Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Bingung


__ADS_3

Pagi itu farhan bangun lebih cepat, walaupun semalam mereka tidak melakukan apapun.


dia ingin segera pergi dari Siska yang masih terlelap.


"assalamualaikum" teriak farhan yang tengah memasuki rumah nya


"wa'alaikum salam kak.." hulya menyambut farhan dengan senyuman di bibir nya kemudian dia pun mengecup tangan Farhan


"kak, udah mandi belum? hulya siapin semua nya kalo belom"


"belum, ya udah aku mau langsung mandi yaa" ujar farhan meninggalkan hulya


"dia kenapa buru-buru gitu sih, tumben.. biasa nya kan kalo pulang.. ahhh udah ahh jangan mikir yang ga ga hulyaaa" ujar hulya dalam hati


setelah selesai mandi Farhan pun sarapan bersama hulya dan naya, hulya sarapan sambil menyuapi naya yang tengah duduk di pangkuan nya.


"sayang, aku mau langsung berangkat yaa?" ujar farhan sambil tersenyum kepada hulya


"iya kak.. hati-hati" ujar hulya sambil meraih tangan Farhan untuk di kecup


cup..


cup...


seperti biasa farhan mengecup kening hulya dan naya secara bergantian, setelah kepergian Farhan telepon hulya berdering


"ahh ini dari Aisyah.." ujar hulya seorang diri


dengan segera dia pun mengangkat telpon Aisyah


"hallo assalamualaikum "


"wa'alaikum salam ada apa Syah? apa anna berulah lagi?" tanya hulya


"tidak bu, Anna ingin berbicara kepada anda"


"ohh begitu, oke berikanlah handphone nya"


"baik.."


hening sebentar kemudian..


"hallo mom"


"hei sayang, how are you?"


"not good mom, im so sad" ujar anna lemas


"why? ada apa lagi?" tanya hulya khawatir


"sebentar yaa momy, berikan adek naya kepada mbak ratih dulu.."


"iya mom, maaf mengganggu"


hening lagi


"gimana sayang? ada apa?" tanya hulya penasaran


"mom, Anna akan di jodohkan hiks hiksss.. anna salah jawab, Abah yai mengira Anna menerima perjodohan ini" jawab Anna yang sudah terisak


"lohh, dengan siapa?"

__ADS_1


"dengan pria yang sangat Anna benci!" ujar anna dengan kesal


"siapa?" tanya hulya penasaran


"ustadz altar"


"Alhamdulillah.. kalo itu sih momy tau banget.. dia itu pria yang baik, momy yakin kamu ga akan nyesel" ujar hulya sambil tersenyum


"momy mendukung? momy tidak memijak kepada ku?"


"maaf, momy hanya mengatakan yang sebenarnya.. menurut momy altar itu pria yang baik.. dan tidak ada salah nya kalian saling mengenal dulu"


"oh yaa tidak di suruh nikah sekarang kan?"


"tidak lah mom, aku kan masih SMP"


"nah, itu masih ada kesempatan untuk kamu mengenal dia"


"tapi mom.. Anna ga mungkin bisa suka sama altar, altar itu nyebelin"


"biasa nyaa kalo benci itu jadi suka, Awas loh" ujar hulya sambil terkekeh


"ihhh momy kenapa malah jadi nyebelin gini sih!?"


"sorry dear, momy hanya mengatakan yang sejujurnya "


"ahh ya sudah lah, Anna ingin meminta perlindungan dari dady"


"silahkan saja, setelah dady mu tau siapa altar pasti dia akan mendukung perjodohan itu"


"aaaa momy!!!"


"hahahah, sudah lah sudah.. jangan nangis yaa, kamu harus belajar dewasa Anna"


"iya sayang.."


"assalamualaikum "


"wa'alaikum salam " ujar hulya sambil tersenyum dan menggeleng kan kepala nya.


sementara di sisi lain farhan tengah mengajar di kelas, dia sedang menjelaskan pelajaran nya, Siska terus memandangi nya dari luar, membuat nadya yang berdiri di samping nya pun bosan.


"sis, udah yukk capek tau di sini terus" ujar Nadya


"ya Lo pergi aja, siapa juga yang nyuruh lo ngikutin gue.. gue masih mau mantengin laki gue" ujar siska yang kemudian kembali memandangi farhan


"laki Lo itu juga laki orang! inget tu!"


"diem ga Lo!" ujar siska sambil memelototi nadya


"ya udahh gue mau cabut aja.. gue mau ke kantin"


"ya udah sono pergi"


tak lama kemudian datang lah marteen bersama teman-teman nya, dia pun berhenti tepat di samping Siska.


