Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Kotoran sapi


__ADS_3

Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"sen.. aku mau mandi,lepaas" ujar hulya sambil mendorong tubuh arsen


"emm, mandi bareng yuk?" ujar arsen sambil tersenyum licik, hulya memutar bola mata nya dengan malas, dengan cepat arsen menggendong hulya ke dalam kamar mandi, dan merebahkan tubuh hulya di dalam nya.


arsen masuk ke bathtub juga dia memeluk tubuh hulya dari belakang, dan menggosoki tubuh hulya dengan halus.


"sen? apa kita akan mengundang kak Farhan?" tanya hulya yang sontak membuat arsen menghentikan aktivitas nya


"aku mengundang nya hulya.. tapi kalau kamu keberatan, aku akan membuat nya tidak jadi datang" ujar arsen sambil memeluk tubuh hulya lagi


"emm engga kok, aku cuma nanya ajaa" ujar hulya sambil mengelus pipi berewok arsen, arsen pun menikmati sentuhan hulya


"jangan menggoda ku lagi hulya, kita masih mau junub.. Yang ada bukan nya bersuci tapi aku malah minta lagi" ujar arsen sambil memegangi tangan hulya yang berada di pipi arsen


"ehh siapa yang godain? masa di gituin aja kamu tergoda sih" ujar hulya keheranan dia menoleh kan kepala nya ke wajah arsen


"iyaa, tubuh kamu bikin aku canduu hehee" ujar arsen sambil tersenyum menampilkan jejeran gigi putih nya


"ihh, kalo di gituin aja kamu tergoda.. jangan-jangan dulu kamu.."


"ssstttt" arsen menutup bibir hulya dengan jari telunjuk nya


"aku ga pernah seperti ini sebelumnya..dan aku bersyukur karna kamu orang nya" ujar arsen kembali mengerat kan pelukan nya, arsen meletakkan dagu nya di bahu hulya


"aahh, aku geliii" ujar hulya sambil bergidik


"kenapa? kamu pengen aku hilangin berewokan ku?" tanya arsen menatap kedua mata hulya yang juga menatap nya


"ga usah.. kaya gini cakep kok" ujar hulya sambil menepuk pelan pipi arsen


"oh ya? katanya gelii.. kalo kamu ga sukaa,atau ga nyaman aku akan"


"ssssttt" hulya menutup bibir arsen dengan jari telunjuk nya juga


"walaupun gelii tapi enak hahhah" ujar hulya tersenyum sambil menutup mulut nya dengan sebelah tangan nya.


"kamu jago godain juga ya ternyata.." ujar arsen sambil mencubit ujung hidung mancung hulya

__ADS_1


"aww sakit.." ujar hulya sambil memegangi hidung nya


"sorry sayang..aku ga bermaksud" ujar arsen sambil meniup-niup hidup hulya yang kata nya kesakitan


fuuuhhh fuuhhh fuuuhhh


arsen mengelus hidung hulya dengan lembut, hulya menatap kedua mata arsen yang berwarna biru itu.


"kamu adalah orang pertama yang memperlakukan ku seperti ini sen.. thank you" ujar hulya sambil memeluk tubuh arsen


"kau tau hulya.. dulu tujuan ku adalah membuat mu tersenyum seperti ini ini, tapi sekarang engga" ujar arsen yang sontak membuat hulya melepaskan pelukan nya dan menatap lekat kedua mata arsen


"maksud mu?" ujar hulya kebingungan


"tujuan ku sekarang adalah, menjadi kan mu pelengkap ibadah ku.. serta menjadikan mu rasa syukur ku kepada sang pencipta.. bahwa hanya karna nya kita dapat bersama" ujar arsen dengan tulus, kedua mata hulya mulai berkaca-kaca, dia tak menyangka bahwa arsen memilik tujuan yang bukan hanya berpacu pada nafsu saja, melainkan karna allah.


"kenapa kamu bersedih hulya? apa ada kata-kata ku yang menyakiti mu?" ujar arsen sambil menangkup kedua wajah yang dengan tangan nya, hulya menggeleng kan kepala nya dengan cepat.


"aku bersyukur karna allah memberikan ku yang lebih baik lagi..." ujar hulya sambil meneteskan air mata nya yang dari tadi ia tahan, arsen memeluk tubuh hulya dengan erat dan menciumi kening nya.


sementara di sisi lain farhan tengah gundah,hati nya tak tenang entah karena apa? kemarin-kemarin dia merasa baik-baik saja tanpa hulya, namun akhir-akhir ini hati nya resah tak tenang.


