Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Kamu milik ku


__ADS_3

"What!? hukuman? selama ini dady saja tidak pernah menghukum ku!" ujar anna dengan kesal


"menurut lah Anna atauu"


"iya iyaaa" ujar anna dengan terpaksa


"baiklah ayo ikut saya"


"Alhamdulillah.. untung sudah tau siapa pawang nya" ujar Aisyah dalam hati.


altar membawa Anna menuju halam belakang sekolah, dia memberikan sapu lidi yang ia pegang itu kepada Anna


"sapu halaman ini dengan bersih!" ujar altar dengan nada tinggi


"hah.. cuma nyapu kan? oke lah mendingan nyapu dari pada masuk kelas" ujar anna yang sudah mulai menyapu


"setelah selesai menyapu kamu harus menemui ku lagi"


"yaa"


"menyebalkan sekali perempuan itu," ujar Altar seorang diri


sementara disisi lain hulya yang baru saja sampai ke rumah pun segera masuk, Ratih menyambut nya dengan ramah


"selamat siang mbk..kalau mau makan saya baru saja selesai memasak mbk.." ujar ratih sambil menata makanan di meja


"iya terimakasih, oh yaa? suami saya belum pulang kan?" tanya hulya


"mas farhan dari tadi tidak keluar kamar mbk, kata nya kurang enak badan.. tadi juga saya mau antarkan makanan ini ke dalam kamar nya tapi di tolak"


"apa? dia sakit.. inalillahi, ya udah saya masuk ke kamar dulu ya tih"


"iya mbk.."


ceklek..


"sayang? kamu sakit ya?" tanya hulya sambil memegangi kening farhan


"enggak kok, cuma pusing aja"


"sini, aku kangen banget tau" ujar Farhan sambil menarik tangan hulya ke dalam pelukan nya


"kak, kenapa ga bilang kalo sakit, tau gini kan kemarin hulya ga usah nginep"


"ga papa sayang.. lagian pusing nya baru mulai tadi pagi"


"ohh gituu, terus kenapa ga mau sarapan?"


"ga enak.. ga ada kamu"


"tuh kannn, udah tau ga enak badan tapi ga mau sarapan.. aku suapin abis itu minum obat yaa" ujar hulya sambil beranjak dari ranjang


"aku ga akan sanggup kalau kamu tau semua nya hulyaa, aku ga mau kamu kecewa dan ninggalin aku" ujar Farhan sambil menatap punggung hulya yang telah menjauh


hulya menyuapi Farhan dengan telaten, Farhan terus menatap kedua mata hulya dengan lekat


"kaka kenapa sih? hari ini hulya kelihatan kucel ya?" tanya hulya


"engga.. kamu selalu cantik di mata ku sayang" ujar Farhan sambil tersenyum


"alah gombal"

__ADS_1


"beneran ga gombal, kecuali kalo lagi.." ujar Farhan memotong pembicaraan nya


"lagi apa?" tanya hulya penasaran


"lagi marah-marah hahaha"


"jelek ya kalo lagi marah-marah" ujar hulya sambil terkekeh


"sangat.. sangat sangat menggemaskan" ujar Farhan sambil menoel pipi hulya yang sudah memerah


setelah selesai makan hulya pun beristirahat di dekat farhan, mereka tidur sambil berpelukan, namun tiba-tiba ponsel farhan berdering.


"hallo" ujar Farhan mengangkat telpon nya


"hallo honey.."


"mau apa lagi kau?" ujar Farhan sambil mengeratkan kedua rahang nya


"i Miss you.. temui aku di cafee b, kalau kau tidak kemari sekarang juga aku ak"


"ya..tunggu aku 15 menit lagi"


"baiklah sayang "


Farhan mematikan telpon nya sepihak dia mengusap wajah nya dengan kasar, kemudian menatap hulya yang masih tertidur dengan nyenyak.


kemudian dia beranjak dan bersiap untuk mememui siska, dia benar-benar di buat tak bisa menolak nya lagi.


"Ratih, kata kan pada istri ku.. aku akan keluar karna ada beberapa urusan mendadak " ujar Farhan sambil menatap Ratih


"baik mas.."


"halo sayang" ujar siska sambil menatap pria yang kini sudah ada di hadapan nya


"mau apa lagi hah?"


