
Happy reading πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
jangan lupa komentarnya π biar rame hehe ππ
"Lepass tar sakitt!" altar pun melepas kan Cengkraman tangan nya
"wihh sadis bro!" sahut Azmi lagi, Anna masih sibuk mengobrol dengan teman-teman nya
"na, gimana sama ustadz altar? udah jinak belum hahahaa" tanya dessy di selingi dengan tawa yang menggelegar
"astaghfirullah ketawa nya itu loh, ga sadar apa? dari tadi kita di lihatin circle nya dewa ketampanan pondok?" ujar rumi mengingat kan, mata dessy pun mengikuti arah pandangan mata rumi ke arah pria-pria tampan di ujung sana
"na! suami kamu merhatiin kamu terus tuh eaaakk" ejek dessy sambil menatap anna yang dengan muka salah tingkah nya
"biarin lahh, dia mungkin sedang mengucapkan syukur berkali-kali karna mendapatkan istri secantik aku" ujar Anna sambil tersenyum sombong
"iya wess seng ayuu wesss" celetuk rumi sambil terkekeh
"disini ga ada yang seumuran kita ya an?" tanya dessy yang menyapu pandangan matanya ke seluruh arah
"adaa, mungkin di sebelah sana" ujar Anna sambil menunjuk sudut yang memang banyak orang yang lebih muda dan tampan seperti seumuran altar dan kawan-kawan
"naa, kenalin kita ke bule-bule dong.." ujar rima sambil terkekeh
"e e em ang nyaa ke ka mu bi bisa ngo ngo mong ing gris?" tanya siti dengan nada gagap nya, ketiga wanita cantik itu pun saling tatap
"enggak sih heheee, paling bisa nya yes no doang hahahah" ujar dessy sambil terkekeh lagi
"iyaaa, apalagi aku.. hehee"
"emm ada beberapa dari mereka yang bisa ngomong indo kok" ujar Anna yang sontak mendapat respon antusias dari ketiga teman nya
"yang mana?" tanya rumi penasaran
"kalian beneran mau kenalan sama bule yang non muslim itu?" ujar Anna memastikan
"yaaa siapa tau setelah kenal aku ada yang mau hijrah dan bersedia menjadi imam ku" sahut dessy terkekeh lagi
__ADS_1
tiba-tiba seorang pria yang menggunakan tuxedo berwarna hitam dengan dada bidang nya berjalan dengan gagah menuju ketiga wanita cantik itu, Anna mengenal betul siapa pria tampan yang sedang mendekat pada mereka. Alexander Lemos putra tunggal pemilik perusahaan tekstil terbesar di negara A , pria tampan itu pernah mendekati Anna berkali-kali namun hati nya yang dingin tak tersentuh sama sekali oleh nya.
"wahhh ada cogan kesini gess ekhemmm" ujar rumi sambil membenahi kerudung nya memastikan penampilan nya baik di depan pria asing yang memilik wajah rupawan itu.
"hi ann.. how are you?" tanya pria tampan itu menatap kedua mata Anna dengan intens
"baik" jawab Anna dengan singkat
"ehh dia ngerti bahasa kita ya?" tanya dessy yang tengah berbisik di telinga anna, Anna hanya mengangguk kan kepala nya
"your still beautiful ann.. you as like angel" ujar pria itu sambil menatap Anna dengan senyuman maut nya, Anna masih terlihat acuh. pandangan nya justru tertuju pada pria yang tengah berdiri di sudut sana, pria itu juga sedang ke arah Anna.
"bro! bini kamu mau di embat tuh" celetuk Abi sambil memukul pundak altar, " kita lihat sejauh apa Anna menanggapi pria itu"ujar altar sambil tersenyum miring
kedua teman di samping nya hanya mengangguk kan kepala mereka.
"Anna, Will you dance with me?" ujar Alexander sambil mengulurkan tangan nya
"gue ga minat!" ujar Anna sambil berlalu pergi dengan cepat tangan Alexander mencekal pergelangan tangan Anna, dengan cepat anna melepaskan tangan nya
"don't touch me!" ujar Anna sambil mengarahkan jari telunjuk nya tepat di wajah Alex, melihat kejadian itu altar tersenyum puas memandangi wanita nya yang memang tidak gampangan untuk di sentuh orang.
"hubby.."ujar Anna bergelayut manja di lengan kekar altar, altar pun mencium ujung hijab nya di depan dua jomblo tampan itu.
