
Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
follow akun author ya guys 😍
Ig:@secret_writer85
tiktok:@secretwriter22
sementara di sisi lain siska membawa jenazah Farhan kembali ke tanah air, wanita itu masih menangis sesenggukan sambil memeluk kedua kaki nya
"maaf kan aku sayang.. hiiksss hiksss" ujar
Siska membawa jenazah farhan ke rumah mertua nya, dia juga sudah membujuk Kaka nya Smith Lemos untuk tidak membantu apapun bila terjadi sesuatu pada nya, dia hanya ingin bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, sikap siska semakin membuat semua orang bingung.
flashback on
"hallo assalamualaikum, ini siapa ya?" tanya ummi dari balik telepon
"wa'alaikum salam, ini siska ummi.. "
"kamu!? ada apa kamu menelpon ku?" tanya ummi dengan nada tak suka
"aku hanya ingin mengatakan kalau Farhan sudah tiada" ujar siska sambil menahan tangisan nya
"apa kamu bilang!?"
"Farhan sudah meninggal ummi hikks hikkss"
"inalillahi wa innailaihi roji'un" ujar ummi yang kini sudah pingsan di lantai
"maaf ummi hikks hikks " tidak ada sahutan lagi, membuat Siska keheranan
"hallo ummi? ummi di sana kan? ummi?"
kemudian Siska mematikan telpon itu dan kembali menangis
flashback off
rumah mertua nya sudah penuh dengan orang-orang seperti sanak saudara dan juga ustadz yang ikut mendo'akan Farhan
ummi masih menangis dalam pelukan hulya, hari itu hulya,arsen,ayah,bunda,dan tak lupa nayya ikut berbela sungkawa atas meninggal nya Farhan, dari situ arsen mengira kedua orang tua farhan sudah mengetahui penyebab kematian putra nya, padahal mereka belum tau sama sekali.
yang lebih membuat arsen terkejut adalah mengapa siska ingin mengembalikan Farhan kepada keluarga nya? bukan kah sama saja dia ingin menyerah kan diri ke polisi?
hal itu masih menjadi misteri bagi arsen
tak lam kemudian mobil yang membawa Farhan pun datang, bersama siska dan beberapa polisi yang mengawal mereka, keluarga duka menyambut kedatangan farhan dengan tangisan yang memecah.
bahkan ummi pingsan berkali-kali, namun yang lebih tak di sangka lagi adalah ketika Siska mengakui kesalahan nya di depan semua orang bahkan dia sudah menyiapkan polisi untuk membawa nya ke dalam sel.
"astaghfirullah.. kenapa kamu tega melakukan ini? apa salah Farhan sehingga kamu melakukan ini semua?"tanya ayah Farhan kepada Siska yang sudah terborgol tangan nya.
__ADS_1
"aku melakukan semua ini karna aku mencintai nya.." ujar siska sambil meneteskan air mata nya
"cinta? tapi kau membunuh nya.. cinta macam apa itu!?" ujar ayah yang sudah mulai tersulut emosi
"istighfar ayah.. tenangkan diri mu" ujar ummi sambil memegangi bahu pria paruh baya itu
"hulya, arsen..ayah.. ummi, Siska minta maaf karna selama ini Siska banyak berbuat salah.. mungkin hukuman ini belum seberapa, tapi Siska berjanji.. Siska akan menjadi lebih baik lagi aamiin" ujar nya sambil tersenyum namun kedua mata nya sudah mengucur kan tangisan .
"bawa wanita ini ke dalam penjara pak polisi!" ujar ayah dengan lantang
"baik, pak.. permisi " ujar pak polisi sambil menuntun Siska memasuki mobil nya.
setelah kematian putra semata wayangnya ummi semakin di buat sedih, dia sudah kehilangan menantu terbaik pilih nya, kini dia juga akan kehilangn putra nya untuk selama -lama nya
"sayang boleh aku bertanya sesuatu?" tanya arsen sambil menciumi punggung tangan hulya, dan tangan nya yang satu nya lagi ia gunakan untuk memeluk naya yang tertidur dalam pangkuan nya.
"boleh.." ujar hulya sambil tersenyum memandang wajah tampan suami nya
"apa kamu merasa kan kesedihan? atau semacam kehilangan? setelah wafat nya mantan suami kamu itu"huly tersenyum miring kemudian menyandar kepala nya di bahu arsen
"kehilangan sebagai sosok ayah biologis untuk naya mungkin iyaa,kesedihan sudah pasti iyaa, karna bagaimana pun juga aku pernah mencintai nya sayang.."
