Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
sebenci itu kah?


__ADS_3

Happy reading ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


follow akun author ya guys ๐Ÿ˜


Ig:@secret-writer85


tiktok:@secretwriter22


hari pernikahan Alex dan rummi pun tiba, Smith Lemos datang dengan terpaksa.


pria parubaya itu dengan kesal merutuki kebodohan anak nya, bukan dia tak suka tapi hampir saja dia membuat nya bangkrut karna.


"dad, kau benar-benar tak bisa menolong ku?" tanya alex dengan penuh harap


"no! kamu memang selalu membuat keonaran, dan ini bukan pertama kali nya.. untuk kali ini dady lebih memilih menyelamatkan saham kita" ujar Smith


"ahhh, dad kau tau kan? aku hanya mencintai annaa"


"belajar lah menerima apa yang kamu tuai!" ujar Smith dengan tegas, pria itu pun meninggalkan putra nya.


"bagaimana? saksi? sah?"


"sahhh!"


"barokallahu lakuma......"


air mata rummi pun terjatuh dari kelopak mata nya yang indah, dia menangis di pelukan kedua sahabat nya.


"rummi, jika alex tidak memperlakukan mu dengan baik.. katakan pada ku" ujar Anna dengan tatapan serius


"terimakasih ann.. tapi aku ingin menghadapi rumah tangga ku tanpa campur tangan orang lain.. maaf"


"hemm, baik lah.. tapi aku sangat tau bagaimana Alex.. katakan bila dia berani kasar pada mu" ujar Anna lagi, rummi pun hanya mengangguk kan kepala nya


Arumi berjalan di tuntun oleh kedua sahabat nya, dia masih menunduk kan kepala nya.


sesaat kemudian alex mengulur kan tangan nya, dengan tangan bergetar dia menerima uluran tangan itu dan ia kecup sekilas.


"sesuai perintah dari ayah mu, aku harus membawa mu berobat!" ujar Alex sambil berlalu pergi begitu saja, melihat itu Anna menjadi geram sendiri.


"rumm? kau yakin tidak ingin aku temani?" tanya anna sambil menatap kedua mata rummi dengan lekat


"makasih Anna, tapi ga papa kok.. Alex ga bakal berani ngapa-ngapain aku..kan ada ayah sama Ibuk ku "


"baiklah kalau begitu " ujar Anna sambil memeluk tubuh rummi begitu pun dengan dessy


"bakal kangen banget sama kamu rumm "


"tenang ajaa, des.. aku ga lama kok, paling cuma setengah bulan" ujar rummi sambil tersenyum kepada dessy


"itu sih terlalu lama" ujar dessy dengan muka sedih


"hahah lebay" sahut Anna


"ihh ga gitu, kan kita udah.."


"rummi, ayoo" seru Alex yang sontak membuat dessy tak jadi meneruskan perkataan nya


"aku duluan ya guyss.. dada, assalamualaikum " ujar rummi sambil melambaikan tangan nya


rummi menaiki mobil Alex, dia duduk di belakang sedangkan Alex duduk di depan bersama damian, tidak ada yang memulai pembicaraan suasana begitu hening, kedua mata rummi hanya memandangi jalanan dari balik jendela.


"ahh ****! why?? why her dam!? why" ujar Alex yang tiba-tiba mengacak rambut nya dengan kasar


"ngomong apa sih? apa dia ngomongnin aku ya?" rummi bertanya kepada diri sendiri dalam hati


"keep calm.. please, don't make her scary"

__ADS_1


"aaahhhh" Alex memukul dasbor dengan keras, rummi terkejut dan memejamkan mata nya.


dia takut bahkan suasana hati nya belum membaik, dia harus menjalani terapi langsung oleh psiketer, namun suami nya sekarang semakin membuat nya ketakutan.


sesampai nya di psiketer, Anna masuk di antar langsung oleh damian.


jangan tanya dimana Alex, pria itu sedang menghisap rokok nya di luar mobil.


dia enggan memberikan perhatian kepada rummi


"assalamualaikum" ujar rummi dari balik pintu


"wa'alaikum salam" ujar pria tampan yang merupakan psiketer, dia begitu ramah kedatangan rummi di sambut dengan senyuman di bibir manis nya.


"silahkan masuk" ujar Johan


"terimakasih.." rummi memasuki rumah besar itu dengan di ikuti oleh damian


"duduk dek" ujar Johan dengan lembut, rummi tersenyum canggung dan kemudian duduk di sofa.


"oh iya? Alex mana?" tanya Johan yang melempar kan pandangan nya kepada damian


"dia di luar"


"ohh, baik lah.. bisa kita mulai?" tanya johan kepada rummi, wanita cantik dan juga lugu itu pun hanya mengangguk kan kepala nya.


"hemm, nama nya siapa?"


"rummi" ujar rummi masih menunduk kan kepala nya


"apa kamu sedang tidak percaya diri? kenapa kamu menunduk?" tanya Johan sambil mengamati rummi dengan seksma


"aku memang suka seperti ini"


"ohh begitu hehe.."


