
pagi itu farhan terbangun lebih awal, namun dia merasakan ada yang aneh, dia mencium parfum wanita namun bukan milik hulya.
dia pun merasa berkejut saat mengetahui ternyata di samping nya ada Siska dengan kondisi badan yang sama polos nya dengan diri nya, hanya ada selimut yang menutupi kedua nya.
Farhan pun pergi dan mencari baju nya yang telah berserakan di lantai, Anna yang mengetahui Farhan yang tak lagi di samping nya pun terbangun.
"morning honey" ujar siska sambil memandangi farhan yang masih mencoba mengancingkan baju nya
"sialan! dasar ja*lang!" ujar farhan menatap tajam ke arah siska dia sadar betul semalam hanya jebakan yang digunakan oleh siska.
"bapak, bapak tidak perlu menyesali nyaa.. karna semalam bapak sangat menikmati nya" ujar siska dengan nada menggoda
Siska pun beranjak dari tempat tidur tanpa penutup dia mengambil dress hitam yang tergeletak di lantai yang semalam ia pakai namun telah sobek akibat perbuatan farhan yang tak sadarkan diri itu, Farhan memalingkan wajahnya dari Siska
Siska berdiri tepat di belakang Farhan dan mengelus pundak Farhan
"baju ini kau sobek pak.. sampai-sampai rusak seperti ini" ujar siska yang masih saja meraba punggung Farhan yang sudah tertutup dengan kemeja nya.
"jangan sampai kau katakan semau ini kepada istri ku! kau paham!?" ujar Farhan menekan kan suara nya
"baiklah, aku tidak akan mengatakan apapun.. tapi kau harus selalu menemani ku saat aku mau" ujar siska tersenyum licik memandangi punggung farhan.
"tidak! apa kau pikir aku pria murahan!? hah!?"
"tidak usah berteriak pak..disini tidak ada siapapun dan aku pasti mendengar mu tanpa harus berteriak". Farhan pun geram kemudian dia pergi dari situ
"aku akan mengunggah video panas kita dan menunjukan itu kepada istri bapak kalau bapak tidak menuruti kemauan ku!" ujar siska dengan lantang
langkah Farhan pun terhenti dan dia pun berbalik ke arah Siska
"jangan sampai kau lakukan itu!" ujar Farhan sambil menunjuk ke arah Siska
"baiklah, tapi kau harus menuruti apa mau ku tadi" Farhan menghembuskan nafas nya dengan kasar dan terus berjalan keluar dari rumah Siska yang memang tidak ada siapapun disana.
"akhirnya aku mendapat kan mu pak" ujar siska sambil tersenyum
.
Farhan pun menyesali perbuatannya, harusnya dia tidak perlu datang semalam.
dia benar-benar takut bila hulya tau dan dia yakin jika hulya tau, hulya pasti akan meninggalkan kan nya.
sementara di sisi lain hulya tengah membantu Anna menjemur pakaian nya.
"momy.. momy tau? aku senang momy disini" ujar anna yang terus tersenyum menatap hulya
"momy juga senang karna sekarang putri cantik nya momy sudah tumbuh besar menjadi gadis cantik dan baik" ujar hulya membalas senyuman Anna
setelah selesai membantu anna hulya dan atika pun berpamitan untuk pulang, sebenarnya Anna keberatan.
__ADS_1
dia sangat merindukan hulya dan ingin hulya berlama-lama disini, namun dia tak mungkin melarang hulya pulang.
"sayang.. momy pulang dulu yaa?" ujar hulya sambil memeluk tubuh Anna
"mom.. sering-sering lah kesini, dan jangan lupa bawa dedek kecil juga" ujar anna begitu manja, teman-teman nya pun terkejut karna dia pikir gadis dingin seperti Anna tidak bisa beranjak seperti ini
"iyaa sayaaang momy janjii.. momy akan datang kesini lagi dan membawa nayaa" ujar hulya sambil menangkup kedua pipi Anna
"janji ya mom?" ujar anna sambil memberikan jari kelingking nya
"janji" sambil mengaitkan kelingking nya kepada Anna
"terimakasih momy.. i ll miss you!" ujar anna kepada hulya yang terus menjauh dari nya.
setelah kepergian hulya pun Anna kembali terdiam padahal kemarin hulya dapat membuat gadis dingin itu tertawa dan banyak bicara.
