
Happy reading ๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
"Untung ga ada orang.." ujar anna yang kemudian mengembuskan napas nya dengan perlahan
"hahahha" altar pun terkekeh dan kemudian mencubit hidung mancung anna
"hukuman nya apa sih?" tanya anna dengan penasaran
"pijet plus-plus hahahha"
"altar!" anna mencubit pinggang altar pria itu hanya meringis sambil terkekeh
"seriuuuuss" ujar anna dengan nada manja
"emm, hukuman kamu ada 2 macam" ujar altar sambil membentuk tangan nya seperti piss
"apa?" ujar anna mengerut kan dahi nya
"hukuman khusus untuk di pondok, kamu harus menghafal nadhom yang sedang kamu pelajari sebelum 2 minggu"
"hahah gampang" ujar anna sambil tersenyum miring, dia memang sangat cerdas dan dengan mudah menghafal kan sesuatu dalam waktu yang singkat.
"yang ini memang cukup mudah" ujar altar dengan senyum seringai jahat nya
"yang satu nya lagi apa?" tanya anna tidak sabar untuk mendengar nya
"hukuman ini akan berlaku kalau kita sedang liburan/pulang nanti"
"hah? hukuman macam apa itu?" tanya anna yang kembali mengerut kan dahi nya
"hukuman sekaligus kenikmatan sayang.." ujar altar sambil tersenyum licik
"maksudnya nya?" ujar Anna yang memang belum paham dengan apa yang di katakan altar
"kamu harus memberikan ku jatah setiap hari nya hahaahahha"
"apaan sih! mesum!" ujar Anna yang kemudian memukuli dada altar, pria itu justru memeluk anna dengan erat.
"hubby, lepas..." ujar anna sambil meronta-ronta
"baiklah, hari ini kamu bebas.." ujar altar kembali terkekeh
"hubby?" ujar Anna menatap intens kedua mata Anna
"Hmm?" altar menaikan sebelah alis nya
__ADS_1
"apa kamu benar-benar tidak malu memiliki istri seperti ku?" tanya anna dengan muka murung
"aku mencintaimu, apabila kamu salah.. aku akan menegur mu, apabila kamu belum tau aku akan memberitahu mu..apabila kamu"
"stop!" ujar Anna sambil menutup mulut altar dengan jari telunjuk nya, altar pun mengangkat kedua alis tebal nya
"jangan membuat ku meleleh hubby..." ujar Anna tersipu malu
"hahahahah, aku kira kenapa"
"ternyata istri ku yang galak dan troble maker ini bisa salting juga yaaa?" ujar altar dengan nada mengejek hal itu pun membuat Anna mengerut kan bibir nya
"jangan menggoda ku, atau ku makan habis kamu sekarang juga" Anna pun menahan tawa nya sedangkan altar membuang pandangan nya ke arah lain, pria itu memang mudah sekali tergoda.
"dasar suami mesum" ujar anna sambil mencubit lengan altar
"biarin, yang aku mesumin juga seneng" ujar altar sambil terkekeh
"ihhh malu-malu in tauu"
"udah ya sayang... aku harus kembali, kamu harus lebih bisa menjaga diri.. aku percaya pada mu, terimakasih telah menjaga diri mu untuk ku" ujar altar sambil tersenyum tulus menatap istri kecil nya.
"aku harap kamu juga berhati-hati hubby, pria itu benar-benar brengsek, dia licik seperti iblis" ujar anna dengan berapi-api
"aku mengerti, katakan sesuatu bila kamu membutuhkan nya... ingat aku disini akan selalu menjaga mu.. kamu punya aku sekarang" ujar altar sambil menunjuk dada nya, Anna kembali tersenyum bahagia melihat ketulusan yang altar miliki
"kenapa senyum-senyum? mau di tinggal kok happy banget"
"bukan gitu, aku hanya sedang menyusuri makhluk Allah yang ada di depan ku ini" ujar anna sambil mengusap wajah altar, pria itu memegang tangan anna yang sedang bergerak di pipi nya
"i love you my wife" ujar altar sambil menciumi tangan anna
"i love you more hubby"
"udah ahh" ujar anna sambil menarik tangan nya dari genggaman altar
"nanti ada yang lihat, terus iri lagi" ujar anna sambil melirik ke jendela, tasya pun merasa tersindir dia menarik tangan sahabat nya untuk pergi dari situ.
