Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
bagaimana dia tau?


__ADS_3

Anna yang masih terlihat tertidur nyenyak di sofa benar-benar terlihat seperti sungguhan


namun kebohongan kecil itu dapat dilihat jelas oleh arsen, dengan itu dia bisa membaca rencana baru dari putri kecil nya itu.


"jadi kau ingin lebih lama disini.. baiklah lah aku ku kabulkan sayang" ucap arsen dalam sambil tersenyum tipis


"arsen!" panggilan hulya sontak membuat pria dingin itu melempar senyum yang jarang ia berikan kepada setiap orang


"aku ingin ke dalam sebentar, biar aku siapkan baju-baju Anna yang masih tertinggal.. sembari nungguin dia bangun juga" ucap Anna yang berjalan meninggalkan arsen


"hulya tunggu!" titah arsen membuat hulya berhenti di tempat dan menoleh ke arah pria itu


"apa?" tanya nya


"sebenernya aku belum ingin membawa nya pulang.. masih ada pekerjaan lain yang belum selesai, jadi maafkan aku.. bolehkah aku menitipkan dia disini hingga semua nya usai?" ucap arsen penuh harap


"mmm tidak masalah, lagian aku juga sendirian dirumah.. Anna bisa menemaniku disini" ucap hulya sambil tersenyum senang


"ahh terimakasih, mmmm kau bilang kau sendirian.. lalu dimana suami mu?" arsen mulai menduduki sofa lebar di sebelah anna


yang tertidur pulas


"ehh sebelum aku menjawab.. bisakah kamu memindahkan Anna ke kamar ku? aku kasihan melihat tidurnya yang kurang nyaman bila berada disitu"


"baiklah" arsen mulai mengangkat tubuh mungil anna yang sedikit bergerak dia mengikuti hulya dari belakang


mata cantik yang tengah tertidur itu tiba-tiba terbuka dengan lebar tak lupa Anna menjulurkan lidahnya kepada pria dewasa yang menggendong nya itu.


arsen hanya tersenyum miring, Anna senang karena dady nya dapat dengan mudah mengerti kode nya.


"dad, manfaat kan waktu yang tersisa" ucap Anna dengan berbisik pelan sekali


"baiklah, dady paham apa mau mu.. terimakasih" ucap arsen dengan begitu senang.


setelah mengatakan itu Anna kembali berpura-pura tidur di gendongan pria berbadan kekar itu


ceklek..


"sen, rebahkan dia disitu" ujar hulya yang kemudian diangguki oleh arsen


usai merebahkan Anna di kasur, hulya memberi kode untuk segera pergi dari kamar pribadi nya, arsen pun menurut dan kemudian berjalan bak buntut hulya


"kenapa kau sendirian?" tanya arsen sambil menuruni anak tangga


"suami ku ke luar kota" ucap hulya santai


"oh yaa? kau langsung pulang kan?" tanya hulya


"kau mengusir ku?" tanya arsen balik


"hemm bukan mengusir, ya sudah duduk lah di sofa itu.. akan ku buatkan kopi untuk mu" ujar hulya yang mulai menuju ke dapur nya

__ADS_1


"yes! akhirnya dia tidak mengusir ku" batin arsen sambil menatap punggung hulya yang mulai menjauh


"minum lah" ujar hulya sambil meletakkan cangkir berisi kopi hangat itu


"terimakasih" jawab arsen yang tak melepaskan tatapan nya kepada hulya


"hei! jangan melihat ku seperti itu arsen, aku sudah bersuami"


"aku tau, bodoh sekali jika suami mu menyia-nyiakan wanita seperti mu hulya" ucap arsen begitu enteng


"hey! apa maksudmu? dia tidak begitu"


"ahh syukur lah.." ucap arsen dengan senyum tak percaya


"bagaimana dengan pekerjaan mu?" tanya hulya mengalihkan perhatian


"seperti yang kau lihat sekarang.. bisnis ku berjalan dengan lancar" ucap arsen sambil merebahkan punggung nya ke dinding sofa


"Alhamdulillah, apapun pekerjaan nya yang penting halal" ucap hulya tersenyum senang


seketika arsen tersenyum terpaksa atas respon yang diberikan hulya.


"maaf, aku bukan pria yang baik seperti Farhan.. tapi aku bisa menjadi pria apapun yang kau ingin kan" janji arsen dalam hati


"hulyaa" seru arsen yang sontak membuat hulya menoleh kepada nya


"apa yang membuat mu menerima pernikahan mu?"


