Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Perjaka seumur hidup?


__ADS_3

Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sementara disisi lain altar sedang bermanja-manja di pangkuan Anna, pria dingin itu begitu manja setelah menemukan belahan hati nya.


"apa kamu lapar?" tanya anna sambil mengelus dahi altar dengan lembut, altar hanya memejamkan kedua mata nya dia menikmati sentuhan dari anna. tiba-tiba handphone Anna berbunyi dan menampilkan nama Alexander di layar nya, Anna memutar bola dengan malas setelah memegang ponsel nya


"kenapa ga di angkat?" tanya altar yang kemudian membuka mata nya menatap Anna dengan intens, Anna pun tersenyum licik dan kemudian menggeser tombol hijau.


"hallo, sayang" ujar Anna dengan nada manja, Alexander pun heran mendengar Anna memanggil nya sayang pria itu mengerutkan dahi nya, altar masih menatap wajah anna dengan santai


"apa kau merindukan ku, hem?" tanya anna yang sontak membuat altar melebar kan kedua mata nya


"aku tidak salah dengar?" ujar Alexander dengan jelas karna Anna men loud speaker telpon itu


"no.. baby"ujar Anna lagi dengan nada manja


"i'm really miss you baby.." jawab Alex dengan senang, altar merebut handphone itu dari tangan Anna kemudian meletakkan nya di kasur, dengan cepat altar ******* bibir anna dengan lembut.


Anna pun membalas pangutan itu dengan gairah, membuat altar semakin tertantang.


alhasil altar ******* bibir anna dengan gairah yang membara.


"mmmpphhh" Anna hendak melepaskan pangutan itu namun di tahan oleh altar, kecapan demi kecapan terdengar dari kedua pasangan itu membuat Alexander pun memanas. dengan sepihak Alexander mematikan telpon itu


tuttt tuttt


"ahh ****!" ujar Alex sambil membanting handphone nya dengan keras ke lantai


sementara anna mendorong tubuh altar dengan keras hingga altar melepaskan pangutan nya, kini Anna menghirup nafas nya yang hampir habis.


"kamu mesum banget sih tar!" ujar anna sambil mengelap bekas saliva yang masih tertempel di mulut nya


"ga papa lah.. kan sama istri sendiri" ujar altar dengan wajah tanpa dosa


"btw, kamu udah selesai haid kan?" ujar altar yang ternyata sudah tau kalau Anna sudah menyucikan diri dari hadast besar nya.


"kok tau?"


"tau lah"


"aku kan belum bilang, tadi sewaktu kamu ke masjid aku kan baru mandi" ujar Anna dengan polos nya


"ini.. bukti nya" ujar altar sambil memegangi rambut anna yang basah


"ohh iya, hehee" ujar anna sambil terkekeh, dia baru menyadari rambut nya memang belum di hairdryer jadi masih setengah basah


"boleh aku minta?" tanya arsen penuh harap


"hah? kan aku belum pasang alat kontrasepsi"

__ADS_1


"aku udah beliin kamu obat nya" ujar altar sambil tersenyum miring, Anna pun terkejut dia membulat kan kedua mata nya dengan sempurna, tak menyangka suami nya secepat itu berpikir ke arah situ.


"Kenapa kamu tanggap sekali.." ujar Anna sambil menggeleng kan kepala nya


"karna aku sudah tersiksa berhari-hari ini" altar pun mengambil posisi duduk menghadap Anna melipat kedua kaki nya dia menangkup kedua pipi Anna, tatapan altar penuh pengharapan.


Anna pun di buat tak tega, Karna jujur saja akhir-akhir ini dia memang sengaja membuat altar tergoda.


"emm, tapi aku masih takutt" ujar Anna dengan suara yang memelan


"Kenapa takut? aku janji akan melakukan nya dengan lembut" ujar altar sambil tersenyum dan menaik turun kan kedua alis tebal nya.


"tapiiii.. apa benar pil kontrasepsi itu tidak bikin hamil?" tanya anna sekali lagi, dia hanya ingin memastikan.


"iya sayang... in syaa allah aman" ujar altar sambil tersenyum manis kepada Anna, anna pun mengangguk kan kepala nya.


saat altar sedang melepas kan baju nya tiba-tiba ponsel nya berbunyi


"astaghfirullah...siapa sih?! ganggu aja!" seru altar dengan muka kesal, Anna pun terkekeh melihat altar yang tiba-tiba berubah ekspresi menjadi kecewa.