"ohh kau tidak sabar sekali... apa kau ingin kita mengulangi nya seperti malam kemarin?" ujar siska dengan nada menggoda Farhan mengalihkan pandangan ke arah lain, kemudian kembali menatap Siska dengan lekat


"siskaa.. ku mohon jangan ganggu rumah tangga ku, aku tidak ingin kehilangan istri ku" ujar Farhan sambil menatap Siska berharap Siska memberi kan keibaan


"aku tidak akan menghancurkan rumah tangga kalian, aku hanya ingin jadi simpanan mu saja sayang" ujar siska sambil mengedipkan sebelah matanya


"astaghfirullah.." ujar Farhan sambil menghembuskan nafas dengan kasar


"ingat.. malam itu kau sudah menanam benih mu di sini" ujar siska sambil menunjuk ke arah perut nya


"lalu apa mau mu?" tanya farhan geram


"aku ingin kau menikahi ku, tanpa sepengetahuan istri mu.. aku ingin kau bertanggung jawab atas semua perlakuan mu malam itu"


"dasar jala*g malam itu kau yang menjebak ku" ujar farhan dengan mata nya yang sudah melotot dengan sempurna


"iyaa memang benar, tapi bagaimana kalau aku hamil? apa kau ingin aku membunuh anak kita?" tanya Siska yang sontak membuat Farhan menghela nafas panjang


"baiklah aku akan menikahi mu.. tapi ingat, jangan sampai ada yang tau kalau kita suami istri.. aku akan menikahi mu secara siri" ujar Farhan


"terimakasih sayang, jangan lupa untuk memberikan kan ku nafkah batin, untuk nafkah lahir kau tidak perlu pusing memikirkan nya..karna aku bukan wanita kere" ujar siska sambil tersenyum miring menatap Farhan yang masih gelisah


"aku ingin malam ini kita menikah" ujar siska yang sontak membuat Farhan terkejut


"apa!?"

__ADS_1


"aku tidak mau menerima penolakan mu lagi"


lagi-lagi Farhan tak dapat menolak Siska, dia tak ingin kejadian malam itu si ketahui oleh hulya.


beberapa saat kemudian hulya terbangun dia mendengar suara umi yang tengah tertawa bersama Naya di bawah, dia pun bangun dan langsung menuju ke bawah.


"umi..sudah daei tadi ya? kenapa tidak membangun kan ku?" tanya hulya sambil mengambil alih Naya yang tengah di gendong oleh umi


"iya sayang.. kata Ratih kamu masih tidur dengan nyenyak..jadi umi tidak ingin mengganggu tidur mu" ujar umi sambil tersenyum


tiba-tiba handphone hulya berdering


"hallo kak? loh Kaka dimana? aku baru tau kalo Kaka ga ada"


"iya hul, maaf malam ini kaka menginap di kampus yaa.. ada beberapa kendala yang harus Kaka selesai kan"


"iya kak.. ga papa, jangan capek-capek yaa"


"iyaa, udah dulu ya sayang"


"iya kak"


"kenapa?" tanya umi


"ini Lo mi.. kak Farhan izin nyelesain tugas nya di kampus"


"ohh gitu"


"iyaa"


malam itu pernikahan antara Siska pun terjadi di saksikan oleh orang tua wali siska, yang memang notabene nya Siska adalah adalah anak yatim.


"sah?" ujar pak penghulu


"sah!!!"


"barokallahu lakuma...."


Farhan pun menatap siska, Siska mengecup punggung tangan Farhan dan kemudian mencium bibir Farhan di depan mereka semua.


Farhan sempat terkejut namun semua orang pun memaklumi nya.


"ga papa udah sah kok" ujar mama Siska


Farhan hanya sedikit tersenyum


setelah acara selesai farhan pun naik ke kamar yang sudah di siapkan untuk mereka berdua.


"sayang, kemarilah.." ujar siska sambil menarik tubuh Farhan dan memeluk nya.


"lepas!" ujar Farhan sambil melepaskan pelukan Siska


"kita sudah resmi menjadi suami istri.. jadi"


"aku tidak akan menyentuh mu! jadi jangan bermimpi" ujar Farhan


"kamu milik ku sekarang" ujar siska sambil memeluk farhan lagi


to be continued


hai guys.. udah up Sampek 4 eps nih hari ini...😌 othor minta hadiah nya yang banyak yaa makasihh 😍

__ADS_1


__ADS_2