oh yaa lusa ulang tahun dira, bantu Kaka cari kado yuk"
"emm boleh"
Farhan memutuskan untuk mencari kado di mall, hulya hanya mengikuti langkah suaminya. jujur saja dia cemburu karena dia saja belum pernah di kasih kado oleh suaminya
"hulyaa kita beli kalung buat dira yukk, kamu juga pilih yang kamu suka yaa"
"iyaa"
"kamu kenapa sih?" tanya farhan yang seketika menghentikan langkah kaki nya
"kenapa apa nya?" tanya hulya balik
"kamu itu akhir-akhir ini banyak diem hul, apalagi semenjak ketemu sama arsen-arsen itu"
"apaan sih kak? kok jadi ngelantur gitu ngomong nya "
"emang gitu kenyataan nya, kamu berubah semenjak ketemu arsen itu"
"maksud kaka gimana?"
"kamu pasti seneng kan ketemu dia lagi?" tanya farhan dengan memicingkan mata nya
"yaa seneng lah udah lama ga ketemu temen lama"
"kamu sadar ga sih? kamu seneng bukan sekedar seneng, tapi kamu cinta sama dia"
"apa-apaan sih kak? Kaka kok jadi nuduj hulya yang ga engga"
"aku ga nuduh, semunya kelihatan jelas dari mata kamu"
"astaghfirullah kak, istighfar kak..kaka nih udah su'udzon loh"
" udah lah ngaku aja kamu hul"
"astaghfirullah haladzim"
"oke terserah kamu lah" ucap farhan pergi meninggalkan hulya sendirian
"ya allah, ini kenapa jadi dia yang nyalahin aku? disini siapa yang harusnya merasa tersakiti?" tanya hulya seorang diri
"sabar hulyaa sabarr, mending aku pulang duluan ah"
hulya memutuskan untuk pergi, namun saat dia berjalan tanpa konsentrasi dia akhirnya menabrak seseorang hingga barang nya terjatuh
brukkk...
"astaghfirullah, maaf saya ga tau maaf" ucap hulya sambil membantu mengambil barang-barang yang berceceran
"hulya?" ucap pria tersebut yang ternyata adalah arsen
"arsen?"
__ADS_1
"kamu kenapa? kok kaya abis nangis gitu sih"
"ga papa" kemudian hulya pergi meninggalkan arsen, arsen pun mengejar hulya yang keluar dari mall.
"hulya tunggu!" seru arsen, hulya masih mengabaikan seruan itu
"hulyaa"
greeppp...
arsen menarik tangan hulya dan memeluk nya, kemudian hulya mencoba memberontak namun semakin dia bergerak semakin erat pelukan yang arsen berikan.
"lepas! arsen lepasin! aku ini istri orang sen ingat!" arsen bagikan pria tuli dia sama sekali tak mendengar kan perintah hulya, kemudian dia menggendong hulya ala bridal style dan di bawa nya ke dalam mobil.
"arsen! bukaa! buka pintu nya! arsen!" arsen mengitari mobil dan masuk ke pintu sebelah nya
"arsen! jangan gila ya kamu"
"minum" ucap arsen sambil menyodorkan sebuah minuman, namun hulya enggan menerima nya.
kemudian arsen mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
"kamu mau bawa aku kemana?"
"ke suatu tempat yang hanya ada aku dan kamu"
"arsen! jangan gila kamu, aku ini istri orang"
"orang itu tidak bisa membahagiakan mu hulya dia membuat mu menagis setiap waktu, iya kan?"
"tetap saja tindakan mu ini tidak benar sen"
"sudah diam lah tidak ada guna nya kamu memohon atau berteriak sekalipun"
"astaghfirullah" akhirnya hulya pasrah, dia pun terdiam ingin hati nya tak karuan. dia bingung entah apa yang harus ia lakukan.
seiring perjalanan hulya hanya membukam mulutnya arsen pun tak ingin banyak bicara, lama kelama pun hulya tertidur.