Siska berjalan mendekati farhan dan memeluk nya dari belakang, dengan cepat Farhan menghempas kan tangan siska.


"semua ini gara-gara kamu siska! kamu membuat ku tak tenang! sebenernya apa yang kamu lakukan!? hah?! kenapa aku sampai rela melepaskan hulya demi kamu!? gara-gara kamu juga.. kedua orang tua ku membenci ku!" ujar Farhan sambil menatap kedua mata siska dengan tajam


"ohh jadi kamu baru sadar!? baguss! aku kamu tau gimana.. rasa nya melihat orang yang kita sayang telah menjadi milik orang lain! itu yanga ku rasa kan selama ini Farhan!"


"heh! apa maksud mu?!" bentak Farhan sambil menangkup kedua pipi Siska dengan kasar


"lepas!" ujar siska dengan nada tinggi, dia melepaskan tangan Farhan dari pipi nya"


"lihat ini! berbahagia lah karna kamu benar-benar berhasil membuat hulya menjadi milik orang lain!" ujar siska melempar kan undangan pernikahan hulya dan arsen ke arah wajah Farhan dan terjatuh di lantai, Siska tersenyum puas melihat nya.


Farhan memungut undangan itu dan membaca nya, dan benar itu memang udangan resep pernikahan hulya dan arsen,Farhan menatap nya dengan tatapan tajam kedua mata nya memerah sedangkan kedua rahang nya mengeras juga.


tanpa berkata apapun Farhan pergi meninggalkan siska sendiri di situ, dia keluar dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, dia melacak ponsel hulya yang ternyata hulya sedang berada di hotel A


dengan langkah cepat Farhan menuju bagian resepsionis

__ADS_1


"permisi, tuan.. ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis itu dengan sopan


"saya ingin mencari penginap hotel itu yang bernama hulya Aulia hayva dan Arsen Emmanuel ernest"


"ohh kebetulan sekali.. tuan arsen emmanuel ernest adalah pemilik hotel ini tuan, apakah anda sudah membuat janji?"


"sudah.." ujar Farhan berbohong


"baik, saya akan menghubungi beliau terlebih dahulu" ujar resepsionis itu sambil memegang gagang telepon


"tunggu! ini sangat darurat..dan saya bisa pastikan kalau arsen tidak akan marah, boleh kah saya kesana langsung"


"baiklah bapak silahkan, beliau ada di kamar xx" ujar resepsionis itu sambil menyerahkan keycard duplikat kepada farhan, dengan langkah cepat Farhan.


dia mengetuk cardlock pada kotak sensor pintu tersebut


Ting!


pintu itu pun terbuka, dia melangkah masuk kedalam kamar pengantin baru tersebut, dengan mata yang membulat sempurna farhan mengepal kan kedua tangan nya


"hulya!" seru farhan karna dia tak berhasil menemukan hulya di tempat itu, kebetulan sekali arsen keluar lebih dahulu setelah menyelesaikan j*mak dan j*unnub untuk yang kesekian kali nya, hulya masih memakai mantel baju di dalam kamar mandi tersebut, sedangkan arsen di buat terkejut karna tiba-tiba farhan berdiri di dalam kamar pribadi mereka.


"jangan keluar dulu, ada Farhan disini" ujar arsen sambil membuka dan menyembul kan kepala nya ke dalam kamar mandi, arsen kembali menutup pintu kamar mandi itu rapat-rapat .


"Farhan? apa aku tidak salah dengar?" ujar hulya seorang diri pun menduduk kan diri nya di tepi bathtub.


"apakah sopan santun mu hilang semenjak kau mencampakkan hulya?" ujar arsen tersenyum miring dan mendekati farhan.


"kau!" ujar Farhan dengan nada tinggi di mengangkat jari telunjuk nya ke arah arsen


"kenapa? apa mau mu, hah?" ujar arsen sambil terus mendekati farhan dia masih menggunakan handuk putih yang melilit tubuh bagian bawah nya.


"kau licik sekali arsen! setelah kau merebut hulya dari ku, kau masih saja merasa sok suci!" ujar Farhan sambil tersenyum miring


"hah?! merebut? apa aku tidak salah dengar?" ujar arsen sambil terkekeh


"kau yang membuang berlian demi kotoran sapi!" ujar


"kau, lebih memilih kotoran sapi itu kan??" ujar arsen sambil terkekeh lagi

__ADS_1


to be continued


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍🤩 terimakasih dukungan kalian sangat penting untuk menambah semangat author ☺️


__ADS_2