
Happy reading πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
sementara di sisi lain Altar sedang bersiap membawa hulya ke prancis, pasangan pengantin baru itu hendak melakukan perjalanan bisnis sekaligus menikmati masa honeymoon yang memang belum mereka lakukan di luar negeri, hulya menolak saat arsen mengajak nya berlibur ke luar negeri dengan alasan kasihan bila harus mengajak anak nya pergi jauh-jauh, padahal sebelumnya kedua orang tua hulya sudah memberikan tawaran untuk mengajak cucu nya hinggak satu bulan kedepan, namun dengan lembut hulya menolak takut merepotkan kata nya. namun untuk kepergian mereka kali ini dengan kekeh bunda menahan naya agar tidak ikut bersama mereka, selain memberikan celah untuk mereka berdua bunda memang senang bila cucu nya selalu berada di dekat nya.
Naya memang anak penurut, dia tak pernah rewel saat di tinggal hulya hal itu membuat hulya sedikit lega.
"sudah siap sayang?" tanya arsen sambil memeluk tubuh hulya dari belakang, hulya merasa terganggu karna dia sedang mengemas keperluan mereka ke dalam koper
"sayang, jangan begini aku susah gerak nya" ujar hulya sambil meronta-ronta
"salah siapa ngeyel di bilangin, tadi kan aku sudah minta asisten untuk menyiapkan semua keperluan kita, ehh kamu nya ga mau" ujar arsen yang masih enggan melepas kan pelukan nya
"ihhh, kaya cicak tau ga? nemmmmpeell terus" ujar hulya dengan gemas
"biarin" Ujar altar sambil tersenyum mengejek
setelah selesai menyiapkan seluruh keperluan mereka, arsen dan hulya menaiki mobil untuk menuju ke bandara.
seperti biasa arsen menaiki jet pribadi nya untuk pergi ke mana saja
kemewahan yang arsen berikan membuat hulya terkadang tidak nyaman, dia merasa itu berlebihan namun dia juga bahagia karna arsen begitu meratu kan nya.
"kenapa kau tersenyum sayang?" tanya arsen yang kini sudah duduk di dalam jet pribadi milik nya bersama hulya.
"emmm, aku bahagia sekali" ujar hulya sambil menyandarkan kepala nya di dada bidang milik arsen, pria tampan itu menggunakan kemeja putih dan sengaja membuka kancing bagian atas nya, sehingga membuat dada bidang arsen terekspos secara jelas.
"kamu itu suka sekali tebar pesona ya" ujar hulya sambil memainkan jari-jarinya di dada bidang arsen
"jangan menggodaku sayang" ujar arsen sambil menatap kedua mata hulya dengan lekat
"aku tidak menggoda mu, justru kamu yang ingin menggoda banyak orang" ujar hulya sambil cemberut, arsen gemas melihat hulya yang cemberut seperti itu, dengan cepat dia ******* bibir hulya dengan lembut namun lama kelamaan menjadi kasar karna hasrat nya kian menggebu.
"sttopppphhh" ujar hulya mendorong tubuh arsen"
"jangan di sini" Ujar hulya sambil bersungut-sungut
"baiklah" Ujar altar yang kemudian menggendong hulya ala bridal style.
pria tampan itu membawa istri nya masuk kedalam kamar, dengan sangat perlahan arsen merebahkan tubuh hulya di atas kasur itu.
"kamu mau apa?" tanya hulya kebingungan pasal nya arsen sudah membuka kancing baju nya sendiri hingga kini bertelanjang dada. kemudian dia tersenyum miring menatap kedua mata hulya.
__ADS_1
"aku menginginkan mu sayang" ujar arsen yang memang sudah berkabut gairah.
"sayang, aku belum selesai... maaf mungkin besok" ujar hulya dengan lembut hal itu sontak membuat arsen mengacak rambut nya dengan kasar, dia menjauhi hulya dan berdiri membelakangi hulya, hulya berjalan mendekati arsen dan Kemudian memeluk tubuh arsen dari belakang.
"maaf"
"tidak apaa.. aku akan menahan nya, kamu istirahat lah" jawab arsen dengan lembut
"boleh kah aku membantu mu?" tanya hulya yang sontak membuat arsen membalikkan badan nya
"maksud mu?"tanya arsen sambil mengeratkan kedua alis nya, tanpa menjawab pertanyaan arsen hulya membuka jilbab nya dia membuka baju potong yang ia gunakan, dan menyisakan baju dalam sepanjang lengan.
setelah itu hulya membuka resleting celana arsen dia mengeluarkan benda panjang dan besar itu, arsen terkejut pria itu membulat kan kedua matanya dengan sempurna
"kau mau apa sayang?" tanya arsen, hulya sudah memegang benda itu dengan erat.
