Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Ranjang untuk madu ku


__ADS_3

Malam yang begitu pedih


segudang rasa sakit tertampung dalam hati hulya. dia menangis dalam gelap nya malam, menyembunyikan wajah cantik nya di balik selimut tangan mungil nya meremas sprey dan memukuli nya berkali-kali.


hulya adalah wanita biasa yang jauh dari kata sempurna, tidak ada wanita yang sanggup untuk di madu. kini surga nya telah terbagi menjadi dua bukan dia pemilik Farhan seutuh nya kini dia harus rela membagi segalanya


RS. Surabaya


"mas, sebaiknya kamu telfon istri mu dulu. mungkin dia sedang memikirkan mu" ucap dira yang tengah mengunyah makanan nya


"habis kan dulu makan mu yaa"


"aku bisa sendiri kok"


"emm baiklah, saya tinggal dulu" dira hanya mengangguk sambil tersenyum


"maaf kan saya mbak hulyaa, saya memang egois" batin dira sambil memandangi kepergian Farhan


drrrttt drrtttt


"ya allah, hamba memohon kelapangan hati, berikanlah kebahagiaan dalam rumah tangga kami,izinkan hamba untuk tetap menjaga pernikahan ini aamiin"


drrttt drrrtttt..


hulya bergegas mengambil handphone nya yang tergeletak di meja


"kak farhan" batin hulya enggan untuk mengangkat telpon yang berdering tersebut


drrttt drrtttt


"bismillah" ucap hulya seorang diri


"hallo assalamualaikum" sahut hulya dengan suara khas menahan tangis


"wa'alaikum salam hulyaa, kamu belum tidur ternyata"


"aku sudah tidur kak, tadi terbangun Karna telpon dari mu"


"aku? kamu? sejak kapan?"


"ehee kenapa kak? ada yang salah?"


"enggak sih, cuman biasanya kamu ga gitu manggil nya"


"mau nya gimanaa?"


"ya sudahlah senyaman mu saja"


"oh yaa, bagaimana keadaan ning dira?"


"Alhamdulillah dia sudah mau makan tadi"


"oo Alhamdulillah"


"kamu sendiri kalo masih laper makan lagi ga papa eheehee"


"heemm sudah kenyang kak"


"ohh ya sudah tidur lagi aja, maaf Lo Kaka udah ganggu tidur mu"


"iya ga papa"


"sudah dulu yaa"


"iyaa"


"assalamualaikum "


"wa'alaikum salam "


tutt tuttt


"bismillah, hulyaa kamu harus kuat.. kamu bisa melalui semua ini semangaaatttt!"


ucap hulya yang tengah mencoba tersenyum menyemangati diri nya sendiri


malam itu hulya tidur meringkuk memeluk dirinya sendiri, dia mencoba menetral kan pikiran untuk berdamai dengan dirinya sendiri.


di sisi lain farhan tengah duduk bersimpuh di dalam masjid, dia menangis dan berdoa. di dalam lubuk hati nya yang dalam dia masih tak sanggup untuk melakukan semua ini.


dia tau hulya pasti tengah menangis,terluka,dan kecewa


dia tak ingin kehilangan hulya, bagaimana bila kedua mertua nya tau. apakah dia akan dipaksa untuk menceraikan hulya?


jujur ia akui ia tengah jatuh cinta kepada istri pertama nya itu.


istri yang ia nikahi karena perjodohan, yang awalnya belum sama sekali tumbuh rasa cinta hingga saat ini cinta itu telah berhasil tumbuh namun ia harus melukai hati wanita yang ia kasihi.


sungguh ini diluar nalar nya, namun ini lah takdir. dia hanya berharap semoga dia dapat menjadi suami yang adil untuk kedua istrinya


"ya allah jangan biarkan hulya pergi, hamba sangat menyayangi nya"


"izinkanlah hamba untuk menjadi suami yang baik untuk kedua istri hamba aaminn ya rabb"


keesokan harinya


Farhan membantu dira untuk bersiap pulang,


sebenarnya pihak RS belum mengizinkan nya namun ia tetap kekeh untuk segera pulang. bukan lagi ke rumah orang tua nya melainkan pulang ikut bersama sang suami ke kota j


yaaa hari ini memang farhan akan membawa istri kedua nya untuk kembali ke rumah, awalnya farhan sempat menolak karna mendengar larangan dokter. namun dira benar-benar ingin keluar dari rumah sakit yang membuat nya semakin hari semakin bosan itu akhirnya Farhan mengiyakan kemau nya.


