Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Membuat mu menyesal


__ADS_3

Pagi itu hulya memutuskan untuk kembali pulang ke rumah bunda, dia berpamitan kepada Bu nyai dan tak lupa kepada Anna dan kawan-kawan.


"momy pulang dulu ya sayang?" ujar hulya sambil mengelus puncak kerudung Anna


Anna hanya mengangguk kan kepala nya dan tersenyum kepada hulya


"mo..mo..momy Ja ja jang" ujar siti belepotan


"jangkrik?!" tebak dessy


"hah? jangkrik?! mana! aaaaaaa" teriak hulya sambil berjingkat-jingkat


"aaaaa aku juga takut" ujar rumi mengibaskan-ngibas rok nya


"ehh aku juga takuttt mana mana!" teriak dessy juga, Anna memutar bola matanya dengan malas, Siti kebingungan melihat mereka semua histeris.


"mom! disini ga ada jangkrik!" teriak Anna kesal karna siti tak kunjung menjelaskan kepada mereka


"ha? yang bener?" tanya hulya yang mulai terlihat tenang begitu pun dengan dessy dan rumi


"iyaa, jelasin Napa!" bentak anna sambil melirik ke arah siti


"i iyaa ben ner ka ta ann anna.. g ga gaada Jang Jang"


"jangkrik!" sahut dessy dengan kesal.


kemudian siti pun mengangguk kan kepala nya.


"aahhh sitii bikin deg-deg an aja sih" ujar rumi


"udah-udah ga papa.. yang penting kan emang beneran ga ada" ujar hulya terkekeh


"jadi tadi siti mau ngomong apa sih?" tanya hulya sambil menatap siti


"jang ja ngan ka ka pok un tuk ke kes sini" jawab siti kesusahan


"emm oke, momy akan sering-sering kesini lagi ya? kalian jaga diri baik-baik, dan kamu Anna.. jangan sering-sering buat ulah ya?" ujar hulya sambil menatap ke arah Anna yang kini juga menatap nya.


"iya mom"


"pinter anak momy.. momy pamit ya semua nya assalamualaikum" ujar hulya sambil melambaikan tangan nya.

__ADS_1


sesampai di rumah bunda, hulya terkejut karna mobil farhan telah berpakir di halaman rumah itu.


hulya memasuki rumah yang terbuka pintu nya itu, langkah nya sempat terhenti ketika melihat farhan yang duduk bersama wanita kedua nya, yaa istri kedua farhan


hati hulya bergemuruh kencang dia enggan menatap kedua pasangan itu.


hulya menyalami bunda nya, Farhan yang sadar akan kehadiran hulya pun berdiri mendekati hulya yang masih berdiri juga di samping bunda nya, Farhan memeluk hulya kemudian hulya melepaskan pelukan farhan, dia mengambil tangan Farhan untuk ia Salami.


Farhan hendak mengecup kening hulya namun hulya menjauh, dia memilih duduk di samping bunda nya.


Farhan pun menghembuskan nafas dengan kasar, kemudian dia kembali duduk di samping Siska.


dengan cepat siska menggandeng lengan farhan, posisi duduk nya pun dia rapat kan dengan Farhan. hulya tersenyum getir saat melihat nya.


"sekarang katakan apa yang ingin kamu katakan farhan" ujar bunda yang sudah malas meladeni farhan


"baiklah bunda" Farhan membenahi cara duduk nya, dia bergeser menjauh dari siska agar tak terlalu mencolok di depan hulya.


"hulyaa, jujur saja aku tidak ingin menceraikan mu.. aku sangat mencintaimu"


"langsung saja kak.. ga usah banyak membual" potong hulya


"oke, aku ingin menceraikan siska dan aku ingin kita perbaiki hubungan ini dari awal.. kita buka lembaran baru lagi yaa?" ujar Farhan tanpa rasa bersalah sedikitpun Siska menatap nya dengan tajam, namun Farhan masih fokus menanti jawaban dari hulya


"aku berjanji.. aku tidak akan membuat mu terluka lagi hulyaa, selain aku tidak ingin kehilanganmu aku juga tidak ingin naya tumbuh dewasa tanpa seorang ayah" ujar Farhan dengan nada memelas


"hulya ini masih muda farhan.. dia bisa saja mendapatkan pria yang lebih baik dari kamu!" ujar bunda dengan nada tinggi


