Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Selembut bidadari


__ADS_3

Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sesampai di kediaman kedua orang altar, anna membangun kan altar yang setia menyandar di bahu nya


"tar.. bangun" ujar Anna sambil menggoyang-goyang kan lengan nya, altar pun menggeliat dan kemudian menguap.


"udah nyampe ya sayang?" ujar altar yang kembali menyandar kan kepala nya di bahu Anna


"kok nyender lagi sih" ujar Anna sambil mengangkat kepala altar, namun altar kembali lagi ke tempat semula


"altar! udah nyampe.."


"cium dulu" ujar altar sambil tersenyum licik memandangi Anna yang tengah memutar bola mata nya dengan malas


cup


"di sini sayang.." ujar Altar sambil menunjuk ke arah bibi nya


"dasar mesum!" ujar Anna yang sontak membuat altar memegang erat lengan anna dan kembali terpejam


cup.


namun altar tak cukup puas sampai di situ, dia menekan tengkuk anna yang memperdalam ciuman nya, hingga pun ikut terbuai menikmati nya


took tokk.


jendela mobil itu di ketuk oleh wanita parubaya yang merupakan ibu dari altar, Anna terkejut dan sontak mendorong keras tubuh altar hingga altar terbentur dengan kaca di sebelah nya.


"aww sakit sayang.." wanita parubaya itu pun ikut meringis melihat putra nya yang terbentur dengan keras, dengan cepat Anna mendekati altar dia mengelus kepala altar yang terkena benturan, berkali-kali Anna meniup-niup bagaian yang kesakitan itu, ibu altar pun di buat tersenyum melihat perhatian dari mantu kecil nya, sedangkan altar pun tersenyum gemas melihat antusias dari istri nya, altar menarik tangan Anna dan kembali mencium bibir anna dengan singkat, kedua mata anna sontak melebar dengan sempurna.


di saat dia ingin menghempaskan altar Karna malu ternyata altar malah mencari kesempatan dalam kesempitan.


akhirnya wanita parubaya itu meninggal kan altar dan anna di situ, Karna dia merasa kedatangan nya mengganggu pasangan muda yang tenang di mabuk asrama itu.


"altar! bisa-bisa nya kamu cium aku di depan ibuk.. malu tau" ujar Anna penuh penekanan


" ga papa, kan udah sah" ujar altar dengan santai


"dasar mesum!" ujar Anna yang kemudian keluar dari mobil itu meninggal kan altar di dalam nya, dengan langkah cepat altar membarengi langkah kaki Anna, langkah kaki Anna memang terlihat tak seperti biasanya dan itu sudah di pastikan gara-gara altar semalam menggempur nya berkali-kali.


"apa kaki masih sakit sayang?" tanya altar menarik tangan anna dan membuat langkah nya berhenti


"iyaa, ini gara-gara kamu.. awas aja nanti ku laporin ke ibuk kamu" ujar Anna sambil bersungut-sungut


"hahah silahkan" ujar altar yang kemudian menggendong anna ala bridal style,

__ADS_1


"altar! turunin! ga enak kalo kaya gini"


"ssstt diam atau ku cium" ujar altar sambil tersenyum licik, Anna pun tak ingin altar semakin menggila akhirnya dia pasrah dan diam saja, altar membawa Anna memasuki rumah yang sudah terbuka lebar itu.


semua orang memandang sepasang suami istri yang baru saja masuk ke rumah, Anna benar-benar ingin kabur rasa nya. dia malu altar terlalu memperlakukan nya seperti ini di depan keluarga nya.


"ada apa dengan Anna? apa anna sakit?" tanya ibuk altar yang mengarah ke altar


"tidak buk, biasa pengantin baru" Anna pun membulat kan kedua mata nya dengan sempurna, mungkin jika tidak ada keluarga nya di situ dia akan menampar pipi altar sekuat tenaga, dengan santai nya pria itu menjawab tanpa rasa malu.


"ohhhh" semau orang pun ber oh ria, suasana yang tadi nya khawatir karena mendapati Anna yang tengah di gendong pun menjadi tersenyum senang melihat altar yang benar-benar bucin untuk pertama kali nya.