Farhan memang memperlakukan dira layak nya seorang istri biasanya, memberikan perhatian,melayani kebutuhan nya,dan tak sungkan ia membantu nya untuk urusan kamar mandi.


dia benar-benar memperlihat kan sisi adil nya, walupun dia belum mencintai dira bukan berarti dia enggan untuk berlaku sama.


dia menyala rata kan perlakuan nya antara hulya dan dira


di sepanjang perjalanan dira tertidur, ayah sengaja menyopir mobil mereka agar farhan bisa fokus melayani istrinya di kursi belakang.


"maas" celetuk dira yang tiba-tiba bangun dari tidur nya


"ehh sudah bangun ya ning"


"mas, jangan panggil ning.. panggil dira saja"


"emm baiklah"


"kamu butuh apa?" ucap Farhan lagi


"aku butuh kamu, aku ingin kamu pelukk AC nya membuat badan ku dingin"


"ohh begitu, ya sudah dini mendekat lah"


ujar farhan mempersilahkan dira untuk hadir kepelukan nya


"mas, biarpun dira belum mas cintai dira ga akan nuntut banyak dari mas, mas izinkan dira untuk menjadi istri nya mas aja udah bersyukur banget makasih ya mas"


ucap dira panjang dan hanya di anggukin oleh farhan


"ya sudah kmu tidur saja yaa, perjalanan masih lumayan jauh"


"baiklah" ucap dira sambil mencoba memejam kan mata nya


kediaman prasaja

__ADS_1


"emm untuk aja hari ini aku ada jadwal ngajar, jadi ga akan suntuk di rumah"


ucap hulya seorang diri


hulya tengah bersiap untuk pergi mengajar, tak lama kemudian dia mendapat pesan dari sang suami


suami tampan ku


"assalamualaikum hulyaa"


"sudah sarapan belum hah?"


"aku merindukan mu"


"jangan lupa mandi ya?"


"mandi nya yang bersih😁"


"i love you my wife"


"sejak kapan dia sweet kaya gini"


"ahh mungkin dia cuma mau bersikap adil, kan istrinya 2" ucap hulya seorang diri sambil tersenyum asam


"hey, kok cuma di read sih"


"kamu ga kangen Kaka hah?"


"kiss dong😘"


istri tengil


"wa'alaikum salam"


"siap laksanakan!"


suami tampan ku


"Alhamdulillah di bales😁"


"lagi apa kamu? kaya nya sibuk banget"


istri tengil


"mau ngajar, udah dulu ya kak"


"assalamualaikum"


suami tampan ku


"ya sudah hati-hati"


"wa'alaikum salam "


"oh iyaa hari ini dia ngajar yaa? emm ya udah deh ga usah bilang kalo hari ini mau pulang, takut ganggu dia" batin Farhan dalam hati


"Fahran? kamu udah bilang ke hulya belum kalo mau pulang hari ini" tanya umi


"belum umii, dia mau ngajar.. takut nya nanti malah repot, jadi ya sudahlah biarkan sajaa"


"tapi kan setiadak nya dia bisa nyambut kepualangan mu"


"ga papa umii, anggep aja suprise"


"ohh ya sudah kalo begitu"


di kelas


"selamat pagi anak-anak"


"sudah sarapan semuanya?"


"sudah bukkk" ucap murid-murid dengan serempak


"hari ini mau belajar atau bermain?"


"bermaiiiinnnn"


"ehhh kok bermain hahha, ya sudah gimana kalo kita belajar sambil bermain mau ga?"


"iya buuuukkkk"


"oke kita belajar di luar yaa, biar ga bosen"


"yeaayyyyy"


kediaman prasaja


"Alhamdulillah sudah sampai" ucap umi


"Farhan, umi bantu bawa barang-barang kamu, kamu gendong dira ke dalam"


"baik umi"


"ehh mas, ga usah di gendong dira bisa jalan sendiri kok" ucap dira yang tiba-tiba bangun dari tidur nya


"ga papa, kamu kan masih lemes"


"enggak kok" ucap dira sambil mencoba keluar dari mobil sendiri


"ya sudah hati-hati"


"iya mas"


Dira tak mampu berbohong badan nya masih lemas alhasil Farhan ikut memapah badan nya.


Farhan membawa dira ke kamar tamu, dia menjadikan kamu itu sebagai kamar istri kedua nya itu.