"ustadzah...apa ustazah yakin mengalihkan hukuman Anna kepada suami nya?" tanya tasya yang berdiri di depan ustadzah nabila
"loh, bukan nya tadi kalian yang usul?"
"iyaa, tapi saya rasa itu salah.. emm maksud saya... saya takut bila ustadz altar memberikan kemudahan bagi istri nya"
"saya mengenal ustadz altar dengan baik, dan beliau begitu bijak.. beliau pasti sudah memberikan hukuman terbaik untuk Anna" ujar ustadzah nabila yang kemudian di balas anggukan kepala oleh tasya, dia pun pergi dengan langkah kesal.
__ADS_1
"anna? gimana? kamu di hukum apa lagi?" tanya rummi sedangkan yang lain nya memilih diam untuk mendengarkan penjelasan Anna.
"i'm fine, suami ku yang menolong ku" ujar anna sambil tersenyum bangga
"cieeeee... suamii" ujar rummi
"si paling suami cie cie" sahut dessy
"ja jadi peng pen ngen nik aah" ujar siti tersipu malu
"dasar siti "
"Fitri ga no komen?" tanya rummi yang sontak membuat mereka berempat melihat ke arah Fitri
"wes to mbok, Ndang golek no mantu huhuhuhu" ujar fitri sambil pura menangis
"hahahahah" semua nya pun ikut terkekeh melihat tingkah konyol sahabat nya itu
sedangkan di sisi lain altar memanggil Alexander ke ruangan nya, pria itu ingin sekali mengamuk, Namun harus bisa ia tahan
"you call me?" ujar Alex sambil berjalan mendekati altar
"duduk " ujar altar dengan nada dingin
"hahaah, calm down man.." ujar Alex yang kemudian menarik kursi dan mendudukkan diri nya di situ
"jangan berani-berani mendekati istri ku, sekali saja aku mendengar kau menyentuh nya.. aku akan melenyapkan mu!" ujar altar dengan tegas, pria itu memang dingin namun jarang sekali memperlihatkan kemarahan nya. namun dia sikap nya yang bijaksana dapat membuat semua orang menghormati nya.
"aku tau apa tujuan ku, jadi ku rasa aku tidak perlu menjelaskan nya lagi..." ujar Alex sambil tersenyum miring pria itu memang selalu berusaha memancing emosi orang, namun dengan elegan altar dapat menyikapi nya.
"niat buruk tidak akan menang"
"bagaimana bila tuhan mendukung ku?" tanya alex dengan tersenyum licik
"modal percaya diri tidak akan membuat mu menang.. berusaha lah sebisa mu.. akan ku tujukan pada mu seberapa besar cinta suci kami " ujar altar sambil tersenyum miring
"hahahah terlalu naif.. baiklah, aku akan menghancurkan hidup mu dan mengambil anna dari mu" altar hanya menanggapi pria itu dengan senyuman mengejek, hal itu sudah pasti membuat Alex naik pitam, pria itu hendak melayang kan tinjuan kepada altar namun dengan cepat altar mencekal tangan Alex dan menaruh memutar nya hingga kini tangan nya berada di belakang punggung nya sedangkan altar tersenyum miring tepat di belakang telinga alex, Alex meronta ingin dilepas kan namun cekalan altar sungguh erat dan membuat nya kesusahan.
sesaat kemudian Alex menyiku perut altar dengan keras dengan spontan altar melepaskan cekalan tangan nya, pria itu tidak kesaktian hanya saja terlihat memundurkan langkahnya dan kembali tersenyum mengejek menuju kan kepada rival nya bahwa dia baik-baik saja.
"ahh ****! dua lumayan kuat, aku harus melakukan cara lain" ujar Alex sambil tersenyum licik dia pun berjalan keluar meninggalkan altar sendirian.
"lakukan semua yang kau mampu, aku akan tetap menjaga milik ku dengan segenap jiwa ku.." Ujar altar seorang diri
to be continued
__ADS_1
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss ๐๐ terimakasih semoga kalian selalu di berikan kesehatan dan kebahagiaan di manapun kalian berada aamiin๐คฒ