"maaf atas perbuatan ku hulya, aku melakukan ini karna tidak ingin melihat menangis terus seperti ini" ucap arsen sambil memandangi hulya
tibalah ke duanya di sebuah villa yang terpencil dengan bangunan klasik, arsen menggendong hulya sampai dan di bawa nya di sebuah kamar yang begitu estetik dengan pemandangan yang menampakkan pegunungan. tidak ada orang lain selain mereka, villa itu memang arsen buat untuk mencari ketenangan ketika keadaan jiwa nya sedang tak baik-baik saja.
beberapa saat kemudian hulya terbangun dari tidur nya, di lihat nya pemandangan sekitar yang begitu asing.
"aku dimana? astaghfirullah! arsen"
hulya pun berdiri dan celingak-celinguk mencari keberadaan arsen.
"sedang mencari siapa?" ucap arsen yang tiba-tiba datang
"arsen ini dimana? bawa aku pulang sen pliss"
"tenang hulyaa, tenanglah aku hanya ingin melihat mu tenang disini"
"lalu dimana ponsel ku?"
"aman bersama ku"
"berikan padaku sen, setidaknya aku harus minta izin kepada suamiku"
"kamu ini sedang ku culik, enak saja minta ponsel"
"arsen! gila ya kamu"
"iyaa aku berani gila buat kamu! aku mau kamu tenang disini dulu"
"bagaimana kalau kak farhan mencari ku?"
"bagaimana kalau tidak?" tanya farhan kembali yang sontak membuat hulya terbungkam
"sudah lah hulyaa, tenanglah disini ku mohon"
"ahhh ya sudahlah percuma juga ngomong sama batu"
"batu yang berhasil kamu leleh kan hahah"
"dasar orang gila!"
__ADS_1
"ga papa yang penting bisa jagain kamu, aku akan slalu ada buat kamu hul.. kapan pun itu"
hulya hanya diam tanpa jawaban.
"tuh diminum teh nya" ucap arsen sambil menunjuk cangkir yang berada di meja sebelah ranjang nya
"sen, jangan lama-lama ya nyulik nyaa"
"iyaa tenang ajaa"
hulya pun meminum teh buatan arsen.
kediaman prasaja
"assalamualaikum" ucap farhan
ceklek...
"wa'alaikum salam" jawab neti sambil tersenyum
"hulya mana mba neti?" tanya farhan
"lho belum pulang dari tadi mas, masih disekolah mungkin"
"hulya belum pulang?"
"belum mas"
"ya sudah saya cari dulu ya mbaa, tolong sampaikan pada dira saya sedang ada urusan di luar"
"baik mas"
Farhan kembali mengendarai mobil nya, tak dia sangka hulya marah sampai belum pulang
"kamu kemana sih hulyaa huh!" ucap farhan khawatir
"apa dia di rumah bunda? ohh iyaa mungkin dia disana"
Farhan melaju kan mobi nya dengan kecepatan tinggi, sampai lah ia di depan rumah mertua nya.
tok tok tokk...
"assalamualaikum bund" seru farhan
"wa'alaikum salam"
ceklek..
"farhan? ada apa?" tanya bunda
"hulya disini kan bund?"
"hulya? ga ada, memang nya dia ga pamit sama kamu? atau kalian masih berantem?" tanya bunda yang mulai khawatir
"ada sedikit kesalahan pahaman bunda"
"astaghfirullah, dengar ya farhan.. sampai kamu tidak bisa menemukan hulya, bunda minta ceraikan hulya"
"astaghfirullah bundaa, ini hanya kesalahan pahaman kecil"
"kecil kamu bilang? hulya kamu dua kan tidak mungkin dia baik-baik saja"
"saya tidak akan pernah menceraikan hulya bund"
"jangan egois kamu" jawab bunda yang sudah mulai emosi
"maaf bunda, tapi ini bukan saat nya untuk berdebat saya harus mencari hulya"
"temukan dia segera! sampai bundaa yang temukan lebih dahulu.. kamu akan menyesal!"
"baik bundaa, Farhan izin pamit dulu assalamualaikum "
"wa'alaikum salam "
"hulyaaa kamu dimana sayang" batin farhan menyesali.
to be continued
__ADS_1
hai guys makasih ya yang udah mau mampir😍 jangan lupa like,komen,dan vote nya yaa🙏😌 terimakasih