
Happy reading πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
follow akun author ya guys π
Ig:@secret_writer85
tiktok:@secretwriter22
setelah siuman dari pingsan nya rummi masih merasa kan sakit di bagian intim nya, dia mendudukan diri nya dan terkejut karna sekarang dia berada di klinik terdekat dari pondok pesantren
"kenapa aku di sini?"
"dan kenapa bagian sensitif ku sakit, aaww" ujar rummi meringis kesakitan memegangi bagian inti nya yang masih terbalut rok panjang, beberapa saat kemudian dia mengingat kejadian pada saat dia ingin menuju kamar mandi
"astaghfirullah haladzim, aku di culik.. iya aku di culik"
"dan kenapa bagian inti ku yang sakit" ujar rummi seorang diri
"atau jangan-jangan aku.." ucapan nya menggantung dan sesaat kemudian dia
"aaaaaaaaaaaaa!!!" rummi berteriak histeris, hal itu sontak mengundang Anna dan dessy yang tadi nya sedang menunggu di luar ruangan
"rummi.. rummi kamu ga papa kan?" ujar Anna sambil memeluk tubuh rummi yang bergetar
"Anna.. katakan apa yang sebenarnya terjadi pada ku!" ujar rummi yang sudah berpeluh dengan air mata
"emm, sebaik nya kamu minum air putih dulu" ujar dessy sambil memberikan segelas air yang berada di meja, dia menyuapa kan air itu ke dalam mulut rummi
"apa yang terjadi pada ku? apa yang yang berbuat jahat kepada ku?" tanya rummi yang masih terisak
"bersabarlah rumm, kamu sedang di uji.. yakin lah semua ini akan berlalu" Ujar dessy yang tak langsung mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada rummi
"apapun yang terjadi, aku berjanji akan membuat pelaku itu bertanggung jawab pada mu!" ujar Anna dengan geram, rummi tidak membutuhkan jawaban yang lebih menyakit kan lagi, pernyataan dari kedua sahabat nya itu memperkuat firasat nya.
rummi menangis di pelukan Anna, kemudian dessy ikut memeluk ke dua sahabat nya itu.
"kami akan selalu bersama mu rum" timpal Anna yang juga ikut menangis
"akan ku pastikan orang itu bertekuk lutut di hadapan mu rummi!" ujar Anna sambil mengepalkan tangan nya, sahabat nya yang satu itu memang masih kental dengan darah mafia, hal itu membuat Anna tidak tinggal diam.
"aku harus menemui altar, aku berjanji pada mu.. aku akan menangkap pelaku yang telah berani melakukan hal bejat kepada sahabat ku!" ujar Anna sambil melepaskan pelukan nya, rummi dan dessy hanya diam mereka masih terlihat lemah tak berdaya dan saling memberikan pelukan ketenangan.
hari itu Anna nekat masuk ke area pondok putra, hal itu sontak menjadi tranding topik santriwan yang melihat nya
"itu Anna kan istri nya ustad altar" ujar salah seorang santri yang tengah berjalan berpapasan dengan Anna
"hei! katakan dimana suami ku" ujar Anna yang kini membalik kan badan nya menatap punggung santri itu
"aku rasa dia sedang di kantor pengurus" ujar pria itu menatap Anna dengan aneh, tanpa menunggu waktu lama Anna bergegas menuju ke arah petunjuk dari santri itu
"altar!" teriak anna yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan yang tak terkunci itu
"Anna" ujar altar sambil berdiri dari duduk nya
"kau tidak bisa menangani ini? kalau kau tidak bisa izin kan aku untuk turun tangan!" ujar Anna penuh penekanan
"duduk lah" ujar altar sambil duduk dia terlihat tenang menanggapi sikap Anna yang masih labil itu
"jangan membuat ku menunggu" ujar Anna dengan kesal
"duduk!" ujar altar yang sontak membuat kedua teman nya melakukan eye contact dan kemudian menggeleng kan kepala mereka
__ADS_1
"duduk!" ujar Altar lagi sambil menarik tangan Anna
"dengar.. aku sudah menemukan siapa pelaku nya, jadi biarkan aku yang menangani semua problem ini" ujar altar sambil mengelus ujung hijab Anna
"siapa!? katakan" ujar Anna sambil menghempaskan tangan altar, altar menarik nafas nya dan membuang nya dengan kasar
"kalian pergi lah" ujar altar kepada dua sahabat nya, mereka pun memilih pergi dari karna sudah paham apa yang akan terjadi.
"pelaku nya adalah, Alexander" ujar altar sambil menatap dingin kedua mata Anna
"aahh sudah ku duga! kau tau? ini semua pasti karna aku altar! dia mengira rummi itu adalah aku, karna kita bertukar baju sebelum acara usai" ujar Anna dengan menyesal
"ini bukan salah mu, tenang lah.."
"tapi dia mengincar ku! kalau saja aku yang di gituin aku masih bisa melawan nya, tapi ini rummi... dia itu gadis yang lembut altar!" ujar Anna sambil meneteskan air mata yang dari tadi dia tahan, altar menghapus air mata nya tumpah di pipi anna dengan lembut
"aku akan membuat Alexander bertanggung jawab Anna.. untuk kali ini adalah tugas ku sebagai ketua pengurus"
"tapi aku sangat mengenal siapa Alexander, dia adalah pria licik yang selalu berlindung dari kekuasaan nya"
"aku akan membantu mu, tolong izin kan aku turun tangan.. ini semua terjadi Karna alex mengincar ku"
"emm, baiklah" ujar altar yang kemudian menepuk Paha nya, mempersilahkan Anna duduk di atas nya
"aku merindukan mu.." ujar altar sambil memeluk Anna dari belakang, Anna merasa kan nafas altar yang kini menyandar kan dagu nya di bahu Anna.