"bunda menyuruh hulya untuk menikah lagi?" tanya farhan


"bunda tidak pernah menyuruh ku seperti itu kak.. tapi apa yang di katakan bunda memang benar.. aku bisa saja mendapatkan pria yang lebih menghargai aku" ujar hulya menahan tangis nya


"hulyaa aku mohon... pikirkan lah lagi, aku tidak ingin kehilangan kamu hulya.. aku sangat mencintaimu" ujar farhan sambil meneteskan air mata nya


"apa kaka tidak berfikir? aku ini manusia biasa kak?! bagaimana kalau kaka tidak bisa adil pada ku?!" ujar hulya dengan nada tinggi


"aku akan menceraikan dia hulya!" ujar Farhan dengan tegas


"ga! kamu ga bisa ceraikan aku.. aku masih mengandung anak mu!" ujar siska yang mulai tak bisa tinggal diam


"apa!? kau hamil?" ujar hulya sambil memegangi dada nya, air mata nya pun menetes.

__ADS_1


"iya, ini bukti nya" ujar siska sambil menyerahkan hasil ronsen nya


"kak?! kakak jahat sekali ya kak!? Kaka udah buat wanita ini hamil.. dan Kaka ingin meninggalkan dia begitu saja!?" ujar hulya menatap Farhan dengan tajam


"ya! ituu karena aku ga mau kehilangan kamu hulya"


"aku ga mau nanggung dosa ya kak.. kakak harus tanggung jawab sama wanita ini dan bayi mu juga! aku ga mau tau itu" ujar hulya yang kini menyenderkan kepalanya di bahu bunda, bunda mengelus pundak hulya dengan lembut.


"hulyaa, aku ga mau ceraiin kamu hulya... jangan minta cerai ku mohon! hikss hiksss" ujar Farhan yang kini berada mencium kaki hulya


"kak! apa-apaan sih! ga usah kaya gini" ujar hulya yang kini menjajari farhan yang duduk di lantai


"aku ga aku kehilangan kamu hulya.. aku mohon!" ujar Farhan sambil memeluk tubuh hulya dengan erat


"kak! lepas..." ujar hulya sambil meronta


"lepas farhan! kasihan hulya susah nafas nya" bentak bunda yang mencoba melepaskan pelukan farhan, Farhan yang baru sadar bahwa pelukan nya menyakiti hulya pun dengan cepat melepaskan pelukan nya.


"hulya.. aku mohon, berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua nya.. aku janji setelah kelahiran anak ini itu, aku akan menceraikan siska"


"Farhan!" teriak siska sambil menarik tangan farhan dengan kasar, hingga Farhan yang masih lemas pun ikut berdiri bersama nya


"sampai kamu menceraikan aku.. aku akan bunuh anak ini!" teriak siska dengan nada tinggi


"jangan! aku mohon jangan sakiti bayi tak berdosa itu... hikkss hikks" ujar hulya sambil menangis, perasaan hulya yang begitu lembut membuat nya tak tega, bila harus melihat bayi yang bahkan belum lahir itu terancam di bunuh. hulya pun menarik nafas nya dengan kasar, kemudian


"kak.. aku tidak akan meminta cerai, tapi aku mohon jangan ceraikan istri kedua mu juga.. aku melakukan ini semua untuk anak kalian..aku tidak ingin calon bayi kalian yang menjadi korban atas semua ini hikkss hikkss" ujar hulya yang belum berhenti menangis, Farhan hendak memeluk hulya namun hulya mundur dan memilih memeluk bunda nya.


"terimakasih hulyaa, terimakasih Karna kamu tidak akan pergi meninggalkan aku hikks hikks" ujar farhan sambil tersenyum namun juga menagis


"aku melakukan semua ini bukan karna mu kak! aku melakukan ini untuk bayi calon bayi tak berdosa itu" ujar hulya yang larut dalam pelukan bunda


"saya rasa semua keputusan hulya sudah menguntungkan kalian berdua! sekarang saya minta kalian pergi dari sini!" ujar bunda menahan isakan tangis nya.


Farhan dan Siska pun pergi meninggalkan rumah itu.


Siska tersenyum dengan sangar puas, lain hal nya dengan Farhan yang masih kalut dengan perasaan nya.


"aku akan membuat mu menyesal karna tetap bertahan dengan farhan hulyaa" ujar siska dalam hati


to be continued

__ADS_1


hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 😍🙏 terimakasih 🤩


tetep di usahain post nih😌 jadi jangan lupa hadiah nya juga yaa🤭 terimakasih 🙏


__ADS_2