
Happy reading ๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Farhan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, fikiran nya tak berarah, brutal,dan hanya memikir ambisi nya.
dia memasuki halaman rumah mantan mertua nya itu, diam melangkah kan kaki nya dengan cepat, tidak sabar ingin segera memasuki rumah itu
tok tok tok
pintu utama itu di gedor dengan kencang, sesaat kemudian ratih membuka pintu itu dengan perlahan
"tu-tuan.." ujar ratih dengan terkejut, bagaimana tidak tiba-tiba saja mantan majikan nya itu datang dengan raut wajah tak bersahabat
"dimana ayah dan bunda?" tanya Farhan tanpa berbasa-basi lagi
"di dalam tuan, silahkan masuk dan duduk di sofa dulu, saya akan panggil kan mereka" ujar ratih dengan sopan, Farhan memasuki rumah itu dan duduk di sofa utama, dia menatap pada dinding yang penuh dengan foto hulya semasa muda, foto Naya,dan yang terakhir yang begitu membuat nya geram adalah foto pernikahan nya kini di ganti dengan foto hulya dan arsen, Farhan menatap foto itu dengan tajam.
"ada perlu apa lagi kamu kesini?" tanya ayah yang tiba-tiba saja datang
"ayah...hikkss ayahh.. maaf kan Farhan ayah, hikks hikks..." ujar farhan yang kini mengangis di kaki ayah mertua nya, ehh bukan lagi mantan ayah mertua maksudnya.
"sudah lah, tidak ada guna nya kamu menagis seperti ini" ujar ayah sambil memundurkan kaki nya
"ayahhh, farhan benar-benar meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah Farhan lakukan..." ujar Farhan yang kembali menangis di kaki ayah hulya, ayah pun mengangkat tubuh Farhan dan mendudukkan nya di sofa
"ada yang ingin saya katakan, yah..ini mengenai saya dan juga hulya"
"cepat katakan"ujar ayah dengan malas
"waktu saya mentalak hulya itu, sebenarnya.."
"sudah lah farhan, tidak ada yang perlu di jelas kan lagi.. di sini kamu sudah bukan siapa-siapa lagi.. dan tolong.... biar kan hulya hidup bahagia, karna kamu selalu menyakiti nya dulu.." ujar ayah dengan gemas
"ayah, aku masih sangat mencintai nya" ujar Farhan dengan muka berharap
"jika benar cinta tak akan membuat menderita, cinta sejati itu datang nya dari Allah.. jika kamu belum bisa menjalankan kewajiban mu sebagai suami yang baik.. apakah itu bisa di sebut cinta?" tanya ayah yang sontak membuat Farhan menutup mulut nya rapat-rapat
"setiap manusia pasti punya kesalahan ayah, tapi apakah kesalahan ku sebesar itu hingga tidak ada pintu maaf?" tanya farhan menatap lekat kedua mata ayah hulya
"jika untuk memaafkan in syaa allah, kamu sudah berusaha.. in syaa allah hulya juga sudah memaafkan mu.. tapi untuk membuat mu kembali dengan hulya, itu tidak akan pernah terjadi, lebih baik kau pulang dan berikan didikan untuk istri mu itu" ujar ayah dengan mantap
"ayah.. farhan benar-benar menyesal.." ujar Farhan dengan nada lemas
__ADS_1
"bertaubat lah di jalan Allah.." ujar ayah hulya dengan lembut
"ayah, untuk apa aku bertaubat bila nanti hulya tetap tidak bisa aku miliki"
"astaghfirullah... istighfar farhan, kamu paham bagaimana hukuman nya orang yang putus asa dan enggan untuk meminta petunjuk nya"
"aku seperti ini karna anak mu itu ayah"ujar Farhan
"ini semua bukan salah hulya, tapi karna nafsu yang menutupi hati mu.. nafsu yang membuta kan mata mu, nafsu yang mentuli kan telinga mu" ujar ayah dengan prihatin, dia tidak menyangka dulu Farhan adalah pria baik yang ia pilih untuk menjadi mantu nya,namun sekarang dia seperti tak mengenali sisi lain farhan.
dengan tegas ayah menolak farhan untuk kembali kepada putri kesayangan nya, sekalian pun hulya belum menikah lagi ayah juga tidak kan pernah menerima Farhan lagi, dia sudah sangat kecewa dengan sikap Farhan yang membuat putri dan cucu nya terluka.
