Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Hukuman enak tapi nakutin ?


__ADS_3

Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


hai guys 🤩 jumpa lagi 👋maap ya udah beberapa hari kemarin ga bisa update 🙏 othor lagi sibuk ngurusin real life, dan Alhamdulillah lomba di hari santri kemarin anak-anak dari pondok pesantren kami juara umum😍 terimakasih yang udah do'ain, semoga kalian juga selalu di beri kelancaran dalam semua urusan aamiin,🤲


follow akun author ya guys 😍


Ig:secret_writer85


tiktok:@secretwriter22


Pagi itu anna sedang di buat ketakutan pasal nya dia belum kunjung datang bulan hampir 2 bulan dia belum mendapat mens nya lagi, dia takut bila ternyata dia hamil bagaimana dengan sekolah dan mimpi-mimpi nya, berulang kali dia merutuki diri nya sendiri.


"ya allah.. aku belum pengen hamil sekarang, kalo aku hamil gimana nanti? aku masih belum lulus sekolah aku juga belum puas menikmati masa lajang ku" ujar Anna sambil meremasi ujung kerudung nya.


kebetulan sekali hari itu altar ada jam di kelas anna, Anna berniat untuk mengatakan hal itu kepada suami nya nanti.


"Anna, kamu kenapa sih? masih kepikiran ya?" tanya dessy yang kini duduk sebangku dengan nya semenjak rummi belum pulang ke pondok dessy memang pindah ke depan bersama Anna


"aku takut" ujar anna dengan wajah resah


"kamu mau bilang ini ke ustadz altar?" tanya dessy


"iya, menurut kamu dia bakal gimana kalo tau aku hamil? kamu tau sendiri kan? dia tuh suka cerewet suruh aku belajar ini belajar itu.. dia pengen aku sukses, dan takut nya setelah tau aku hamil dia bakal marah ke aku"


"ihh ya ga mungkin lah, ustadz altar bukan orang yang seperti itu Ann..


"semoga aja"


jam pertama pun di mulai anna mencoba mengikuti kelas seperti murid lain nya, walupun altar adalah suami nya mereka berdua tetap profesional dalam lingkup pesantren.


"Anna?"


"Anna.. di panggil ustadz altar tuh" ujar dessy sambil menyenggol anna dengan ujung siku nya


"hah? iya ustadz kenapa?" jawab rummi dengan gelagapan


"kamu belum presentasi kan hasil kerja kamu"


akhirnya Anna maju ke depan dan menjelaskan tugas yang di berikan oleh altar, namun altar merasa kan hal berbeda.


"Anna, setelah usai jam ini masuk ke ruangan saya yaa" ujar altar yang langsung di jawab anggukan kepala oleh anna


sesuai permintaan suami nya Anna pun akhirnya menyusul altar ke dalam ruangan nya, pria tampan itu tampak sibuk dengan buku si tangan nya.


"assalamualaikum " ujar rummi sambil duduk di kursi tepat berhadapan dengan altar yang hanya terhalang oleh meja


"wa'alaikum salam " ujar altar sambil meletakkan kembali buku yang ia pegang


"ada apa ustazah?" tanya anna sambil menatap kedua mata altar dengan lekat


"sini" ujar altar sambil menepuk-nepuk paha nya


"nanti kalo ada yang lihat gimana?" ujar rummi sambil celingukan


"ini ruang ku ann, kalo ada orang masuk pasti permisi dulu " ujar altar, dengan itu Anna menurut dan kemudian duduk di pangkuan altar.


"kamu kenapa, hmm?" tanya altar sambil menatap wajah Anna dari samping


"ga papa.." ujar Anna sambil menunduk kan kepala nya


"hei, jangan berbohong cinta ku.. aku tau kamu sedang memikirkan sesuatu, iya kan?" tanya altar sambil mengangkat dagu anna


dengan ragu anna menatap altar, ingin mengatakan apa yang ia rasakan namun ia takut altar akan kecewa pada nya.


"aku ga papa" ujar anna sambil tersenyum


"Hem, baiklah kalau kamu tidak mau mengaku.. aku akan menghukum mu" ujar altar sambil mengangkat tubuh Anna ala bridal style

__ADS_1


"mau di bawa kemana?" tanya anna kebingungan


"ke sofa.. biar bisa menghukum mu" ujar altar sambil tersenyum miring, Anna di buat membulat kan kedua mata nya.


dia memang sudah memakai alat kontrasepsi tapi dia juga sedang takut karena ini adalah pondok pesantren selain itu juga dia takut bila kenyataan dia sudah hamil saat ini, kalau pun belum Anna memang berencana untuk tidak memberikan altar jatah dulu hingga di yakin bahwa dia tidak mengandung anak altar.