"sis kenapa sih lo ngejauhin gue terus" ujar marteen dengan muka sedih'


"Lo lupa!? kita kan udah putus! gue sama eloo udah ga ada hubungan apa-apa lagi"


"kenapa cuma sebentar sis, sebenarnya Lo suka sama gue beneran ga sih?"

__ADS_1


"engga!" ujar siska sambil membuang muka


"kenapa Lo mainin gue sis!! kenapa!? gue kurang apa sih?!" ujar tanya marteen sambil mencengkram ke dua bahu Siska


"Lo apa-apa sih! kasar banget.. lepas!" ujar siska sambil meronta namun semakin siska meronta Marteen semakin mencengkram erat


"Marteen sakit!"teriak siska


"pak.. di luar ada gaduh" ujar salah satu mahasiswi kepada farhan


sebenernya farhan tau, tapi dia malas sekali ikut campur dalam masalah siska


"pak, tolongin pak.. takut nya Siska di apa-apain lagi" ujar mahasiswa yang lain


Farhan pun melangkah keluar dan mendorong tubuh Marteen dengan keras hingga Marteen terpental


"jangan kasar sama wanita!" sentak Farhan


Siska yang ketakutan pun bersembunyi di balik tubuh kekar farhan


"anda tidak usah ikut campur pak! ini urusan anak muda!" ujar marteen dengan nada tinggi


dia bangkit dan menarik tangan Siska namun kemudian tangan Farhan pun juga menarik tangan Siska dengan keras hingga Siska kini berada di dada nya, melihat keadaan Siska yang menempel di badan farhan Marteen pun gerak dan kemudian melayang kan tinjuan di pipi farhan, sontak membuat Farhan memalingkan wajah yang kini sudah berdarah di bagian sudut bibir nya.


Farhan melepaskan pelukan Siska dan kemudian melayang tinjuan balik kepada marteen dan seketika membuat marteen terpental lagi, teman-teman marteen pun menolong nya dan kemudian membawa marteen pergi agar masalah tidak berkelanjutan.


"awas Lo! gue akan bikin lo di pecat dari sini!" ujar marteen sambil menunjuk ke arah farhan


marteen memang anak dari rektor universitas tempat farhan mengajar dia bisa melakukan apapun yang dia mau.


dengan cepat Siska menolong Farhan yang sedang memegangi sudut bibir nya, Siska menarik farhan menuju ruangan nya.


sesampai di ruangan farhan Siska pun mengambil kotak p3k yang memang sudah ada di ruangan itu, dia mengobati bibir Farhan yang terluka.


"ingat! aku melakukan ini hanya sebatas empati ku kepada seorang wanita" ujar Farhan


"iya aku tau, tapi izinkan aku mengobati luka mu sayang" ujar siska sambil mengusap sudut bibir Farhan dengan kapas


"jangan terlalu berharap hatiku hanya untuk hulya" ujar Farhan lagi


"iya aku tau, sudah lah berhenti lah mengoceh!" sentak siska


selesai mengobati Farhan Siska mencium bibir Farhan dengan lembut, hal itu membuat Farhan melebar pupil nya.


"pergilah" ujar Farhan sambil mendorong tubuh siska


"tidak usah mendorong ku sayang.. aku bisa pergi tanpa kau usir, cepat lah sembuh.. Karan nanti malam kau harus menemani ku tidur lagi"


"aku tidak mau!" ujar Farhan dengan tegas


"kau tau apa yang akan terjadi bila kau menolak ku kan sayang?" ujar siska dengan nada manja


"ahh wanita gila! pergilah!" sentak Farhan lagi


Farhan bingung memikirkan alasan apa lagi yang harus ia buat untuk membuat hulya mengizinkan nya pergi malam nanti.


to be continued


hai guys ๐Ÿ˜ maaf ya up nya malem kaya gini.. soalnya othor lumayan sibuk tadi siang๐Ÿ˜Œ di maklumi yaa๐Ÿ™ soalnya besok Rabu insya Allah othor mau balik ke pondok lagi๐Ÿ˜ Alhamdulillah do'a dari kalian terkabul..othor udah lumayan sehat dan bisa balik ke pondok.. maksih ya guys ๐Ÿคฉ


oh yaa jangan lupa like komen dan vote nya yaa.

__ADS_1


ehh โ˜•๐ŸŒน juga jangan lupa ๐Ÿ˜


__ADS_2