Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Ga ada lawan


__ADS_3

Setelah selesai berkemas altar pun mandi, sedangkan anna yang sudah mandi dari tadi memilih bermain game dengan ponsel nya, Anna memang belum bisa di katakan dewasa bahkan dia memang masih anak remaja, namun dengan sabar altar yang menyiapkan semua nya tanpa berprotes sedikit pun, altar memutar handle pintu itu dia masih menggunakan handuk putih yang melilit di bagian tubuh bawah nya, dia berjalan dengan kaki terbuka.


"Anna, lihat lah cara jalan ku.. ini benar-benar sakiit aaaww" ujar altar sambil memegangi aset nya, anna pun melayang kan pandangan nya ke arah altar yang masih berdiri di samping lemari baju, dia menghampiri suami nya.


"terus gimana dong? kan aku ga sengaja tar...lagian itu juga salah kamu sih" ujar Anna yang tak mu di salah kan, altar membuka handuk itu dengan cepat anna mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"tar! kamu apaan sih... jangan nodain mata aku" ujar Anna yang menutup wajah nya dengan sebelah tangan nya.


"aku kan mau ganti baju" ujar Altar dengan santai


"haduhh, jadi bingung mau pake baju apa? aku pake sarung aja kali yaa?" ujar altar meminta pendapat Anna


"udah lah terserah kamu yang penting nyaman" ujar Anna sambil berjalan menjauhi altar, dengan cepat tangan altar memegangi tangan Anna sontak membuat nya berhenti


"apa lagiii?" ujar Anna membelakangi altar


"ga papa..," ujar altar yang kemudian melepaskan genggaman tangan nya, Anna pun memutar bola matanya dengan malas.


"aawww!" teriak altar saat hendak memakai underwear nya, dengan reflek Anna pun membalikkan badan nya dan tepat mengarah kan pandangan nya ke aset altar


"aaaaaaaa! kenapa gede banget! ihh nyeremin.." ujar anna yang kemudian menutup mata nya dengan kedua tangan nya sendiri


"kok malah kamu yang histeris sih" ujar altar sambil memakai sarung nya, dia memutuskan untuk tidak menggunakan underwear seperti saat di pondok kebiasaan santri putra memang seperti itu.


"tar! punya kamu kenapa bisa se.. aaaaaa! jadi takuuuuut" ujar Anna memukul kepala nya sendiri


"ahahaaha... itu aja masih tidur"ujar altar terkekeh melihat tingkah laku Anna


"what!? ga sewajar nya tau ga!?" ujar Anna sambil berlalu meninggalkan altar seorang diri di kamar, dia memutuskan untuk keluar kamar karna malu sendiri melihat pemandangan yang seharusnya tak ia lihat sekarang.


selesai berganti pakaian altar menyusul Anna dia membawa koper milik mereka berdua


"kamu ngapain berdiri disini?" tanya altar saat membuka pintu kamar nya dan mendapati Anna yang tengah berdiri di samping pintu kamar nya


"ga, papa.. bosen di dalem" ujar Anna yang masih enggan menatap wajah altar, dia memang kalau malu seperti itu.


"ahahaaha, bosan.. atau takut melihat.."


"udah lah tarr.. udah di tungguin tau sama david!" seru anna yang kemudian berjalan lebih dahulu, altar berjalan perlahan di belakang Anna Karna keadaan nya masih sakit untuk berjalan cepat seperti biasa nya, Anna pun menyadari resepsionis dan para pengunjung yang mulai menatap arah belakang Anna, dengan kesal Anna beralih mendekati altar dan menggandeng tangan nya.


"tarr, jangan lirik kanan kiri.." ujar Anna setengah berbisik namun altar mendengar nya dengan jelas

__ADS_1


"iyaa" ujar altar sambil memeluk pinggang Anna dari samping, mereka sontak menjadi bahan tontonan bagi setiap orang yang melihat


"tar.. kamu sadar ga sih? kamu itu ganteng, banyak yang suka.. lihat deh pada ngeliatin kamu tuh" ujar Anna sambil bersungut-sungut


"ahahhaha mereka melihat kita seperti itu, karna iri" ujar altar


"oh ya?" ujar anna mendongakkan kepala nya melihat altar yang lebih tinggi


"iyaa, lihat lah cara mereka memandang kita"


"alah bodo amat, kan kita udah sah jadi suami istri" ujar Anna sambil tersenyum puas.


"silahkan masuk tuan, nona.." ujar david sambil membungkuk kan badan nya, altar dan anna memasuki mobil itu.


