
"Sudah-sudah tenang semuanya!" ujar pak Fadli dan sontak membuat mereka semua terdiam
Farhan pun pergi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
dia hampir saja terkena tipu muslihat dari siska, dia menyadari bahwa ternyata siska hanya ingin mencari perhatian nya saja.
"dasar bocah ingusan" ujar farhan seorang diri sambil merebahkan diri nya di dalam tenda.
Siska duduk di sebuah bebatuan kecil dan marteen kini berada di belakang nya, Siska terlihat kesal dan malu.
nama nya sebagai ratu kecantikan kampus baru saja tercoreng karna ulah nya sendiri.
marteen ingin sekali mendekati siska namun dia takut bila siska semakin mengamuk nanti nya, akhir nya memutuskan untuk berdiam diri dan memandangi punggung siska
"marteen, ngapain lo kesini hah?" tanya Siska dengan sinis
"gue cuma mastiin kalo lo baik-baik aja"
"Lo mau gue baik-baik aja kan?" tanya Siska dengan seorang senyum licik di bibir nya
"iyaa, gue ga mau Lo kenapa-napa" ujar marteen
"ya udah mulai sekarang kita jadian" ujar siska dengan enteng nya, Marteen terkejut bukan main. wanita yang selama ini ia kejar-kejar akhirnya mengajak nya pacaran
kedua mata marteen berkaca-kaca
"ap-apaa lo ngajakin gue pacaran sis?!"tanya marteen lagi untuk memastikan bahwa dia sedang tidak berhalusinasi
"iyaa!" tegas Siska
"yes!! thank you sis" ujar marteen yang hendak ingin memeluk siska namun siska menatap nya dengan tajam, Marteen pun hanya bisa diam di tempat dengan kedua sudut bibir nya yang masih di tarik hingga tadi
kedua pasangan muda itu pun kembali ke tempat perkampingan dengan bergandengan tangan, sontak membuat perhatian mereka semua tertuju pada kedua pasangan muda itu.
"kalian jadian?!" tanya robby penasaran
"yaa! dia milik ku sekarang" ujar marteen dengan senyuman kebanggaan
"wow! so nice man! akhirnya kalian jadian jugaa" ujar rizky menimpali
"thanks bro" ujar marteen dengan senyum yang tak memudar hingga tadi
"honey, aku istirahat dulu yaa" ujar siska sambil melepaskan gandengan nya
"iya sayang, nice dream yaa" ujar marteen dengan senyuman terbaik nya
Siska hanya membalas nya dengan senyuman
semua pun nampak terkagum-kagum dengan kedua pasangan yang bisa di sebut"Perfect couple" tersebut, pasalnya kedua nya memiliki wajah nan cantik dan tampan, membuat banyak orang menyanjung mereka.
"siskaaa, Lo jadian sama mareteen? demi apa Lo!? Lo bikin gue iri tau ga" ujar nadya sambil memeluk tubuh sahabat nya itu
"sis, denger yaa.. gue jadian sama mareteen cuma mau balikin citra gue aja, setelah itu gua bakal bikin dia putusin gue!" ujar Siska dengan senyuman licik nya
"maksud Lo apa sih, gue ga ngerti"
"udah lah, Lo cukup dukung gue aja"
__ADS_1
"jadi sekarang Lo ga bakal deketin pak Farhan lagi kan?" tanya nadya dengan bodoh nya
"gue heran, kenapa otak Lo yang bodoh ini bisa bikin lo jadi salah satu mahasiswi terbaik di kampus kita" ujar Siska kesal
"yaahh, kok Lo ngatain gue bodoh sih.. bodoh dari mana nya yaa?"
"engaaa, Lo ga bodoh.. cuma culun aja! udah ahh tidur yukk" ujar Siska sambil menyibakkan selimut di sekujur tubuh nya
hulya mengurus rumah nya dengan baik, dia hanya fokus untuk mengurus Naya,suami,dan rumah.
dia sudah tidak ingin mengajar lagi, karna dia hanya ingin fokus memantau perkembangan anak nya.
"nayaa, sini sayang umi suapin" ujar hulya kepada Naya yang masih sibuk memainkan boneka nya
"ihhh anak umi makin gemoy yaa, pasti BB nya baik deh" ujar hulya sambil menggendong Naya.
pagi itu arsen mengantar putri nya kembali ke Indonesia, Anna hanya bisa pasrah dengan keputusan arsen, dia terlihat sangat tidak suka.
setelah sampai di rumah utama nya, dia menyuruh beberapa asisten untuk menemani Anna.
