
hulya menuju ke rumah bunda, saat ini dia benar-benar merasa bahwa farhan keterlaluan, siang itu bunda sedang berkebun di halaman belakang rumah nya yang memang di jadi kan kebun bunga,buah,dan sayur.
hulya menghampiri bunda namun masih menahan Iskan tangis nya, Naya hanya diam saja melihat umi nya yang masih sedih. seperti nya dia tau dalam keadaan seperti ini dia tak ingin membuat umi nya semakin sedih
"bundaa" ujar hulya sambil memeluk tubuh bunda nya, bunda bisa merasakan air mata hulya yang tengah menetes di bahu nya
"ada apa sayang? kenapa kamu menagis?" tanya bunda yang kemudian membalikkan badannya menghadap ke hulya
"ada apa? " tanya bunda dengan wajah yang khawatir
"bund, hikss hiksss... "
"mbak, Naya dulu ya mbkk" teriak bunda kepada asisten rumah tangga nya
"iya bu" ujar Ningsih sambil meraih naya dari gendongan hulya
"ada apa hulyaa? ha? kenapa menangis?" tanya bunda sambil memeluk Putri nya lagi, dia mengelus puncak kerudung hulya
"Bun, kak farhan.. bun hiiikss hikss" ujar hulya dengan dad sesak, dia masih belum terlihat tenang
"duduk dulu yaa" bunda mengajak hulya duduk di gazebo yang tak jauh dari mereka berdua
"cobaa cerita kan pelan-pelan" ujar bunda dengan lembut
"kak farhan nikah lagi bun hiksss hikss"
"astaghfirullah... kamu tau dari mana syang?"
tanya bunda penasaran
"wanita simpanan kak farhan baru saja datang ke rumah dan memberikan foto-foto ini" ujar hulya sambil memberikan foto-foto itu kepada bunda nya
"astaghfirullah.." ujar bunda sambil mengelus bahu hulya dengan lembut
"yang sabar ya sayang.."
"lalu bagaimana dengan Farhan? apa dia tau kalo wanita nya datang ke rumah kalian?"
"tidak bunda.. tadi setelah kak Farhan berangkat wanita itu baru datang"
"ya Allah hulyaa, kenapa kamu harus merasakan semua ini lagi nak" ujar bunda menahan tangis nya, dia ingin menguatkan hulya.
"sayang, untuk beberapa hari ini.. bunda minta kamu nginep saja di sini ya? nanti biar bunda yang izin kan ke Farhan"
"iya bunda"
"sudah ya sayang, kamu jangan terlalu larut dalam kesedihan, kami harus kuat.. sekarang ini kamu punya naya.. dia membutuhkan kamu, jangan sampai sakit" ujar umi menasehati
"sebaik nya ayah mu jangan di beri tahu dulu, Karna nanti bisa shock! dia masih di luar kota sekarang" ujar bunda lagi
"iya bundaa"
bunda tak habis fikir dengan kelakuan Farhan menantu pilihan nya, tau begini mungkin dia tidak akan membiarkan hulya menikah dengan Farhan.
__ADS_1
sementara di sisi lain Marteen membuat farhan di panggil pak rektor di ruangan nya, hal itu membuat Farhan bisa menebak apa yang terjadi pada nya setelah ini.
"assalamualaikum" ujar Farhan dari balik pintu
"wa'alaikum salam.. masuk Farhan!" ujar pak rektor dengan nada tinggi
Farhan pun masuk dan duduk tepat di depan pak rektor, Marteen tersenyum melihat reaksi farhan yang tak dapat berkutik.
"saya mendapat laporan bahwa kemarin anda membuat anak saya terluka hingga seperti ini" ujar pak rektor
"iya pak, sebelum nya saya minta maaf.. saya melakukan itu karna"
"saya tidak butuh alasan dari mulut pembohong seperti anda pak farhan!" bentak pak rektor dengan nada tinggi
"maaf pak, tapi disini putra bapak juga salah "
"sudah lah! saya tidak butuh penjelasan kamu yang tidak masuk akal itu.. saya mau kamu keluar dari sini! mulai sekarang kamu bukan lagi dosen di universitas ini"
"sebelum nya terimakasih, saya tidak merasa menyesal melakukan hal seperti kemarin.. Karna dari sini saya dapat melihat bahwa kampus ini memang tidak bisa di katakan baik karena mempunyai rektor seperti anda yang hanya memikirkan kepentingan pribadi anda.. saya pamit undur diri assalamualaikum "
"dasar brengsek! awas kamu yaa.. saya akan bikin perhitungan kepada anda pak "
ujar rektor itu dengan nada mengancam.
