
Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
jangan lupa komentarnya dong 🙏🙏
Setelah usai di interogasi bak buronan anna dan altar di izin kan untuk istirahat, mengingat besok adalah acara resepsi pernikahan dady dan momy nya, altar menduduk kan diri di tepi ranjang dia masih merasa kan sakit di bagian sensitif nya, tendangan yang anna berikan memang benar-benar menyakitkan.
Anna menghampiri altar yang sedang duduk meringis kesakitan, namun sekuat tenaga dia menahan nya.
"apa masih sakit?" tanya anna sambil memeluk altar dari samping, dia menatap ekspresi wajah altar dengan intens
"sedikit" ujar altar menyembunyikan rasa sakit nya
"maaf kan aku.." ujar Anna dengan nada menyesal
"tidak apaa" ujar altar sambil mengusap rambut anna dengan lembut
"istirahat yukk?" ujar Anna sambil menarik tangan altar, dengan sangat perlahan altar merebahkan diri nya di kasur itu Anna pun ikut berbaring di samping altar, dia tidur menggunakan tangan kekar milik altar sedangkan badan nya dia arah kan kepada altar yang tidur nya telentang
"tar.. kamu tau? sewaktu kecil dady seriing sekali menjadi kan tangan dady sebagai bantal untuk tidur ku" ujar Anna sambil menatap wajah tampan suami nya sedangkan altar memiringkan posisi tubuh nya yang kini berhadapan dengan tubuh Anna
"sekarang, aku yang akan mengambil alih tugas dady" ujar altar sambil tersenyum
"kamu tu ga bisa romantis yaa? realistis banget" ujar anna dengan muka kesal
"memang nya wanita galak,jutek,judes macam kamu suka pria romantis.. hah?" ujar altar sambil menaikkan sebelah alis tebal nya
"mungkin iyaa, kamu itu banyak diem nya..ga pekaan.. tapii kadang-kadang kamu pengertian sih" ujar Anna sambil melihat langit-langit mengingat apa saja yang altar lakukan sejauh ini
"kamu benar naa.. aku memang bukan tipe orang yang banyak bicara, apalagi merayu.. maaf kalau aku juga terkadang tidak peka, mungkin karna sebelumnya aku belum pernah merasakan sedekat ini dengan wanita.." ujar altar dengan lembut
"kenapa kamu ga pernah sedekat ini sama wanita? kamu kan ganteng,pinter,dan jangan di tanya lagii pastii banyakk sekali yang suka" ujar Anna dengan nada kesal
"ahahaaha, mungkin memang seperti itu.. tapi sejauh ini tidak ada yang membuat ku tertarik, kecuali"
"kecuali apa?" tanya anna penasaran dia menatap intens mimik wajah altar
"kecuali sama kamu, aku ga tau kenapa saat itu aku ingin menerima kamu.. entah apa tujuan ku, tapi seperti ada dorongan dalam hati ku.. dan sampai akhir nya aku yakin bahwa kau adalah jodoh ku" ujar altar yang juga menatap wajah anna dengan intens
__ADS_1
"altar.. kamu tau harus tau, aku bukan gadis yang baik seperti ustazah Aisyah, ustazah nabila dan yang lain nya..aku adalah trouble maker yang selalu membuat kerusuhan..kamu juga tau dari keluarga yang mempunyai sisi gelap sebelum nya.. kamu tau itu kan?" tanya anna sambil mengangkat kedua alis nya
altar mengangguk kan kepala nya dengan cepat
"yaa, aku tau semua nya.. "
"kenapa kamu mau?"
"bukan kah harus nya tipe mu itu seperti ustazah-ustadzah yang ada di pesantren?" tanya anna lagi
"tipe itu belum tentu menjadi pilihan terbaik, tapi jikalau hati sudah yakin.. cukup meminta petunjuk dari Allah agar tidak salah pilih " ujar altar yang sontak membuat nya memeluk altar, altar pun menyambut pelukan anna dengan hangat.
sementara di sisi lain farhan tengah bersiap-siap untuk menyiapkan rencana nya, pertama dia sudah mengetahui siapa arsen sesungguhnya
"hah! jangan kau pikir aku takut arsen..! aku tidak peduli kau perna menjadi pimpinan mafia di negara i , yang aku mau sekarang adalah kau mengembalikan hulya lagi kepada ku.." ujar farhan sambil mengeratkan kedua rahang nya.
pagi hari itu sungguh cerah, hari dimana arsen dan hulya akan menjadi raja dan ratu sehari, hulya tengah di make up oleh MUA terbaik yang ada di kota itu, begitupun dengan bunda,dan juga Anna walupun harus drama dulu sampai akhir nya anna menyetujui untuk di make up.
