
Sementara di sisi lain, anna tengah mengikuti pengajian kitab kuning malam yang di gurui oleh abah yai, beliau menjelaskan panjang kali lebar mengenai adab seorang santri.
"guru itu adalah orang yang harus kalian hormati, karna jika beliau ridho in syaa allah ilmu pun akan dengan mudah masuk kepada kalian..jangan sekali-kali mencela, membantah,apalagi melawan guru.. karna guru adalah orang tua kedua kalian setelah ayah dan ibu.. maka dari itu seluruh santri harus senantiasa menjaga adab kepada guru-guru nya.. jangan membuat guru murka, karna jika guru murka ilmu kalian tidak akan ada manfaat nya" ujar beliau sambil membenahi kaca matanya
Anna mendengar kan semua itu dengan baik, kali ini dia tidak membuat kerusuhan.
dia merasa tertampar dengan kata-kata Abah yai, karna dia selalu membantah bahkan melawan ustadz dan ustadzah nya.
"heii anak baru berbaju biru" ujar Abah yai sambil menatap anna yang masih diam melamun, rumi pun menyenggol anna dengan ujung siku nya, Anna pun memandang ke arah Anna seperti bertanya
"di panggil Abah yai tu" ujar rumi sambil berbisik
"aa sa-saya" ujar anna sambil mengangkat sebelah tangan nya
"setelah selesai mengaji datang lah ke rumah yaa" ujar Abah yai sambil tersenyum
"baik bah.." jawab Anna sambil menunduk
entah kenapa dia tidak berani berbuat onar di depan beliau, mungkin karena beliau mempunyai wibawa yang menurut anna berbeda.
setelah usai mengaji Anna pun gusar, dia bolak-balik di depan lemari milik nya, hal itu pun cukup mengganggu Siti yang tengah menghafal kitab.
"Ka-kamu Keke-kenapa bolak-baa-balik be gitu" tanya Siti dengan logat gagu nya
"aku bingung, aku pasti bakal di hukum deh sama Abah yai.." ujar anna sambil mengigit ujung kuku nya
"naa, kamu inget kan tadi Abah manggil kamu?" tanya Rumi mengingat kan
"iyaa, karna itu aku takut.. aku mau di apain ya?" ujar anna kebingungan
"udah uang yang penting kamu kesana dulu, pasti beliau udah nungguin " Anna pun mengangguk kemudian dia berjalan menuju ke dalem abah yai.
namun saat anna sudah berada di teras rumah Abah yai dia pun terhenti
"seperti nya di dalam ada orang juga" ujar anna seorang diri
"slow down annaa keep calm" ujar anna menyemangati diri sendiri
"assalamualaikum " ujar anna yang sudah berdiri di depan pintu, namun ruang tamu itu nampak kosong dengan pintu yang terbuka
"masuk aja, udah di tunggu di ndalem sama Abah" ujar salah seorang santriwati yang memang mengabdi di ndalem
Anna pun mengangguk dan mengikuti langkah santri itu, jujur ini pertama kali nya dia masuk ke ndalem Abah yai, karna saat sampai hanya arsen yang masuk.
santriwati itu pun berjalan menggunakan lutut nya sambil membungkuk kan badan nya sebagai tanda hormat dan sopan terhadap guru Anna pun mengikuti nya.
dia masih menunduk dan tau berani menatap ke atas sedikit pun.
"duduk di sini saja ndok" ujar Abah yai sambil menepuk sofa yang ada di sebelah beliau.
__ADS_1
Anna pun menurut dan duduk dengan perlahan karna takut bila dianggap tidak sopan
"kamu santri baru anak nya si hulya kan?" tanya beliau sambil tersenyum kepada Anna,
Anna pun di buat terkejut namun kemudian dia mengangguk kepala nya
"hulya itu juga murid saya.. dulu dia mondok disini juga, bahkan sampai sekarang masih sering soan (silaturahmi) kesini" Anna hanya tersenyum sambil mengangguk pelan
"gini lo ndok.. Abah itu mau kamu tetap disini sampai dewasa nanti.. kamu mau kan?"
