Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
berandai-andai


__ADS_3

setelah kepergian Farhan dan Siska bunda kembali menenangkan hulya, tak lama kemudian ayah pun datang.


ayah hulya memang belum mengetahui tentang masalah ini semenjak pergi keluar kota, kemudian bunda menjelaskan semua apa yang terjadi kepada putri semata wayangnya.


hal itu sudah pasti membuat ayah geram, dia ingin menemui Farhan dan memberi nya pelajaran karna ini sudah keterlaluan, dua kali putri kesayangan itu telah di dua kan, bahkan kali ini malah tanpa sepengetahuan dan persetujuan hulya.


"Ayah.. Ayah mau kemana ayaah" ujar hulya sambil menarik tangan ayah nya


"ayah akan memberi pelajaran kepada suami mu yang tak tau diri itu hulya!" ujar ayah dengan nada tinggi, ayah yang selama ini di kenal sebagai pria lembut,romantis dan humoris pun ternyata bisa marah jika putrinya berkali-kali di sakiti


"ayah! hulya mohon sama ayah, jangan sakiti kak Farhan.. bagaimana pun juga dia ayah dari cucu mu ayah" ujar hulya sambil menagis


"hulya.. kenapa kamu tetap ingin bertahan dengan pria brengsek itu , dan kenapa kamu masih saja membela dia setelah apa yang dia lakukan pada mu" tanya ayah dengan geram


"ayah.. istighfar ayah.. ayah jangan biarkan setan menguasai emosi ayah, ayah duduk dulu yaa? hulya ambil kan air putih untuk ayah" ujar hulya sambil pergi meninggalkan ayah nya yang sudah duduk di sofa


"lihat itu.. hasil didikan mu..terlalu baik juga tidak baik untuk diri nya sendiri" ujar ayah menatap bunda sambil memijat kepala nya sendiri, bunda hanya menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"ini ayah.. di minum pelan-pelan yaa.. bismillahirrahmanirrahim " ujar hulya sambil membantu ayah nya meminum air putih itu


"hulyaa, jawab pertanyaan ayah.. kenapa kamu lebih memilih mengorbankan hati aku lagi sayang" ujar ayah dengan lembut


"untuk kali ini hulya memberi kesempatan lagi untuk Kak farhan karna anak yang di kandung perempuan itu ayah.. perempuan itu akan mencoba melukai calon bayi nya sendiri kalo kak farhan ninggalin dia, sedangkan kak Farhan ga mau hulya ninggalin dia dan memilih ninggalin wanita itu, tanpa berpikir nasib calon anak nya.. hulya ga tega ayah.. hulya ga mau jadiin calon bayi itu sebagai korban dalam rumah tangga hulya "


"lalu, bagaimana kalau dia tidak bisa adil dan kamu terus-menerus di sakiti?" tanya ayah


lagi


"hulya akan bertahan selagi kak Farhan mempertahankan hulya juga ayah"


"tapi bagaimana kalo farhan tetap mempertahankan kamu.. sedang kan dia juga akan selalu menyakiti kamu?"


tanya ayah yang berhasil membuat hulya terdiam


"ayah yang akan memaksa kamu pergi meninggalkan Farhan hulya! ayah ga mau kamu terus-terusan di permainan kan seperti ini" ujar ayah dengan geram


hulya hanya diam tak dapat membantah lagi, dia juga tak ingin bila terus di sakiti.


dia juga ingin sedikit saja egois untuk kebahagiaan nya.


setelah beberapa hari di rumah bunda, hulya sedikit merasa beban fikiran nya hilang.


dia kembali ceria karna keluarga nya yang hangat dapat membuat hulya kembali tersenyum bahagia.


pagi itu ayah mengajak hulya berkebun di halaman belakang rumah nya, sedangkan bunda hanya bertugas menggendong naya dan membuntuti kedua nya.


"yahh, stroberi nya merah- merah yaa?" ujar hulya sambil memegangi stroberi yang siap panen itu


"sini, ayah kasih tau stroberi yang warna nya kuning ungu" ujar ayah yang sontak membuat hulya penasaran dan mendekati ayahnya

__ADS_1


"mana ayah?"