"dirr, makan yaa sudah siang ini"


"tapi mass, dira ga enak makan"


"harus makan, supaya bisa minum obat"


"emm ya udah suapin"


"aaa" farhan menirukan gaya makan seperti menyuapi anak kecil


"aemmm maaakosihh maas"


"abisin dulu makan nya hehe" farhan terkekeh geli melihat tingkah lucu istri muda nya


"assalamualaikum" ucap hulya yang baru saja datang dari balik pintu


"wa'alaikum salam, sudah pulang ya nak"


"umi? ohh umi sudah datang"


"sudah nak"


"Alhamdulillah, bagaimana umi ayah sehat?"sambil menyalami umi


"sehat nak Alhamdulillah "


"Alhamdulillah, kamu sendiri bagaimana?"

__ADS_1


"sehat mii" jawab huya sambil duduk di samping umi


"ehh hulyaa, sudah pulang ya?" sahut ayah yang tiba-tiba datang dan langsung duduk di sofa


"iya yaah" sambil tersenyum dan menyalami ayah mertua nya


"bagaimana keadaan ning dira mii?"


tanya hulya yang sontak membuat kedua mertua nya saling melempar pandang


"Alhamdulillah sudah membaik nak"sahut ayah


"Alhamdulillah kalo begitu"


"hulyaa, kamu tetap jadi mantu umi kan nak?" tanya umi sambil melempar pandangan sedih kearah hulya


"umii kok ngomong gitu, hehehe ya iya lah umi"


"Alhamdulillah" sontak umi memeluk hulya yang tak sanggup lagi menahan tangisnya nya


"umii, hulya baik-baik saja.. jangan khawatir"


"kamu memang wanita kuat nak, bertahan lah"


"in syaa allah mii"


"umii, farhan mau jemput hulya dulu yaa"


sahut farhan yang tiba-tiba datang dan dia sedikit terkejut karna hulya sudah berada disitu


"hulya? sudah datang ya?"


"iya kak" ucap hulya sambil meraih tangan farhan untuk di kecup


"Kaka pasti capek, hulya buatin teh hangat ya?"


"emm boleh, antar kan ke kamar kita ya.. Kaka tunggu"


"okee" sambil melingkarkan jari telunjuk dan ibu jari nya


kamar hulya dan farhan


ceklekkk...


"kak, kok ga bilang kalo hari ini pulang.. kemarin Kaka bilang kalo mau disana 3 harian"


"iyaa, tadinya gitu.. tapi dira ngajakin pulang sekarang"


degggg


"ohh ning dira disini juga?"


"iya, dia di kamar tamu"


"emm ya sudah setelah habis teh nya kaka harus kembali kesana"


"ga papa dia masih tidur"


"yaa di temenin dong masa pengantin baru pisah kamar hehee" ucap hulya menahan sesak


"heeeii aku itu kangen banget sama kamu"


"aku engga tuh hahah"


"kamu iniiii, cubit nanti"


"hahah"


"hulyaa" sahut farhan sambil menatap dalam kedua mata nya


"iyaa?"


"i love you"


"too" ucap hulya sambil tersenyum


"terimakasih untuk semua nya"


"termasuk ini?" sambil menunjuk gelas berisi teh hangat itu


"hiss kamu ini, sini-sini aku cium"


"ga deh, kaka bau belum mandi"


" ya udah deh mandi dulu abis itu boleh cium yaa"


"iyaa"


cup..


ucap hulya sambil mencium pipi suaminya


"ehh nakal ya sekarang"


"udah kak, Kaka pergi sana hulya mua istirahat"


"lohh, ini juga kamar Kaka lo"


"iya sih, tapi kan Kaka harus temenin ning dira kasihan tau"


"ga papa kok mbak hulya"


ucap dira yang tiba-tiba muncul dari balik pintu


"ehh ning diraa" sahut hulya sambil menghampiri Dira


"jangan terlalu banyak jalan-jalan, nanti energi nya berkurang"


"ahh ga papa mbk"


"mending kalian istirahat di kamar aku aja yaa"


"ehh ga usah mbk"


"ga papa ning serius deh"


ucap hulya sambil menuntun tangan dira menuju ranjang nya, farhan yang awalnya Diam pun mulai angkat bicara


"hulya, biar dia istirahat di kamar nya aja, kamu kan juga mau istirahat"


"engga, ga papa ga usah banyak gerak biar ning dira disini ajaa kaka temenin yaa"


ucap hulya sambil tersenyum manis


"ya sudah hulya tinggal dulu dadaa"


ceklekkk..


hulya Kembali menutup pintu itu dari luar, dia membiarkan suami dan istri baru nya untu istirahat di kamar yang biasa nya ia pakai bersama farhan.


"semangat hulya semangat!!"


celetuk hulya menyemangati diri nya sendiri


to be continued

__ADS_1


__ADS_2