"kau tau kan? cara kerja psiketer seperti apa?" pria dingin itu hanya mengangguk kan kepala nya


"baik lah rummi, bersikap lah santai.. anggap saja ini rumah mu aku adalah keluarga baru mu.. bisa kau ceritakan hal-hal yang kamu sukai?" tanya Johan dengan lembut, siapapun yang mendengar nya pasti akan kecanduan.


"aku suka melukis, aku juga suka jalan-jalan "


"wahh itu adalah hobby yang sangat menakjubkan " ujar Johan


"makanan apa yang kamu sukai?"


"aku suka beli makanan di pinggir jalan, seperti cilor,cilung, cireng,seblak,telur gulung,sisi bakar,dan aku juga suka makan seafood "


"wahh kita hampir sama.. aku juga menyukai makan semacam itu"


"oh yaa?" tanya rummi sambil menatap kedua mata Johan, pria itu tersenyum dan kemudian mengangguk kan kepala nya


sementara di luar sana Alex sudah tengah bosan


"aku ingin pulang, kau bisa antar kan aku pulang lebih dulu kan?"


"tapi tuan muda, nona muda masih di dalam.."


"aku tidak peduli sejak awal aku memang tak pernah mempedulikan kehadiran nya"


"tapi bagaimana kalau tuan besar tau? pasti beliau akan marah"


"alah, kau atur saja nanti" ujar Alex yang benar-benar tak mau tau


"ada ingin pulang kemana?"


"antar kan aku ke club'! aku bosan.. dan butuh hiburan"

__ADS_1


"astaga.."


"kau bilang apa?!" teriak alex yang memang masih mendengar nya dengan jelas


"ahh tidak-tidak.."


"kita tidak memberitahu kan nona muda terlebih dahulu, tuan?"


"sudah ku bilang, aku tidak peduli pada nya! kau urus saja dia setelah ini"


"baik lah" ujar damian dengan pasrah


"oh yaa? lain kali kau bisa membawa alat lukis mu kemari" ujar Johan sambil tersenyum


"benar kah? jujur saja aku menyukai taman yang kau buat ini.. ini nampak seperti taman sungguhan" ujar rummi sambil berjalan memandangi pemandangan sekitar taman buatan Johan


"oh ya? apa kamu lapar?" tanya Johan


"emm, sedikit" ujar rummi sambil terkekeh, entah kenapa dia sangat nyaman dengan Johan yang padahal baru saja ia kenal, mungkin pembawaan nya sebagai psiketer membuat nya mudah mengubah suasana hati rummi .


"kau ingin makan apa?" tanya Johan


"emm sebentar.. boleh kah aku memanggil suami ku" ujar rummi dengan ragu


"tentu saja.." ujar Johan sambil tersenyum


rummi keluar dan dia di buat celingak-celinguk mencari keberadaan Alex dan damian


"apakah dia sengaja meninggalkan ku?" ujar rummi seorang diri


"hei.. kenapa?" tanya Johan yang tiba-tiba datang dari arah belakang


"Alex pergi" ujar rummi dengan muka sedih


"tenang lah.. mungkin dia sedang ada urusan penting, pasti dia kan kembali lagi.. kau tau? Alexander adalah sahabat ku, aku bisa mengantar mu pulang pada nya"


"terimakasih " ujar rummi sambil tersenyum getir


"sebenci itu kah kamu pada ku?" ujar rummi dalam hati


bang Alex emang gemesin ya bund-bundaa๐Ÿคญ๐Ÿ˜



to be continued


hai guys ๐Ÿคฉ cerita hulya dan arsen cuma tinggal happy-happy nya aja nih... paling nanti author selipin dikit di eps-eps selanjutnya, kalo cerita Anna dan altar masih lanjut ya.. karna mereka masih satu lingkungan dengan rummi dan Alex, nanti bakal author kasih bumbu-bumbu di dalam nya hehee, biar sedep Yee kannn?๐Ÿคญ


oh ya jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa ๐Ÿ˜ terimakasih


yang belum baca novel terbaru author juga kudu mampir Yah ๐Ÿ˜ di jamin ga kalah seru deh๐Ÿคญ


Pernikah paksa di usia dini adalah mimpi terburuk yang menjadi kenyataan dalam hidup ku! aku adalah seorang gadis korban broken home, aku hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidup ku.


namun apa yang terjadi? nasib buruk menimpa ku, aku Alea Maharani gadis yang baru berusia 14 tahun dipaksa menikah dengan pria yang tidak sama sekali aku cintai, bahkan lebih tepat nya aku benci.


Zidan Firmansyah, dia adalah ketua gengster dari the young guns yang di kenal sebagai pria dingin, angkuh,dan kejam! dia adalah suami ku, suami yang tak pernah aku ingin kan.


pertemuan pertama ku membuat zidan merasa kan debaran yang berbeda, hanya aku lah wanita yang pertama yang mampu menolak pesona nya.


penolakan ku membuat nya semakin penasaran hingga akhirnya dia benar-benar mencintai ku


namun aku bukan lah wanita yang mudah dalam hal mencintai, aku telah melabuhkan cinta ku kepada sahabat ku sendiri, Eza faldiano sudah lama sekali aku menyimpan perasaan ku ini.


mampukah zidan meluluhkan hatiku?


__ADS_1


__ADS_2