"disini ga ada"


"lah kata nya tadi mau di kasih tau"


"iyaa maksud ayah.. ayah cuma tau farietas nya aja"


"jenis farietas nya apa yah?" tanya hulya penasaran


"ungugak mungkin ada! hahahaha" ujar ayah sambil tertawa terbahak-bahak


"ihh ayahh ada-ada aja deh" ujar hulya sambil mencubit lengan ayah nya


bunda pun ikut tertawa mendengar nya


"hahaha abis kamu ini aneh-aneh ajaa.. ayah kan Namen stoberi bukan terong.. hahha percaya aja sama ayah" ujar ayah terkekeh melihat raut wajah hulya yang merengut


tak lama kemudian datang seorang tamu yang tak di undang


"assalamualaikum.." ujar pria ber kaos putih dengan panjang sesiku dan celana jeans merek kenamaan


"wa'alaikum salam" ujar ketiga nya bersamaan


"arsen... apa kabar bro!" ujar ayah sambil memeluk arsen dan menepuk punggung nya cukup keras.


"Alhamdulillah baik ayah, ayah sendiri bagaimana?" tanya arsen dengan sopan


"udah tua tetep aja narsis " sahut bunda dengan muka sinis nya


"ahahaa iri! bilang sayang? hahah"


"ahh dasar" celetuk bunda dengan malas


"arsen.. udah lama Lo ga kesini.." ujar bunda yang kini mendekati arsen, arsen pun langsung menyalami bunda dengan sopan.


"omm ganteng" ujar naya sambil menunjuk ke arah arsen yang, sontak membuat bunda terkejut, arsen pun tersenyum senang dan kemudian mengambil alih Naya dari gendongan bunda


"cantik sekali Naya.." ujar arsen sambil mencubit hidung Naya


"kamu disini hulya?" tanya arsen yang sontak membuat hulya mendekat kea arah arsen untuk mengambil alih Naya dari tangan arsen namun Naya melakukan penolakan dari gerakan tubuh nya.


"hahaha, biarin dia Sama aku aja.. " ujar arsen sambil tersenyum kepada Naya


"ahhh baru aja ketemu udah nemplok kaya cicak" ujar hulya sambil menggelengkan -geleng kan kepala nya


"hahaah.. itu tanda nya naya suka sama arsen.. ya kan sayang?" tanya bunda sambil menatap Naya


"iyaa Naya cuka" ujar naya dengan nada cedal nya

__ADS_1


"hahaah" semua orang pun tertawa bersama.


"ke ruang tengah yuk.. biar lebih nyaman" ujar bunda sambil berjalan lebih dulu


setelah sampai di ruang tengah arsen terus memangku Naya yang seakan tak ingin lepas dari arsen


"sen.. kamu aku nyuapin dia ga? soalnya tadi cuman sarapan sedikit banget" ujar hulya


"mau dong, mana makan nya"


"bentar aku ambilin dulu.."


arsen memang menyukai anak-anak, Karna itu dia mudah sekali di dekat dengan anak kecil.


dia menyuapi naya hingga tak tersisa, Naya yang biasa nya tak nafsu makan bak mendapatkan suplemen makan terbaik.


itu semua berkat perkuan ajaiin dari arsen, yang tak pernah Farhan lakukan walupun Farhan ayah nya.


yaa Farhan memang ayah dari naya, tapi dia tidak pernah membuat naya berhasil menghabiskan makanan nya. ini adalah rekor terbaik yang pernah hulya temui, Karna dia sendiri tak bisa membuat naya menghabiskan makanan nya.


"kok dia nurut banget sih sama kamu sen, Sama aku aja ga gitu loh" ujar hulya keheranan


"hahha aku juga ga tau kenapa.. tapi inti nya aku seneng banget, anak kamu gemesin banget hulya.." ujar arsen sambil tersenyum menatap hulya begitu dalam


...


ayah dan bunda menyaksikan adegan bak keluarga kecil yang bahagia itu dengan senang.


"andai saja Farhan itu seperti arsen" ujar bunda yang berdiri mengintip dari balik tembok


"arsen ya arsen.. farhan ya farhan... mereka jauh berbeda.. jangan di sama sama kan Bun" ujar ayah yang juga masih dengan posisi yang sama seperti bunda


"iya sih.. andai ajaa mantu kita kaya gitu"


"nahh itu baru pengandaian yang benar"


"hahaha.. cuma bisa berandai-andai ayah.." ujar bunda terkekeh


"ga ada yang ga mungkin kan bund, jodoh Allah yang ngatur.."


"hushh ayah ada-ada aja.. hulya itu sudah punya jodoh"


"loh.. banyak pasangan suami istri yang akhirnya bercerai dan menemukan pasangan nya masing-masing.. jodoh itu rahasia Allah bundaa"


"iya sih yah.. ga ada yang ga mungkin ya yahh"


"iyaa "


.

__ADS_1


to be continued


. jangan lupa like komen dan vote nya yaa guyss 😍 terimakasih 🙏😍


__ADS_2