Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Tidak perlu malu


__ADS_3

happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


sementara di sisi lain hulya sedang di suapin arsen di atas kasur, mereka sengaja menunda pernikahan mereka karna hulya sedang tidak enak badan, hulya mendorong mangkuk yang arsen pegang, dan menggeleng kan kepala nya saat arsen memberikan sendok berisi makanan itu ke mulut nya.


"sen, aku sudah kenyang.. jangan memaksa ku untuk menghabiskan nya lagi" ujar hulya sambil memalingkan wajah nya ke arah lain


"sedikit lagi hulyaa, sayang kalo ga di habisin nanti nasi nya hidup terus ngedemo kamu" ujar arsen sambil terkekeh


"aahh udah arsen, aku udah kenyang banget tau" ujar hulya sambil memegangi perut dengan ke dua tangan nya.


"baiklah..." ujar arsen sambil meletakkan mangkuk itu ke meja yang tak jauh dari ranjang mereka, arsen mengambil kan obat dan air untuk hulya.


"ayo, di minum obat nya" ujar arsen sambil memberikan kapsul itu kepada hulya kemudian arsen membantu hulya untuk meminum kan air itu ke mulut hulya.


"sen.." ujar hulya sambil menarik tangan arsen yang satu nya, sedangkan yang satu nya lagi di gunakan untuk meletakan gelas itu di meja.


"kenapa? ada yang kamu butuh kan lagi?" ujar arsen sambil mendekan diri nya kepada hulya badan nya sedikit membungkuk


"kemari lah.." ujar hulya sambil menarik tangan arsen, arsen pun mendudukkan diri nya di depan hulya.


"mau apa, hmm?" tanya arsen dengan mengangkat kedua alis tebal nya, tanpa menjawab hulya menduduk kan diri nya di atas paha arsen yang terlipat, dia mengalungkan kedua kaki nya di tubuh kekar arsen sedangkan kedua tangan nya ia kalung kan di leher arsen, arsen menatap kedua mata hulya yang sangat indah, bibir hulya tersenyum kemudian dengan cepat hulya mencium bibir arsen.


entah dapat dorongan dari mana, yang pada inti nya hulya melakukan itu karna memang dia ingin, apalagi akhir-akhir ini arsen merawat nya di kamar hotel itu dan selalu bertelanjang dada, hal itu yang juga yang membuat hulya tidak bisa menahan hasrat nya lagi, toh juga dia sudah resmi menjadi suami istri, dia juga pasti akan mendapatkan pahala jika di yang memulai nya terlebih dahulu.


dada arsen bergemuruh kencang, kedua mata arsen menatap hulya yang sedang tersenyum menggoda nya sedangkan kedua pipi arsen sudah memerah, jujur saja pria dingin dan arogan itu tidak pernah sedekat itu dengan wanita, terlebih lagi hulya adalah wanita yang ia inginkan.


"kamu ga mau cium aku balik?" tanya hulya yang sontak membuyar kan lamunan arsen, arsen mengalihkan pandangan nya, dengan cepat hulya menangkup kedua wajah arsen.


"kamu kenapa sih sen? apa setelah menikah dengan ku kamu tidak menginginkan ku lagi?" tanya hulya keheranan


"buk-bukan, bukan seperti itu.." ujar arsen dengan gelagapan, hulya menurunkan diri nya dari pangkuan arsen, dia kembali duduk di posisi awal nya.

__ADS_1


"kamu marah?" tanya arsen kepada hulya yang sedang mengambek


"ga! aku mau mandi aja" ujar hulya sambil berlalu pergi ke kamar mandi dan meninggalkan arsen sendiri di tepi ranjang nya, arsen menggaruk rambut kepala nya yang sebenarnya tidak gatal.


"haduhh ga nyangka dia seberani itu..huh!" ujar arsen mengacak rambut nya dengan kasar


"kenapa malah aku yang grogi! hah! kau payah sekali" ujar arsen seorang diri, sedangkan hulya sebenarnya tidak benar-benar marah dia terkekeh melihat wajah arsen yang salah tingkah dan takut bila dia marah, hulya membersihkan tubuh nya dia merendahkan diri nya di bathtub dia memakai toiletries lengkap untuk pengantin baru, dia ingin memastikan diri nya terlihat wangi,segar,dan menggoda.


sedangkan arsen sedang menguatkan diri nya agar tidak grogi lagi di depan hulya.