"apakah cinta masih banyak tersisa di hati mu?" tanya arsen lagi sambil memandang wajah hulya yang kini bersender di bahu nya
"cinta ku kepada farhan sudah hilang arsen, aku mencintaimu entah sejak kapan.. tapi aku merasa kan debaran setiap kali bersama mu..aku juga tidak ingin kehilangan kamu..aku tidak ingin kamu pergi" ujar hulya sambil menggerak-gerakkan wajah nya di bahu arsen sambil memejam kan kedua mata nya, arsen dapat merasakan sikap hulya yang akhir-akhir ini sering bermanja-manja pada nya, bahkan dia sering merengek saat arsen selalu betah berlama-lama main bersama nayya
"kamu manja banget sih.. jangan-jangan kamu hamil lagi" ujar arsen sambil terkekeh
"aamiin" ujar hulya sambil tersenyum arsen pun memeluk tubuh hulya dari samping dan mengecupi kening nya berkali-kali.
arsen menyuruh ratih untuk membawa putri nya masuk ke dalam kamar nya.
sedangkan hulya sudah mengganti pakaian nya dengan daster tipis bercorak bunga berwarna peach.
dia merebahkan punggung nya pada dinding ranjang.
ceklek
"sayang..sinii" ujar hulya sambil membuka kedua tangan dengan lebar memberikan kode untuk memeluk nya, arsen pun tersenyum melihat tingkah hulya yang akhir-akhir ini sering bermanja-manja.
pria tampan itu membuka baju nya dan hanya menyiskan baju kaos putih polos yang mencetak dada bidang nya
greeep
arsen memeluk tubuh hulya dengan erat
"sayang, aku suka parfum mu" ujar hulya sambil mengendus dada bidang arsen
"aahh jangan seperti itu sayang, kau tau kan rudal ku selalu siap tempur" ujar arsen sambil tersenyum miring
"aku mau manja-manjaan aja.. jangan itu muluk.. capek" ujar hulya sambil mengelus pipi arsen yang di hiasi bulu-bulu tipis di sekitar nya
__ADS_1
"maka nya jangan memancing rudal ku"
"sayang.. aku ingin memeluk mu seharian" ujar hulya kembali memeluk tubuh arsen
"ada apa dengan mu? Hmm?"
"besok kamu udah sibuk di kantor kan" ujar hulya sambil cemberut, hal itu semakin membuat arsen gemas dia pun mencium bibir itu sekilas
"mau ikut?" tanya arsen sambil mengangkat sebelah alis nya
"memang nya boleh?" tanya hulya sambil mendongakkan kepala nya menatap kedua bola mata arsen
"tentu saja boleh" ujar arsen sambil tersenyum
"apa kamu tidak terganggu?" tanya hulya sambil mengedipkan kedua mata nya dengan perlahan
"engga dong sayang.." ujar arsen sambil mencium leher hulya
"bagaimana kalau aku ingin di peluk terus seperti ini? apa kamu mau?" ujar hulya sambil mencoba menatap arsen yang sibuk menciumi leher nya
"ya sudah, besok aku akan ambil cuti..aku ingin menemani istri mu yang manja ini" ujar arsen sambil mencubit hidung mancung hulya, hulya pun melepas kan pelukan nya.
tanpa mengatakan apapun dia masuk ke dalam kamar mandi, dan mengunci nya dari dalam
"itu tanda nya dia sebenarnya terganggu kalau aku ingin mengikuti nya" ujar hulya menetes kan air mata
"sayang.. kok tiba-tiba pergi sih, kamu lagi ngapain di dalem" ujar arsen dari balik pintu
hulya masih menangis sesenggukan entah mengapa hati nya sakit hanya dengan perlakuan arsen yang tidak sebanding dengan yang di lakukan Farhan dulu.
arsen pun mencari kunci cadangan dan membuka pintu itu, dia mendapati istrinya yang tengah duduk di dalam bathtub kosong itu, arsen masuk ke dalam bathtub itu dan memeluk hulya dari belakang
"kamu kenapa sayang? apa aku salah bicara?" tanya arsen sambil menyanggah dagu di bahu hulya
"kamu menangis? maaf aku minta maaf aku tidak bermaksud menyakiti mu.. maaf sayang.." ujar arsen sambil menciumi leher hulya dengan lembut, hulya masih engga untuk berbicara hal itu membuat arsen menggendong nya ala bridal style
"aku ingin sendiri " ujar hulya saat arsen merebahkan tubuh nya di kasur
"aku ingin di peluk kamu" ujar arsen sambil tersenyum
grepp
dengan cepat hulya memeluk tubuh arsen hal itu semakin membuat arsen bingung, baru saja menangis entah karna apa tapi tiba-tiba sudah bermanja-manja lagi
"i love you " ujar hulya sambil tersenyum menatap kedua mata arsen
" i love you more baby.." ujar arsen kembali mengeratkan pelukan nya
"kenapa mood nya berubah-ubah seperti ini? apa dia mau pms?" batin arsen kebingungan
to be continued
__ADS_1
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍🙏 terimakasih 🤩
hayooo ada yang tau ga? kira-kira hulya kenapa yaaa?🤔yukk komentar di bawah 👇🤗