"stop! jangan terlalu bold bold! entar kaya ondel-ondel lagii" celetuk anna kepada MUA yang tengah memoles diri nya, sedangkan hulya sudah cantik dengan gaun pengantin berwarna putih, kecantikan nya bertambah bak bidadari dari syurga penampilan hulya begitu elegan dan menawan,Arsen memesan gaun itu dari desainer ternama asal italia.
sepatu nya pun ia pesan dari pemilik brand ternama di New York
sedangkan arsen sudah gagah dengan balutan jas berwarna hitam lengkap dengan dasi kupu-kupu dan hiasan bunga di saku nya
pernikahan luar biasa yang tak pernah hulya bayangkan sebelumnya, arsen benar-benar menjadi kan nya ratu bahkan bukan hanya sehari selama nya pun bisa.
hulya melingkar kan tangan nya di lengan arsen yang juga melingkar, kedua nya berjalan bak ratu dan raja yang begitu serasi, semua mata pun memandang kepada mereka berdua, para tamu undangan dari luar negeri seperti kolega-kolega bisnis arsen pun juga datang, tak lupa hulya juga mengundang Abah yai dan ibu yai serta seluruh santri dari pondok nya dulu, Anna pun menghampiri teman-teman.
"wahh Anna kamu cantik banget.. jadi iri deh, ternyata dady kamu sekaya ini yaa" ujar rumi keheranan menatap gedung pernikahan yang begitu megah itu.
__ADS_1
acara itu pun di pandu langsung oleh santri dari pondok hulya dulu, yang tak lain adalah sahabat dekat altar abidzar, dan acara selanjutnya yaitu sholawat dan juga do'a yang langsung di lantun kan oleh Abah yai.
santri-santri yang berdatangan pun seperti cuci mata melihat para wanita-wanita seksi cantik dan juga pria tampan bertubuh tegap kebanyakan dari mereka adalah bule dari berbagai negara yang memang menjadi rekan kolega bisnis arsen.
"wahhh ini sihh the real cuci mata" ujar abidzar yang memang mempunyai sifat playboy tak tertolong
"jaga pandangan.. kamu santri" ujar Azmi sambil memelototi abidzar yang tengah tersenyum kesana-kemari
"alah azmiii Azmi.. kamu itu juga belum nikah, kalo mau natap sana-sini juga ga ada yang marah, beda cerita sama altar yang sudah berpawang..lihat tuh dari tadi pandangan nya tak teralih kan dari istri kecil nya itu" ujar abidzar tersenyum miring kepada altar
memang dari tadi altar tak lepas memandangi istri nya yang cantik jelita itu, apalagi saat tertawa bersama teman-teman nya, itu adalah hal langka yang ia lihat.
"istighfar!" ujar azmi sambil memukul bahu abidzar
"tapi emang anna tuh cantik banget loh.. kalo ga keburu di nikahin sama altar aja aku mau daftar kok" ujar abidzar sambil terkekeh, mendengar itu dari bibir sahabat sendiri membuat altar membulat kan kedua matanya dengan sempurna
"wihhh sorry bro! Ndak endak! aku Ndak berani kok hehee" ujar Abi sambil menampilkan hari telunjuk dan tengah nya
"jangan lihat-lihat anna.. dia milik ku!" ujar altar penuh penekanan
"wihh bisa posesif juga Lo bro!" sahut Azmi menimbali
"kaya nyaa ada yang benar-benar jatuh cinta nih" sindir Abi
"wajah sih, orang bodoh yang menolak pesona Anna yang cantik.."
"awww" ujar Abi terpotong karna altar memutar lengan nya
"lepass tar sakitt!" altar pun melepas kan Cengkraman tangan nya
"wihh sadis bro!" sahut Azmi lagi
to be continued
Jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍 terimakasih dukungan kalian sangat penting untuk menambah semangat author 🤗🥳
__ADS_1