Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
I love you my troble maker


__ADS_3

malam hari yang penuh dengan kegiatan, altar kembali di sibuk kan oleh tugas-tugas baru nya, sedangkan anna sedang duduk termenung di gazebo yang terletak di halaman belakang rumah nya, kebetulan malam itu lampu yang ada di sana mati beberapa hari yang lalu, entah mengapa Anna tidak merasa takut justru dia sangat menikmati kegelapan dan kesunyian hati nya.


"kalo boleh request, aku belum mau hamil dulu.. biar aku bisa balik ke pondok pesantren dan menikmati masa muda ku yang belum usai" ujar anna sambil menatap awan dan bintang-bintang yang menghiasi malam itu


"maaf ya sayang.. bukan nya momy ga mau kamu lahir di dunia ini, momy cuma ngerasa ini belum saat nya kamu hadir, kamu jangan tersinggung yaa" Ujar Anna sambil mengelus perut nya yang masih rata


...


tanpa Anna sadari air mata nya terjatuh saat mengingat kejadian tadi siang, dia melihat langsung bagaimana keasyikan remaja di usia nya yang masih menikmati masa-masa sekolah, dia benar-benar rindu bangku sekolah, niat nya untuk memberitahu perihal keinginan nya untuk kembali bersekolah belum ia sampaikan pada altar.


drrttt drrrttt.....


"dady.." ujar Anna sambil menatap layar handphone nya yang bergetar


"halo, dad.."


"assalamualaikum"


"wa'alaikum salam, dady.. how are you..?" ujar Anna sambil tersenyum menatap wajah sang dady dengan kedua mata yang berkaca-kaca


"kamu baik-baik saja kan dear?" tanya arsen yang mulai khawatir dengan ekspresi wajah Anna


"i'm okay dad.. don't worry" ujar Anna sambil tersenyum


"momy mana dad?" tanya anna yang mencoba mengalihkan perhatian arsen


"momy mu tidur.."


"salam rindu untuk momy ya, dad.."


"okay, dear.."


"dear.. can you tell me about your feeling?"


"no dad.. i'm okay, i only miss you.."


"dady juga rindu kamu sayang.." ujar arsen sambil tersenyum sendu


"Anna rindu pesantren, dad.." ujar Anna yang mulai tidak bisa menyembunyikan perasaan nya


"im know it.." ujar arsen sambil tersenyum miring


"maafin dady ya Anna.. karna dady kamu kehilangan masa-masa muda kamu.." ujar arsen yang baru menyadari perbuatan nya


"no dad, dady ga salah.. ini adalah takdir Anna, mungkin ini yang harus ann terima.. dady tidak usah menyalah diri dady sendiri" ujar Anna sambil tersenyum lebar


"my little daughter.. bagi dady kamu tetap putri kecil dady, yang selalu merengek sayang.." ujar arsen yang tak bisa membendung air matanya lagi


"i love you and i miss you so much dad.. hikksss hikkss "


"i love you and i miss you more, dear.." ujar arsen yang semakin larut dengan tangis nya, arsen terlihat menarik napas nya kemudian menghembuskan nafas nya perlahan


"okay.. look at me" ujar arsen sambil langsung di angguki oleh Anna


"kamu adalah semua akan mudah kalau kamu yakin.. dady akan selalu mendukung mu.. dady yakin kamu bisa menjalani hari-hari mu dengan mudah "


"aamiin.. thanks for anything dad.. your my herro" ujar anna sambil menghapus air mata nya


"okay.. ini sudah cukup larut, kamu harus istirahat.. jaga cucu dady ya.. kamu juga harus perhatikan kesehatan kalian, jangan banyak fikiran.. good night and sweet dream my sweetie "

__ADS_1


"you too, dad.." ujar anna sambil tersenyum


"oke, assalamualaikum"


"wa'alaikum salam " jawab Anna sambil melambaikan tangan nya ke layar handphone nya.


....


ceklek...


altar mengedarkan pandangan nya ke seluruh kamar nya, tidak ada sosok yang dari tadi ia rindu kan.


"Anna kemana?" celetuk altar seorang diri


dia berjalan menuju ke kamar mandi


ceklek..


"ga ada.. dimana dia?" tanya nya seorang diri


dia pun memutuskan keluar kamar dan mencari Anna, bahkan dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar bibi nya.


"ada apa tar?" tanya bibi saat membuka pintu kamar nya


"Anna kemana ya bi?" tanya altar sambil celingukan melihat sisi pintu kamar bibi yang sedikit terbuka


"dia ga ada di dalem, tar.."


"dia kemana ya bi?"


