
Farhan masih sibuk berkutat dengan bahan makanan yang ada di dapur baru nya, dia memang berniat memasak untuk hulya
kali ini dia tidak ingin membuat hulya capek sedikit pun.
setelah selesai memasak Farhan langsung menyajikan makanan itu ke ruang makan dia tata serapi mungkin, meja itu ia hias dengan lilin dan tak lupa bunga bahkan dia memberikan sedikit wewangian untuk menambah khas romantis, dia ingin menyiapkan dinner itu seromantis mungkin walau mungkin terkesan sederhana namun itu adalah hasil jerih payahnya sendiri
"Alhamdulillah, beres juga akhirnya" ucap farhan sambil mengangkat kedua tangan nya
puas menikmati hasil kerja nya farhan pun berjalan menuju kamar nya, dia ingin membangun kan hulya yang mungkin masih tertidur.
ceklek...
ranjang itu sudah rapi kembali, dan entah kemana perginya hulya saat ini
namun tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka hulya yang masih memakai handuk putih selutut pun sedikit terkejut karna sosok mata elang tengah mengamati nya dari kejauhan
"maaf kak, baru bangun.. abis itu mandi jadi hulya belum masak, tapi nanti kita sholat dulu yaa terus hulya langsung masak" ucap hulya sambil mengambil baju dari dalam lemari nya
"aku udah masak sayang" ucap farhan sambil memeluk hulya dari belakang
"kak, lepas aku mau pake baju dulu"
"kaya gini aja cantik kok hehee" ucap farhan dengan senyuman liciknya
"enak ajaa, dingin tau"
"aku angetin mau" hulya yang mendengar penuturan dari farhan dengan secepat kilat menghempaskan tubuh suami nya yang tadi nya menempel.
"kak, udah sore mending kaka mandi abis itu kita sholat.. terus"
"terus apa?" ucap farhan memotong pembicaraan hulya
"terus bisa nyantai"
"cuma gitu?"
"terus mau ngapain?"
"kata nya mau yang anget-anget"ucap farhan dengan mata mesum nya
"apaan sihh, kan udah mau magrib"
"lohh emang kamu mikir nya gimana hul? aku ngajak ngopi bareng sambil menikmati pemandangan di halam belakang rumah kita.. hayolohh kamu mikir apaa?" ucap farhan yang justru jadi lempar batu sembunyi tangan
"heh! jangan pikir hulya ga tau yaa, Kaka tu mesum!"
"hahaa, kamu juga mau aku mesumin.."
"ckkk, udah lah mandi sanaa" ucap hulya sambil mendorong tubuh farhan
"iya iyaaa"
selepas mandi farhan dan hulya duduk santai di halaman belakang yang memang sengaja Farhan buat untuk menikmati senja
"kak" ucap hulya sambil menyeruput teh hangat nya
"Hem?"
"tadi umi nelpon, katanya tasyakuran nya mau di adakan besok.."
"lohh emang udah di persiapkan?"
"udah katanya"
"disini kan?"
"iyaa"
"oke deh"
"kak, jangan dilihatin aku malu" ucap hulya sambil mengalihkan pandangan nya
__ADS_1
"terserah aku dong.. kamu kan istri aku"
"kak, aku muak tau"
"hah? mual lagi?"
"iyaa, maka nya jangan dilihatin aku pengen muntah nih"
"apa kaitan nya?"
"pokoknya aku pengen muntah, kalo dilihatin Kaka.."
"astaghfirullah.. masa Sampek segitu nya sih hul?"
"hueemm" hulya menahan mulu nya agar tak muntah disitu, dia pun berlari dan memuntahkan nya di kamar mandi, Farhan mengerjar hulya dan memijat leher hulya
"kak, ga usah deket-deket pliiss"
"astaghfirullah.. terus gimana dong? masa aku ga boleh dekat sama istri sendiri"
"pliss kak, pergi!! hueeekkk hueekkkk"
akhir nya farhan mengalah, dia pergi meninggalkan hulya yang tengah muntah-muntah, tiba-tiba ponsel farhan berdering menampilkan sebuah nama yang juga ia rindukan sebenarnya
dira
"assalamualaikum, halo dir"
"wa'alaikum salam.. farhaaan nadira di larikan ke rumah sakit.. kamu bisa kesini sekarang juga kan?" ucap ibu dengan nada khawatir, pemilik ponsel yang ia kira menelpon nya ternyata tengah terbaring lemas di rumah sakit, Farhan sangat gusar
"iya umii, Farhan ke sana sekarang"
tuttt tuttt..
setelah usai memuntahkan isi perutnya hulya pun kembali ke luar, namun tak ada Farhan disana. dia kembali menuju halaman belakang namun lagi-lagi farhan juga tak ada di sana
"kak?!" teriak hulya sambil mencari keberadaan suami nya
sudah bisa di pastikan hal seperti ini mungkin saja terjadi, hulya sadar Farhan bukan hanya milik nya. namun bisakah dia egois sebentar saja? dia juga ingin di acara tasyakuran besok suaminya juga ada.