"naa, masuk yuk.. kan kita mau sekolah hari ini" ujar rumi
Anna hanya mengangguk kan kepala nya.
di sekolah rumi duduk bersama dengan anna
"pelajaran pertama nanti yang ngajar ustadz altar.. kamu jangan bengong yaa? nanti dimarahin, karna selain dia ganteng dia juga galak" ujar rumi
"ohh yang kemarin menggendong ku itu?" tanya anna
"iya ihhh, kok kamu beruntung banget bisa di gendong sama beliau" ujar rumi sambil menyanggah dagu nya dengan kedua tangan nya
Rumi yang melihat altar yang tengah berdiri di belakang Anna pun hanya terdiam dia memelotot kan mata nya ke arah Anna seperti memberikan kode agar ana berhenti mengoceh
"apa lagi tu, gaya nya yang sok keren"
"ohh sok keren yaa?" tanya altar
"iyaa, idihh dikira cwok kaya dia paling ganteng apa?! najis!" ujar anna dengan kesal dia belum sadar dengan keberadaan altar disana, Rumi menepuk jidatnya sendiri.
"kenapa sih?" tanya anna keheranan dan kemudian dia membalikkan badannya sontak membuat nya terkejut karna altar sudah berada di belakang nya.
"udah puas ghibah nya?" tanya altar sambil melipat kedua tangannya di dada
"udah" jawab Anna tanpa takut sama sekali, mungkin itu reaksi pertama yang altar jumpai.
"lain kali kalo nge-ghibah lihat kondisi dulu.. ada orang nya ga" ujar altar yang masih menatap wajah anna dengan lekat
"makasih sarannya, tapi gue suka kalo orang itu denger apa yang gue katain tadi" ujar anna sambil berdiri menjajari altar yang lebih tinggi dari Anna.
"oh yaa?" tanya altar sambil tersenyum miring
"iyaa"
__ADS_1
"kamu tau saya siapa?" tanya altar sambil menunjuk dirinya sendiri
"tau, kamu itu dewa ketampanan dan semua santriwati disini sangat menyanjung mu.. tapi dengar! itu dulu sebelum aku datang!" ujar anna sambil berkacak pinggang
Rumi ingin melarang namun dia juga tidak berani melakukan nya.
"ga sopan banget sih" ujar salah satu santri yang tengah berbisik-bisik
"kenapa? kalian mau belain ustadz kalian yang ganteng ini? ujar anna sambil menatap ke arah teman-teman nya
"Anna udah annn" ujar rumi menenangkan
"ikut saya!" ujar altar sambil menarik Anna dengan kasar
"ehh apa-apa Lo! gila Lo! lepasin ga! lepas!" ujar anna sambil meronta-ronta
altar membawa Anna menuju tiang bendera dan mengikat Anna disana.
"Lo gila yaa!?" teriak Anna
"ini hukum untuk santri yang tidak punya sopan seperti kamu" ujar altar dengan menatap dingin ke arah Anna
"huh! Lo pikir gue bakal diem? gue ga selemah itu!" ujar anna yang terus meronta-ronta dan membuat tiang itu pun terjatuh, untung saja tidak mengenai kedua nya, Anna pun melepas kan ikatan itu dari tubuh nya. altar benar-benar dia buat terkejut dengan kelakuan Anna.
tak lama kemudian datang lah Aisyah dan kemudian berjalan mendekati kedua nya.
"Anna! minta maaf kepada ustadz altar atau ku beritahu kan kelakuan mu ini pada dady mu" ujar Aisyah dengan tegas
"jangan ustadzah.."
"baik lah, tapi kamu harus minta maaf sekarang juga" ujar Aisyah lagi
"maafkan saya ustadz" ujar anna sambil menunduk kan kepala nya
"saya akan memaafkan kamu tapi saya juga akan memberikan hukuman supaya kamu jera" ujar altar
"what!? hukuman? selama ini dady saja tidak pernah menghukum ku!" ujar anna dengan kesal
"menurut lah Anna atauu"
"iya iyaaa" ujar anna dengan terpaksa
"baiklah ayo ikut saya"
"Alhamdulillah.. untung sudah tau siapa pawang nya" ujar Aisyah dalam hati.
to be continued
jangan lupa like komen dan vote nya yaa guyss pliss 🥺 jangan cuma di baca doang 😌 dukungan kalian juga buat othor semangat 😍 begitupun sebaliknya 😌
__ADS_1
sekian terimakasih