"astaghfirullah.. tarr, kalian kalo mau mesra-mesraan di kamar aja sanaa" ujar abidzar dengan nada kesal, pun hanya terkekeh melihat kedua sahabatnya yang tengah iri.
"kenapa kamu membiarkan aku di sentuh pria itu!" ujar Anna sambil bersungut-sungut
"aku tidak membiar kan mu, aku memperhatikan mu dari sini.."
"hanya di perhatikan?" tanya anna sambil menatap altar dengan muka kesal nya
"apa pria tadi mantan kekasih mu?" tanya altar mengalihkan pembicaraan anna
"bukan, tidak ada yang pernah memiliki ku sebelum dirimu hadir" ujar Anna dengan mantap
"thank you" ujar altar memeluk tubuh ramping Anna yang sontak membuat kedua jomblo tersebut tak tahan melihat nya
__ADS_1
"pergi aja yok" ujar Abi sambil menarik tangan Azmi, tiba-tiba pria yang tadi hanya memperhatikan Anna dan altar dari kejauhan pun datang mendekati mereka, yaa! siapa lagi kalau bukan pria tampan bernama Alexander Lemos.
"Ann.. siapa pria ini?" tanya Alex mengerut kan dahi nya, pasal nya Anna tak akan mudah dekat dengan pria manapun. mengapa pria ini dapat dengan mudah meluluhkan hati Anna yang sedingin es.
"he is my mine! my husband.. altar khanafi " ujar anna dengan bangga, dia memeluk tubuh altar dari samping sontak membuat Alex tak percaya kedua mata nya pun membulat dengan sempurna.
"benar kata uncle farhan.. Anna sudah memiliki suami?" ujar Alexander dalam hati.
flashback on
keluarga Smith Lemos datang ke Indonesia untuk mengunjungi resepsi pernikahan arsen seorang CEO yang mempunyai saham besar di beberapa negara tak banyak yang tau mengenai sisi gelap arsen yang merupakan mafia kelas kakap, walupun diri nya sudah bertobat namun kenyataan itu tidak membuat keluarga Lemos percaya.
Smith Lemos adalah Kaka sambung dari Siska istri sah Farhan Alfarezi, keluarga Smith Lemos memang tidak memiliki masalah apapun terhadap arsen emmanuel ernest, namun masalah yang dia hadapi Farhan sontak melibatkan Siska dan keluarga untuk membantu Farhan membalas kan dendam nya, diketahui dari dulu Alexander Lemos memang sangat menyukai Anna, pria tampan itu tergila-gila dan memang masuk nominasi sebagai penggemar berat yang selalu Anna banggakan,namun diri nya memang tak pernah menanggapi pria yang berusaha mendekati nya.
"kamu menyukai putri arsen emmanuel ernest?" tanya Farhan pada keponakan nya itu, pria tampan itu mengangguk kan kepala nya.
"aku akan membantu mu.. tapi aku juga harus mengatakan kebenaran mengenai wanita itu"
"apa maksud uncle?" tanya Alex penasaran
"Anna sudah menikah dengan wanita pilihan dady nya" ujar farhan yang sontak membuat Alex menyembur kan kopi yang baru saja ia sesap, kopi itu mengenai baju Farhan yang memang sedang duduk di samping nya
"sorry, uncle"
"nothing" Alexander membantu memberikan baju Farhan
"so? what should i do uncle?" tanya Alexander
"kamu harus bisa mendapatkan anna bagaimana cara nya"
"apa benar uncle mempunyai dendam kepada dady dan momy anna?" tanya Alexander yang memang sejauh ini mendengar rencana Farhan yang dady nya.
"yaa, cukup uncle saja yang merasa di tolak dan di rendah kan.. kamu jangan" ujar Farhan dengan senyuman licik nya, Farhan telah berhasil mencuci pikiran anak 22 tahun itu dengan dendam nya, ambisi yang di miliki Alexander Lemos membuat nya ingin melawan keluarga arsen emmanuel ernest, bahkan Smith Lemos tidak pernah menolak untuk membantu Farhan mencapai tujuan nya, persekutuan pun di mulai keluarga persetan itu sedang merencanakan rencana jahat untuk keluarga arsen.
Flashback off
to be continued
__ADS_1
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa ππ terimakasih dukungan kalian sangat penting untuk menambah semangat author βΊοΈ