"aku harus menelpon, david" Ujar Anna
"untuk apa?"
"untuk membuat pria itu bertekuk lutut di hadapan rummi dan bertanggung jawab atas segala perbuatan nya"
"jangan mencium ku seperti ini, aku sedang merasa bersalah dan berduka cita atas apa yang menimpa sahabat ku"
"baiklah, maaf kan aku" Anna pun beranjak dari pangkuan altar
"antar aku pulang" ujar Anna yang kini berdiri di depan altar yang masih duduk itu
"haha datang tak di undang, pulang minta di antar" ujar altar yang kemudian menggenggam tangan Anna
sementara di sisi lain Alexander sedang menelpon damian tangan kanan nya
"bawa aku pergi dari sini! dan tutup kasus ini, aku tidak sudi menikahi wanita kampung itu!" ujar Alex dari sambungan telpon nya
hal itu sudah di tebak oleh Anna, namun sebelum Alexander berhasil kabur david sudah lebih dulu menghadang damian
"jika kau berani membawa tuan muda mu itu kabur, aku akan memberitahu kan kepada dunia beberapa bukti kecurangan dari tuan smith Lemos!" ujar david penuh penekanan
"ahh ****!" ujar damian menendang angin
"beritahukan kepada tuan muda itu, kami bisa saja membuat smith lemos bangkrut dalam hitungan menit!" ujar david sambil tersenyum miring, hal itu berhasil membuat damian menyerah.
sedangkan Alexander sudah berhasil di tangkap oleh azmi dan kawan-kawan, kini dia di dudukan di kursi sidang Akbar di pesantren, hal itu di saksi kan oleh semua pengurus putra dan putri lengkap dengan Anna dan dessy.
"tenang rumm, aku akan menepati janji ku" ujar Anna sambil mengusap punggung rummi, gadis itu setia menunduk kan kepala nya karna rasa takut dan trauma.
"saudara Alexander Lemos, katakan dengan sejujurnya dan minta maaf lah kepada rummi " ujar altar dengan tegas
"aku tidak melakukan apapun!" teriak nya
"kami sudah menyimpan semua bukti, kami bisa melaporkan mu ke pihak yang berwajib" sahut Azmi
__ADS_1
"aku tidak takut dengan polisi" Ujar Alex sambil tersenyum miring
"aku akan memberikan kompensasi untuk gadis kampung itu! kau dengar itu kan!?" ujar Alex sambil menatap rummi yang sedang menangis'
"berani nya kau!" teriak Anna yang kemudian menendang meja di hadapan Alexander hingga terbentur mengenai Alex
"ini semua karna kau girl.. aku salah sasaran, harus nya kita menikah sekarang" ujar Alexander sambil tersenyum miring
"dasar bajingan!" umpat anna lagi
"hei tar, tenang kan istri mu" bisik abi, altar pun menarik tangan Anna dan di antar nya kembali ke tempat semula
tak lama kemudian damian masuk ke ruang sidang itu, Alexander tersenyum puas.namun senyuman itu memudar saat mengetahui david yang tengah berjalan di belakang nya.
"maaf tuan muda, akuilah semua nya.. kau tidak ingin perusahaan dady mu bangkrut kan?" ujar damian sambil menunduk
"ahh ****! tidak berguna" Anna tersenyum licik memandangi wajah kesal Alex, hal itu di perhatikan oleh suaminya secara diam-diam.
"cepat katakan tuan.."
"kau juga harus berlutut di hadapan wanita itu"
"ahhh yang benar saja!" teriak alex tidak terima
"lakukan lah tuan" ujar damian lagi
dengan terpaksa Alexander berlutut di hadapan rummi gadis itu masih terlihat ketakutan
"maaf kan aku" ujar Alexander
"hei! Katakan juga kalau kau juga akan menikahi nya" ujar Anna yang masih kurang puas
"tidak!" teriak alex yang kini berdiri
"katakan atau.."
"hah! ****!" ujar Alex sambil mengacak rambut nya
"aku akan menikahi mu, besok" ujar Alex
"sekarang! jangan tunggu besok" ujar anna lagi
"baiklah, aku akan menikahi mu sekarang juga"
"Damian! siap kan semua nya" ujar Alexander yang kemudian berlalu pergi
"hei rummi, dengar aku.. kau akan mendapatkan keadilan" ujar anak sambil memeluk tubuh rummi
"terimakasih Anna"
"justru aku yang harus nya minta maaf pada mu"
"ini adalah kecelakaan Ann.. ini bukan salah mu" ujar rummi sambil mengeratkan pelukan nya
"kau hebat Anna!" ujar dessy dengan bangga
wah wahhhh pernikahan tanpa cinta telah di mulai kembali nih ππ€ menurut kalian Alexander bisa di taklukkan oleh rummi ga nih? Secara rummi kan masih traumaπ
to be continued
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa ππ terimakasih
__ADS_1