"dari tadi baru pulang kamu?" tanya bibi yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Altar


...


altar menelpon handphone Anna namun tidak di angkat hingga berkali-kali dia mengulangi hal tersebut namun tak membuah kan hasil


"tuh kan.. pasti bumil mu itu ngambek tar, orang yang lagi hamil itu butuh perhatian... kadang malah ada yang ga mau jauh dari suami nya.. gimana kalo dia ternyata ngambek dan kabur dari sini" ucapan bibi berhasil membuat altar begitu cemas.


"bi.. bibi tolong bilang ke mbak santri ndalem untuk berpencar mencari keberadaan anna ya bik.." ujar altar yang kemudian melanjutkan pencarian nya


...


malam itu bibi di buat tak bisa tidur juga, dia memerintahkan kepada seluruh santri yang mengabdi di ndalem untuk mencari keberadaan ning satu-satunya.


altar berjalan ke halaman belakang rumah nya, dia menatap ke arah gazebo yang gelap tanpa pencahayaan itu.


"bismillah.. semoga Anna ada disana" ujar altar sambil mendekat gazebo itu


...


dan benar ternyata altar mendapati istri nya yang tengah tertidur pulas di atas karpet untuk pelapis lantai gazebo itu


"astaghfirullah.. di cariin kemana-mana ternyata ketiduran di sini..heemm dasar bandel.." ujar altar sambil membopong tubuh anna


salah seorang santriwati yang melihat pemandangan itu pun di buat tersenyum malu-malu


"sudah ketemu ya gus.. Alhamdulillah" ujar santriwati itu


"udah, makasih yaa.. kamu bilangin ke temen-temen kamu, kalo ning nya udah ketemu.. jadi kalian boleh istirahat" ujar altar sambil berjalan lagi

__ADS_1


...


"hemm, bikin khawatir aja sih.. dasar my troble maker" ujar altar sambil menciumi wajah Anna sambil merebahkan tubuh Anna ke kasur mereka


"maaf yaa.. seharian ini aku sibuk banget, pasti kamu kesepian kan? maaf banget.. aku janji besok akan sempetin waktu aku buat kamu" Ujar altar sambil mengelus pipi mulus anna


"sweet dream my little wife... i love you so much.." ujar altar sambil mencium kening Anna


....


keesokan harinya....


"loh.. bukan nya semalem aku di gazebo" ujar Anna sambil mengucek kedua mata nya


"hemm.. kok bisa sampe ketiduran si sayang.. kan aku jadi khawatir nyariin kamu semalam" ujar altar yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar mandi


"ohh kamu yang bawa aku kesini" ujar Anna sambil mencibir


"iya dong, masa iya kamu jalan sambil mejem mata nya" ujar altar sambil terkekeh, Anna tampak acuh, dia masuk ke kamar mandi dan mengambil air wudhu.


"mau kemana?" tanya altar sambil menatap istrinya yang sedang memutar handle pintu kamar mereka


"sholat lah" jawab Anna sambil membuka pintu itu dan dengan cepat menutup nya kembali


"hemm sesuai banget sama yang di omongin bibi.. pasti dia ngambek deh" ujar altar sambil tersenyum mengingat ucapan bibi nya semalaman.


...


usai mengaji Anna di mintai untuk menyimak lalaran (hafalan) santriwati, jujur saja dia masih ingin di posisi mereka.


mereka menyetor lalaran secara bergantian, anna terlihat antusias dengan apa yang ia lakukan, altar melihat pemandangan dari kejauhan, dia tersenyum menatap istri kecil nya yang mulai bisa beradaptasi dengan keadaan.


....


usai menyimak lalaran Anna Kembali ke kamar nya, perut nya sedikit mual dan rasa nya ingin muntah.


dia buru-buru memuntahkan isi perut nya di wastafel.


"hah.. perut ku mual sekali.." ujar Anna sambil memegangi perut nya


"selamat pagi bumil kesayangan ku.." ujar altar yang kini sudah melingkar kan tangan nya di perut anna, Anna memutar bola matanya dengan malas


"mual ya?" tanya altar sambil melihat ekspresi wajah kesal Anna dari balik cermin yang berada di wastafel tersebut.


"udah tau pake nanya!" jawab Anna dengan ketus


"ihh, bumil galak banget sih" ujar altar sambil menyandar dagu nya di bahu Anna


"baru tau kalo aku galak? kenapa? aku protes?"


"engga dong.. justru tambah bikin gemes" ujar altar sambil mencubit hidung mancung anna


"stop! aku lagi males sama kamu" ujar Anna sambil mendorong tubuh altar menggunakan siku nya


"i love you my trouble maker.." ujar altar saat anna pergi semakin menjauh


to be continued


maap udah ga up.. othor baru aja tepar ga kuat ngapa-ngapain 😌🙏 jangan bosen yaa buat like dan komen nya terimakasih 🤩🙏

__ADS_1


__ADS_2