"ohh jadi gini yaa? kulkas kalo udah ketemu pawang nya"sahut bibi altar sambil tersenyum mengejek


"aaahhh so sweet banget deh" ujar bibi lagi, altar pun hanya tersenyum sambil menduduk kan Anna di samping nya


"maaf ibuk, ayah bibi.. sebenarnya aku tidak ingin di perlakukan seperti tadi.. tapi altar memaksa" ujar Anna apa ada nya


"ga papa sayang.. justru kami senang, karna dengan begitu.. rumah tangga kalian memang benar-benar harmonis walupun awal nya saling menolak, iya kan?" ujar ibuk altar Anna pun hanya mengangguk kan kepala sambil menunduk kan kepala nya


"maaf kan putra ayah ya anna.. sudah membuat mu susah berjalan" ujar ayah sambil tersenyum kepada anna dan kemudian memandang putra nya dengan tatapan dingin.


"tidak apaa ayah" ujar Anna dengan sopan


"awww" teriak altar kesakitan


"kenapa?" tanya ibuk khawatir


"biasa lah anak muda" sahut ayah sambil terkekeh


"wahhh, kamu apakan keponakan ku? bisa-bisa nya dia berubah 1000% seperti ini.. kamu tau ana? dulu altar tidak pernah menyukai wanita manapun,bahkan jika di dekati wanita di terus menghindar seperti jijik,dia juga selalu jadi bahan ejekan keluarga karna ga pernah sekali terbuka dengan perasaan nya..dia memang ga pernah bucin ternyata.. tapi kamu hebat Anna!" ujar bibi panjang kali lebar sambil memberikan Anna dua jari jempol nya


"ahaha aku tidak melakukan apa-apa bi, semua berjalan apa ada nya" ujar anna dengan lembut


"oh ya bibi mau apa dari kita?" tanya altar memotong perkataan bibi nya


"bibi ingin tidur dengan kalian.. apa boleh?" tanya bibi yang sontak membuat altar menggeleng kan kepala nya dengan cepat


"masa iyaa.. nyidam nya kaya gitu" ujar altar tidak percaya


"ahh bisa-bisa gagal rencana ku untuk meminta jatah kepada Anna" batin altar dalam hati


"orang nyidam itu memang suka aneh-aneh" ujar ibuk menimbali


"tapi kan.." ujar altar terpotong saat Anna mencubit paha nya, pria itu hanya meringis kesakitan.

__ADS_1


"tidak apa-apa bi.. kami tidak keberatan"


"ga papa tar.. di tahan dulu, kaya apa aja.. ga bisa nahan" sahut ayah sambil terkekeh, kedua orang tua altar juga sudah mengetahui persetujuan Anna dan keluarga mengenai altar yang kini boleh menjimak Anna.


"ayah kaya ga pernah muda aja.." gerutu Altar dengan kesal, pria itu masuk ke dalam kamar nya.


Anna pun masih di situ dan memeluk tubuh bibi dari samping


"ga papa bi.. urusan altar, biar Anna yang urus" ujar Anna sambil tersenyum


"benar Anna bisa bujuk altar?" tanya bibi dengan khawatir


"pasti bisaa"


"terimakasih Anna" ujar bibi sambil tersenyum dan membalas pelukan Anna


"ya sudah, bujuk dulu suami mu" ujar bunda yang kemudian di angguki oleh Anna.


aman memutar handle pintu kamar yang masih tertutup itu


ceklek...


altar masih duduk di tepi ranjang dan membelakangi anna, Anna berjalan mendekati Altar dan memeluk altar dari belakang.


"jangan marah dong sayang..." rengek anna dengan nada manja


"aku ga marah.. cuma bete aja, masa iya ada orang nyidam begituan..nanti kamu kalo nyidam jangan kaya gitu ya?"


"ga boleh gitu dong, aku kan juga ga bisa request kalo lagi nyidam.. itu mau nya si bayi..coba kamu bayangin kalo aku di posisi bibi kamu, masa iyaa kamu tega sama aku dan calon bayi kita" ujar hulya dengan nada sedih


"ga sayang.. ga bakal tega"


"nah, jadi kamu juga jangan egois.."


"Baiklah.." ujar altar sambil tersenyum dan menciumi pipi anna


"aku ga nyangka, di balik sikap kamu yang dingin dan galak.. ternyata hati mu selembut bidadari"


"idihh mulai kapan kamu jago ngegombal kaya gini?" ujar Anna sambil tersenyum miring


"semenjak mencintai mu istri ku..." ujar altar sambil memeluk tubuh anna dengan erat


to be continued


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 😍 terimakasih 🤩 dukungan kalian sangat penting untuk menambah semangat author ☺️

__ADS_1


__ADS_2