"hmm, aku harus memakai parfum ini" ujar arsen sambil menyemprotkan parfum itu ke area tubuh nya


ceklek.


hulya membuka handle pintu itu kembali, dia berjalan meliuk-liuk dan masih menggunakan mantel mandi nya berwarna putih, sedang kan rambut panjang nya masih terbalut dengan handuk karna dia baru saja berkeramas, arsen pun menelan Saliva nya dengan kesusahan,kedua mata nya menatap tubuh hulya yang masih indah walaupun sudah pernah melahirkan satu anak.


glegg..


"aku sudah wudhu, jangan menyentuh ku lagi" ujar hulya yang kemudian berjalan melewati arsen, setelah berhasil membangunkan sesuatu di bawah sana hulya malah menjauh dari arsen, arsen pun masuk ke kamar mandi dan juga mengmbil air wudhu, dia keluar dengan handuk yang terlilit menutupi area bawah nya, sedangkan dada nya di biar kan tenla*jang begitu saja.


dia berjalan mendekati hulya yang tengah asyik memainkan ponsel nya, sesaat kemudian arsen menaiki ranjang itu dan mendudukan diri nya tepat di samping hulya


dia mencium pipi hulya dari samping, yang sontak membuat hulya meletakan handphone nya, kemudian arsen memeluk hulya dari samping dan menciumi kening nya, tangan nya pun tak bisa diam di tempat satu tangan nya sudah bermain-main di bagian dada hulya sedang kan tangan satu nya lagi dia gunakan untuk menarik tali mantel baju itu hingga tubuh polos hulya terakses dengan sempurna.


arsen mulai mencumbu hulya,hingg hulya pun di buat merem melek merasakan nya, sebelum memulai hubungan suami istri arsen membaca do'a agar hubungan nya tidak di ganggu setan,agar mendapatkan anak yang Sholeh dan Sholehah. dia telah mempelajari adab bersenggama itu sebelum menikahi hulya, hulya merasa bangga karna arsen berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.


walupun itu bukan malam pertama ataupun bukan saat malam hari namun keduanya begitu menikmati, arsen tak henti-hentinya meminta lagi dan lagi, hulya pun menuruti kemauan suami nya karna itu adalah kewajiban nya.


setelah mencapai ******* berkali-kaki arsen merebahkan tubuh nya di samping hulya dan memeluk tubuh hulya hingga kedua nya tertidur.


"aahhh" teriak hulya yang sontak membuat arsen terbangun, dia di buat bingun karna kedua mata hulya masih tertutup sedangkan tadi dengan jelas dia mendengar hulya seperti mendesah keras.

__ADS_1


"kamu menginggau?" tanya arsen sambil menciumi wajah hulya dengan lembut, arsen tersenyum bahagia dan kembali memeluk hulya.


"aahhh arseeeen"desah hulya lagi


"hulya bangun lah.. jangan terus menginggau, bisa-bisa aku minta lagi nanti" ujar arsen sambil menggoyangkan tubuh hulya, hulya membuka kedua matanya dan menatap arsen yang juga menatap nya


"kamu kenapa? kamu menginggau ya??" ujar arsen sambil tersenyum mengejek


"mengiggau? aku menginggau apa?" tanya hulya kebingungan


"mendesah dan menyebut nama ku" ujar arsen sambil tersenyum mesum


"ihh mana ada? ga yaa" ujar hulya sambil menutupi wajah nya dengan selimut, pipi nya sudah memerah karena menahan malu


"iyaa, aku tidak berbohong.. apa enak sekali? sampai-sampai kamu menginggau kan nya? hahahaha" ujar arsen yang sudah tidak Isa menahan tawa nya


"arsen! aku malu" ujar hulya mengalihkan pandangan nya ke arah lain


"sudah lah tidak perlu malu, bukti nya kamu ga protes pas aku minta lagi dan lagii, hhaahhaaahaaa" hulya memukuli dada bidang arsen dengan kencang, dengan cepat arsen mencekal kedua tangan hulya.


cup..


cup


cup cup cup


arsen menghadiahi hulya dengan ciuman bertubi-tubi, hulya pun memeluk tubuh arsen dengan erat.


to be continued


hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 😍 terimakasih 🤩 dukungan kalian sangat penting untuk menambah semangat author 🤗

__ADS_1


__ADS_2