"tar, ini di pesantren loh" ujar Anna dengan cemas, altar sudah membuka jarum pentul yang mengaitkan kerudung Anna


"oh yaa, aku kunci dulu yaa" ujar altar yang kemudian berjalan mendekati pintu dak menutup dan mengunci nya


"tar..ak-aku takut kalo ada yang denger" ujar Anna membuat alasan agar altar mengurung kan niat nya


"ruangan ini ada alat pengedap suara nya sayang" ujar altar yang kini juga sudah membuka baju nya


"tap... hmmmppphhhh" altar membungkam mulut Anna yang hendak berbicara itu dengan mulut nya, kali ini Anna tidak membalas pangutan altar malah dia sedikit melakukan penolakan dengan mendorong tubuh altar


"ga papa.. di sini aman kok, lagian aku bener-bener kangen kamu sayang.. dia juga kangen tepat nya pulang" ujar altar sambil memegangi benda tumpul nya yang sudah menegang


"altar.. aahhh, lepass" ujar Anna saat altar sudah menyusuri setiap jenjang leher nya yang purug sab mulus itu.


namun altar semakin tuli, dia sedang benar-benar menginginkan Anna saat itu.


"altar..!" teriak Anna sambil menendang p***s


altar


"aaww!.." altar bangkit sedang kan anna sudah terlepas dari kukungan suami nya, dia kembali membenahi kancing baju nya yang sudah di buka oleh altar


"kok di tendang sih? sakit ann.. kamu juga nolak, kenapa sih?" tanya altar sambil memegangi area sensitif nya


"aku cuma ga mau.." ujar Anna menghentikan perkataan nya


"ga mau apa?" tanya altar dengan kesal


"ya udah aku minta maaf, plis jangan marah.." ujar Anna sambil memeluk tubuh altar dengan erat


"kamu marah?" tanya anna sambil menatap kedua mata Altar dengan seksama


"engga " ujar altar sambil membenahi pakaian nya


"maaf" ujar Anna lagi, altar tidak menanggapi dan memilih kembali duduk di kursi nya


"aku masuk dulu ya sayang " ujar Anna sambil meraih tangan altar untuk di kecup nya


"assalamualaikum " ujar anna sambil menutup pintu ruangan altar


"wa'alaikum salam"


"dia kenapa sih? huh! untung aku bisa kontrol diri" ujar altar sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar


Anna kembali ke kelas dengan muka khawatir, Dessy dapat melihat ekspresi itu dengan jelas.


"Anna.. kamu di apain? di marahin ustadz altar ya?" tanya dessy penasaran


"engga " jawab Anna sambil menggeleng kan kepala nya


"di hukum?"


"hampir ajaa" jawab Anna dengan jujur


"ha? di hukum gimana?" tanya dessy penasaran


"ya gitu"


"di suruh ngepel WC santri putri?"


"bukan"

__ADS_1


"di suruh hormat bendera?"


"bukan.."


"lari?"


"bukan"


"terusa apaan?"


"hukuman suami buat istri nya"


"hah? kaya gimana sih? ga ngerti aku" ujar dessy sambil menggaruk kerudung nya


"ya gitu lah, nanti kalo udah nikah juga bakalan tau"


"jadi nanti kalo aku nikah aku bakal di hukum juga gitu? hahahah ya ga mungkin lah, aku kan bukan troble maker uppss!"


"semua suami bakal ngelakuin itu ke istri nya"


"hah? masa sih?"


"iya"


"di cambuk?"


"bukan"


"ihh apaan sih na?" tanya dessy penasaran


"ya gitu lah.."


"ya gimana?"


"hukuman nya sih enak.. tapi aku takut" ujar anna dengan murung


hukuman enak tapi bikin takut?" tanya dessy kepada diri nya sendiri


"hukuman macam apa itu"


"ih jadi ngeri" ujar dessy lagi seorang diri


"kaya nya aku mesti nikah juga deh, biar ga penasaran terus kaya gini"


"hukuman enak tapi nakutin?


"ohhh aku tau" ujar dessy lagi, Anna hanya melirik sekilas kemudian menggeleng kan kepala nya


"pasti di suruh..."


"Anna! ustadz altar jatuh" teriak salah seorang santriwati yang berlarian mendekati Anna


"hah? jatuh? jatuh dimana?" tanya anna dengan khawatir


"dari tangga"


dengan cepat Anna berlari ke luar untuk menuju ke tempat kejadian.


to be continued


jangan lupa apa?


like komen dan vote nya yaa guyss 😍 terimakasih 🙏


jangan lupa mampir ke karya othor uang yang lain juga yaaa 😍


__ADS_1


__ADS_2