"David.. sudah ku bilang jangan memanggil ku seperti itu.." ujar altar yang sudah terduduk di tempat nya


"maaf saya lupa tu, altar" ujar david dengan ragu karna takut bila nona muda nya marah


"ehh kok panggil nya gitu?" protes Anna sambil menatap punggung david


"aku yang meminta nya" sahut altar


"altar.. kamu itu suami aku, dan dia adalah bawahan kita.. jadi ga papa dong kalo dia panggil kamu tuan" ujar anna yang beralih menatap altar.


"ahhh suami ku ini rendah hati sekali" ujar Anna sambil memeluk arsen dari samping, David pun di buat terkejut dengan perlakuan Anna yang sudah jinak.


"perasaan kemarin-kemarin masih bentak-bentak.." ujar david dalam hati


"tidak usah membicarakan ku dalam hati.." ujar Anna melirik david dari kaca


"maaf nona.."


"hemm" jawab anna yang kemudian memeluk tubuh altar.


"kamu lapar tidak?" ujar altar yang sontak di jawab dengan gelengan kepala dengan cepat


si sepanjang perjalanan anna bermanja-manja dengan altar, asumsi david mengenai Anna yang tengah hamil pun semakin kuat, dia juga sudah memberitahu kan kejadian sewaktu di perjalanan kemarin kepada arsen, namun arsen ingin memastikan nya sendiri.


sesampainya di hotel, arsen sudah menunggu Anna di ruang yang khusus di sediakan untuk mereka bersantai, sebagai pemilik hotel arsen bisa menyediakan tempat itu sesuka hati nya.


altar dan anna berjalan bergandengan hingga, menunju ke ruangan santai yang lengkap dengan sofa

__ADS_1



"assalamualaikum momy.. dady" ujar anna yang baru saja datang, kedua pasangan suami istri itu pun menoleh ke sumber suara


"wa'alaikum salam" ujar kedua nya dengan serempak, kedua mata tajam arsen mentap tangan altar dan anna yang tengah bergandengan


"duduk sayang" ujar hulya kepada kedua nya, hulya pun menarik arsen agar duduk juga


"kalian sudah makan?" tanya hulya dengan lembut


"belum mom, tapi sudah sarapan yang lain" ujar anna dengan polos nya, sontak membuat ketiga orang itu membulatkan kedua mata mereka dengan sempurna


"kalian kenapa sih?" ujar anna dengan kebingungan


"maaf mom.. dad.. maksud Anna adalah kita makan makanan ringan dan camilan lain nya tadi sewaktu di mobil" ujar altar yang sudah paham pemikiran kedua mertua nya, sedangkan anna terlihat santai Karna menurut nya tidak ada yang salah dari pengucapan nya.


"ohh begitu" ujar hulya sambil tersenyum


"momy akan memasak untuk kalian" ujar hulya yang ingin beranjak namun di tarik oleh arsen


"disini memang ada dapur, tapi aku tidak ingin melihat mu memasak.. duduk lah disini dan tunggu resepsionis datang" ujar arsen sambil memeluk tubuh hulya dari samping


"idiih posesif, dasar bucin!" sahut Anna sambil tersenyum miring kepada arsen, hulya pun hanya tersenyum malu-malu


"ga papa lah.. gini-gini dady, juga bisa bucin seperti pasangan muda lain nya" ujar arsen percaya diri


"alah dady songong, nihh anna juga udah punya suami wlee" ujar anna sambil menjulurkan lidah nya, kemudian dia beralih memeluk altar yang kemudian di balas oleh altar.


"ahahaaha.. iya iyaa kalian emang ga ada lawan deh" ujar hulya sambil terkekeh


to be continued


Jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 🙏😍 terimakasih 🤩


Izin promote kak.. hai guys jangan lupa juga buat mampir ke novel aku, pokonya di jamin ga kalah seru, judul nya "The owner of my last love" menceritakan tentang seorang pria dingin yang menganggap semua wanita itu sama, namun keyakinan nya berubah saat dia bertemu alea maharani, wanita biasa yang pertama kali menolak pesona seorang zidan firmansyah.


karna merasa alea adalah wanita yang berbeda zidan pun tertarik dan mencoba untuk mendekatinya.


namun semua tak semudah yang dia kira, Alea dengan tegas menolak zidan karna cinta nya telah terpaut Kepada Eza faldiano yang merupakan sahabat masa kecil nya.


akankah Zidan dapat membuat hati Alea luluh?

__ADS_1


jangan lupa mampir ya guyss thank you 😍



__ADS_2