Pelangi Yang Tergores

Pelangi Yang Tergores
Cemburu part 2


__ADS_3

altar dan anna berjalan bergandengan namun masih saja ada yang melirik ke tampanan altar dengan wajah nya yang dingin dan maskulin itu, Anna di buat kesal karna wajah dingin altar itu semakin membuat wanita-wanita memuja nya


"apakah wanita-wanita itu kehilangan akal? sudah tau aku gandeng pria ku ini.. masih saja di lihatin kaya gitu dasar ga punya malu!" ujar Anna dengan nada kesal tanpa sadar dia mengakui altar sebagai pria nya, altar di buat terkekeh melihat tingkah anna yang begitu posesif, kemudian altar menghentikan langkah nya dan menatap Anna


"aku tidak salah dengar kan? kau mengakui ku sebagai pria mu?" tanya altar sambil tersenyum, dengan cepat anna menghembus nafas nya dengan kasar, mungkin bila tidak di depan orang banyak dia tidak akan mengakui kebenaran nya


"iya lah sayang.. kau kan memang suami ku" ujar anna sambil bermanja-manja di lengan altar, altar pun menggeleng kan kepala nya kemudian mereka berjalan lagi.


tak cukup sampai di situ bahkan saat mereka tiba di apotik seorang apoteker muda yang sedang melayani altar pun tak berkedip saat altar berkonsultasi tentang apa yang anna rasa kan


"maaf mbk, apa di sini ada obat untuk meredakan nyeri haid?" tanya altar dengan antusias, bukan langsung menjawab apoteker itu justru terpaku memandangi wajah altar yang rupawan bak prince di kingdom-kingdom.


"wahhh sudah tampan, sayang lagi sama adek nya" ujar apoteker muda itu sambil menyanggah dagu nya dengan kedua tangan nya


"adek?" tanya altar kebingungan


"heh! saya istri nya bukan adek nya" ujar Anna yang sama sekali tak di peduli kan oleh wanita itu


"sayang.. orang-orang di sini aneh semua, aku mau kita pergi saja dari sini" ujar annna dengan nada manja


"tapi kita belum mendapatkan obat nya Anna"


"sudah lah aku tidak apa-apa" ujar Anna menampil kan pupy eyes nya


salah satu seorang apoteker wanita juga datang menghampiri teman nya yang bukan cepat melayani pembelian justru seperti melamun


"kamu kenapa sih? ada pembeli kok ga di laynin" ujar wanita itu dan kemudian menatap Anna dan altar


"Masya Allah tabarakallah, nikamat tuhan mu manakah yang kau dusta kan!" ujar wanita yang tadi nya ingin menegor teman nya itu


"heh kalian berdua! yang profes dong kalo kerja! kalo kalian tidak bisa melayani kami dengan baik akan aku pastikan apotek itu segera gulung tikar!" ujar Anna dengan lantang, gertakan keturunan ala mafia nya keluar.


"ma maaf nona, apa yang anda butuh kan" ujar wanita itu dengan gugup dan yang satunya lagi memilih pergi


"seperti yang saya minta tadi" ujar altar dengan nada dingin, dengan cepat apoteker itu melayani kedua pasangan suami istri itu


"terimakasih.. ambil aja kembalian nya" ujar anna dengan dingin dia memberikan satu lembar gambar pak soekarno tanpa meminta kembali, dengan cepat dia kembali menarik tangan altar bahkan dengan posesif nya Anna menyandar kan kepala nya di lengan altar.

__ADS_1


"hahah, kaya gini yang di bilang bukan cemburu?" tanya altar menahan tawa nya


"kalo aku cemburu memang nya kenapa?" ujar Anna menghentikan langkah mereka, kemudian altar menatap kedua mata Anna dengan lekat


"apa kamu sudah mencintai ku?"


"belom, hanya cemburu saja.. belom cinta" jawab Anna dengan santai yang sontak membuat altar terkekeh


"hahah kalo cemburu sudah pasti cinta"


"jangan terlalu percaya sama pikiran rakyat yang ga jelas.." ujar Anna sambil menarik membawa altar kembali melangkah kan kaki nya


"itu bukan pikiran rakyat.. itu memang nyata"


"sudah lah altar.. jangan terlalu mencari pembenaran"


"ahahah baiklah" saat kedua nya melitas kembali ke dalam hotel itu, seorang resepsionis tersenyum kepada altar dia memakai baju yang ketak dan menampilkan bokong hingga dada nya yang besar, wanita itu tidak tersenyum juga kepada Anna dia hanya memberikan senyuman manis nya kepada altar