"baiklah, jika tidak ada yang mendukung ku untuk mendapatkan hulya kembali, aku akan mendapatkan hulya seorang diri dengan kemampuan ku sendiri.." ujar Farhan sambil menggenggam kan satu tangannya sedangkan tangan satu nya lagi ia gunakan untuk menyetir mobil nya .
di sisi lain altar dan anna sedang bersiap menuju hotel yang sama dengan hulya dan arsen, mereka memang menginap di hotel itu.
"tar! udah beres semua kan?" tanya anna sambil memakan buah apel di tangan nya
"kalo makan itu sambil duduk" ujar altar yang kemudian merebut apel merah itu dari tangan Anna
"altar! main rebut-rebut aja siihh" ujar Anna mencoba merebut apel itu lagi, altar membawa apel itu dengan satu tangan nya yang diangkat ke atas, Anna yang lebih pendek dari Altar pun di buat melompat-lompat
"ambil.. kalo bisa" jawab altar sambil terkekeh,Anna pun berhenti melompat dan melipat kedua tangan nya di dada, sesaat kemudian Anna menemukan ide untuk mendapatkan apel itu lagi, tiba-tiba kedua tangan nya melingkar di tubuh bidang altar dia memeluk tubuh altar dengan erat
"hei? kenapa jadi nemplok?" tanya altar menunduk kan kepala nya menatap lekat kedua mata Anna yang juga menatap nya.
tiba-tiba Anna memonyongkan bibir nya dan menutup kedua mata nya, altar pun di buat heran dengan tingkah aneh anna
"kamu kenapa sih?" tanya altar kebingungan
"dasar ga peka, padahal kan aku mau di cium" ujar anna sambil merengut kepala nya masih mendongak menatap altar yang tengah tekekeh di buat nya
cup..
dengan singkat altar mencium bibir mungil anna yang masih merengut.
"lagi, dong.." pinta anna dengan manja
..cup
"kok cuma dua kali" protes Anna lagi
__ADS_1
cup cup cup..
"lagi-lagiii" ujar Anna sambil tersenyum manis, dengan cepat altar pun menciumi pipi anna dan bibir anna berkali-kali hingga Anna tergeletak di ranjang dan altar yang berada di atas nya, altar ******* bibir anna lama sekali, dia melepaskan apel itu dari tangan nya dan kedua tangan nya di gunakan untuk mencekal kedua tangan Anna
"eempppphhh ud aaah" ujar Anna memalingkan wajah nya, altar pun tersenyum mesum kepada nya, dan ingin ******* lagi.
"tar! kamu udah gosok gigi kan?" tanya anna dengan kedua mulut nya yang langsung menutup rapat
"hahahaa udah lah" ujar altar yang kemudian melanjutkan ciuman panas nya
"haduhh niat hati pengen buat dia melepaskan apel itu dari tangan nya malah, sekarang setelah di lepas.. tangan aku yang kena" gerutu anna dalam hati
"kenapa diam saja, Hem?" tanya altar yang kemudian melepaskan pangutan nya
"aku kalah, aku juga salah trik!" ujar anna sambil kesal
"maksudnya?" tanya altr sambil mengerutkan dahi nya
"tadi nya aku mau buat kamu ngelepasin apel itu dari tangan kamu, ehhh malah sekarang tangan aku yang kamu pegang" ujar anna bersungut-sungut
"hahaah... maka nya jangan sok licik, kalo udah kaya gini bisa coba?" ujar altar terkekeh mengejek Anna, Anna pun kesal dia melampiaskan kekesalan dengan menendang altar sekuat tenaga yang tepat mengenai area sensitif nya
dug!
"awww!! sakittt" ujar altar yang kemudian membungkuk memegangi bagian sensitif nya yang terkena tendangan maut Anna
"maka nya! jangan sombong... hahahaha" ujar anna sambil tersenyum puas melihat altar yang kesekitan
"aduuhh na, ini sakit banget.. kamu ga kasihan apa? ini aset milik kamu juga loh" ujar altar sambil meringis memegangi itu nya.
"UPS! sorry, aku kelepasan" ujar anna sambil terkekeh
"bukan nya nolongin.. malah ngetawain, gimana kalo aset milik mu rusak? hah?"
"utututu..sorry hubby.. oke deh mulai sekarang ga bakal ngeluarin tendangan maut lagi, tapi kamu juga jangan reseh" ujar anna sambil menunjuk altar dengan jari telunjuk nya
to be continued
jagn lupa di komen yaaโบ๏ธ๐ biar rame๐คฃ
like sama vote nya juga jangan ketinggalan ๐ค๐ฅณ๐ terimakasih ๐คฉ๐
__ADS_1