"kak? Kaka ga nunggu acara besok selesai?"
"astaghfirullah hulyaa! kamu tau kan ini sangat darurat? ada yang lebih penting dari acara tasyakuran itu" ucap farhan dengan nada tinggi
"tapi kan semua nya udah di siapkan umii masa mas ga ada di acara.. kan ga lucu"untuk pertama kali nya hulya membantah
"lebih ga lucu lagi kalo dira sakit dan aku ga disana"
"ohh jadi dia lebih penting dari anak kita? Kaka tau kan dia juga butuh kakaa"
"hulyaa kumohon mengerti lah, ini bukan saatnya manja.. kamu biasa nya juga apa-apa sendiri, kamu cuma mengandung sedangkan dira? dia sakit keras hul sakittt"
ucapan farhan kali ini benar-benar menyayat hati hulya hingga kedalam dalam nya.. di memilih bungkam dan tak ingin lagi menghalangi kepergian Farhan.
"ya udah kamu tenang ajaa, nanti aku suruh umi untuk menginap disini supaya kamu tidak sendirian"
"assalamualaikum" ucap farhan lagi, tanpa pelukan,tanpa ciuman singkat di dahi, bahkan tanpa jabatan tangan. Farhan meninggalkan hulya sendirian begitu saja
"wa'alaikum salam" jawab hulya dengan air mata yang benar-benar tak bisa terbendung oleh apapun lagi
"aku hanya ingin egois sedikit saja untuk anak kitaa tapi kenapa kamu ga bisa mahamin aku kak? kenapa? kenapa kamu tega berkata-kata seperti tadi"
hikss hikssss...
"kamu jahat kak"
"jahaatt" ucap hulya seorang diri
hiks hiksss....
.
__ADS_1
.
.
"seperti nya kamu benar-benar ingin memberikan hulya untuk ku farhann" ucap arsen yang tengah berada di dalam mobil tepat di depan kompleks perumahan hulya
"baiklah, jangan menyesal karena ini pilihan mu sendiri" ucap arsen lagi sambil tersenyum miring
dinner yang gagal, tidak ada yang spesial lagi malam ini. hulya memandangi setiap masakan dan telah Farhan buat.
tak ada sedikitpun hasrat untuk memakan nya, saat ini dia hanya terdiam sambil menangis. kata-kata Farhan tadi bak sembilu yang menggorok hati hulya
tiba-tiba pintu utama pun di ketuk
.tokk tokk tokk...
hulya berjalan membuka pintu dan dia sempat terkejut dengan siapa yang datang
"kamu ngapain sen?" tanya hulya dengan penasaran dia benar-benar tidak nyaman dengan kedatangan tamu tak di undang itu
"hai momy..." tiba-tiba sosok anak kecil cantik datang dari balik badan arsen
"ehh anna? ada apa? kok tau kalo momy disini"
"itu ga penting momy... sekarang yang penting adalah..."
"apaa?" tanya hulya penasaran
"Anna mau nginep disini" ucap Anna yang berjalan masuk begitu saja"
"loh memang nya kenapa? kan ada dady " tanya hulya lagi
"dady mau kerjaa, dan berangkat nya sekarang.. Anna ga mau sendiri di rumah.. boleh yaa Anna nginep disini? pliiisss"
"emm iyaa dehh iyaa"
"jadi kamu tau kalo aku disini? " tanya hulya kepada arsen
"iyaa, Karan dia ngeyel mau nginep dirumah kamu.. akhirnya aku datang kerumah mertua kamu dan akhirnya di kasiha tau alamat ini"
ujar arsen yang sudah di pastikan itu kebohongan
"ohh gitu"
"kamu ga keberatan kan hul?"
"enggak kok, aku malah seneng"
ucap hulya sambil mengelus rambut anna
"suami mu ngizinin ga?"
"pasti di izinin kok"
"ohh bagus deh kalo gitu"
"iyaa"
"ya udah kamu jangan nakal ya.. yang nurut sama momy hulyaa, jangan dibuat repot " ujar arsen sambil berjongkok menyamai Anna
"siap dad!"
"ya udah dady pulang duluan yaa assalamualaikum "
"wa'alaikum salam " arsen pun mengedip kan sebelah matanya kepada putri kecilnya itu
yaa sudah bisa di pastikan arsen memang mengajak anna berkerjasama dalam hal ini.
malam itu hulya tak sendirian, bahkan kehadiran Anna membuat hulya tak lagi memikirkan farhan, hanya itu yang bisa arsen lakukan. karna untuk menemani hulya dan bermalam di rumah nya itu sungguh hal yang mustahil!
to be continued
__ADS_1
hai guys 😍 ayo dong komen,like,dan vote nya🙏😌 Poko nya jangan lupa tinggalkan jejak kalian☺️