"dady, dady mau kemana?" tanya anna penasaran
"dady ada urusan sebentar, setelah itu dady akan kembali kesini lagi.. oh ya jangan kemana-mana yaa" ujar arsen
"hemm" Anna yang kelelahan pun akhirnya merebahkan tubuh nya di kasur hingga tertidur.
arsen kembali menyinggahi rumah hulya, dia menatap hulya yang tengah bercanda tawa dengan anak nya di halaman rumah itu, hulya nampak menggendong kucing dan menyerahkan nya kepada naya, arsen memotret momen menggemaskan itu dari kejauhan
cekrek..
dia pun menjalankan mobil nya hingga tepat masuk ke dalam area rumah hulya, hulya nampak bingung dengan siapa yang datang, dia kembali menggendong Naya.
hulya terus menatapi mobil hitam yang belum juga menampakkan siapa pemilik nya itu,
namun dia seperti mengenal siapa pria yang baru saja keluar dengan memakai tuxedo hitam itu.
yaa, batin hulya dia adalah arsen emmanuel ernest teman lama nya yang tiba-tiba kembali datang pada nya.
"arsen?"
"hai hulyaa, apa kabar mu?" tanya arsen sambil melepaskan kacamata nya
"aku baik alhamdulillah, kamu sendiri bagaimana?" tanya hulya penasaran
"seperti yang kau lihat" ujar arsen dengan singkat
"ohh dimana istri mu? jangan bilang kau belum beristri" tebak hulya yang memang itu lah kenyataan nya
"yaa kau benar"
"hah.. arsen arsen, harta mu banyak,kau juga tampan, apa lagi ya kau cari?"
"kau"
__ADS_1
"apa?" tanya hulya terkejut
"maksud ku aku mencari mu karna ingin bertanya sesuatu mengenai pondok pesantren"
"ha? untuk siapa? Anna?" tanya hulya penasaran
"iyaa kau benar sekali"
"ahh akhirnya, baiklah aku ada beberapa rekomendasi pondok pesantren yang cocok untuk Anna" ujar hulya dengan semangat
"oh yaa duduk lah dulu disini" ujar hulya sambil menunjuk kursi yang memang di sediakan untuk bersantai di teras
"maaf aku tidak bisa mempersilahkan mu masuk, karna suami ku sedang tidak ada"
"ohh iyaa aku sudah tau"
"ha? tau dari mana?"
"emm maksud ku aku tau kau tidak mungkin mempersilahkan ku masuk kedalam"
"hahaha iya iyaa kamu benar" ujar hulya sambil tertawa lepas
arsen pun begitu merindukan tawa itu, hati nya begitu tenang saat melihat tawa itu lagi secara dekat.
"ya udahh, kita fokus lagi nih yaa.. sama brosur-brosur pondok pesantren ini" ujar hulya yang membuat arsen menatap brosur itu.
"miii cucu" ujar naya yang mulai berontak dari pangkuan hulya
"ahh kamu sudah haus ya sayang" uajr hulya sambil mengelus puncak rambut Naya
"sen, aku tinggal sebentar ya? seperti nya dia sudah mulai mengantuk.. aku susui naya dulu ya?"
"ohh iya silahkan"
arsen sempat menghela nafas dengan kasar, pikiran kotor nya mulai membayangkan hulya yang tidak-tidak.
hulya kembali masuk kedalam dan membuat arsen duduk sendiri dia teras rumah nya,
tak lama kemudian mobil farhan pun datang, hari ini memang hari kepulangan nya.
arsen tersenyum miring, farhan sudah semakin geram dengan siapa yang datang di rumah nya.
dia melangkah dengan cepat dan kemudian keluar, tatapan kedua pria itu pun bertemu Farhan menatap arsen dengan tajam begitupun arsen, dia membalas nya dengan tatapan maut nya.
"untuk apa kau kemari!" sentak Farhan dengan nada tinggi
"aku? aku hanya bersilaturahmi sajaa" ujar arsen dengan santai
"hah! jangan kau pikir aku tidak tau apa maksud dan tujuan mu kesini!" bentak Farhan
"kenapa? kau takut istri mu tergoda pada ku?" tanya arsen sambil berbisik ke telinga Farhan
"atau? kau masih menganggap ku rival mu?!"
ujar arsen dengan tersenyum miring
to be continued
__ADS_1
hi guys 🤩 jangan lupa like, komen and vote nya yaa😍 dukungan kalian sungguh berati bagi author ☺️ terimakasih 🥰