Farhan Kembali ke ruangan nya dan mengemasi seluruh barang-barang nya, tiba-tiba saja siska masuk ke dalam ruangan farhan yang memang tak terbuka.
dia masuk dan kembali menutup pintu itu
"aku di pecat"
"apa!? pasti ini semua gara-gara Marteen! tenang saja sayang.. aku akan bikin perhitungan Sama dia"
"tidak perlu Siska, lagi pula aku akan bekerja bersama ayah ku saja"
"kamu yakin?" tanya Siska
"iyaa"
"ya sudah.. jangan sedih yaa, kemarin itu bukan salah kamu.." ujar siska lembut sambil menatap Farhan
"aku harus pulang sekarang.. minggir lah"
"aku ikut" ujar siska sambil mengikuti Farhan
"aku akan kembali ke rumah ku bersama hulya.. jadi kau tidak boleh ikut"
"kata siapa tidak boleh, aku yakin istri mu pasti mengizinkan setelah dia tau kalo aku juga istri mu" ujar siska yang sontak membuat Farhan membulat kan kedua matanya
"maksud mu apa!?"
"dia sudah tau semua nya sayang" ujar siska sambil membelai lengan kekar farhan
"dasar wanita gila! minggir kamu!" ujar Farhan sambil mendorong Siska, Siska pun terjatuh
__ADS_1
kalo ini dia akan membiarkan Farhan pergi begitu saja.
"kita lihat saja apa yang akan terjadi kepada mu Farhan!" ujar siska seorang diri
sesampai di rumah farhan langsung masuk begitu saja, dia masuk ke kamar hulya namun dia mendapati lemari pakaian yang terbuka, baju-baju hulya pun hanya tinggal beberapa.
farhan semakin yakin bahwa hulya pasti sudah tau semua nya dan dia memilih pergi dari Farhan, dengan gusar dia pun turun kembali.
"maaf mas, tadi mbk hulya bilang beliau sedang ingin pergi ke rumah bunda nya untuk sementara" Farhan pun mengusap wajah dengan kasar.
setelah mengetahui keberadaan hulya, dengan kecepatan tinggi dia melajukan mobil nya.
sesampai di rumah bunda
tok tok tok...
"assalamualaikum bundaa" teriak farhan dari balik pintu, tak lama kemudian datang lah asisten rumah tangga bunda dan dia membuka kan pintu itu.
"bunda?" ujar Farhan sambil terus melangkah mencari keberadaan sosok penghuni rumah
"ada apa?" ujar bunda yang tiba-tiba saja muncul, Farhan pun langsung mengecup tangan bunda, bunda memutar bola matanya dengan malas.
"apakah hulya di sini bunda?"
"iya kak" ujar hulya yang kemudian d
mendekati farhan
"hulyaa.." ujar Farhan dengan mata berkaca-kaca
"kak..aku sudah tau semua nya"
"maafin aku hulyaa hikss hiksss" ujar Farhan sambil memegangi kedua tangan hulya
"jelaskan semuanya secara jujur" ujar hulya sambil menarik tangan nya dari genggam farhan
"aku menikahi wanita itu karna terpaksa hulya"
"Kenapa? apa dia juga penyakitan?" tanya hulya sambil tersenyum miring
"dia menjebak ku hulya.. kamu ingat makan itu sewaktu aku tidak pulang ke rumah, dia membawa ku bersama nya dan memberikan obat perangsang sehingga nya aku melakukan hubungan terlarang itu secara tidak sadar.. maaf hulya maaf"
"kak.. ini bukan pertama kali nya buat aku, tapi rasa sakit nya masih sama.. bahkan lebih parah! Kaka udah nikah tanpa sepengetahuan aku! kau anggap aku ini apa kak?!" ujar hulya dengan nada tinggi tangis pun mulai memecah
"aku tidak bermaksud membohongi mu hulya..aku hanya takut kamu akan meninggalkan aku"
"beri aku waktu ka... hiks hiks" ujar
wah kira² hulya mau ngasih kesempatan lagi ga ya? menurut kalian gimana nih? komen di bawah yaa🤗
to be continued
hai guys 🤩 othor minta dukungan nya yaa 😍 jangan lupa like komen dan vote nya🙏 terimakasih...
__ADS_1