"membuat mu puas dengan cara lain" ujar hulya sambil tersenyum miring.
...****************...
dengan cara lain akhirnya hulya mampu membuat arsen mencapai ******* nya berkali-kali, dia benar-benar tidak menyangka hulya yang ia kenal polos ternyata sehebat itu dapat memuaskan hasrat nya dengan cara lain selain hubungan badan.
"kamu belajar dari mana sayang?" tanya arsen yang kini sudah memeluk tubuh hulya, wanita cantik itu selalu nyaman bila menyandar kan kepala nya di dada bidang arsen.
"apa sebelum nya kamu pernah melakukan ini?" ujar arsen sambil menatap lekat kedua manik indah hulya
"tidak" ujar hulya sambil menggeleng kan kepala nya dengan cepat
"mana mungkin aku melakukan itu pada farhan, farhan bisa meminta kepuasan kepada istri nya yang lain saat aku sedang haid" ujar hulya sambil terkekeh
"maaf, sayang... aku tidak bermaksud membuat mu mengingat kenangan buruk mu"
"tidak perlu meminta maaf sayang... aku sudah tidak merasa kan sakit apapun saat mengingat itu kembali.. mungkin semua ini karna mu" ujar hulya sambil tersenyum memang wajah tampan suami nya
"benar kah?" ujar arsen sambil menaikkan sebelah alis nya
"benar sayang..." ujar hulya yang kemudian mencium bibir arsen, hal itu sontak memancing arsen untuk kembali membalas nya.
"mmmpphhh"
"mmmmpphhh"
"hah hahh hhahh" arsen melepaskan pangutan nya, sedangkan hulya mengambil nafas nya Karna hampir saja arsen membuat nya kehabisan nafas.
__ADS_1
"sorry sayang... jangan pernah menantang ku" ujar arsen sambil tersenyum miring
"siapa yang menantang mu?" ujar hulya mengerut kan dahi nya
"tadi kau mencium ku"
"astaghfirullah..." hulya menepuk jidat nya sendiri
"kau tau sendiri, aku memang mudah terpancing sayang... jadi jangan coba-coba membuat ku tertantang"
"dasar mesum!" ujar hulya sambil tertawa
sesampainya di prancis pasangan pengantin baru itu di sambut Aron dan bodyguard nya, mereka sudah di jemput dengan mobil mewah.
"silahkan masuk tuan" ujar bodyguard itu menggunakan bahasa prancis, arsen memang menguasai beberapa bahasa hal itu semakin membuat hulya bangga.
mereka di bawa ke hotel berbintang yang begitu mewah, mereka di sambut dengan baik oleh seluruh pihak hotel tersebut.
"semoga kalian menyukai nya" ujar Aron sambil tersenyum kepada arsen
"thank you bro" Ujar arsen sambil menepuk punggung Aron
"ini bukan apa-apa, silahkan istirahat dulu.. aku tidak ingin mengganggu pengantin baru" ujar Aron sambil terkekeh
kedua pasangan suami istri itu di tujukan jalan oleh seorang resepsionis menuju kamar mereka
"silahkan tuan" ujar resepsionis itu sambil menunduk kan badan nya
"terimakasih" ujar hulya sambil tersenyum, pria di samping nya memang hanya diam seperti kebiasaan nya bila berhadapan dengan orang asing.
kamar itu begitu mewah, hampir seluruh dinding itu di kelilingi oleh kaca dengan begitu kedua pasangan itu dapat menikmati pemandangan indah nya kota prancis di malam dari dalam kamar mereka
arsen dan hulya bercumbu mesra walupun tidak melakukan peperangan panas di atas ranjang, namun kedu nya begitu menikmati saat-saat kebersamaan mereka, mereka seperti balik kembali di usia muda, arsen tanpa bosan ******* bibir hulya berkali-kali, mendapatkan perlakuan seperti itu dimembuat hulya semakin terlatih dalam urusan memuaskan hasrat suami nya.
"dasar liar" ujar arsen kembali ******* bibir hulya, wanita itu hanya tersenyum dan kembali membalas pangutan arsen.
upss! sorry othor hilapπ€π efek suka nonton drakor wkwkwk π€ oh ya jangan lupa suguhin β nya.. dingin-dingin begini enak nya di seduhi kopi sama readers ππ
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa juga yaaπ€©πlove you sekresek buat kalian semua ππππππππ
__ADS_1