Anna pun terkejut namun tanpa di sadari Anna pun mengangguk kan kepala nya
"ahhh kenapa aku malah mengangguk" ujar anna dalam hati
"bagus, Abah juga mau kamu menikah sama santri pilihan abah.. tapi, itu pun kalo kamu Ndak keberatan, karna untuk saat ini kamu masih belia jadi yaa istilah nya sudah tak dedek'i (sudah di incar)"
Anna membulat kan kedua matanya dengan sempurna
"de-dengan siapa bah?" tanya anna penasaran
"sebentar tak panggil kan dulu "
"le, sini le.." ujar Abah yai tak lama kemudian datang nya pria berwajah tampan dengan badan tegap,tubuh nya tinggi,kulit putih,kumis tipis menghiasi area nya,dan alis tebal,serta mata uang sedikit ke biru mudaan.
pria itu adalah altar! yaa altar khanafi..
"kenapa harus dia?" ujar anna dalam hati
"bagaimana?" ujar Abah lagi sambil menatap Anna, Anna pun diam dan tak tau harus menjawab apa.
kemudian altar pun duduk di sofa sisi lain beliau.
"apa tidak terlalu cepat bah? sa saya masih"
"iyaa, ini hanya saran saja.. untuk selanjutnya kalian bisa menolak/bahkan menerima nya" ujar beliau sambil menatap kedua nya secara bergantian, pria itu hanya terdiam tanpa mengeluarkan satu kata pun, karna itu Anna di buat heran.
"kenapa dia tidak langsung menolak saja? bukan nya dia juga membenci ku? atau dia sengaja menerima perjodohan ini karna ingin membalas dendam?" ujar anna yang bertanya-tanya dalam hati
"tidak!! aku tidak mau" ujar anna yang masih kalut dengan bayang nya
"loh langsung ditolak tar" ujar Abah yai sambil tertawa memandang ke arah altar, altar hanya tersenyum sedikit.
Anna bukan bermaksud langsung ingin menolak dia, itu terkesan tidak sopan.
namun seperti nya Abah yai malah salah paham
"tidak bah, saya bukan nya menolak" elak Anna, altar pun menatap Anna sambil mengerutkan dahi nya
"oh berati di terima tarr, alhamdulillah" ujar Abah yai lagi yang sudah pasti membuat Anna gelagapan.
__ADS_1
"ahh kenapa jadi begini" ujar anna dalam hati
"mau ku tolak lagi, tapi takut mempermainkan Abah yai" ujar anna menyesali
"bagaimana dengan mu tar?" tanya beliau kepada altar
"saya sih Monggo bah, manut saja" ujar altar sambil tersenyum, senyum yang jarang ia berikan ke sembarang orang.
"Alhamdulillah.. untuk saat ini kalian tetep harus menjaga diri dan hati dari nafsu yang akan menguasai kalian, jangan sampai berbuat yang tidak-tidak" ujar Abah menasehati
altar mengangguk namun anna masih merutuki diri nya sendiri.
"ya sudah Anna.. kamu boleh pergi sekarang nduk, jangan terlalu di pikirin.. nanti ga bisa tidur mikirin altar malah kacau, besok nggak bangun ga ikut jama'ah hahah" ujar Abah yai sambil menatap Anna yang sedang kebingungan
"iya bah, saya permisi assalamualaikum" ujar anna yang mulai beranjak pergi dari situ.
disisi lain Azmi dan Abi pun sedang menduga duga, bahwa mungkin saja altar di dalam pasti sedang di Carikan jodoh.
"ehh itu altar" ujar Abi
"tar sini tarr" teriak Azmi
"apa?" ujar altar yang sudah mendekat
"kamu tadi ngapain di ndalem?" tanya abi kepo
"aku mau dinikah kan" ujar altar dengan santai nya
"wah nikah!? bener kan mi, pasti altar itu di suruh nikah" ujar Abi
"iyaa, selamat ya tar.. oh yaa mau nikah sama siapa? pasti Aisyah kan?" tebak Azmi
"bukan"
"terus siapa?" tanya abi
"Anna"
"Anna!?" ujar kedua dengan histeris
"astaghfirullah ga usah teriak kenapa? ini udah malam"
"mimpi apa kamu bisa dapat bidadari" ujar Abi dengan sedih, padahal sejak awal melihat Anna dia sudah tertarik.
tapi mungkin Anna bukan lah jodoh nya, Abi pun ikut senang walau pun senep juga.
to be continued
jangan lupa lempar 🌹dan☕ nya ya temen² biar semangat nih ngetik nya😁😍 terimakasih 🤩🙏
__ADS_1