"dasar gatel! untung saja suami ku tidak jelalatan mata nya.. emm tapi apakah altar juga tergoda jika melihat yang seperti itu" ujar anna dalam hati dan kemudian beralih menatap resepsionis seksi itu


"altar, sebenarnya aku ingin bakso di depan situ" ujar anna menghentikan langkah nya


"apa kamu mau membelinya untuk ku?" tanya anna lagi


"tentu saja.. kamu masuk duluan aja"


"inget! jaga pandangan.. kamu sudah beristri" ujar Anna memperingati


"iyaaa" jawab altar sambil tersenyum


"dia memanggil mengubah panggilan Lo gue, dengan aku kamu? hahah berati diaaa ahhh" ujar altar dalam hati sambil tersenyum sendiri


"selama altar pergi aku akan menyiapkan semua nya" anna meminta resepsionis menyiapkan lingrie untuk nya, dia juga mandi dengan sabun yang memang aromanya menyengat hingga membuat mabuk kepayang.


dia sudah memakai lingerie berbahan tipis berwarna hitam, dia melihat penampilan seksi nya dari kaca


"aku ga kalah seksi kok.." ujar Anna seorang diri, dia mempergakan gaya-gaya duduk dan berjalan ala-ala wanita penggoda di film-film yang pernah ia tonton.

__ADS_1


"aku pastikan kamu tidak akan menolak pesona ku altar" ujar anna sambil tersenyum penuh arti


ceklek..


handle pintu itu terbuka dan altar masuk kedalam dia menatap punggung Anna dengan terkejut, Anna sedang mengoleskan lotion di bagian kaki hingga lutut nya, altar mendekati Anna mata nya kembali terbuka lebar melihat penampilan anna yang seksi dan di tambah lagi anna mengoleskan lotion itu di bagian paha putih nya, hampir menyingkan seluruh baju nya.


"anna.. kamu ngapain pakai baju kaya gini siang-siang?"tanya altar sambil menelan saliva dengan kesusahan


"memang kenapa?" tanya anna dengan nada menggoda, altar mencoba acuh dia meletakkan plastik berisi bakso itu di meja dekat ranjang nya, dengan cepat anna menarik lengan baju altar hingg altar mengukung Anna yang tenang duduk di tepi ranjang, jangan di tanya bagaimana perasaan Altar saat ini, sebagai pria normal sudah pasti hati nya bergetar,kulit nya merinding,dan sesuatu di bawah sana sudah meronta ingin fi di jinakan.


"anna aku sudah membelikan mu bakso" ujar altar yang engga menatap ke arah dada annaa


"emmm baiklah" ujar anna yang tiba-tiba berdiri dan sudah pasti membuat dada nya menabrak wajah tampan altar.


"astaghfirullah.. huh!" ujar altar mengalihkan pandangan dan kemudian menduduk kan diri nya di tepi ranjang tepat di dekat anna, Anna menuangkan bakso itu ke dalam mangkuk yang sudah altar siapkan, dia memakan bakso itu dengan perlahan. sedangkan kaki nya di tumpangan kan di kaki satu nya lagi, altar membulat kan kedua matanya dengan sempurna, sungguh pemandangan yang menakjubkan namun karna takut kebablasan akhirnya altar mengalihkan pandangan nya


"kamu mau?" ujar Anna sambil mengarahkan sendok berisi potongan bakso itu kea arah mulut altar,altar mendorong sendok itu perlahan


"sudah buat kamu saja" dengan sengaja Anna menumpahkan sendok berisi kuah dan potongan bakso itu tepat di dada nya yang memang sedikit terbuka


"aww panas" teriak aman sambil menaruh mangkuk itu ke meja dan kemudian mengibaskan-ngibas dada nya dengan tangan nya.


"maaf anna" ujar altar sambil mengelap dada anna dengan tissue dia enggan menatap lama pada bagian itu, dia mencoba mengalihkan pandangan berkali-kali namun.


"panas tar"


"maaf.."


"bagaimana ini?" ujar anna yang semakin membuat altar kebingungan


"aku akan mengambil kan tissue basah" ujar altar sambil beranjak pergi meninggalkan Anna


anna pun tersenyum puas karna dengan jelas altar menahan sejuta hasrat nya, bahkan diam-diam menatap ke bagian sensitif altar yang sudah tidak seperti semestinya.


to be continued


hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa😍 terimakasih dukungan kalian sangat berguna untuk membantu othor lebih semangat lagi ☺️

__ADS_1


__ADS_2