"hallo assalamualaikum ibuu.." ujar altar dengan lembut, ternyata penelpon itu adalah ibu mertua anna


"wa'alaikum salam.."


"ada apa buk?" tanya altar dengan sopan, Anna pun menyandar kan kepala nya di pangkuan altar, pria itu tersenyum dan mengelus rambut anna dengan lembut.


"ada apa buk? apa ada masalah?" tanya altar yang mulai ikut terbawa suasana, Anna pun kembali duduk dan mendekat kan telinga nya ke arah ponsel itu


"bibi mu nyidam pengen banget ketemu kamu, tapi Anna harus di ajak ya? karna kamu juga akan membutuh kan anna dalam ini"


"memang nya apa yang harus kami lakukan?"


"sudah lah, cepat pulang dulu.. naik pesawat kalo bisa.. ibuk kasihan lihat orang nyidam kalo ga di turutin"


"emm baiklah buk, kami akan bersiap"


tutt tuttt


"Anna? kamu dengar kan?" tanya altar sambil menatap Anna, Anna menganggukkan kepala nya


"ayo kita bersiap"


"kita bisa suruh david untuk menyiapkan semua nya tar, kamu jangan khawatir .. kita akan sampai tepat waktu"


"baiklah


beberapa saat kemudian mereka sudah menaiki jet pribadi milik Anna, David sudah mempersiapkan apa yang anna perintah kan dalam beberapa menit saja.


__ADS_1


"pantas saja banyak yang mengejar mu, selain kamu cantik.. kamu juga kayaa.." ujar altar sambil memeluk tubuh Anna dari samping


"pantas saja suami banyak yang ngincar... ternyata, suami ku memang berbeda" ujar anna sambil terkekeh


"berbeda? maksud mu?" tanya altar kebingungan


"kamu itu dingin,ga peka,mesum lagi!" ujar anna sambil bersungut-sungut


"ahhaha itu bukan kelebihan sayang... itu kekurangan" ujar Altar sambil mencubit pipi chubby anna


"ehh jangan salah, itu adalah kekurangan yang menjadi kelebihan mu sayang..."


"kenapa begitu?"


"Karna biasa nya pria-pria yang mendekati aku akan banyak tebar pesona,baik kepada ku,sangat peka,dannn yang pasti ga berani mesum kaya kamu!"


"hahah iya lah, kamu galak"


"emm, kata dady aku harus seperti itu.. agar tidak sembarang di dekati pria berhidung belang"


"berati hidung ku warna nya seperti pelangi dong?" tanya altar sambil terkekeh, Anna pun hanya menggeleng kan kepala nya


"hidung kamu itu seperti pinnochio, semakin panjang karna suka berbohong ahahaaha"


"memang nya kapan aku berbohong?" tanya altar dengan mengerut kan dahi nya


"kamu berbohong.. tadi kata nya mau minta malam ini" ujar Anna sambil memancung kan bibir nya.


"minta apa?" tanya altar yang benar-benar tak mengerti apa yang anna katakan


"sudah lah, lupakan!" ujar Anna yang tiba-tiba beranjak pergi meninggalkan altar seorang diri


Anna mendudukkan bokong nya di sofa lain, altar menghampiri nya


"memang nya apa yang aku minta? aku benar-benar lupa annaa" ujar altar sambil memeluk tubuh Anna dari belakang


"baiklah.. kalau kamu tidak ingat, jangan pernah minta selama nya!" ujar anna dengan lantang, sontak altar melebar kan kedua mata nya dengan sempurna.


"ahh maksud mu yang tadi?"


"astaghfirullah.. kenapa bisa lupa!" ujar altar merutuki diri nya


"sudah lah.. sudah tidak ada penawaran lagi, sudah expired!" ujar Anna berlalu pergi dari altar.


"ahh bodoh sekali aku! bisa-bisa jadi perjaka seumur hidup aku! ahh tidaakk" ujar altar mengusap wajah nya dengan kasar


to be continued


hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 🙏😍 terimakasih 🤩, maaf mungkin eps kali ini ga panjang.. soalnya othor lagi ga enak badan 😌

__ADS_1


__ADS_2