Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Aku ingin pergi


__ADS_3

Arsen mengamati hulya yang turun dari helikopter nya, Atika terlihat kesal ketika keluar dari helikopter itu, muka nya bak tikar kusut yang hendak di gulung.


"kamu kenapa tik? mabok udara?"tanya hulya yang sontak membuat Atika menggeleng cepat


"mabok pria kejam! hampir aja aku di bun"


"kami tadi sangat menikmati pemandangan dari atas nona hulya" sahut david memotong aduan atika


"emang bagus banget sih, thank you ya sen.. " ujar hulya sambil tersenyum memandangi sang pemilik nama, arsen pun membalas senyuman itu


"kalian mau langsung pulang?" tanya arsen


"belom.. masih banyak tempat yang ingin kita kunjungi" ujar hulya


"ohh begitu, memang nya mau kemana lagi?" tanya arsen


"abis ini kita mau ke pantai"


"udah dulu ya sen, kita cabut duluan bye!" ujar atika yang sudah muak berdiri disitu, mungkin dia akan biasa saja kalau tidak ada david.


"hulyaa, take care"


"okay" ujar hulya sambil tersenyum dan melingkarkan jari jempol dan telunjuk nya


setelah kepergian kedua wanita itu arsen memandangi david yang tengah menatap punggung atika dengan amarah


"ada apa dengan kalian?" tanya arsen mengejutkan david


"siapa yang anda maksud tuan?" tanya david yang pura-pura tidak tahu


"ahh jangan berlaga bodoh.. "


"tidak ada apa-apa tuan, namun jujur saja yang tidak menyukai temen nona hulya itu"


"jangan macam-macam dan mengacaukan semua rencana ku! paham!?" gertak arsen yang sontak membuat david bergidik ngeri


"ba-baik tuan"


setelah berhasil melewati daerah sekitar pegunungan akhirnya yang hulya pun muncul juga, jaringan! yaa semenjak dia sampai daerah pegunungan itu hulya memang tidak bisa menggunakan handphone nya sama sekali, ternyata sudah banyak message menumpuk dari farhan, puluhan panggilan Vidio pun terbengkalai. hulya tersenyum melihat suaminya yang seakan ingin tahu keadaan nya, namun beberapa menit kemudian saat hulya hendak membalas pesan pesan itu, panggilan telepon dari farhan pun mencul kembali di layar nya, hulya tersenyum senang melihat itu sedangkan Atika hanya bergeleng-geleng kepala.


"assalamualaikum hulyaa, hulya kamu mendengar Kaka?" hulya sedikit terkejut karena pasal nya setelah farhan hilang ingatan dia tak pernah memanggil diri nya dengan sebutan kaka lagi


"wa'alaikum salam kak.."


panggilan itu pun beralih ke Vidio call


"kamu lagi dimana? kenapa susah sekali untuk ku hubungi" tanya farhan mulai menampilkan muka khawatir nya


"maaf kak.. selama kita di pegunungan jaringan nya memang sangat susah sekali.. jadi hulya ga bisa ngabarin kaka" ujar hulya


"kamu cuma sama atika aja kan?"


"kenapa dia bertanya seperti itu" ujar hulya dalam hati

__ADS_1


"emm iyaa"


"iyaa, tapi kemarin disana tanpa sengaja kita bertemu arsen.. dia juga udah baik banget karna pulang nya kita di bawa pake helikopter milik dia" ujar atika dengan nada keras supaya Farhan bisa mendengar penuturan nya


"apa? sama arsen lagi? jadi kamu jalan-jalan cuma mau ketemuan sama dia?"


"enggak kak.. aku"


"ehh bodoh apa tuli? kita ga sengaja ketemu Farhan!" sahut Atika dengan gemas


"hulya kaka mau kamu pulang sekarang juga" ujar farhan kemudian mematikan panggilan Vidio itu sepihak.


"ya ampun, kok dia marah-marah lagi ya? apa dia udah inget semua nya? soalnya ga mungkin dia terlalu posesif kaya gitu kalo dia belum inget semua nya" ujar hulya sambil menatap Atika


"jadi gimana nih? gagal?" tanya Atika memastikan


"iya tik, kita pulang aja yaa" ujar hulya memohon


"ihh suami kamu tuh nyebelin banget tau ga?! lebay! lagian kita kan ga sengaja ketemu arsen disana"


"tapi wajar dong kalo Kak farhan kaya gitu.. dia ga mau istri nya deket-deket sama pria yang bukan muhrim nya"


"iyaa, terus dia boleh gitu deket-deket sama bini satu nya atau boleh tuh nikah lagi?"