"Mmm, karna aku yakin.. suami ku orang baik"


"sampai sekarang kau meyakini itu?" tanya arsen lagi


"mmm yaa ten tentu.."


"hulya, kau tau kan seberapa penting nya kamu untuk ku? bila suatu saat pernikahan mu ini membuat mu tak bahagia lagi, datanglah padaku.. aku masih sama seperti dulu, aku akan memberikan semua yang kau mau" ucap arsen penuh dengan kesungguhan


"terimakasih karena selalu menjadi teman terbaik ku"


"yaa, sama-sama" jawaban hulya memang hanya sebatas itu, namun tak mengurangi kadar rasa arsen sedikit pun.


setelah beberapa menit kedua nya mengobrol hulya pun benar-benar terhibur oleh kedatangan arsen


"oh yaa, kata nya masih ada pekerjaan yang belum kau selesai kan.. lalu kenapa kau malah mengobrol dengan ku disini hingga sekarang?" ucap hulya yang baru saja tersadar dari suasana nyaman itu


"kau mengusir ku secara halus lagi?" tanya arsen dengan menyipitkan kedua matanya


"tidak, aku hanya tidak ingin mengganggu waktu mu"


"kau dengar hulyaa, kau sama sekali bukan pengganggu! apapun yang kau mau aku tidak keberatan untuk memberikan nya untuk mu.. sekalipun nyawa ku sendiri menjadi taruhannya" ucap arsen dengan menatap lekat kedua mata hulya


"iyaa iyaaa, sudahlah sudah.. aku juga mau sibuk sama kegiatan ku yang lain, kau pergi sana!" ucap hulya sambil menahan tawa nya

__ADS_1


"baiklah" jawab arsen dengan nada pasrah


"oh yaa, tolong sampaikan kepada Anna untuk tidak merepotkan mu.."


"heii... apa-apaan kamu inii, dia sama sekali tidak merepotkan.. dia membuat ku terhibur.. dia juga selalu menggemaskan" ucap hulya yang tengah mengikuti langkah arsen hingga ke luar dari rumah nya


"terimakasih karna sudah di izinkan masuk ke rumah mu"


hulya hanya mengangguk kan kepala nya.


hulya mengantar kepergian arsen hingga ke halaman rumah nya, dia melambaikan tangan untuk tanda perpisahan.


saat hulya kembali masuk kedalam rumah tiba-tiba ponsel nya berdering, dia yang meletakan ponsel tersebut di saku nya dengan cepat mengambil nya


"assalamualaikum" tanya Farhan dengan nada bicara yang sedikit dingin, mungkin kemarahan nya yang kemarin belum usai


"wa'alaikum salam" jawab hulya


"sejak kapan kamu mengizinkan pria lain masuk ke rumah kita?" tanya farhan dengan kedua rahang nya yang mulai mengeras


"ka..kaka tau dari mana?" jawab hulya dengan menahan rasa takutnya


"hemm, berati benar kan? kau memasukkan pria lain ke dalam rumah kita? baru saja beberapa hari disini, kamu sudah berani membawa pria lain masuk ke rumah kita"


"bagaimana dia bisa tau?" tanya hulya dalam hati


"maaf kak, tapi dia hanya ingin menjemput Anna.. setelah kepergian Kaka hari itu, arsen membawa Anna"


"ahh sudahlah! aku kecewa dengan mu hulya! aku kira kamu wanita yang bisa menjaga diri ketika suami mu tiada! tapi ternyata aku salah " ucap farhan dengan diiringi tawa sumbang nya


"maaf kak maaf, bukan maksud ku untuk melakukan itu semua.. aku tau aku salah, tapii aku tidak bermaksud untuk membiarkan semua ini terjadi"


"aku tau, aku tidak menjadi kan mu wanita satu-satunya dalam hidup ku.. tapi bukan berarti kau juga menyimpan pria lain dihati mu hulya!" ucap Farhan dengan nada tinggi


"kak, percaya lah.. aku hanya mencintai mu"


ucap hulya sambil menahan tangis nya


farhan tertawa dengan sumbang lagi, dia benar-benar salah menilai hulya.


"kak, aku berjan.."


tutt tutt...


"astaghfirullah.. hiks hiikss hiksss"


"bagaimana dia bisa tau?" tanya hulya seorang diri


"kenapa jadi seperti ini?"


to be continued.

__ADS_1


jangan lupa ritual nya yaa ♥️,💌,🎁


__ADS_2