"tikaa udah dong" ujar hulya


Atika sudah muak dengan hulya yang tampak muak sahabat nya itu.


setelah sampai di rumah nya hulya melihat mobil milik farhan yang sudah berada di garasi


"okay.."


"ga mampir dulu"


"ga deh.. yang ada ntar aku gelut sama suami kamu gimana?"


"apaan sih kamu "


"ya udah yaa byee!"


hulya mengangkat barang-barang nya dan memasuki rumah dengan pintu utama yang telah terbuka


"assalamualaikum" ujar hulya yang tengah memandangi suami nya yang duduk di sofa membelakangi nya


"wa'alaikum salam"


hulya berjalan mendekati farhan dan menyalami suami, wajah Farhan sudah mulai tak enak di pandang.


"Kaka udah lama disini?" tanya hulya sambil duduk di samping Farhan, dia merebahkan kepala nya di dada bidang farhan.


Farhan hanya diam tak bergeming


"kak.." tanya hulya lagi sambil menatap wajah Farhan yang begitu dingin

__ADS_1


"kak?" panggil hulya lagi dia pun menenggak kan lagi badan nya dan menatap suaminya dengan lekat


"kaka marah?" tanya hulya yang berhasil membuat Farhan tersenyum miring


"gimana liburan nya? have fun banget ya kaya nya"


"iya Alhamdulillah, tapi kurang seru karna ga sama Kaka"


"hahah! bulshit"


"kok gitu sih ngomong nya"


"hulya, aku udah inget semua nya.. dan kamu tau kan aku ga suka kamu dekat sama arsen?"


"Alhamdulillah.. kak udah inget semua nya?" tanya hulya dengan muka yang berbinar


"iyaa, dan kamu memanfaatkan kan ingatan ku yang lupa kemarin untuk pergi bersama pria itu kan?"


"astaghfirullah kak.. ga kak, aku juga ga tau kalo disana ada arsen"


"udah hulyaa, sekarang kamu ngaku yaa? kamu muak kan sama pernikahan ini? kamu mencintai pria itu kan?"


"ya!! aku muak sama pernikahan ini kak! muakk! dan ku bertahan dalam pernikahan ini karena aku sayang sama Kaka"


"itu bukan alasan yang logis hulyaa, aku tau kamu mulai bosan dengan ku kan?"


"kak! kenapa Kaka sulit untuk mempercayai aku? aku benar-benar mencintai Kaka.. tidak ada rasa bosan"


"bagaimana kalau kamu di cintai pria itu dan kamu di perjuangkan oleh nya? apa kamu akan meninggalkan ku?"


"astaghfirullah kak, dia itu ga mungkin suka sama aku kak kita hanya sebat"


"tidak ada yang tidak mungkin hulya! aku pria sama seperti dia! aku bisa melihat jelas bahwa ada cinta di mata nya untuk mu"


"harus seperti apalagi aku menjelaskan pada mu kak? dia hanya teman ku, dan kalau pun dia mencintai ku.. aku tak akan menjadikan dia sebagai alasana kepergian ku"


"jadi kamu berniat untuk pergi?" tanya farhan yang mulai tak bisa menahan emosi nya


"yaa! mungkin saja, kalau Kaka terus-menerus menyakiti aku seperti ini aku bisa saja muak dan pergi dari Kaka!" ujar hulya sambil menangis


"hulya! dengar baik-baik.. sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan mu! kamu paham?! aku sangat mencintaimu" ujar farhan yang juga tak bisa menahan air mata nya


"bagaimana dengan nadira? apa kaka juga tidak rela bila dia pergi?"


"yaa! karna aku ingin menjaga kalian berdua!"


"Kaka bisa menjaga kami.. tapi Kaka tidak bisa menjaga hati kami! hikss hiksss" ujar hulya dengan nada tinggi dan juga isakan tangis nya


"ya allah.. rasa nya aku ingin pergi sekarang juga" ujar hulya dalam hati


to be continued...


hari ini author sedikit ga enak badan😌 maaf kalo up nya ga sebanyak kemarin-kemarin πŸ™

__ADS_1


tapi jangan lupa ritual nya ya guys πŸ˜πŸ’ŒπŸŽ


Thank you 😍


__ADS_2